Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 226


__ADS_3

"Aku hanya ingin bertemu ayah dan yg lainnya. Aku bukannya mau berbelanja'' Erick membalas.


''aku tau itu. kita juga sedang mencarinya sambil lihat-lihat'' kata putra mahkota sambil menaruh kembali kalung tersebut


''lagi pula memang kau punya petunjuk dimana mereka?''tanyanya sambil mendekatkan wajahnya kearahku


''kalau itu...''


Aku juga tak tau .makanya aku mengandalkanmu


Karena tak bisa membalasnya pun aku diam saja. setelah itu putra mahkota pun kembali membawaku ke berbagai tempat.


''Elissa.''panggil putra mahkota yg langsung membuatku menoleh kearahnya


''kau sama sekali tak menikmatinya ya'' katanya dengan wajah muram


Menikmati?. Memang kita jalan-jalan?. Aku kan mau menemukan ayah


''jangan memasang wajah begitu. Kita akan menemukan mereka, tapi aku juga mau menikmati waktu ini bersamamu oke.karena itu sembaring mencari kita juga harus menikmatinya'' jelas putra mahkota sambil menyibak rambutku ke belakang telingga


''apa ada sesuatu yg kau ingin kan?. Aku akan memberikannya''kata putra mahkota


Aku ingin bertemu ayah..


'' oh itu imut. Kau mau itu?''tanya putra mahkota sambil menujuk sebuah kedai yg menjual permen-permen dengan berbagai bentuk yg imut. Dan melihat itu untuk sesaat aku langsung di buat tertarik


''mau'' kataku lalu putra mahkota pun tersenyum lembut lalu membawaku kesana


''selamat datang tuan, nona'' ucap pedagang tersebut ramah


''anda mau yg mana?''tanya penjual tersebut


''berikan semuanya'' ucap putra mahkota yg membuatku serta pedagang tersebut tersentak kaget


''apa!?.. itu berlebihan'' ''siapa yg mau makan sebanyak itu?''tanyaku


''kau lah'' balasnya sambil menunjukku dengan wajah tak berdosa


Eh!?.. '' saya tak bisa makan sebanyak ini.!''seruku


Dan lagi mina bilang aku tak boleh makan permen ke banyakan atau gigiku akan sakit.


''kalau begitu. Berikan 2 permen'' katanya


''kau mau yg mana?''tanyanya . aku pun melirik jajaran permen-permen imut tersebut dan akhirnya memilih permen dengan bentuk kelinci dan serigala yg imut. Setelah itu pedagang itu pun memberikan itu padaku sambil tersenyum


''ini'' kataku sambil memberikan yg bentuk serigala pada putra mahkota


''oh?..untuk mu saja''

__ADS_1


''tak mau, masa aku makan sendiri'' kataku sambil cemberut


''baiklah'' katanya lalu mengambil permen tersebut


''ehehe''


setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan kami


''bentuknya imut sekali aku jadi tak tega memakannya''batinku sambil mengagumi bentuk imut pemen ini


''kak eric apa kak eric sanggup memak...''


''um?'' kenapa?''tanya putra mahkota yg sudah mengigit permen tersebut dan rupanya di dalam permen itu ada selai berwarna merah hingga saat permen itu di makan itu malah terlihat seperti ada darah yg keluar


Dan melihat hal itu jelas aku menjadi gemetar dan ketakutan


''elissa?''


''huwaaa... kak eric memakan serigalanya'' tanggis yg tiba-tiba pecah begitu


''eh!?, apa!?'' kata putra mahkota yg terlihat ke binggungan dan jelas karena hal ini kami menjadi pusat perhatian


''tu....tunggu dulu eli..ini..'' katanya yg langsungg kelabakan. Dan orang-orang pun langsung memandangi sambil berbisik satu sama lain.yah.. jelas ini membuat putra mahkota semakin ke binggungan dan malu


''elissa tolong jangan menangis seperti i...''*tak. Kata putra mahkota yg terhenti begitu ia tanpa sejaga menyenggol permen kelinciku hingga terjatuh dan pecah. Alhasil selai di dalamnya pun keluar dan terlihat seperti kelinci yg mati mengenaskan


...........................................................


*grep! '' woi sialan. Kenapa kau menaruh selai warna merah di dalamnya?'' kata putra mahkota yg langsung pergi ke pedagang tadi dan menarik kerahnya serta memancarkan aura membunuh yg begitu kuat hingga membuat pedagang tersebut ketakutan


*Hik ''maaf kan saya''


***


Setelah ke jadian itu pedagang tersebut memberikan permen lain yg tak ada isinya dan sebuah pahatan kristal berbentuk kelinci yg imut padaku


Dan karena bentuk permen yg satu ini tak imut aku jadi bisa memakannya sekarang


''enak'' kataku sambil tersenyum


''astaga...sepertinya aku memang tak cocok mengurus anak kecil'' gumam putra mahkota sambil mengalihkan pandangannya


''oh!.. di sana ada apa?''tanyaku sambil menunjuk ke salah satu tenda besar di depan sana


''ah..teater dadakan kah. Mau coba liat?''tawarnya


Teater?.. aku penasaran sih tapi..kami kan sedang mencari ayah..


''tidak.. kita kan sedang mencari ayah'' kataku sambil tertunduk dan memegang erat ujung bajunya

__ADS_1


Benar..kami harus menemukan ayah dulu baru aku bisa tenang


*grep! '' ayo kita nonton dulu sekalian istirahat '' kata putra mahkota sambil mengenggam tangan ku lalu membawaku kesana


Awalnya aku ragu tapi pada akhirnya aku ikut saja


Dan begitu pertunjukan di mulai aku mulai di hanyut dalam alur teater tersebut tak sekali pun ku alihkan pandangan ku dari sana . akting para aktor di sana serta alunan musik yg ada benar-benar membuat ku hanyut dalam cerita yg mereka mainkan. Dan mungkin karena ini juga pertama kalinya bagiku aku jadi sangat antusias hingga melupakan tujuan kami mencari ayah.


Setelah teater itu selesai pun aku malah merasa tak rela. Saking sukanya dengan teater yg dimainkan tadi. Saat aku melihat ada cenderamata dari teater tadi aku benar-benar bersemangat dan putra mahkota dengan baik hati membelikan ku barang-barang tersebut


''ahaha.. terima kasih kak eric'' kataku sambil memeluk erat boneka kucing yg merupakan hewan pelihataran dari penyihir dalam teater tadi


''kau sangat menyukai pertunjukan tadi ya'' kata putra mahkota


''iya.. sangat'' balasku sambil tersenyum


Kami pun melanjutkan perjalanan kami namun kali ini aku jauh lebih menikmatinya. Dan merasa seperti sedang jalan-jalan ketimbang mencari ayah hingga tanpa sadar hari pun mulai petang


Sudah mau malam... dan ayah masih belum ketemu


Mengingat hal itu kembali aku pun menjadi murung kembali


''ayah tak ada dimana mana''kataku lemas


Kalau ayah tak ketemu juga bagaimana ini.... ukh..bagaimana ini..


''sepertinya sudah cukup ya'' gumam putra mahkota


''ya?''


''nah ayo kita kembali ke kediaman duke saja'' katanya lalu mengendongku


''eh!?..tapi..'' kataku yg tak terselesaikan karena ia tiba-tiba teleport tepat ke depan kediaman duke


Dan saat sampai di sana rumah benar-benar sepi dan lampu pada mati


'' tak ada siapapun disini'' ucapku sambil berjalan menuju pintu


Apa mereka belum kembali?... sebenarnya ayah dimana?...


Dengan wajah murung aku pun membuka pintu dan...


tiba-tiba saja aku di kagetkan dengan suara petasan serta pita-pita yg menyambutku begitu masuk . bukan hanya itu lampu -lampu pun langsung menyala dan kini aku bisa melihat jelas ada ayah serta yg lainnya sudah berdiri di sana. Bahkan ibu dan kakak sudah kembali serta ada kakek dan nenek juga!?


''SELAMAT ULANG TAHUN ELISSA'' seru mereka semua serempat


Eh?.... ulang tahun?...


''karena saya tak akan bisa mengatakan ini pada anda nanti jadi biarkan saya mengatakannya sekarang'' '' selamat ulang tahun. Tuan putri"

__ADS_1


...****************...


...NEXT...


__ADS_2