Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 161


__ADS_3

DRAP!..DRAP!..DRAP!...


'' lewat sini.'' Kata orang brengsek tersebut sambil menunjukan tempat yg ia maksud


Dan tanpa rasa curiga sama sekali mama langsung mengikutinya saja. tapi aku tak begitu.


''sebentar'' kataku sambil berhenti dan menarik kembali tanganku


''luz?''


''kenapa kita harus lari?. Aku bisa mengatasi mereka'' kataku percaya diri


''kau !.. masih saja ya!. apa kau masih tak mengerti juga apa yang ku katakan ta..''


''aku paham!'' potongku


''tapi kalau lari pun sampai kapan , kita mau lari?. Dan lagi aku masih tak percaya padamu. Lebih baik aku menghadapi musuh di depan mataku dari pada mengikuti orang yg tak tau ada niat apa di baliknya'' sambungku sambil menunjuknya


''tunggu dulu!, kau masih mencurigaiku!?.memang aku melakukan apa hingga kau sewaspada ini!?'' balasnya kesal


''berhati-hati pada orang asing adalah hal mendasar''balasku yg membuat kerutan di wajahnya


''kalian berdua, sekarang bukan waktunya bertengkar!" seru mama yg mencoba melerai kami


''hmph!. Aku tak akan pergi. Kalian pergi lah duluan aku yg akan menghadapi mereka'' kataku sambil berbalik badan


''yah..anggap saja aku mengulur waktu untuk kalian'' sambungku sambil menatapnya tajam


''kau ini...''balasnya yg terlihat sangat kesal


Tapi aku tak menghiraukannya dan berniat pergi membereskan mereka sampai...


*grep!...


''tak boleh..'' kata mama sambil menahan tangan ku


''luz kau tak boleh membunuh lebih dari ini'' sambung beliau


'' aku tak akan membunuh mereka. Aku hanya akan sedikit menghambat langkah mereka'' balasku lalu mencoba tersenyum


''tidak. Kau pasti akan melakukan lebih dari itu'' balas mama sambil menatapku curiga


Hah~.... apa-apaan ini... entah kenapa aku malah merasa jengel. Aku tau maksud mama baik tapi aku tak menyukainya.padahal aku melakukannya juga demi mereka.


'' luz dengar ma....''


''SUDAH CUKUP!'' potongku yg membuat mama tersentak


*pats!. '' aku sudah besar. Aku tau mana yg harus ku lakukan. Jangan mencoba mengaturku'' kataku sambil menatap mama tajam tentu hal ini membuat mama serta si brengsek itu terkejut.

__ADS_1


Tapi tak ada waktu untuk ini sekarang karena langkah dari orang-orang yg mencariku sudah mulai terdengar yang artinya sudah tak ada waktu lagi untuk berdebat.


''sudah tak ada waktu lagi kalian per...''


*PLAK!.... belum sempat aku setelah bicara tiba-tiba sebuah tamparan keras mendarat di pipi. Seketika saja pipiku terasa panas dan telingaku berdengung kencang. Untuk sesaat aku sempat dibuat kehilangan kesadaran saking syoknya.


'' a..apa?'' gumamku sambil memegangi pipiku yg merah akibat tamparan mama tadi


Mama menamparku?...kenapa?..


''ah!..astaga.. luz.. maaf.'' Kata mama yg syok dengan perbuatannya sendiri. Tapi perkataan beliau tak dapat ku dengar karena sudah terlanjur syok dan sakit hati.


''luz..maafkan ma..''


''ITU MEREKA!'' seru salah seorang yg sedang mencariku. Sontak kehadiran mereka mengejutkan kami bertiga


''sial mereka sudah sampai sini''kata si brengsek


''gawat!..'' *grep!..'' luz kita pergi dulu dari si...''


*pats!.. *SRAK!!!...


Aku tak mengerti lagi... perasaan dalam diriku terasa bercampur aduk..aku merasa seperti hampir kehilangan kendali. Saat mama menarik tanganku tadi aku malah menepisnya lalu menyerang orang-orang di belakangku dengan sihir anginku yg tentu saja membuat beberapa di antara mereka langsung mati seketika dengan kondisi tercabik-cabik.


Tak sampai disana saja apa yg ku lakukan ini membuat suasana menjadi semakin menengangkan. Teriakan dari rekan-rekan mereka yg selamat serta ekspresi mama dan si brengsek itu yg sama-sama syok membuat pikiranku tak karuan.


''lu..luz..'' panggil mama dengan nada gemetar


''ku...kurang ajar!'' seru orang-orang yg mengejarku


Ah~...benar juga... ini salah mereka... karena mereka mama marah padaku. Kerena mereka aku jadi begini... benar ini salah mereka...mereka yg bersalah...


Kalau begitu....mati saja sana


Aku pun tanpa pikir panjang mengeluarkan pedang sihir ku lalu berniat membantai habis mereka semua . nafsu membunuh kini terasa begitu kental mengalir di tubuhku. Membayangkan kematian mereka membuat pikiranku terasa begitu ringan .


Tapi.... begitu aku berniat menghabisi orang pertama...


''LUZ! JANGAN!'' *JLEB!... !!?... Tanpa di sangka-sangka mama malah berlari dan mencoba menghentikanku yg alhasil serangan ku barusan malah menusuk tubuhnya dan bukan penjahat tersebut.


ma..mama....


*****


Niat ku adalah membunuh mereka semua agar mama dapat selamat tapi kenapa.... kenapa malah begini....pedang yg harusnya menembus tubuh para bajingan itu kenapa kini malah menembus tubuh mama?....


Dalam waktu singkat aku langsung kehilangan seluruh tenagaku perasaan marah dan sakit hati tadi pun langsung lenyap begitu saja. saking syoknya aku langsung mundur beberapa langkah dan akhirnya terjatuh.


Ma..mama....

__ADS_1


''l..luz...''*bruk!.... kata mama yg terhenti karena kehilangan kesadarannya dan begitu darah segar mulai terlihat keluar dari tubuhnya saat itulah aku benar-benar kehabisan kata-kata.


''ma...'' !!!?... kataku yg terhenti begitu melihat tanganku yg kini berlumuran darah beliau..


Tidak..tidak...bukan..bukan begini seharusnya....


''AAAAAAAAAAAAKHH!!!''


*Syut!...* KRAAAAK...


!!?... aku tak tau apa yg terjadi tiba-tiba saja muncul sebuah tembok es tebal yg memisahkan antara kami dengan orang jahat tersebut.


'' berisik!. Tak ada waktu untuk histeris !'' seru si brengsek tersebut sambil membopong mama


''kita pergi dari sini. Tembok esku tak akan bisa bertahan lama. Dan jangan banyak bertingkah lagi!'' serunya sambil yg terlihat begitu kesal


***


Setelah pergi cukup jauh si brengsek itu langsung membaringkan mama yg sudah terlihat lemas dan mencoba menghentikan pendarahannya


''ck...darahnya banyak sekali..'' ''woi!.apa kau tak bisa melakukan sesuatu dengan sihirmu!?, kalau begini terus dia bisa mati kehabisan darah!''serunya sambil melirikku


Mama..mati?...tak boleh..itu tak boleh terjadi...


Aku harus melakukan sesuatu...benar menghentikan pendarahan itu mudah..aku kan ahlinya..sama seperti tikus waktu itu aku hanya perlu.....


''loh...'' loh kok?... '' sihir ku ...tak mau bekerja? ''gumamku sambil melihat tangan ku yg sudah berlumuran darah.


Sihir ku tak bekerja?..aku tak bisa menghentikannya?...kenapa?..kenapa begini...


''tak mungkin.. bagaimana ini...aku tak bisa'' kataku gemetaran. Air mataku pun tak bisa ku bendung lagi . melihat wajah mama yg semakin pucat ,aku benar-benar tak bisa berbuat apapun lagi , pikiran ku begitu kosong, badan ku gemetar hebat.


''tidak...bagaimana ini...aku...bagaiman ini'' kataku dengan air mata yg sudah mengalir deras


Mama akan mati... ini salah ku...aku yg bersalah...mama...mama...


''huwaaaa....bagaimana ini!'' seruku sambil menutup wajahku dengan kedua tangan ku


''woi!.. kenapa malah nangis!?'' ''ck..dasar tak berguna'' kata si brengsek itu yg tak bisa ku bantah


''woi... setidaknya kau bisa membantuku kan?''katanya tiba-tiba


''eh?...''


''berikan aku air. Cepat'' pintanya


''air?...'' ''ah!..baiklah'' balasku lalu mencari sebotol air di dalam tas mama dan begitu menemukannya aku langsung memberikan itu padanya. dan Setelah aku melakukan itu si brengsek itu langsung membacakan matra yg tak pernah ku dengar lalu perlahan mengusapkan air tersebut ke luka di tubuh mama. Dia juga terlihat begitu fokus melakukannya.


Aku tak peduli lagi dia orang baik atau jahat yg terpenting adalah keselamatan mama...ku mohon..selamatkan mama...

__ADS_1


...****************...


...Bersambung...


__ADS_2