
Amnesia biasanya terjadi karena adanya kerusakan di bagian limbik otak. Tapi erwin tak mengalami kerusakan apapun. Kalau begitu...
''Aku ingat dengan jelas semuanya kecuali yg berkaitan dengannya''
Hanya bagian adiknya saja yg tak bisa ia ingat..um... ini bukan kasus yg mustahil sih.saat seseorang ingin melupakan sesuatu hal itu mungkin terjadi tapi...erwin kelihatanya tak begitu. Sebenarnya apa yg terjadi?
''rara ada apa?''tanya erwin
Kalau ini murni karena penyakit kurasa aku harus bertanya pada dokter dulu. Tapi kalau bukan...
''erwin..apa kau yakin hanya bagian tentang adikmu yg tak bisa kau ingat?''tanyaku memastikan
''eh?..um... kurasa begitu..eh tunggu dulu. Sepertinya tidak juga. Kurasa beberapa bagian dari ingatanku juga ada yg hilang. Waktu itu saja aku tak tau kalau ibuku sudah pulang. Kurasa mulai dari situ ingatan ku hilang''jelasnya
''apa adikmu itu adik kandung?''tanyaku
''itu....kurasa bukan. Warna mata dan rambutnya tak ada satupun yg mirip dengan keluargaku. Terlebih ku dengar ayahku memang mengadopsinya''balasnya
''kalau begitu mungkin ingatanmu yg hilang itu adalah saat ia masuk ke rumahmu''
''kemungkinan besar begitu''balasnya
Hm..kalau begitu ini masuk akal...hal ini ada di penjelasan ke dokteran. Aku akan coba tanya dokter rei nanti
''jadi apa kau bisa mengembalikan ingatan ku?''tanyanya
''untuk saat ini belum. Aku akan coba tanya dokter rei dulu nanti.''balasku
''begitu ya..''katanya yg malah terlihat murung
....dia ini...
*plak!
!??
''jangan murung. Aku janji akan mengembalikan ingatan tentang adikmu. Percaya padaku''kataku sambil menepuk punggungnya kencang
''??..pfft.. baiklah.. tolong ya'' balasnya sambil tersenyum
''ah! Satu lagi. aku tak tau apa yg terjadi tapi...belakangan ini aku selalu bermimpi aneh'' katanya
''apa?.mimpi basah?''tanyaku
''BUKAN ITU ASTAGA!'' serunya dengan wajah merah padam
Dan tentu reaksinya ini membuatku ingin tertawa
'' kau ini..perempuan bisa-bisanya bercanda soal begituan''katanya
''memang apa salah?. Toh biasanya cowo-cowo suka pembicaraan seperti itu''ledekku
''sebenarnya kau menganggapku ini orang seperti apa sih?''
'' sudahlah. Kembali ke topik awal.aku ingin bertanya pendapatmu tentang mimpiku''katanya
'' hanya mimpi kan?. Kenapa di pusingkan?''
''yah..kalau sekali atau dua kali kurasa tak ada yg perlu ku cemaskan tapi ini hampir setiap malam aku melihat mimpi yg sama.'' ''karena itu ku pikir aku harus tau maksud dari mimpi itu''jelasnya
''hee~.. memang apa yg kau lihat?''tanyaku yg mulai tertarik
''warna merah'' ''ruangan gelap ,rantai yg dingin...''
'' lalu ada suara aneh yg terus bergema. dan ada simbol aneh ''
''aku juga melihat seseorang disana. tapi tak jelas rupanya.dan setiap kali ia melihat kearahku bulu kudukku langsung bergidik ngeri'' jelasnya
Ini...entah kenapa aku seperti mendengar cerita horor...seram..
''ada lagi yg lain?''tanyaku
''entahlah..hanya itu yg bisa ku ingat'katanya sambil geleng-geleng kepala
''menurutmu apa itu semacam isyarat ataukah..bagian dari ingatanku yg hilang?''
!!?.
Bagian dari ingatannya yg hilang...kalau benar begitu sebenarnya apa yg sudah terjadi padanya?..
''kau..apa mungkin kau pernah di jadikan sesajian ritual sesat?''tanyaku sambil menatap nya ngeri
''ahahaha..rara kau bisa saja. kalau benar begitu tak mungkin aku masih disini kan''tawanya
Tapi memang benar kan?..apa lagi saat ia bilang melihat simbol aneh .....eh!?..sebentar simbol?...
'''erwin apa kau ingat seperti apa polanya?''tanyaku yg sepertinya menyadari sesuatu
__ADS_1
''eh?...um...eto...bagaimana ya?..karena itu mimpi aku tak begitu ingat''balasnya
''coba kau ingat baik-baik!''seruku
''ya..mau kau paksapun kalau aku lupa ya mau bagaimana''balasnya
Ck!...kalau dugaan ku benar maka...
''erwin.. coba lepas semua pakaianmu'' kataku sambil menatapnya serius
''eh!??''
***
''huh~...kau ini ..kalau tau akan badai segera kembali dong. Untung badainya cepat berlalu''kata dokter rei yg berhasil menemukan duchess lalu kembali kerumahnya
''ahaha..maaf..maaf.aku terlalu asik mencari barang-barang yg kau minta''balas duchess sambil tertawa
''ah!..dokter. ada palang besi yg jatuh di depan pintu''kata luis sambil menunjuk pintu masuk yg terhalang palang besi tebal
''huh~...ini pasti karena badai tadi ya. benar-benar merepotkan''kata dokter rei
''bagaimana kita menyigkirkan ini?''tanya luis
''serahkan padaku''balas duchess lalu mengunakan sihir tamanannya yg membuat sebuah tamanan merambat muncul dan memindahkan palang besi yg menghalangi pintu''
''hoo~..luar biasa, dan sangat praktis''ucap dokter rei
''ahaha.terima kasih atas pujiannya''tawa duchess lalu membuka pintu namun...
''aah~..rara..tunggu ....ini sakit...'' ''tahan sedikit.kau laki-laki kan?.tunjukan kejantananmu'' ''ta..tapi..aaaakh~''
*BLAR!!!
APA YG TERJADI SELAMA KAMI PERGI! ( pikir mereka bertiga kompak)
*(hayoo..anak kalian ngapain tuh di tempat gelap :v. )
******
''Ra..rara..ini sangat sakit...tolong hentikan,aku tak kuat lagi''
''kau ini cowo kok lemah sekali sih''
''ta..tapi..aaakh!~''
.............................................................................................................
''ini kah yg di namakan masa remaja yg membara?.''kata dokter rei
''e..erwin..siapa sangka .padahal baru kami tinggal sebentar''timpal duches dengan wajah memerah
'' ra..rara...''gumam luis sambil menutupi wajahnya yg ikut memerah
''sebaiknya kita keluar dulu dan jangan mengganggu mereka''kata dokter rei yg di balas anggukan oleh mereka berdua . mereka pun berniat keluar namun.....
''huwaaa!..GILA AKU GAK KUAT LAGI!.RARA KAU MAU MEMBUNUHKU YA!" teriak erwin yg membuat mereka bertiga berhenti dan yg pasti hanya ada satu hal yg terpikir di benak mereka yakni'' rara mainnya kasar baget woi''
***
Sementara itu kenyataannya
POV Rara
''aku mencoba membantumu. Berterima kasihlah padaku''kataku
''tidak.tidak..tidak..kau pasti mau membunuhku'' ''sebenarnya apa yg kau cari sih?''tanya erwin
''tiba-tiba memaksaku melepaskan pakaianku lalu mengunakan sihirmu padaku. Rasanya sakit sekali woi..itu sihir apa sih?.kulitku terasa terkelupas''ucap erwin sambil mencoba menahan tangisnya
''lux veritatis'' balasku
''huh?...apa itu?''
''singkatnya ini untuk mengetahui ada tidaknya sihir jahat atau kutukan padamu.rasanya memang sakit jadi bertahan lah''balasku
''kutukan!?..woi!..woi!...apa kau pikir aku di kutuk!. Omong kosong!. itu tak mungkin!.aku baik-baik saja jadi tolong berhenti!''serunya dan bukannya berhenti aku malah semakin menekan sihir itu dan membuatnya berteriak kesakitan
Um... sudah beberapa menit aku mengunakan sihir ini dan masih belum ada tanda-tanda kutukan padanya. Apa benar ia tak di kutuk?
''sakit~''rintihnya
Hmph..dasar cowo lemah.lebih baik ku hentikan sekarang sebelum ia pingsan karena kesaki...
Ah!..
Belum sempat aku selesai berfikir tiba-tiba saja pandangan ku teralihkan pada bagian tengkuk erwin. Dia sana aku seperti melihat ada simbol aneh yg baru saja muncul'
__ADS_1
''erwin sebentar!''seruku sambil menekan kepalanya kebawah
''a!..buset..sakit woi!''serunya yg ku abaikan
Ditengkuknya muncul sebuah simbol hitam aneh yg tak pernah ku lihat sebelumnya.
''ini...''
''um?..apa ada sesuatu?''tanya erwin
Simbol hitam dengan titik merah di tengahnya... apa ini kutukannya?. Tapi aku merasa ini bukanlah kutukan...
''segel?''gumamku
''sudah cukup''kata erwin sambil menepis tangan ku lalu memegangi lehernya yg sakit
'' aku tak di kutuk dan berhentilah menyiksaku. badanku pada sakit semua''katanya lalu mengambil bajunya kembali
Tadi itu bukan lah kutukan tapi...
''erwin..ku rasa aku tau alasan kau tak mengingat adikmu''kataku yg membuatnya tersentak
''eh?''
'' ingatanmu itu di segel''kataku yg membuatnya binggung
''huh?''
''ada sebuah simbol di tengkukmu. Kemungkinan besar simbol itulah yg membuat kau lupa pada adikmu''jelasku
Tapi kenapa ingatan soal adiknya di segel?.memang ada apa dengan adiknya itu?
'' apa kau bisa menghilangkannya?''tanyanya sambil menatapku lekat-lekat
''mungkin saja. tapi pertama-tama aku harus tau simbol apa itu dan sihir apa yg ia gunakan pada simbol itu dengan begitu baru aku bisa menghilangkannya''jelasku
''bagaiman cara kau mengetahuinya?''tanyanya
Ctak! '' apa kau meremehkan ku?''tanyaku sambil menyentil dahinya kencang
'' akan ku cari tau soal itu.kebetulan ayahku punya banyak catatan soal beginian, aku akan minta kakak untuk mencarinya. Berikan aku waktu''kataku
Kalau aku membaca catatan dari ayah mungkin aku akan menemukan sesuatu .tapi masih ada tidak ya?apa sudah hancur oleh ledakan?.kakak pasti tau sesuatu aku akan tanya padanya setelah ia kembali
'' kau fokus saja pada pengobatanmu. Biar segel itu aku yg urus''kataku
***
Tak berselang lama lampu pun kembali menyala dan mereka bertiga pun akhirnya kembali meski... entah kenapa mereka melihat kami dengan tatapan canggung bercampur malu
''kakak selamat datang. Kakak baik-baik saja kan?''tanyaku
''a..ah~...aku tak apa.ehem...rara sendiri tak apa?''tanya kakak dengan wajah memerah
???... '' aku baik-baik saja.emang kenapa?''tanyaku balik
''ti..tidak bukan apa-apa. Aku akan siapkan makan malam dulu''kata kakak lalu kabur
*puk ''rara aku tau laki-laki itu kuat tapi kau harus tetap lembut padanya''kata dokter rei sambil menepuk pundakku
''apa yg anda bicarakan?''
''erwin~...siapa sangka aku suka perempuan tangguh seperti ayahmu..ternyata buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya ya''kata duchess sambil memeluk putranya
''apa yg ibu bicarakan?..dan lagi ibu dari mana saja?''tanyanya
''tak apa. Kau sudah besar. nanti akan ibu ajarkan cara menjinakan wanita yg benar''kata duchess percaya diri
''SEBENARNYA APA YG IBU KATAKAN SIH!???'' serunya yg di balas senyuman oleh duchess lalu pergi meninggalkan kami di ikuti dokter
..... ''erwin pasti ada kesalah pahaman. Coba kau jelaskan''kataku
''lah aku aja gak atau apa yg mereka pikirkan'' balasnya
******
Setelah keadaan aneh tadi kami pun akhirnya kembali berkumpul di meja makan .dan yamereka bersikap seperti biasanya jadi aku tak ingin mengungkit kejadian di pintu masuk tadi
''kakak..ada yg ingin ku tanyakan''kataku setelah selesai makan
''apa?''
''ayah dulu punya buku-buku soal kutukan gitu kan?''
''iya...memang benar. Seingatku ayah sering mengkaji soal itu. memangnya ada apa?''tanya kakak
''apa buku-buku itu masih ada?''
__ADS_1
...****************...
...NEXT...