Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 88


__ADS_3

Tak ada...ayah pasti sudah menutupnya...


Aku pun kembali melihat kearah dewa kematian yg sudah berdiri tepat di atas tembok itu.


Dia mau mengajakku keluar?...um..bagaimana ini?.di luar mungkin akan berbahaya, apa sebaiknya aku kembali saja?.tapi kalau kembali pun aku tak tau jalan....huh~...yasudahlah..sudah terlanjur, akan ku ikuti kau sampai akhir


Aku pun langsung melirik sekitarku dan mendapati sebuah pohon yg dahannya mengarah ke arah tembok. Melihat ada jalan aku pun langsung memanjat pohon tersebut lalu dari batang tersebut aku langsung melompat kearah tembok dan begitu kakiku menapakan diri di atas tembok mata ku langsung di buat berbinar-binar begitu melihat pemandangan matahari terbenam yg begitu mempesona dari atas sini


''wah..cantiknya'' kataku terpukau


Meski begitu aku tak bisa lama-lama menikmati ini karena dewa kematian itu mulai bergerak lagi dan aku harus langsung mengikutinya, hingga akhirnya aku tiba lah di desa yg paling dekat dengan rumah terlihat banyak sekali orang yg berlalu lalang kesana kemari dan bau sedap dari kios –kios yg ada


''wah...ini pertama kalinya aku pergi ke desa sendiri''gumamku sambil mengagumi sekitarku hingga tanpa ku sadari dewa kematian itu sudah hilang entah kemana


Dan menyadari hal itu aku langsung panik bukan main.


Bagaimana ini...aku kehilangannya...


Kalau tau akan begini harusnya aku langsung kembali saja...


Um...baiklah...menyesal pun percuma, mari cari penjaga saja,dia pasti tau cara kembali kerumah.


Aku pun mulai melangkahkan kakiku mencari penjaga yg ada namun langkah ku langsung terhenti begitu melihat sebuah keributan kecil di salah satu kios.


''sudah ku bilang!, kau harus bayar dulu sebelum memakannya!''seru penjual di kios itu pada seorang anak laki-laki yg usianya mungkin 3 tahun di atasku


''huh!?,apa-apaan itu?,kalau aku mau aku hanya perlu mengambilnya itu yg ayah katakan''balas anak laki-laki itu dengan congkaknya


Apa-apaan dia itu?...kalau begitu apa bedanya dia dengan pencuri?..


''hah!?'' *GREP!.... '' jangan bercanda!, cepat bayar sekarang atau ku hajar wajah mu itu!'' seru pedangan tersebut sambil menarik kerah baju anak itu.


Melihat hal itu badan ku pun langsung bergerak dan berlari kearahnya dan tanpa sadar aku malah terlibat urusan mereka..


''tu..tunggu dulu, paman'' kataku sambil melerai mereka


''tak bisa kah kalian bicarakan ini baik-baik''sambungku


''huh!?.apa-apaan gadis ini?, jangan bilang kau temannya!''serunya yg membuat ku tersentak


''ti...tidak...aku...'' gawat...aku malah menarik diriku ke dalam masalah...


''terserahlah ,aku tak peduli kau siapanya dia, yg aku mau kau membayarnya sekarang, kau punya uang kan?''katanya

__ADS_1


''eh!?...ti..tidak..''kataku yg langsung tertunduk lemas


Mana mungkin aku punya uang,selama ini apa yg ku mau langsung di belikan oleh orang yg bersama ku,dan sekarang aku sendiri...


''TAK PUNYA KATAMU!' teriaknya yg membuat ku merinding


''tsk...merepotkan sekali pak tua ini''kata laki-laki itu sambil memalingkan wajahnya dan tentu mendengar hal itu kerutan di wajah penjual itu semakin menjadi-jadi


''apa kata.... '' belum sempat penjual itu meneruskan perataannya tiba-tiba laki-laki tadi meniupkan sesuatu ke muka dan membuat penjual itu berteriak kesakitan dan begitu dia lengah laki-laki itu langsung menarik tanganku dan membawaku pergi menjauh


''WOI!... TUNGGU DULU,SIALAN!'' teriaknya sambil mengusap-usap matanya yg perih


''ahaha..rasakan serbuk cabe itu!''seru laki-laki itu lalu pergi menjauh


***


''hosh..hosh... sepertinya kita berhasil kabur ya'' katanya sambil memastikan sekitarnya


*Past!... '' kenapa kau melakukan itu?''tanyaku sambil menepis tangannya


''kenapa?, karena dia menyebalkan, emang ada alasan lain?''balasnya dengan wajah tak bersalah


''tak boleh begitu, kan salah mu karena tak bayar,kalau begini kau tak ada bedanya dengan pencuri''kataku


''ukh!...MEMANG KAU SIAPA!?,SEENAKNYA SAJA MENCERAMAHIKU!'' marahnya yg membuatku tersentak


Huh?....


''dengar tak peduli kau spesial atau tidak yg namanya membeli sesuatu itu harus bayar''kataku sambil menepuk keningku


''kalau begitu kenapa tak kau saja yg bayar tadi?''balasnya


???... ''kenapa aku!?''seruku tak paham


''kan yg makan kau!,kenapa harus aku yg bayar?''


''kalau begitu kenapa kau menolongku tadi?''balasnya dengan wajah yg begitu sombongnya


''ka..kalau itu sih...'' badanku bergerak dengan sendirinya tau...


''hmph!..dasar cewe aneh'' katanya lalu berniat pergi meninggalkan ku namun...


Grep!...''aku tau aku aneh, tapi kau tetap harus kembali kesana dan minta maaf''kataku sambil menahan tangannya

__ADS_1


''tak mau!, kau tak punya hak untuk itu!''serunya sambil mendorongku dengan begitu kencang hingga punggung ku membentur tembok dengan kencang, rasa nyeri pun langsung ku rasakan, air mataku pun langsung keluar karena saking sakitnya. Dan melihatku menangis laki-laki itu pun langsung terlihat panik


''ke..kenapa malah nangis?, itu kan salah mu sendiri yg menahan ku''katanya yg tak bisa ku balas karena menahan sakit


''ukh...jangan nangis!'' bentaknya yg membuatku semakin ingin menangis


Laki-laki itu pun langsung terlihat sangat panik dan akhirnya...


''huh~...aku paham..aku yg salah kan?,maaf'' katanya lalu membungkuk dan mengusap-usap punggungku


''sakit ya...maaf...sepertinya aku terlalu kasar tadi''katanya yg langsung terlihat menyesal


Aku pun berusaha keras menahan air mataku dan laki-laki itu terus mengusap punggungku tanpa berani menatapku


''namamu ?''tanyanya tiba-tiba


''apa?''


''aku tanya siapa namamu?''


''aku?, elissa''balasku


''elissa ...hmph...asal kau tau saja kau itu orang pertama yg mendapatkan permintaan maaf dariku''


Apa-apaan itu?.bearti dia orangnya keras kepala banget dong...


''aku Alroy''katanya sambil mengulurkan tangannya. Perlahan ku lirik tangannya itu lalu beralih melihat wajahnya. Mata berwarna emas dan rambut perak yg terlihat indah... meski wajahnya lumayan tapi sifatnya menyebalkan


''Elissa...salam kenal alroy'' kataku sambil membalas uluran tangannya dan tersenyum lembut.


Baiklah..sekarang aku malah berteman dengannya, padahal tadi kami bertengkar. Yah...meski begitu aku tetap tak bisa membiarnya pergi sebelum meminta maaf pada penjual tadi


''alroy....sudah ku duga kau harus tetap minta maaf''kataku


''kau!, masih saja keras kepala ya!, sudah ku bilang aku tak mau''balasnya marah


''kalau begitu biar ku temani, kita berdua yg minta maaf bagaimana?.''tawarku


''tsk... tak mau!, kalau kau mau minta maaf minta maaf sendiri saja sana!''serunya lalu pergi melarika diri


''alroy!''


Ukh....tadinya aku ingin mengejarnya tapi punggungku masih terlalu sakit ....

__ADS_1


...****************...


...NEXT...


__ADS_2