
Aku tak boleh terus begini, aku harus lebih dewasa. Saat ini keluarga ku bukan elissa saja ,aku tak boleh terus menerus memikir kan elissa . mama juga adalah keluargaku sekarang aku harus memikirkannya juga.
''terima kasih luz'' kata mama sambil melepaskan pelukanku dan tersenyum lembut
''ahaha maaf ya, padahal mama berniat menghiburmu tapi malah luz yg menghibur mama''
''tak masalah, berkat itu juga aku jadi sadar, kalau masalahku barusan hanya masalah kecil jika di bandingkan dengan mama'' balasku lalu tersenyum kecil
''ahaha itu sama sekali tak benar'' ''yg namanya patah hati bukanlah masalah kecil,kalau tak segera di tangani bisa jadi masalah besar loh'' sambung beliau sambil mengacak-acak rambutku lagi
''karena itu dari pada hanya di pendam lebih baik di lepaskan saja kan?'' kata mama sambil bangkit lalu mengulurkan tangannya kearahku
''hmph..apa mama sudah tak apa setelah mengeluarkannya tadi?''tanyaku sambil membalas uluran tangannya
''tentu saja, sekarang mama merasa jauh lebih baik sekarang'' balas mama sambil tersenyum gembira
''syukurlah kalau begitu''
''nah... untuk memperbaiki suasana hati masing-masing bagaimana kalau kita berkeliling sekali lagi?''tawar mama sambil mengendongku
''ahaha...boleh juga'' balasku sambbil tertawa kecil
Setelah itu kami pun kembali mengelilingi kota di malam hari , berbeda dengan sebelumnya kini perjalanan kami jauh lebih menarik. Kami bercerita banyak hal , tertawa akan haal -hal sepeleh yg berhasil membuat kami melupakan sejenak perasaan kami tadi...
***
''hoam~...menyenangkan sekali bisa menghabiskan waktu dengan luz malam ini, tapi mama rasa sudah waktunya kita kebali dan istirahat'' kata mama yg sepertinya mulai mengantuk
''ku rasa juga begitu. Kalau begitu ayo pulang'' balasku sambil mengenggam tangannya
Kami pun berniat kembali kerumah , dan di perjalanan
''ah!..benar juga'' ''luz apa besok kau akan ikut lean kembali kekediaman everon?''tanya mama yg tiba-tiba berhenti
''eh!?...kembali?''
Ah! Benar juga saat ini kami hanya sedang liburan ya...dan lagi aku tak tau kalau kami akan kembali besok
''loh?...apa lean belum memberitahumu?''
''besok lean akan kembali . apa luz juga akan ikut dengan lean?''tanya mama
...um...bagaimana ini...sejujurnya aku tak mau ikut,aku masih mau disini bersama mama tapi...aku juga kan teman sekaligus penyihir elissa.
''bagaimana dengan mama?''tanyaku
''um?...mama?..hmmm.... benar juga...mungkin mama akan kembali mengembara'' balas mama sambil tersenyum
Eh!?.. ''mama akan pergi?''
''benar. Tapi kali ini bukan untuk mencari jodoh melainkan membantu elissa menemukan keluarganya'' balas mama sambil mendekatkan wajahnya kearahku
__ADS_1
''lean bilang seorang pria mirip dengan elissa dan gadis rambut merah pernah muncul di kota delia, karena itu mama akan kesana untuk menyelidikinya.siapa tau mama akan mendapatkan petunjuk baru disana''jelas mama
''luz tak perlu ikut, mengembara adalah hal berat dan lagi kota itu juga bekas perang pasti banyak kejahatan di daerah sana atau mungkin wabah penyakit'' sambung mama
Itu artinya mama akan ke tempat berbahaya begitu sendirian?...
......... '' aku juga akan ikut ''
''eh!?.. tidak perlu kan mama barusan bilang kota itu....''
''kalau begitu aku malah semakin harus ikut!'' potongku
''akan bahaya kalau pergi sendirian ketempat seperti itu, karena itu aku akan ikut''
*grep!...'' sudah ku bilang bukan , mulai sekarang aku yg akan melindungi mama, tak akan ku biarkan mama pergi sendiri'' sambungku sambil menggenggam tangannya
'' .... terima kasih luz. Mama senang kau khawatir, tapi memang lebih baik kau tak ikut, terlalu berbahaya untukmu ikut , dan lagi bagaimana dengan elissa ?, kau akan kehilangan kesempatan untk dekat dengannya loh''ledek mama
...... elissa... memang benar, kalau aku ikut mama aku pasti akan berpisah untuk sementara dengannya lalu...kesempatanku untuk mendapatkannya juga pasti akan semakin menjauh
Tapi....sekarang bukan itu yg terpenting. Elissa akan baik-baik saja kalau ku tinggal dia masih ada leon,sir harry dan keluarga everon di sana yg akan menjaganya,tapi tidak dengan mama. Mama tak ada siapapun yg akan menjaganya nanti.
''tak apa. Kalau hanya pergi setahun dua tahun kurasa aku masih bisa menngatasinya'' balasku sambil tersenyum
*grep!.. '' saat ini mama adalah prioritasku, karena itu aku akan tetap ikut meski mama melarang'' sambungku sambil memeluknya erat
.....''luz....'' ''hmph...tenang saja ,kita akan kembali secepatnya tak akan sampai setahun kok,mama janji'' balas mama sambil memelukku balik
''terima kasih sayang'' bisik mama yg begitu lembut di telingaku
''oh!...mama rasa mama punya nama yg bagus untukmu!''seru mama sabil melepaskan pelukanku
''eh?.... bukan nama yg aneh lagi kan ma?''tanyaku ragu
''tidak...tidak.. mama yakin kali ini kau akan suka!'' seru mama semangat
'' Luz Asha Everon''
Eh?...asha?...
''bagaimana?,bagus bukan?''
''arti nama luz kan mirip dengan cahaya nah asha sendiri memiliki arti harapan, kalau di gabung bukannya bearti cahaya harapan? '' kata mama riang
*puk! '' dari awal luz selalu bisa membuat mama bangkit kembali dari keterpurukan karena itu bagi mama luz seperti cahaya harapan . '' sambung beliau sambil mengusap-usap kepalaku
Cahaya harapan?......
''apa kau suka?'' tanya mama dengan mata berbinar-binar
.. bagus sih tapi...apa tak terlalu berlebihan untukku?..yah...meski begitu ini nama terbaik yg bisa beliau berikan lagi pula kedengannya juga cukup bagus, luz asha everon kah
__ADS_1
''boleh juga, aku suka nama itu''balasku sambil tersenyum
''yahoo!...akhirnya!'' seru mama lalu mengangkatku tinggi-tinggi dan memutarnya
''mulai sekarang nama mu adalah luz asha everon ya'' kata mama sambil tersenyum gembira
*hmph '' iya!, terima kasih mama'' balasku sambil tersenyum gembira
***
Sementara itu
POV Harry
Huh~...gila leon seram sekali...kurasa ada baiknya untuk tak mengajak nona lagi soal masalah beginian..tapi aku perlu bersyukur tuan duke tak tau hal ini..kalau tau.... ''ukh habis sudah riwayat ku'' batinku
''harry'' panggil tuan duke yg tiba-tiba muncul dan membuat jantungku hampir copot saking kagetnya
''HUWAAA TUAN!''seruku kaget
Astaga..hari ini ada apa sih?!. Jantungku tak siap kalau terus-terusan begini...
''tuan anda mengagetkan saya saja''kataku sambil mengusap-usap dadaku
''kenapa kau sekaget itu?.apa kau melakukan sesuatu?''tanya tuan duke yg entah kenapa membuat bulu kudukku bergidik ngeri
''ma..mana mungkin saya tak melakukan apapun kok hari ini''balasku sambil memalingkan wajahku. Keringat panas dingin pun mulai mengalir perlahan
''begitu ya, baguslah kalau begitu''balas tuan duke
''ahaha iya.. apa hanya itu yg ingin tuan bicarakan?. Kalau hanya itu saya permisi dulu'' kataku lalu berjalan melewatinya namun
''harry..bukannya hari ini kau pergi dengan elissa ke kota?'' tanya tuan duke yg langsung membuatku diam mematung
'' tadi ku lihat ada bekas air mata di wajahnya, apa terjadi sesuatu?'' tanya tuan duke langsung membuatku panas dingin
''ti...tidak...tidak terjadi apa-apa,anda pasti salah liat'' balasku gemetar
''benarkah?''tanya tuan duke sambil menatapku tajam dan jelas itu membuat ku ketakutan setengah mati
''be..benar...tak terjadi apapun, tadi saya langsung balik bersama luz dan nona bersama leon, saya tak tau apa yg terjadi setelah saya pergi'' balasku yg sudah panas dingin
''begitu ya, baiklah. Bagus kalau kau memang tak tau tapi... kalau semisalnya elissa menangis karena ulah mu... kau tau apa yg akan terjadi kan?''tanya tuan duke sambil menatapku tajam dan mengeluarkan sebuah bola api dari tangan nya
!!!!? AKU AKAN DI BAKAR!?....HUWAAAA SERAM!!!
''iya saya mengerti!'' seruku sambil membungkuk 90 derajat
''bagus'' kata tuan duke sambil tersenyum penuh arti lalu pergi begitu saja
Hiks..hiks...hiks...kenapa kepolosan nona selalu berimbas buruk padaku?...sebenarnya apa dosaku hingga mendapatkan ini semua!?
__ADS_1
...****************...
...NEXT...