
"Ku harap aku bisa terus bersama ayah dan yg lain dalam waktu yg sangat~ lama...dan semoga kebahagian ini tak akan pernah berakhir''
''Maaf saja tapi aku tak segila itu sampai harus menembus badai salju sekuat itu hanya demi menolong seorang gadis kecil yg terjebak di dalamnya'' ''kuharap kemungkinan terburuk tak terjadi.''
***
''Dewa kematian?''
Ini bohong kan....itu tak mungkin dewa kematian...pasti bukan...
Tidak....jangan!....aku masih belum meminta maaf padanya...jangan bawa ayah pergi...jangan rebut dia dariku....aku tak mau lagi...aku tak mau kehilangan siapapun lagi...
''tak boleh!'' seruku namun bayangan itu sama sekali tak meresponku
''jangan mendekat....'' ''pergi lah...'' '' pergi!....'' usirku namun bukannya menjauh bayangan itu malah semakin mendekat dan melihat itu bulu kuduk ku langsung bergidik ngeri
''TAK BOLEH!.JANGAN MENDEKAT!''teriakku sambil menghalanginya
''jangan bawa ayah pergi!...'' ''kumohon.....pergilah...menjauh darinya...''
''PERGILAH!!'' teriakku namun bayangan itu terus saja mendekat hingga...
''KU BILANG PERGI!!" seruku sambil menyerangnya mengunakan es ku namun es itu melewatinya begitu saja.
Serangan ku tak mempan padanya. Dan itu membuatku semakin takut membayangkan ia akan mengambil ayah dariku.
Bayangan itu pun terdiam sesaat lalu mendadak lenyap begitu saja...
Dan melihatnya sudah pergi aku pun langsung terduduk lemas, sambil mencoba mengatur nafasku yg berantakan.
Apa aku berhasil?.....apa aku mengusirnya?...tidak...jelas –jelas dia bisa melewati serangan ku dengan mudahnya....kalau begitu kenapa dia menghilang?...ayah tak akan baik-baik saja kan?...iya kan?...ayah akan bangunkan?...kumohon...siapapun katakan kalau ayah akan baik baik saja....
ini salah ku...harusnya aku tak keras kepala saat itu...harusnya aku mendengarkan leon saat itu....karena ku ayah.....ukh....kalau ayah tak pernah bangun lagi bagimana?...tidak...aku tak mau itu terjadi....ayah....
''eli..ssa?''
Panggilan yg terdengar begitu lemas namun terasa tak asing bagiku,sontak aku langsung menoleh kebelakang ,air mataku pun mulai mengalir kembali...ku genggam erat gaun ku lalu...
''a..yah..''
''ukh..elissa...sedang apa kau disi..''tanyanya sambil mencoba bangkit namun....
GREP! belum sempat beliau selesai mengatakannya aku langsung bangkit dan memeluknya erat
''elissa?''panggil ayah yg terkejut dengan kelakuanku barusan
Ukh....ayah...ayah..ayah bangun...aku masih bisa mendengar detak jantungnya...ukh...hiks...a..ayah...
''Huwaaaa...ayah...ayah....''tanggis ku yg langsung pecah begitu saja
....... ''elissa?'' ...''hmph...syukurlah kau baik-baik saja'' kata beliau sambil mengusap lembut kepalaku dan begitu kehangatan beliau menyelimutiku. Hatiku langsung terasa nyeri. Ku peluk erat beliau dan enggan melepaskannya...
''ayah bodoh!'' seruku sambil mempererat pelukanku
''dari pada mencemaskanku harusnya ayah mencemaskan diri ayah dulu!, muka ayah sangat pucat tau!"seruku sambil mencoba menahan tanggisku
''bukannya kau juga sama sayang?''balasnya sambil melepaskan pelukanku lalu menyentuh lembut pipiku
''mukamu juga pucat sayang...''sambungnya yg membuat tanggisku kembali pecah
''hiks....huwaaa...huwaaaa.....ayah.....ayah...''
''maaf...maafkan eli....maaf....'' ''eli tak bermaksud membuat ayah begini...maaf''
Syut...''ini bukan salahmu sayang, ini salah ayah karena tak berani memberitahumu, wajar kalau kau marah'' kata ayah sambil menarikku kepelukannya
''tidak...tidak....hiks....ini salah eli....eli yg keras kepala...maaf...harusnya eli mendengarkan kata leon...eli yg salah...maaf''tanggisku
''karena eli ayah jadi begini....karena eli...ayah...hiks..hiks..huwaaa!"
Aku tak bisa melanjutkanya , aku tak bisa mengatakan pada ayah kalau tadi ada dewa kematian yg datang kemari dan berniat mengambil ayah...aku tak bisa mengatakan itu...
Ayah pun tak mengatakan apapun lagi dan hanya mengusap kepalaku lembut.
Belaiannya yg begitu lembut dan hangat membuatku semakin merasa bersalah, aku pun terus meminta maaf padanya sambil menangis hingga akhirnya aku pun terlelap dalam buaiannya
__ADS_1
***
...Pov Duke...
Dia ia tertidur kah
''hmph....padahal dia tak salah apapun''gumamku lalu mencoba membaringkannya dengan benar dan memakaikannya selimut
BRAK! .. ''lean! Kau sudah sa...''
''ssstt..'' ''jangan berisik..kau akan membangunkannya''kata ku sambil mengusap-usap lembut kepala putri kecilku ini
''ups...maaf..'' kata lina lalu berjalan mendekatiku
''bagaimana eli biasa ada disini?''tanyanya
''aku juga tak tau...begitu aku bangun dia sudah ada di sampingku dengan air mata yg mengalir deras''
''huh~...yaampun....kami mencarinya sejak tadi, kerena dia tiba-tiba menghilang''
''ngomong-ngomong bagaimana keadaan mu?, mukamu masih sangat pucat sayang''
''aku baik-baik saja, istirahat sebentar juga akan sembuh''
''dari pada itu...tolong panggilkan dokter untuk elissa...badannya masih panas''
''bawakan dokter terbaik,kalau perlu seret paksa dia kemari''sambungku
''lean..kau telat....erwin sudah melakukannya''balas lina
***
BRAK!... '' SIAPA DOKTER TERBAIK SINI!?..'' teriak erwin sambil mendobrak pintu rumah sakit
''e...eh?''
''beritahu aku siapa dokter terbaik disini?''tanya erwin sambil memancarkan aura mengerikan pada perawat
''i...itu..apa anda ingin bertemu dokter ju..''
''sekarang beliau sedang ada opras...'' belum selesai ia berbicara erwin langsung tancap gas menemui dokter tersebut
''kau kah!?''seru erwin sambil mencengram pundak salah satu dokter yg sedang bertugas
''e..eh!?...''
''ikut aku sekarang...ayah dan adikku sedang sekarat''kata erwin sambil memancarkan aura membunuh yg kuat
''ta..tapi..ada pasien yg harus saya tangani du...''
''siapa peduli?..nyawa ayah dan adikku lebih penting''potong erwin
''anda sudah tak waras ya!?''seru dokter tersebut
''terserah kau mau bilang apa, pokoknya ikut aku sekarang''kata erwin lalu menyeret paksa dokter itu pergi.
Hah..hah...panas...apa udara sepanas ini ya tadi?
''apa kau bilang!?...'' ''i..itu...''
Siapa?...entah kenapa aku bisa mendengarnya tapi tak begitu jelas...dan lagi kepalaku terasa berputar-putar....
Sebenarnya apa yg terjadi?...
Dalam keadaan setengah sadar ku dengar suara orang yg berdebat namun aku tak bisa menangkapnya dengan jelas.pandangan ku pun terlihat kabur...
'' elissa'' panggil suara yg begitu lembut sambil membelai kepalaku,dan dari belaiannya itu aku merasakan kesejukan yg nyaman...
Perlahanku coba membuka mataku dan ku dapati wajah ayah yg terlihat marah pada seseorang di depannya
Um?...ada apa ini?..
Ku coba lihat apa yg membuat ayah marah dan ku lihat kakak yg sedang mencekik leher seseorang dan ibu yg sudah siap menarik pedangnya.
Eh!?....ada apa ini?...dan lagi siapa itu!?...
__ADS_1
''mm...a..yah..'' panggilku pelan karena tak bertenaga
''elissa''
''um?..adik kecil!'' seru kakak yg langsung melepaskan orang tersebut dan berlari kearahku
''eli...syukurlah kau sudah sadar sayang''kata ibu lalu duduk di sebelahku
''huwaaa...adik kecil...syukurlah...''kata kak erwin sambil mengenggam erat tangan ku
''ternyata kau memang dokter gadungan ya?...bisa-bisanya kau berbohong seperti itu pada kami''kata sambung kak erwin sambil menatap orang tadi tajam
???....sebenarnya ada apa ini?..apa yg terjadi selama aku tidur?..
''ada apa?''tanyaku
''tidak ada apa-apa sayang''balas ayah sambil mengusap kepalaku
''harry seret orang ini dan bawakan dokter baru kemari''
Huh?...dokter?...
Harry pun mengangguk lalu melakukan apa yg di suruh ayah . tak lama kemudian seorang dokter pun datang lagi dan mulai memeriksaku, awalnya aku diam saja karena memang tak begitu paham dengan apa yg terjadi terlebih, badanku terlalu lemas,untuk melawan....harusnya begitu sampai...
''kalau begitu bagaimana kalau kita tes darah ''katanya lalu mengambil sebuah benda kecil dengan ujung yg tajam. Dan melihat hal itu bulu kudukku langsung bergidik ngeri
APA ITU SERAM!. Benda itu mengerikan
Grep...dokter itu pun langsung memegang tangan ku dan mencoba menusukan benda itu namun aku langsung menepisnya dan memeluk ayah kuat
''TAK MAU!...SERAM!''...aku tak tau apa itu tapi yg jelas itu pasti sakit..
''ta...tak apa nona...tidak sakit kok..''kata dokter itu. Namun aku tetap tak mau mempercayainya aku lebih percaya pada instingku di banding perkataannya
''tak mau...hiks...ayah...aku tak mau..''kataku dengan mata yg sudah berkaca-kaca
Dan melihatku hampir menangis karena itu ibu,ayah dan kakak pun langsung menatap dokter itu tajam. Dan jelas membuat dokter tersebut mati kutu.
''tidak apa-apa nona...cuman seperti di gigit semut kok''kata dokter tersebut
Semut?....apa benar semut?...
''adik kecil... tenang saja, kalau ternyata lebih sakit dari itu dia akan langsung kehilangan jarinya''kata kakak sambil tersenyum dan jelas perkataan kakak itu membuat dokter itu ketakutan bahkan lebih parah dari rasa takutku
Pada akhirnya karena merasa kasihan dengan dokter tersebut aku pun setuju dan membiarkannya mengambil darahku dan ternyata....
SAKIT!!!..
''lihat seperti di gigit semut kan''kata dokter itu sambil tersenyum takut
PEMBOHONG!...SEMUT DARI MANANYA!...RASANYA TAK SAMA SAMA SEKALI!
Pembohong....dokter itu pembohong...sudah ku duga instingku memang benar..rasanya sakit...mulai sekarang aku tak akan percaya padamu lagi dokter!
''bagaimana adik kecil?...apa rasanya lebih sakit dari itu?''tanya kakak yg membuat dokter itu panas dingin
Tentu saja...rasanya jauh lebih sakit!....
Tapi...kasihan dokter itu kalau kehilangan jarinya,dia kan masih harus mengunakan itu untuk menolong orang lain...ukh...dokter kau berhutang padaku loh ya...asal kau tau aku masih dendam padamu karena ini...
''ti..tidak...memang seperti di gigit semut kok''kataku sambil mencoba tersenyum
''yosh..yosh..elissa memang anak yg kuat''kata ayah sambil mengusap-usap punggungku
''ka...kalau begitu saya akan memeriksanya di lap, untuk sekarang nona minum obat yg saya kasih dan banyak-banyak istirahat...''kata dokter tersebut
''lalu tuan duke...bagaimana dengan anda?''tanya dokter tersebut sambil melirik ayah
''aku baik-baik saja...''
''tapi saya dengar anda terkena hipotermia''
''istirahat sebentar juga bakal sembuh, kesembuhan putriku adalah yg utama''balas ayah.
...****************...
__ADS_1
...NEXT...