Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 62


__ADS_3

''Waktu itu kenapa ayah membeliku?''


......aku selalu penasaran akan hal itu meski begitu aku terlalu takut untuk menanyakannya...


''aku membelimu bukan untuk melihatmu mati'' ''apa kau pikir 100 juta gold itu harga yg murah?'' '' ini peringatan terakhir dariku''


Ayah pernah mengatakan itu saat aku hampir bunuh diri,karena perkataannya itu pun niat ku untuk bunuh diri berkurang. Awalnya ku pikir beliau mengatakan itu hanya karena tak mau uangnya terbuang percuma meski begitu sampai sekarang aku masih tak tau apa alasannya beliau membeliku ,bahkan memberikan semua yg ku butuhkan dan mengangkatku menjadi putrinya.


Aku ingin tau kenapa,tapi aku takut...


''umm...kalau kau tanya kenapa ayah juga tidak tau..''balas beliau yg membuatku tersentak dan langsung menoleh kearahnya


''jujur saja,awalnya ayah hanya merasa kasihan,melihat seorang gadis kecil berdiri di sana tanpa busana,ayah merasa harus menolongnya''


Kasihan katanya?.....''JANGAN BERCANDA!'' seruku lalu langsung bangkit


'' hanya karena perasaan kasihan ,ayah membeliku !?,apa-apaan itu!?, itu sangat tak masuk akal''


''ayah rela membuang uang sebanyak itu hanya karena kasihan!?...kita bahkan tidak pernah bertemu sebelumnya,tapi ayah malah ingin menolong ku?...'' sambungku


Tes.... Tanpa sadar air mataku pun mulai mengalir ,hati ku terasa sakit tapi aku tak tau kenapa..


''waktu itu ayah bilang 100 juta gold bukanlah harga yg murah....hiks...tapi ayah malah membuang uang sebanyak itu hanya karena kasihan padaku?...hiks....apa yg salah dengan ayah?...hiks...kenapa.......kenapa ayah sepeduli itu padaku?'' kataku lalu terduduk lemas sambil berusaha menghapus air mataku


Grep!... ayah pun tiba-tiba menarikku ke dalam pelukannya lalu seperti biasa dengan lembutnya membelai kepalaku.


''benar juga...kenapa ya?...biasanya ayah tak akan melakukan hal semacam itu...tapi...begitu melihatmu untuk pertama kalinya di panggung itu...sesuatu seperti menarik ayah. Tanpa sadar badan ayah sudah berlari kearahmu,ayah juga tak mengerti kenapa..'' jelas ayah yg membuat air mataku semakin mengalir deras.aku pun memeluk ayah dengan begitu erat lalu mencoba menahan tanggis ku


''aneh...ayah aneh...''


''ya..kau benar..aku memang aneh'' balas beliau sambil tersenyum lembut


Aku tak mengerti....perasaan manusia itu benar-benar aneh...saking anehnya aku sampai tak bisa memahaminya.


Aah~....aku sudah tak tau lagi...air mataku terus saja mengalir meski begitu hatiku terasa hangat...sebenarnya apa yg terjadi padaku?..


''elissa'' panggil beliau lalu melepaskan pelukannya dan mengusap air mataku


''apa kau membenci ayah karena alasan bodoh itu?''tanya beliau


.....ukh.....apa ayah bodoh?....mana mungkin aku membenci ayah , apalagi setelah apa yg ayah lakukan untukku...berkat ayah aku masih ada disini saat ini...ayah yg membawaku pada harapan baru...bagaimana aku bisa membenci ayah?...


''ukh....mana mungkin...hiks...mana mungkin aku bisa membenci ayah'' balasku lalu kembali memeluknya erat


''hiks...ayah yg memberiku hidup baru....hiks...ayah yg membebaskanku... bagaimana bisa aku membenci ayah?...''


Sampai matipun ku rasa aku tak akan pernah bisa membenci ayah...ayah adalah sosok yg paling ku kagumi.... Seperti seorang pahlawan dalam sebuah cerita dongeng...bagaimana aku bisa membenci orang seperti itu?...


''begitu ya...syukurlah...'' balas beliau lalu mengusap lembut punggungku

__ADS_1


''yosh...mari kita sudahi pembicaraan ini '' kata beliau lalu mengendongku


''kita datang untuk bersenang-senang bukan?.bukan hal bagus kalau menangis di saat kita sedang bersenang-senang''kata beliau sambil mengusap air mataku dengan tangan satunya


Aku pun langsung mengangguk pelan lalu mencoba tersenyum kembali.


Waktu pun terus berlalu dan tanpa sadar waktu sudah malam dan ku pikir ayah akan langsung mengajakku pulang , tapi nyatanya beliau malah membawaku ke dekat sungai dan di sana sudah banyak orang yg berkumpul sambil menyiap kan sesuatu


''um?...ada apa ini?''tanyaku


''perayaan tahun baru''balas ayah


''huh?''


''setiap tahunnya di akhir tahun para warga akan melepaskan seribu lampion ke udara untuk merayakan pergantian tahun. Dan kebetulan kita datang di saat yg tepat''kata ayah sambil tersenyum


''tapi kalau menunggu sampai tengah malam elissa mungkin akan mengantuk ya..''sambung beliau yg langsung ku balas dengan gelengan


''aku akan menunggu!. Aku sama sekali tak mengantuk!'' seruku semangat.


Meski ku bilang begitu nyatanya aku malah tertidur padahal aku sudah bertahan cukup lama dari waktu tidurku


***


POV Duke


Hmph....dia tertidur.. sudah ku duga sebaiknya kita pulang sekarang.


''ah...maaf sayang..tidur lah lagi...''


''um?..apa belum mulai?''tanya elissa sambil mengusap-usap matanya


''sayang sekali belum...mari kita pulang saja''balasku lalu mengendongnya


''tapi aku ingin lihat...''katanya sambil menguap


''ahaha...mungkin lain ka..'' TENG!....TENG!... belum sempat aku menyelesaikan perkataanku bel tanda tengah malam pun berbunyi dan lampion pun mulai di lepaskan ke udara


''elissa...sudah di mulai''katanya sambil menepuk pundaknya


Elissa pun langsung terbangun sambil mengusap-usap matanya dan begitu ia melihat ke udara matanya langsung segar kembali


''wah!...cantiknya!"serunya yg langsung semangat


Aku pun langsung menurunkan elissa dan dia langsung berlari kearah pelepasan lampion , matanya terus berbinar-binar menatap langit malam yg penuh dengan cahaya lampion


Perlahan aku berjalan kearahnya sambil mengambil satu lampion yg memang di peruntukkan untuk para pengunjung


''elissa..juga mau coba?''tawarku sambil memberikan lampion itu padanya

__ADS_1


Mata elissa pun langsung berbinar-binar dan dengan semangat berkata "MAU!''


Aku pun langsung menyalakan lampion tersebut dan elissa yg memegangnya, dia tampak sangat bersemangat untuk melepaskannya


''ucapkan permohonanmu lalu lepaskan lampionnya''kataku


''permohonan?''


''itu hanya mitos yg beredar,katanya kalau mengucapkan permohonan sebelum melepaskan lampion maka permohonan itu akan terkabul..''balasku sambil tersenyum


''begitu ya ...'' ''baiklah kalau begitu... '' katanya lalu memejamkan matanya dan dengan suara yg begitu lembut berkata '' ku harap aku bisa terus bersama ayah dan yg lain dalam waktu yg sangat~ lama...dan semoga kebahagian ini tak akan pernah berakhir''


Setelah itu elissa pun tersenyum lembut lalu melepaskan lampion itu ke udara...


''ayah lihat...lampion ku terbang!''serunya sambil menunjuk lampion miliknya itu


''iya..ayah lihat''balasku lalu kembali mengendongnya dan membawanya ke dekat sungai dimana pemandangannya jauh lebih indah disana


Beberapa kali elissa menerbangakan kembali lampion yg hampir jatuh dan setiap kali ia melakukan itu senyum manis selalu mengiringinya.


Aku tak percaya ini...gadis yg dulunya tak memiliki semangat hidup sama sekali kini bisa tersenyum lebar ini... aku ingin melindunginya...tak akan ku biarkan senyumnya ini memudar...


''ayah..''panggil elissa lalu tiba-tiba


*CUP!... '' ahaha...dengan ini aku dan ayah sudah kencan'' tawanya setelah mencium pipiku


Mendengar hal itu aku pun langsung tersenyum lembut lalu


*cup... '' benar juga''balasku lalu mencium pipinya dan elissa pun langsung tertawa kecil.


Setelah puas melihat pertunjukan lampoin kami pun kembali kerumah


Um?...sebentar....


''elissa....jangan pernah kau lakukan hal itu pada laki-laki lain kau mengerti?''


''eh?....apa maksud ayah kencan?''tanyanya


''ya...jangan pernah berkencan dengan laki-laki lain kau paham?''


Kalau aku tak bilang begini mungkin akan terjadi masalah yg sama seperti waktu itu , aku harus mencegahnya


***


POV Elissa


Ah~....gawat... aku kan sudah pernah kencan dengan luz...dan aku berencana untuk kencan dengan leon nanti... um... kurasa ada baiknya aku tak bilang pada ayah soal itu.


''Baik yah," balasku sambil tersenyum.

__ADS_1


...****************...


...Bersambung...


__ADS_2