
Waktu pun terus berlalu,dan pada akhirnya aku menyerah akan mimpiku menjadi ksatria ataupun keinginan agar ayah megakuiku. Ku jalani hidupku dan mencoba menerima semuanya, aku pun mencoba bersyukur dengan kehidupanku ini, meski ayah tak menerimaku setidaknya aku memiliki ibu di sisiku dan aku mencoba untuk mensyukuri hal itu sampai suatu malam...
Ibu pulang terlambat , hari sudah sangat malam dan tak seperti biasanya ibu belum pulang. Aku pun terus menunggu beliau hingga saking lelahnya menunggu aku pun tertidur namun tak berselang lama ku dengar suara pintu terbuka dengan cepat aku langsung berlari kearah pintu dan seketika saja aku langsung di buat terdiam seribu bahasa begitu melihat ibu yg datang dengan kondisi yg sudah berantakan, rambutnya acak-acakan dan terdapat beberapa luka di tubuhnya.
Aku yg panik melihat itu pun langsung menghampirinya dan bertanya apa yg terjadi namun bukannya menjawab ibu justru menangis lalu...
''leon...maaf kan ibu...tapi ibu sudah tak kuat lagi''
''ibu tak bisa melakukannya lagi...'' ''ibu tak mau melakukannya lagi'' sambung beliau sambil memeluk dirinya sendiri
''ibu...?'' meski aku tak mengerti apa yg ibu bicarakan perlahan ku dekatkan diriku lalu memeluknya , beliau pun membalas pelukan ku lalu berbisik dengan begitu pelannya '' maaf leon tapi kau harus tetap hidup ..''
Dan aku tak menyadari kalau itu adalah kata-kata terakhir darinya
Keesokan paginya aku terbangun dan melihat ibu sudah tak berada di kasur, ku dengar suara percikan air dari dalam kamar mandi jadi ku pikir ibu sedang mandi kala itu, ku tunggu beliau keluar namun setelah begitu lama ku menunggu ibu tak pernah keluar, air pun mulai keluar dari dalam kamar mandi dan yg membuatku takut adalah air itu berwarna merah darah, dengan panik ku coba ketuk pintu tersebut namun pintu ternyata tak terkunci dan begitu pintu terbuka... tenaga ku langsung habis begitu saja, mulutku terkunci rapat, air mataku mulai mengalir deras.ku lihat ibuku sudah terkapar tak bernyawa disana dengan bekas sayatan di urat nadinya dan sebuah pisau yg terletak tak jauh darinya . Suara percikan air dan warna merah dari darah yg terus mengalir kala itu membuat ku gila dan pada akhirnya...."AAAAAKH!!!...IBU!!!!'' aku pun berteriak sangat kuat hingga pita suaraku terasa begitu sakit, badanku gemetar hebat, kepalaku sakit, air mataku tak mau berhenti. Dan itu adalah ingatan terburuk yg pernah ku miliki.
Tapi rupanya hal itu tak berakhir sampai situ saja..saat pemakan ibu berlangsung bukannya mendapat ungkapan bela sungkawa ,aku malah mendengar hal yg tak sedap
''ah~..wanita itu akhirnya mati juga?'' ''huwaa...akhirnya dia pergi juga'' ''benar-benar wanita keras kepala kenapa dia tak mati sejak lama saja?, dia bahkan meningalkan anaknya disini'' ''menjijikan..semoga saja dia juga cepat pergi''
Mereka terus mencaci maki kami. Sebenarnya apa yg salah dengan kalian semua?...kenapa kalian sebenci itu pada kami?..memang apa salah kami pada kalian?...apa yg membuat kalian begitu membenci kami?. Ibuku adalah orang yg sangat baik..kenapa kalian segitu membencinya?...
''hoo~..akhirnya dia menyerah juga'' kata seseorang yg suaranya tak asing bagiku
Ayah?...
__ADS_1
''benar-benar wanita yg keras kepala,kau juga cepatlah pergi menyusulnya'' kata beliau lalu pergi begitu saja
Mendengar hal tersebut hati ku benar-benar hancur. Bagaimana bisa seorang ayah meminta anaknya sendiri untuk mati bahkan di depan makam istrinya sendiri?. Apa yg salah dengan dunia ini?...apa tak ada seorangpun yg paham dengan rasa sakit ku ini?...
Ku genggam erat bajuku dan ku gigit ujung bibirku hingga berdarah demi menahan tanggisku..
Ini tak adil bu....ibu sangat tak adil...bagaimana bisa ibu menyuruhku tetap bertahan sedangkan ibu menyerah begitu saja...
''maaf leon'' aku tak perlu permintaan maaf bu!, aku perlu penjelasan!...berhenti meminta maaf dan jelaskan padaku!. Kenapa ibu selalu meminta maaf dan tak pernah menjelaskan apapun padaku!. Kenapa bu!?, kenapa ibu begitu egois!?.
''hiks....kenapa ibu meninggalkan ku?..kenapa bu...'' gumamku sambil menatap makamnya.
***
Setelah hari itu aku sadar kalau aku tak bisa terus berada disini,tanpa adanya ibu ayah pasti akan melakukan sesuatu padaku dan sebelum itu terjadi aku harus segera keluar dari rumah ini.
Baiklah bu...kalau itu mau ibu ..aku akan tetap hidup...aku akan menjadi ksatria dan keluar dari sini lalu...suatu hari nanti akan ku balaskan dendam ini padanya
Ku bulat kan tekad ku dan berjuang mati-matian untuk menjadi ksatria, bukan demi ayah tapi demi diriku sendiri...aku tak akan bergantung atau percaya pada siapapun lagi...sudah cukup aku mengharapkan sesuatu..kali ini aku akan menjadi egois dan aku tak akan peduli dengan apapun yg orang katakan.
Aku pun mulai berlatih pedang lagi, kubaca semua buku yg ku temukan, ku pelajari semua gerakan yg ku lihat.bahkan pedang kayu tua yg ku temukan di pembuangan pun ku jadikan itu sebagai pedangku. Aku terus berlatih hingga
Bruk!...'' berani sekali darah kotor sepertimu menginjakan kaki disini'' kata seorang ksatria setelah mendorong punggung ku dengan kencang hingga membuatku terjatuh
''woi..woi..sampah apa ini?'' tanya temannya yg lain sambil mengambil pedang kayu yg ku gunakan
__ADS_1
''jangan bilang kau belajar berpedang dengan ini?. ahahaha menjijikan''
''ukh... kembalikan itu'' kata ku geram
Apa-apaan mereka ini?...seharusnya tempat ini kan tak di datangi siapapun kenapa mereka malah kemari?
''huh?... kau ingin ini?. kalau begitu ambilah'' kata ksatria tersebut lalu melemparnya ke temannya. aku pun mencoba mengambilnya namun temannya itu melempar lagi ke teman satunya dan hal itu terus menerus terjadi. Lalu mereka tertawa terbahak-bahak melihat ku berusaha keras merebut kembali pedangnya. Hingga...
Krak!... '' ups... maaf aku tak sengaja mematahkannya'' katanya dengan senyum merendehkan. Pria itu pun langsung melempar pedang itu ke padaku.
Ku pungut pedang tersebut sambil menahan emosiku, jujur aku sangat kesal aku bahkan merasa ingin menghajar mereka semua saat ini juga sampai....
''ahahaha..sayang seka...'' PLAK!...
pria yg tak ku duga datang dan membelaku dia terlihat begitu marah dan saat ayah datang dia pun mencoba membelaku dan bahkan ......
''ayah.. selama ini aku selalu mengagumi anda, ku pikir anda sangatlah hebat dan pantas di jadikan panutan tapi ternyata anda hanya lelaki menjijikan yg tak tau malu''
Dia bahkan berani mengatakan hal yg tak pernah bisa ku katakan selama ini, dia juga mengatakan hal yg tak pernah di katakan siapapun padaku bahkan ibuku sendiri. " aku pasti akan menjadikan mu ksatria yg hebat.''
Meski hanya beberapa kata tapi aku merasa sangat senang, orang ini harry ailbeart demetria ..atau seharusnya orang yg menjadi kakakku , dialah satu-satunya orang yg percaya dan tak pernah menyerah padaku. Tak peduli sekeras apapun aku menolaknya dia selalu datang lagi dan lagi...
Dia bahkan membantuku mendekati mimpiku, dia serius padaku dan berkat usahanya yg tak pernah menyerah itu pun perlahanku coba untuk membuka hatiku kembali namun.. lagi-lagi aku terlalu naif..
...****************...
__ADS_1
...NEXT...