Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 246


__ADS_3

"Selamat ulang tahun nona,semoga anda selalu di limpah kebahagiaan dan di berikan umur yg panjang '' ucap leon yg di akhiri kecupan lembut di punggung tangan ku


''terima kasih leon." ucapku.


''lalu ini hadiah kecil dari saya.saya harap anda menyukainya'' kata leon sambil mengeluarkan sebuah kado dan memberikannya padaku


Aku pun langsung menerimanya lalu membukanya dan begitu bungkusannya terbuka..


''WAH!... TIARA!'' seruku


Hadiah yg di berikan leon adalah sebuah tiara kecil dengan ukiran permata ungu di sana. Dan lagi ini benar-benar cantik meski terlihat sederhana tapi ini juga terlihat elegan.


''cantik sekali...''kataku kagum


''hmph..apa anda ingat saat pulang dari festifal berburu?. Saat itu anda bilang anda tak pernah punya tiara seperti ini. Karena itu saya pikir ini akan menjadi hadiah yg cocok untuk anda. tuan putri '' jelas leon sambil melemparkan senyum hangat padaku, leon bahkan masih ingat kata-kataku saat itu.


''wah..aku tak tau soal itu. kalau ku tau lebih baik ku berikan tiara juga untuk nona'' kata harry


''diam kau ''


'' terima kasih banyak'' ucapku lalu mencoba memakainya


''bagaimana?..apa ini cocok untukku?''tanyaku


''tunggu sebentar itu miring''ucap leon lalu membetulkannya dan...


''nah..ini baru bagus'' sambungnya


''sekarang anda benar-benar terlihat seperti seorang putri nona'' ucapnya sambil tersenyum lembut


.......anehnya sesuatu yg mengelitik terasa di dadaku begitu leon tersenyum tadi. Kurasa aku terlalu senang hingga detak jantungku mulai terasa tak beraturan.


''ah!. Gawat. Kita sudah telambat. Nona. Anda harus langsung ke aula sekarang.para tamu sudah menunggu'' kata harry tiba-tiba.


Para tamu... ya. awalnya ini hanya pesta kecil yg akan di selengarakan hanya antara keluarga saja. tapi tak atau ada kabar dari mana yg mengatakan hari ini keluarga duke merayakan pesta ulang tahun putri angkatnya. Karena kabar itu menjalar dengan cepat layaknya api di atas tali. Demi menjaga citra nama keluarga pesta pun terpaksa di buat dalam sekala besar. dan yah....ayah sangat marah saat mengetahui pesta yg seharusnya menjadi pesta keluarga saja malah menjadi pesta seperti ini.


Sebenarnya siapa orang yg menyebarkan rumor seperti itu?. dan lagi... karena jumlah tamu yg datang juga banyak itu artinya informasi ini sudah tersebar setidaknya seminggu sebelum hari ini tiba. Sejujurnya ini cukup aneh bagiku


''nona.ayo kita pergi sekarang'' ucap leon sambil mengulurkan tangannya kepadaku


''iya'' balasku sambil membalas uluran tangannya


***

__ADS_1


''benar-benar menyebalkan. Sebenarnya dari mana info ini bocor?. Dan lagi apa mereka tak punya malu datang padahal tak di undang'' gerutu duke sambil melihat para tamu undangan


''yah...erwin sedang mencari tau dalangnya.tenang saja. akan ku berikan dia balasan karena sudah menghancurkan rencana mu sayang'' balas duchess yg ikut geram


''lina. Selama pesta pastikan elissa selalu dalam pengawasan kita.aku tak mau terjadi hal yg tak mengenakan di pesta putri kita'' ucap duke


''tentu saja. kau pikir aku akan melepaskan pandanganku dari eli di pesta istimewa ini?''balas lina percaya diri


''dari pada itu ,lean..apa kau sudah siap?.''tanya lina


''siap?..''


''AYAH. IBU!'' seruku saat melihat mereka berdua yg sudah menungguku


''wah!..elissa!..'' seru ibu yg langsung berlari menghampiriku lalu memelukku erat


''astaga putriku cantik banget malam ini.ku pikir tadi dewi yg datang'' ucap ibu sambil memberikan beberapa ciuman di pipi


''hmph..kau sangat cantik elissa'' ucap ayah sambil tersenyum lembut kearahku


''terima kasih ayah. ibu. Kalian berdua juga terlihat mengagumkan malam ini'' balasku sambil tersenyum kearah mereka berdua


Ah!.. benar juga hari ini juga kan..


''ya?''


''itu..hari ini kan orang tua ibu...'' ucapku cemas


..''hmph.'' ''astaga eli, kau mencemaskan ibu?. Imut sekali'' balas ibu gemas


'' tak apa sayang. Ibu yakin mereka juga tak mau ibu bersedih terus di hari ini.''sambung ibu sambil tersenyum lembut


''dan lagi mereka pasti akan ikut senang karena hari ini cucu mereka yg super duper imut berulang tahun'' kata ibu lalu memelukku erat


''begitu ya''


Yah..meski aku masih kurang enak tapi kalau ibu bilang begitu apa boleh buat..


Kakek,nenek semoga kalian tak keberatan dengan ini.


''nah..apa kau sudah siap sayang?''tanya ayah sambil mengulurkan tangannya kearahku


''eh?'' ah..

__ADS_1


Setelah ku terima uluran tangan ini kami akan segera memasuki aula pesta.pasti akan banyak tatapan yg tertuju kearah kami.apa aku siap dengan tatapan mereka?


*greb! '' jangan cemas eli. Pesta ini milikmu. Kau bebas melakukan apapun yg kau mau'' kata ibu sambil mengenggam tangan kiriku


Hanya dengan mendengar kata-kata tersebut entah kenapa aku merasa lebih tenang


''iya'' balasku sambil membalas uluran tangan ayah


Setelah itu dengan di dampingi kedua orang tuaku kami pun memasuki aula pesta


Dan benar saja begitu kami memasuki aula pesta semua tatapan dingin langsung tertuju kearah kami bagaikan di tusuk ribuan jarum es hatiku terasa sakit dan juga takut. Hingga tanpa sadar aku sempat mundur beberapa langkah saking takutnya.namun *greb!. Ayah dan ibu langsung mempererat genggaman mereka dan membalas tatapan tajam para tamu dengan tatapan membunuh


Jelas hal ini membuat para tamu langsung merinding ketakutan. Dengan bersamaan mereka langsung membungkuk hormat dan memberi salam pada kami.


''eli.kalau masih ada yg menatapmu tajam saat pesta katakan saja ibu akan langsung mencongkel bola matanya nanti'' ucap ibu pelan


Kalau itu jelas jangan dong...masa pesta ulang tahunku malah berakhir mengerikan nantinya.


***


Begitu memasuki aula ucapan selamat tak henti hentinya ku dengar dari para tamu. Hadiah yg di berikan pun bisa di bilang tak main-main hebatnya. Padahal aku bukan tuan putri tapi entah kenapa aku benar-benar merasa seperti tuan putri dalam pesta ini


'' elissa. Selamat ulang tahun sayang'' ucap ayah sambil mengulurkan tangannya padaku


Aku sempat binggung dengan tindakan ayah ini tapi aku langsung sadar begitu melihat para pemain musik bersiap memainkan alat musiknya


A!...ayah mengajak dansa!?.


dansa pertamaku akan menjadi momen penting dalam pesta ini. Dan ayah ingin jadi yg pertama dalam hal itu?.


''terima kasih ayah'' balasku sambil membalas uluran tangannya. Setelah itu ayah pun menarikku ke tengah-tengah aula dansa.orang-orang langsung menyingkir dan memberikan kami tempat


Dan begitu musik di mulai aku sempat gugup karena takut membuat kesalahan di dansa pertama ku ini.


Harry memang sudah mengajariku dengan baik tapi itu tak menutup kemungkinan aku membuat kesalahan akibat gugup


''tenang saja sayang ,ibumu sudah bilang bukan?.ini pestamu. Tak akan ada yg berani mengkritikmu disini''bisik ayah dengan begitu lembut


''jadi angkatlah wajahmu dan percaya dirilah'' sambung ayah sambil tersenyum lembut.


Dan mendengar hal itu aku pun mencoba memberanikan diri dan menatap mata ayah.


...****************...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2