Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 283


__ADS_3

''tenang saja nyonya ,luz pasti akan baik-baik saja'' ''lagi pula, tak mungkin kan dia mau mati konyol seperti itu'' sindirku sambil melirik pintu kamarnya


''nyonya serahkan saja anak ini pada saya. Saya janji akan membawanya untuk makan malam'' ucapku sambil tersenyum


''benar kah?!''


''iya serahkan pada saya'' ucapku sambil tersenyum lembut. Setelah itu nyonya pun membalas senyumanku lalu pergi meniggalkan tempat ini.


Fyuh~...


''woi, pembuat masalah. Kau masih hidupkan di dalam sana?'' ucapku sambil mengetuk pintu kamarnya


''SIAPA YG KAU PANGGIL PEMBUAT MASALAH SIALAN!'' seru luz dari dalam


''hmph. Ternyata memang masih hidup''


''tentu saja. Kau pikir aku ini lemah?''


''tidak, tapi kau aneh'' balasku sambil menyeringai


''apa katamu!'' serunya kesal


*hmph! '' melihatmu bisa marah sepertinya kau memang sehat-sehat saja''


''kalau begitu setidaknya balas perkataan ibumu dong'' ucapku yg tak di balas olehnya


'' apa kau sadar kau membuatnya sangat cemas ?. prilakumu ini kekanak-kanakkan kau tau?. ''


''BERISIK!,PERGI SAJA SANA!'' usirnya


Anak ini,dia benar-benar masih bocah ya?. sampai kapan dia mau merajuk?


'' aku tau kau menyesal atau bahkan mengutuk dirimu sendiri karena kejadian waktu itu .tapi, tak sepantasnya kau membuat orang lain khawatir juga''


''kau tau kondisi kediaman ini sedang kacau dan kau malah menambah beban mereka dengan sikap keras kepalamu ini.'' ''sudah cukup merajuknya dan cepat keluar'' ucapku sambil menetuk pintunya kembali


''kau tak mengerti'' ucapnya


''huh?''


'' aku sangat malu dan takut pada keluarga ini'' ucap luz gemetar


''aku telah membuat putri mereka mengalami hal tersebut bahkan lisa hampir meninggal karena ku. Aku tak punya wajah untuk di tunjukan pada mereka''


''meski begitu mama ataupun keluarga ini tak ada yg menyalahkan ku atas kejadian itu. jangankan menyalahkan mereka bahkan tak menjauhiku dan masih memperdulikanku. Kebaikan merekalah yg membuatku tak bisa menunjukkan wajahku lagi''


Begitu rupanya. Perasaan bersalahnya pasti akan berkurang jika saja tuan duke memberikan hukuman padanya tapi tuan duke tak melakukan itu dan tetap memperdulikannya. Sejujurnya ini jauh lebih berat bagi luz ketimbang mendapatkan hukuman.


''lalu?.'' Ucapku


''apa?''


''lalu apa lagi?. Hanya itu alasanmu?'' ucapku yg sepertinya membuatnya terkejut

__ADS_1


''hanya?''


''kalau keluarga ini tak menyalahkan mu itu artinya mereka memang tak mempermasalahkan hal itu ''


''ah.. tidak.. mereka pasti berfikir ini di luar hak mereka'' sambungku


'' apa maksudmu?''tanya luz


'' korban kejadian kali ini adalah nona elissa. Menghukummu ataupun memaafkanmu adalah haknya. Keluarga ini tak memiliki hak tersebut.''


''karena itu, yg seharusnya kau hindari adalah nona elissa dan bukan keluarga ini'' ''tapi tentu saja aku tak menyarankan hal tersebut.''


Karena kalau dia terus menghindari nona sampai kapanpun ia akan terjebak dalam perasaan bersalah yg berkepanjangan


''luz, kalau kau memang menganggap dirimu laki-laki maka temui nona elissa dan minta maaf padanya'' ucapku tegas


''ku dengar nona sudah sadar, ini kesempatanmu untuk minta maaf''


''jangan lari seperti pengecut.''


Perasaan bersalahmu tak akan hilang jika kau terus lari seperti tikus.


''apapunyg nona katakan nanti nya aku yakin kau akan merasa lebih baik setelahnya''sambungku


''lalu... buka pintu ini. Sampai kapan kau akan terus bersembunyi di dalam sana?. Aku seperti bicara dengan pintu kalau begini'' ucapku kesal


Dasar meski ku tau ia terpukul tapi setidaknya mari bicara dengan saling menatap wajah masing-masing


Um!?.. terbuka


Pintu kamar yg tertutup selama 8 haripun akhirnya berhasil terbuka


***


POV Elissa


Sudah sehari sejak aku siuman. Dan keluarga ini memperlakukanku dengan sangat berlebihan sejak kemarin. Meski ku bilang aku sudah baik-baik saja tapi mereka sama sekali tak berfikir begitu. Bahkan saat aku bersin karena hidungku gatal saja mereka langsung seperti kebakaran jengot.


Aku senang mereka mencemaskan ku tapi kalau begini ceritanya aku jadi merasa tak enak. Tapi meski begitu aku merasa senang, ke khawatiran mereka membuatku merasa di perhatikan


''pfft.... kalau tak salah waktu itu juga pernah ada kejadian seperti ini''tawaku setelah teringat kejadian di festival kala itu.


Hmph... aku bersyukur bisa kembali dan merasakan hal ini lagi.


Sejujurnya aku ingin menanyakan banyak hal terkait kejadian saat itu tapi ayah bilang semua sudah teratasi dengan baik ,ayah juga pasti tak mau membuatku khawatir atau bahkan mengingat kembali hal itu kan?.


*wush!...


Hembusan angin lembut tiba-tiba bertiup dan membuat fokusku teralihkan pada sosok yg hadir bersamaan angin tersebut . pria muda dengan rambut merah menyala dan mata perak yg tajam tiba-tiba muncul tepat di hadapan ku dengan wajah yg penuh rasa bersalah.


''LUZ!?'' seruku yg terkejut melihat ia tiba-tiba muncul. Aku pun berniat untuk turun dari tempat tidurku dan menghampirinya. Tapi karena terlilit selimut aku pun hampir terjatuh saat hendak turun beruntung luz langsung menangkapku


''ahaha..maaf..aku kurang hati-hati'' tawaku yg tak di balas olehnya dan malah memelukku erat

__ADS_1


''lu..luz?''


Luz kenapa ya?.tak seperti biasanya.


Aku pun mencoba mengingat kembali kejadian apa yg membuatluz seperti ini hingga akhirnya aku teringat


*cup ''aku mencintaimu lisa''


Ciuman yg di berikan luz padaku malam itu. sontak mukaku langsung terasa memanas sekaligus malu parah.


''lu..luz..itu''


Bagaimana ini.setelah ku ingat lagi itu jadi makin memalukan.


''lisa maaf'' ucapnya tiba-tiba


''eh?''


''aku tau permintaan maaf saja tak akan cukup untuk ini.''ucapnya sambil mempererat pelukannya


Luz?


''aku benar-benar menyesal membuatku mengalami hal ini.''ucapnya yg terdengar mulai gemetar


''aku benar-benar bodoh!. Padahal aku tau situasi saat it tapi aku malah!..ukh...'' ucapnya yg mulai histeris


''lu..luz..tenanglah .dari pada itu lepaskan aku dulu dan mari bicara''ucapku tapi bukannya melepaskanku luz malah mempererat pelukannya


Ukh!..luz!?..


''tak bisa''ucapnya


'' aku tak punya wajah untuk di tunjukan padamu saat ini''ucapnya


''apa?''


''aku selalu membuatmu dalam bahaya,aku menyesal. Karena keegoisan ku kau sampai seperti ini. Kalau kehadiran ku adalah kemalangan bagi lisa sebaiknya aku menghi_''


''TAK BOLEH!'' potongku


''luz ,tolong jangan berkata begitu. Ini bukan salah luz, karena itu lepaskan aku dan kita bicarakan hal ini baik-baik''ucapku namun lagi-lagi tak di dengarkan olehnya


''luz... ''


Kurasa ia tetap tak mau melepaskan ku. Kalau begitu


*grep.. dari pada terus memberontak minta di lepaskan lebih baik aku menuruti keinginannya saja. Aku pun membalas pelukan luz . ku pikir dengan begini luz akan lebih nyaman bicara dengan ku


'' baiklah. Kalau tak mau di lepaskan maka jangan lepaskan.tapi setidaknya dengarkan perkataanku'' ucapku.


...****************...


...To Be Continue...

__ADS_1


__ADS_2