Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 118


__ADS_3

POV Elissa


Kemarin papa muncul di mimpiku, disana papa tersenyum lembut dan membelai kepalaku. Meski itu hanya mimpi tapi itu terasa sangat nyata bagiku. Lalu papa bilang '' elissa sekarang sudah baik-baik saja.'' ''sekarang papa tak perlu khawatir lagi''


Setelah mengatakan itu tubuh papa perlahan menghilang,meski ku berteriak memanggilnya ,papa tak pernah muncul lagi. Maka dari itu setelah bangun aku sadar,kini papa sudah benar-benar pergi dan aku tak akan pernah bertemu beliau lagi.


Air mataku tak mau berhenti mengalir,perasaan sakit karena di tinggal orang terdekat membuatku tak bisa berhenti menangis.


Karena itu aku mencoba pergi ke tempat ayah dan menceritakan mimpiku barusan. Belaian lembut ayah sama persis seperti papa. Hal itu membuat hatiku semakin sakit. Meski begitu kini ku tau kalau maksud perkataan papa saat itu adalah saat ini aku sudah tak memerlukan papa lagi,karena kini sudah ada ayah disisiku. Karena itu papa pun akhirnya bisa pergi dengan tenang dan aku harus bisa mengikhlaskannya .


***


''kini aku tau elf yg waktu itu di ceritakan bukanlah papa.lalu siapa dia?''gumamku sambil duduk di pinggir kasurku


Laki-laki berambut violet dan mata merah sepertiku. Kalau di dengar sekilas siapapun pasti berfikir dia adalah bagian keluargaku.tapi aku tak pernah melihatnya...atau aku tak ingat pernah bertemu dengannya.


Lalu...gadis berambut merah itu...siapa dia?.kemana perginya ia dengan elf itu?


''Huh~.semakin di pikirkan semakin banyak yg tak ku pahami.'' Kataku lalu berbaring di kasurku yg empuk.


Apa tak ada petunjuk lagi ya?


Um!?..ngomong-ngomong soal petunjuk, bagaimana kabar orang yg di utus putra mahkota saat itu ya?..apa dia sudah mendapatkan petunjuk baru?.


Yah...saat kami kembali kami nanti akan mengetahuinya sih...


Yosh!...di pikir sekarang pun tak ada gunanya. Mari tidur saja dan pikirkan itu lagi nanti


Perlahan ku tarik selimutku lalu mulai menutup mataku dan perlahan tapi pasti aku pun mulai terlelap


***


'' hmph...wah..wah..coba lihat siapa yg datang'' kata suara yg terdengar tak asing bagiku. Aku pun langsung membuka mataku dan mendapati diriku sedang berada di alam para roh (ether)


"KAKAK ROH!?''


Eh!?... loh?....kenapa aku bisa ada disini!?...bukannya tadi aku sedang tidur....


Eh?.. "APA AKU MATI!?'' seruku syok


''eto...kakak roh..apa aku baru saja mati saat tidur atau aku baru saja membuat kesalahan lagi?''tanyaku ragu


''tidak kok, hanya saja....''


''hanya saja?''


''bukan apa-apa. Intinya kau akan baik-baik saja''balasnya yg sepertinya mencoba menyembunyikan sesuatu dari ku


''lalu kenapa aku bisa datang kesini?''tanyaku


''rahasia''


???..kenapa tiba-tiba main rahasia-rahasiaan?..

__ADS_1


!? atau jangan-jangan


''apa anda mau mengambil nyawa saja seperti yg anda katakan terakhir kali?''tanyaku cemas


''um?...ah~...benar juga... aku pernah bilang begitu ya'' katanya lalu berjalan mendekatiku, tubuhku pun reflek mundur menjauhinya


''harusnya aku memang melakukan itu saat kita bertemu lagi tapi...''


''kau belum melanggar aturannya jadi untuk apa aku melakukannya?'' sambungnya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku


''eh?... aturan?''


''huh?..kau lupa ?.'' ''asalkan kau tak mengganggu kerjaan dewa kematian aku tak akan membunuhmu.aku tak percaya kau benar-benar melupakannya'' balasnya


Ah!...benar juga...itu aturannya ...


'' karena tak ada yg ingin ku bicarakan lagi kau boleh pergi '' katanya lalu berbalik dan berniat meninggalkanku


Meski kau menyuruh begitu aku kan tak tau cara kembali...


Ah! Benar juga mumpung sedang disini..


*grep!....''anu..kakak roh ada yg ingin ku tanyakan''kataku sambil menahan tangannya


''um?...apa?..asal kau tau saja aku tak mau memberi tau info apapun padamu''


''bisa tolong pertimbangkan itu?...aku benar-benar butuh bantuan anda'' pintaku


''hoo~...biar ku tebak pasti berkaitan tentang elf dan gadis rambut merah itu kan'' katanya yg tepat sekali


''huh~..tak akan ku beritahu, dan lagi siapa sih yg memberi petunjuk itu padamu?'' katanya


''seorang pria mabuk''


''kenapa kau bertemu pria itu?''


''um..ada seorang gadis kecil yg menyuruhku....'' eh!?...senbentar


kalau di pikir lagi dari mana gadis itu tau soal ini?. dia tau betul apa yg ku cari dari mana ia tau?, aku kan tak bilang apapun padanya soal ini


''huh~..kau benar-benar keterlaluan ya, bisa-bisanya melupakan kejangalan yg sejelas itu''


''apa kakak roh tau siapa dia?''tanyaku


''kenapa malah balik bertanya?'' ''tapi benar juga ..um.......mungkin saja itu dia''


siapa?


''um! tak salah lagi itu pasti dia. karena hanya dia yg bisa melakukannya''


''pokoknya jangan sampai kau bertemu dengannya lagi, ini peringatan dariku''


''kenapa?''

__ADS_1


''karena di pertemuan mu selanjutnya kau pasti sudah akan mati.dia itu...um...yah anggap saja dia itu dewa kematian mu''


Eh!?...dewa kematian?..gadis itu!?....


''bohong!..habisnya gadis itu sama sekali tak terlihat seperti dewa kematian''


''ku bilang kan anggap saja, aku tak bilang dia benar-benar dewa kematian''balas kakak roh jengkel


''baiklah kesampingkan soal itu.''


Ukh!?. Seenaknya saja mengganti topik dia hanya mau membuatku tambah penasaran ya!?. setidaknya beritahu aku siapa 'dia' itu?!


'' Tentang pertanyaan mu barusan soal elf dan gadis itu , aku tak akan menjawabnya karena itu rahasia''


''Kalau begitu tak bisa kah anda memberikan ku sedikit petunjuk?...saat ini aku benar-benar perlu petunjuk meski sekecil apapun''pintaku


Kalau kakak roh pasti tau sesuatu. Kalau mau mendapat info yg akurat dan tepat hanya dia orang yg bisa di percaya


'' tak mau, lagi pula apa untungnya untukku?...'' balasnya angkuh


Ukh..bagaimana ini...aku tak bisa melepaskan kesempatan emas ini begitu saja


Um...ah!.. ''bagaimana kalau saling tukar info?''tawarku


''aku tau semua yg terjadi di dunia ini, untuk apa kau memberitahuku sesuatu yg sudah jelas aku lebih tau ''balasnya yg jleb banget


Ukh...gagal total....


Um..apa ada hal lain yg bisa ku tawarkan padanya?.....


''Huh~..kalau kau masih bersikeras mungkin aku akan memberitahumu bebera..''


''BENARKAH!?''potongku semangat


''ukh...tapi ada syaratnya'' balasnya samil mendorong wajahku menjauh


''syarat?''


''benar'' ''syaratnya sangat mudah, kalau kau menang akan ku jawab 3 pertanyaanmu''


''kalau kalah?'' tanyaku


''kau harus langsung angkat kaki dari sini''


Hmm..ternyata hanya itu...kalau begitu tak ada alasan untukku menolak , toh gak ada ruginya bagiku


''baiklah'' '' kalau begitu apa yg harus ku lakukan?''tanyaku yg di balas senyuman lalu menjentikan jarinya dan seketika saja muncul meja kecil dan 2 kursi ,dan di atas meja tersebut ada sebuah papan permainan


'' lawan aku dalam permainan catur'' sambungnya sambil tersenyum merendahkan


Eh?...'' catur? ''


...****************...

__ADS_1


...NEXT...


__ADS_2