Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 159


__ADS_3

POV Liana de everon


Membunuh bukanlah tindakan yg benar, kebanyakan orang awam akan mengalami syok berat setelah melakukannya tapi tak sedikit juga yg merasa kan hal sebaliknya. Ketimbang syok ataupun takut mereka justru menyukainya .dan orang -orang seperti mereka lah yg berbahaya.


Mereka tak tau arti penting sebuah nyawa dan selalu mengatas namakan keegoisan mereka sendiri..aku tak mau kalau putraku sampai seperti itu..


*drap!..*drap!..*drap!...


''um!.. ada yg datang'' kata luz sambil berhenti dan menahan ku. Tatapan luz pun menjadi sangat tajam seperti seekor binatang buas. Melihat hal itu aku benar-benar takut putra ku ini akan menjadi seorang pembunuh nantinya


''luz...''panggilku yg ia abaikan karena fokus pada seseorang yg akan datang


''APA YG KALIAN LAKU....''


*sring!... belum sempat orang tadi selesai bicara luz sudah menyerangnya dengan sihir anginnya beruntung orang tadi berhasil menghindar kalau tidak dia pasti sudah mati tadi


''eh!?...WOI!.. APA MAKSUDMU TIBA-TIBA MENYERANG!'' marahnya


''!!.. luz.. tunggu sebentar'' kataku sambil menahannya


''um?...kenalan?''tanya luz sambil menatapku


''huh~..jadi dia putra yg kau cari?...yg benar saja, padahal aku yg membawamu kesini tapi malah di serang olehnya'' kata anak laki-laki tersebut sambil memalingkan wajahnya


''kalau kau tak berlari seperti itu , aku pasti tak akan menyerang mu''balas luz


'' tentu saja aku lari!, kita tak punya banyak waktu !''serunya panik


''apa yg terjadi?''tanyaku


''kalian baru saja membebaskan para budak kan?. Asal kau tau saja , sekarang bala bantuan pada datang , tempat ini sudah terkepung, cepat atau lambat kita akan tertangkap!''jelasnya


''Gawat!.. kita harus segera keluar dari si...''


''tenang saja. '' ''aku hanya perlu membunuh mereka semua'' potong luz yg membuatku syok.


''kalian pergi lah duluan, aku akan membereskan mereka dan menyelamatkan para budak, nanti kita bertemu lagi di atas''sambungnya


!!?... tak boleh....luz..kau tak boleh membunuh lebih dari ini..


*grep! '' jangan bercanda!, kau tak mungkin menang'' kata anak laki-laki tersebut sambil menahan tangan luz


'' tentu saja bisa, kenapa tidak?'' balas luz sambil menatapnya tajam


''!!?..kau... ''


''akan ku bunuh mereka semua hingga tak tersisa...hmph...pasti menyenangkan melihat mereka mati meringkuk di hadapanku'' sambung luz sambil tersenyum


Luz!!?...


*PLAK!.... tiba-tiba sebuah tamparan keras di berikan oleh anak laki-laki tersebut yg tentu membuat kami semua terkejut bukan main


'' kau pikir nyawa manusia itu apa?'' tanyanya sambil menatap luz tajam


''a...apa-apaan kau ini!?... kenapa malah menamparku!?. Apa kau mau membela mereka!?''seru luz sambil memeganggi pipinya yg di tampar tadi


'' aku mencoba menyelamatkan kita dari mereka . kenapa kau malah menamparku!?''


''menyelamatkan?...hmph...di mataku kau hanya mau membunuh mereka '' balas laki-laki tersebut sambil tersenyum


'' apa kau sadar kalau hasrat membunuhmu terlihat begitu jelas?. Kau mengatas namakan keselamatan kita hanya untuk membunuh mereka, apa kau pikir kau bisa menipuku?''sambungnya


''... kau iya kenapa?. Apa nya yg salah?...mereka memang pantas mati'' balas luz


''mereka orang jahat!, mereka pantas mendapatkannya!, emang apa salah ku kalau membunuhnya!'' seru luz yg mulai naik darah


'' tentu saja salah!. Biar bagaimana pun mereka tetap manusia!, mereka punya keluarga yg menunggu mereka!''

__ADS_1


''keluarga?..hmph... kalau mereka sayang pada keluarga mereka harusnya mereka tak melakukan ini. Tapi nyatanya tidak. Mereka mengabaikan keluarga mereka dan menghancurkan hidup orang lain!.apa perlu kita berbelas kasih pada orang seperti i.... '


*DUAAKH!.. belum sempat luz selesai berbicara anak laki-laki itu langsung menghantam kan kepalanya ke kepala luz dengan begitu kencang hingga membuat luz jatuh pingsan


''luz!?''


''hmph...tak ada waktu untuk berdebat dengannya. Kita keluar dulu dari sini'' kata anak laki-laki itu sambil mengelap darah yg keluar dari hidungnya


Meski sedikit binggung. Aku pun setuju dan mengendong luz lalu mengikutinya keluar dari tempat ini.


***


Melalui jalan rahasia yg ia tunjukan kami berhasil keluar dari sana dan bersembunyi di salah satu bangunan yg di tinggali.


'' tuan. Putra mu sudah tak waras. Kalau di biarkan dia bisa menjadi seorang pembunuh'' kata anak laki-laki tersebut


''ya...aku tau itu'' balasku sambil membaringkan luz di tikar yg ada di sana


'' kau tak mau menghentikannya?''tanyanya


....menghentikan?....


''bagaimana caranya?''tanyaku balik


''di satu sisi aku setuju padanya , tapi di sisi lain aku menolaknya'' sambungku sambil mengusap lembut kepala luz


''bukannya kau orang tuanya?... harusnya kau tau mana yg baik dan mana yg buruk baginya'' balasnya lalu berjalan mendekati kami


''menurutku membunuh bukan lah hal benar, tak peduli ia orang baik atau jahat, yg namanya mengambil nyawa makhluk hidup tetaplah bukan tindakan yg dapat di benarkan''


''bagiku mereka yg mengambil nyawa mahkluk hidup sama sekali tak menghargai arti penting sebuah nyawa. Di mata putramu terlihat jelas hal tersebut. Kalau kau tak menghentikannya sekarang, kau tak akan bisa menghentikannya nanti'' sambungnya sambil menatap luz


Aku tau itu... tanpa ia katakan pun aku sudah tau hal itu.


... '' huh~ kalau kau tak sedang buru-buru aku mungkin bisa membantumu''tawarnya yg membuatku tersentak


***


POV Luz


''ukh!...sakit...'' gumamku sambil bangkit dan memegangi kepalaku yg sakit habis di sundul oleh siapapun itu tadi


Sialan..saat bertemu lagi akan ku bunuh dia...


''...oh kau sudah sadar'' kata suara yg terdengar tak asing bagiku. Mendengar hal itu aku pun langsung menoleh kebelakang dan melihat siapa itu dan rupanya benar dia adalah....


''SI BRENGS*K'' seruku sambil bangkit dan menunjuknya


''oh?...aku langsung dapat julukan nih'' balasnya sambil tersenyum dan berjalan mendekat


'' JANGAN MENDEKAT!'' seruku sambil menjaga jarak darinya


Ck...siapa sih orang ini?.. rambut biru tua panjang dengan mata hitam pekat. Ini pertama kalinya aku melihatnya.dimana mama bertemu dengan....


Eh!?...sebentar...


''mama dimana!?'' batinku sambil melirik sekitar ku mencari mama


''apa kau mencari ayahmu?''tanyanya yg membuat perhatianku kembali padanya


Ayah?...ah~..benar juga mama kan terlihat seperti laki-laki.


''dimana dia?''tanyaku sambil menatapnya tajam


''tadi dia ada disini. Mungkin ia pergi mencari makan'' balasnya


Mama pergi meningallkan ku?...itu tak mungkin terlebih kondisiku sedang seperti ini tak mungkin mama meninggalkanku berduaan dengan orang asing ini

__ADS_1


''dia pasti membawa mama kesuatu tempat..grr..kalau mama sampai kenapa-napa akan ku bunuh dia'' batinku sambil menatapnya penuh nafsu membunuh


''woi..woi..tolong jangan melihatku seperti itu, ayahmu benar-benar pergi mencari makan ''katanya sambil mengangkat kedua tangannya


Tak ada gunanya mendengarkannya, dia pikir aku bakal percaya ucapannya?.hmph...sebaiknya aku segera mencari mama


Karena tak mau berurusan lebih jauh dengannya aku pun berniat pergi mencari mama namun...


*grep!... '' apa kau berniat meninggalkan ku disini sendirian?''tanyanya sambil menahan tangan ku


*pats! '' kita tak saling kenal jadi untuk apa aku memperdulikan mu''balasku sambil menepis tangannya


''dingin sekali. Memangnya aku melakukan apa sih hingga kau semarah itu?''tanyanya lalu duduk bersila di hadapan ku


Melakukan apa katanya!?...


''apa kau lupa kalau tadi kau menjundul kepalaku dengan begitu kencang!?''seruku sambil menunjuk jidatku yg benjol akibat ulahnya tadi


''ah~...itu pasti sakit. Aku juga sakit tau'' alasnya sambil menyentuh keningnya


''PEMBOHONG!''


Jelas sekali ia tak kesakitan, dan lagi kepalanya keras banget sih!


''ya sudah yg sudah terjadi biarlah terjadi. Kita lupakan saja hal itu dan mari berbaikan'' katanya sambil mengulurkan tangannya padaku


''kenapa aku harus melakukannya?...dan aku saja tak mengenalmu'' balasku sambil menatapnya tajam


''kalau begitu mari kita kenalan dulu.''katanya sambil tersenyum


''aku punya banyak sekali nama tapi tak ada satupun yg bagus untuk di sebutkan. Jadi kau bisa memanggilku dengan sebutan apapun yg kau suka'' sambungnya


''kalau begitu si brengs*k'' balasku


''pfft..serius nih?...ahaha baiklah terserah kau saja''tawanya


''saat ini aku di tugaskan ayahmu untuk menjagamu disini sampai ia kembali. Di luar sana sedang banyak orang yg mencarimu. Karena itu sebaiknya kau tetap berada di sini bersama ku''jelasnya


''tunggu,bearti di sana berbahaya dong!?. Lalu kenapa kau malah menahan ku disini!?.''seruku


Gawat mama bisa dalam bahaya aku harus segera menemukan mama


''yg mereka incar itu kau tau'' katanya sambil menunjukku


''huh?!..''


''kau membunuh cukup banyak orang kan tadi?...sekarang di luar sana sedang banyak orang yg mengincarmu untuk balas dendam'' sambungnya lalu bangkit dan tersenyum tipis


''lalu apa masalahnya?.. aku hanya perlu membunuh mereka semua'' balasku sambil menatapnya tajam


''huh~... kau sama sekali tak mengerti ya''katanya sambil geleng-geleng kepala


''menurutmu nyawa manusia itu apa?'' tanyanya sambil mendekati wajahnya ke wajahku


Huh?...apa yg ingin ia katakan sih?..


''dengar...setiap nyawa itu sangatlah berharga. Kau tak bisa seenaknya mengambilnya. Kau bisa kena karma loh'' sambungnya sambil menatap segerombolan semut di dekat kami.


Setelah itu perlahan ia berjalan kearah kawanan semut tersebut dan...


''kau itu kuat. Ku akui itu, bagimu membunuh seseorang pasti sangat mudah. Seperti ini contohnya'' katanya sambil membunuh salah satu semut tersebut. Jelas tindakannya ini membuatku semakin kebinggungan dengan apa yg sebenarnya ingin ia sampaikan.


''bagimu manusia itu seperti semut ini kan?'' tanyanya sambil menunjukan semut yg ia bunuh tadi lalu tersenyum


'' sebenarnya apa yg ingin kau katakan?. Tak usah banyak basa-basi lagi ,dan cepat katakan maksudmu!'' kataku sambil menatapnya tajam.


...****************...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2