Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 217


__ADS_3

'' Ayo katakan saja atau saya akan menangis''


''harry mau menangis?''tanyaku yg di balas anggukan olehnya


''kalau begitu menangis saja'' sambungku yg membuatnya tersentak


''NONA JAHAT!''


'' kenapa?. Kan harry sendiri yg bilang'' ledekku


''ugh..sekarang nona malah meledek saya. saya benar-benar sedih sekarang''


Pfft...yah..kalau harry menangis ku rasa aku tak akan heran pasalnya ia sering seperti itu saat bersama leon.ah!.. benar juga..kalau di pikir-pikir.. aku tak pernah melihat leon menangis


''nona...apa benar tak ada yg nona ingin kan?.saya serius loh menanyakan ini'' kata harry yg kembali lagi ke topik awal


''um apa ya..''


Kenapa dia ngotot sekali sih?.aku kan sudah bilang tak ada. Lagi pula aku sudah punya banyak barang.


Harry adalah type orang yg berpendirian kuat , meski ku bilang begitu pun aku yakin ia akan tetap memaksaku meminta sesuatu. Kalau sudah begini sebaiknya aku minta sesuatu saja.


Dia bilang hal kecil pun tak masalah kan?.


''kalau begitu..kau mau itu'' kataku


''itu?''


'' aku tak tau namanya, tapi aku pernah melihatnya saat jalan di kota. Sebuah kotak yg saat di buka akan mengeluarkan musik lalu ada patung kecil yg menari di dalamnya''jelasku


''ah!..maksud anda kotak musik'' tebak harry


''jadi nona ingin itu?''tanyanya memastikan


''iya, yah..meski tak terlalu tapi kalau harry mau memberikan itu aku akan merasa sangat senang''balasku sambil tersenyum


''baik lah!. akan saya carikan kotak musik terindah yg pernah ada'' katanya semangat


''yg biasa saja juga tak masalah kok'


''tidak bisa. Nona harus mendapatkan yg terbaik dari yg terbaik''balasnya sambil mengelengkan kepala


Itu berlebihan namanya.padahal yg biasa saja seperti yg ku lihat saat itu sudah lebih dari cukup


''baiklah terserah harry saja''


''apa ada lagi yg ingin harry katakan?.saya ingin kembali ke kamar''kataku


''ah!..ada.sebenarnya itu alasan saya menghampiri nona saat ini''kata harry lalu mendekatkan wajahnya kearah ku dan berkata

__ADS_1


''nona.apa nona bisa berdansa?''


*Blaaaar!... DANSA!?


Mendengar hal itu sontak aku mundur beberapa langsung dan mengalihkan pandangan ku darinya


Yah..bukannya aku tak pernah belajar berdansa. Kalau hanya dasarnya aku tau hanya saja...aku tak pernah mempraktekannya secara langsung.


'' tidak bisa ya'' kata harry sambil menatapku dingin dan jelas itu membuatku ke habisan kata-kata


''huh~..nona..di usia nona saat ini seharusnya nona sudah belajar hal itu.tidak bahkan anda harusnya sudah ahli soal itu. sepertinya tuan terlalu memanjakan nona hingga lupa kalau nona sudah harus belajar banyak hal saat ini'' oceh harry yg tak bisa ku balas sama sekali karena itu benar


Selama ini guru yg mengajariku selalu saja bermasalah dan akhirnya aku belajar hal-hal dasar pada leon tapi..makin kesini aku semakin jarang belajar dan hanya bermain. Ini sudah keterlaluan sih.


''karena itu. untuk menjadi seorang lady yg baik pertama-tama nona harus bisa belajar dansa ''kata harry serius


''ba..baiklah...kalau begitu..tolong carikan guru dan wak...''


''itu tak perlu nona'' potong harry


''karena saya yg akan mengajari nona dan pembelajaran kita di mulai hari ini juga'' katanya sambil menatapku tajam


Hik!?.. hari ini!?


''tu..tunggu dulu.. kenapa tiba-tiba?''


Ya..gak salah sih..aku emang gak ada kegiatan hari ini tapi...masa langsung belajar hari ini juga dan lagi...


Entah kenapa harry terlihat antusias sekali dengan hal ini


***


(alasan kenapa harry antusias mengajarkan elissa dansa)


Beberapa saat yg lalu


POV Harry


''yosh.. hari ini pun mari semangat mengerjakan semua dokumen sialan ini'' kataku sambil tersenyum menatap gundukan dokumen yg sudah menumpuk di meja


...... '' ini..sudah berapa lama aku menunda semua ini ya?''tanyaku sambil menatap kosong dokumen-dokumen tersebut


Setelah melihat ini rasanya aku ingin kabur saja. dan lagi leon selalu mengerjakan ini dulu?.aku heran kenapa tuh anak masih bisa wara...ah tidak anak itu sudah hampir ke hilangan kewarasannya.


''pokoknya kerjakan saja dulu kalau gak bisa tinggal lempar ke orang lain'' kataku sambil duduk di kursiku lalu berniat mengerjakan ini semua sampai


*brak! ''HARRY!'' seru leon sambil mendobrak pintu ruang kerja ku hingga membuat dokumen yg menumpuk jatuh berserahkan kemana-mana


''ah~...apa-apaan tempat sampah ini'' kata leon sambil menatap tempat ini jijik

__ADS_1


''salah siapa membuatnya semakin berantakan?'' balasku geram


''ya sudah lah. bukan urusan ku ini'' katanya


Bukan urusan ku katamu!?. Ini semua tugas mu dulu loh!?. Jangan mentang-mentang kau bukan ketua pasukan lagi kau bisa seenaknya meninggalkan pekerjaan lama mu ini!. Setidaknya bantulah kakak mu ini (TAT)


'' jadi?. Ada apa kau kemari?.tak biasanya kau kesini. Dan pastinya bukan untuk melihatku menderita mengerjakan semua ini kan?''tanyaku lemas


''itu terdengar menyenangkan tapi sayangnya aku punya urusan lain kesini'' katanya


JAHAT!.. leon kau jahat sekali!... lagi pula ada urusan apa?. Jangan bilang tuan duke menyuruhnya menambahkan tugas ku lagi?..


Kalau iya lebih baik aku mengundurkan diri saja sebelum kewarasan ku hilang


''itu'' katanya lalu menutup pintu dan terlihat begitu waspada


Eh!??...ada apa?..kenapa dia was-was begitu?...apa ini misi rahasia?..


Leon pun perlahan mendekat kearahku dengan wajah yg terlihat tegang. Dan itu membuatku menjadi tegang pula.


Perlahan ia mendekati telinga ku dan berbisik


'' harry..ajari aku dansa'' bisiknya


............................................(slow respon)..................................................


*puk!.. ku tepuk pundaknya perlahan lalu....


''leon.kau sedang bercanda?''tanyaku datar


''tidak sama sekali''


...... pffft...''BUAHAHAHA...APA-APAAN ITU . KAU GAK BISA DANSA!?'' tawaku yg akhirnya pecah juga


Dan karena suara tawaku yg begitu kencang leon yg takut hal ini ketahuan pun langsung menonjok wajahku tepat sasaran. Sakit memang tapi di banding itu tawa ku tak bisa berhenti saat memikirkan adikku yg nampak sempurna ini ternyata tak bisa berdansa


'' maaf..maaf..tapi kenapa tiba-tiba meminta itu?.terlebih ternyata kau tak bisa dansa pfft..''


Ah! Gawat aku tak boleh tertawa lagi atau dia akan membunuhku.tapi ini lucu banget untukku


''Selama ini aku hanya fokus pada pelatihan dan bertarung.aku tak punya waktu untuk hal tak penting seperti itu'' balas leon.


...****************...


...NEXT...


...----------------...


...Hai semuanya salam hangat dariku, Terimakasih 🙏🙏 semuanya masih setia di cerita Ini, Jangan Lupa ya sedekahnya dengan cara Like, komentar, Vote, add ke favoritnya, dan boleh juga kalau mau Gift 😅 bantu share ya kk....

__ADS_1


__ADS_2