
POV Elissa
Seiring berjalannya waktu situasipun mulai kembali normal dan leon juga sudah kembali menjadi ksatriaku.padahal aku sudah menyuruhnya untuk istirahat lebih lama tapi ia terus menolak.lalu soal masa depan yg ku lihat itu. meski aku takut akan hal itu tapi aku juga tak tau harus berbuat apa.
Dan hari ini....
''kakak akan pulang!'' seruku semangat
''ya. saya dengar tuan muda akan kembali hari ini'' balas leon
Akhirnya kakak pulang juga. Luka di tubuh kakak memang sudah sembuh tapi...
Kakak tetap tak bisa berjalan. Meski sudah melakukan terapi selama di sana nyatanya itu tak membuahkan hasil .
''nona ada apa?''tanya leon
''tidak bukan apa-apa'' balasku
''ah!.leon. kakak kan mau pulang. Aku ingin memberikannya sesuatu'' kataku semangat
''apa yg ingin anda berikan?''tanya leon sambil tersenyum lembut
''um...apa ya..''
''AH!... kue!. Aku mau bikin kue!'' seruku semangat
''kue?..hmph.. baiklah.akan saya bantu'' balas leon sambil tersenyum
Setelah itu kami pun pergi menuju dapur dan leon seakan sudah terbiasa dengan ini ia langsung menyiapkan semua bahan-bahan yg di perlukan. Tak sampai di situ saja saat mulai membuatnya pun leon mengambil alih semuanya
''leon luar biasa..apa leon selalu membuat kue?''tanyaku
''eh?..tidak juga''balas leon yg sedang mengaduk adonan
''begitu ya..tapi...'' ''KAN AKU YG MAU BUAT KUE KENAPA JADI LEON YG MELAKUKAN SEMUANYA!?'' seruku
''ah!... maafkan saya.. apa nona mau mengaduknya?''tanya leon sambil memberikan ku adonan yg sedang ia aduk tadi
'' tentu saja mau'' balasku sambil mengambil adonan tersebut dan mencoba mengaduknya seperti yg leon lakukan namun...
Kok agak susah ya?..
Perasaan leon tadi gampang banget kok di aku malah jadi susah gini?!.
Aku tak tau apa karena tenaga ku yg lemah atau bagaimana ,aku cukup kesulitan saat mengaduk adonan ini dan malah membuatnya berantakan
''aaakh~...kok susah?''kataku
''ahaha..biar saya bantu nona'' kata leon lalu meletakan kedua tangannya di atas tangan ku lalu membantuku mengaduk adonan ini
''huh~..kalau begini kan sama aja leon yg ngaduk'' kataku sambil bersandar di dadanya
''benar juga'' balas leon sambil tertawa kecil.
''pfft..yasudah lah''
Setelah itu kami berdua pun asik membuat kue.
***
''hei..bukannya sir leon menjadi tambah dekat dengan nona?'' ''benar juga. Tadi saja leon memeluk nona dari belakang'' jangan bilang rumor kalau nona itu tunangan sir leon itu benar apa adanya?'' ''tak tau. Tapi melihat mereka berdua bikin kue kayak lihat pasangan yg sedang so sweet...so sweetnya '' ''benar juga...nona juga terlihat mengemaskan..'' ''kyaaa!...kami di pihak kalian nona leon''
''ukh..kenapa tiba-tiba merinding ya?'' batin leon sambil memeganggi tengkuknya
( ya.... dan sekali lagi elissa berhasil membuat kesalah pahaman baru di kalangan pelayan dapur berkat ke romantisan nya dengan leon saat membuat kue -_- . semoga duke tak tau soal ini *pray)
***
POV Duke
Ukh...
''um?... tuan apa anda baik-baik saja?''tanya williyam begitu melihatku terus saja memenganggi kepalaku
'' ya, ku rasa aku hanya sedikit ke capean belakangan ini'' balasku
Tak boleh begini. Di situasi begini aku tak boleh sampai jatuh sakit.
''mau saya bawakan sesuatu tuan?''tawarnya
''bawakan aku minum saja.'' balasku setelah itu williyam pun pergi mengambilkan ku minum
__ADS_1
Ukh...kepalaku makin sakit..sebaiknya aku segera menyelesaikan ini dan istirahat
''ayah!~'' panggil elissa sambil berlari kearah ku
''oh?..elissa''
''um?..pfft... apa yg sedang kau lakukan?. Kenapa wajahmu kotor begini?''tanya ku sambil menyingkirkan tepung di wajahnya
''aku habis membuat kue dengan leon. Ayah mau coba?''tanyanya sambil menunjukan kue hasil karyanya
''kelihatannya enak. Biar ayah coba'' kataku lalu mengambil kue yg ia berikan dan mencobanya
''enak'' kataku yg kaget dengan rasanya
''benar kah?!'' tanyanya dengan mata berbinar-binar
''ya, ini sangat enak. Putriku pandai masak rupanya'' kataku sambil mengelus-elus kepalanya
''sebenarnya sebagian besar leon yang buat. Aku hanya mengikutinya saja'' katanya
''hmph.. kalau begitu..selanjutnya ayah menantikan masakanmu sendiri'' balasku sambil tersenyum lembut padanya
''iya!. Selanjutnya aku akan memasak kan makanan untuk ayah ''katanya semangat
'' ayah menantikannya''
''ngomong-ngomong kenapa membuat kue?''tanyaku
''karena kakak akan segera pulang. Aku ingin memberikannya kue saat kembali''balasnya
''begitu ya.'' ''benar juga. Harusnya ibumu sudah kembali dengan erwin saat ini'' kataku namun tak lama kemudian datang kabar kalau mereka sudah pulang
''baru di bicarakan''
''ayo temui mereka'' kataku sambil bangkit dari kursiku dan pergi menemui mereka
***
POV Elissa
''oh!.. elissa!'' sapa kakak begitu baru masuk ke dalam
''kakak!'' seruku lalu berlari kearahnya dan memeluknya erat. Kakak pun membalas pelukan ku dan beberapa kali mencium pipiku gemas
''ya!. aku pulang!'' balas kakak semangat
''kakak sudah sembuh?''tanyaku
''tentu saja. lihat aku sudah bugar '' balas kakak semangat
''syukurlah'' ''ah! benar juga''
''anu...kakak..aku membuat kue tadi. Kalau kakak mau..'' ucapku sambil memberikan kue buatanku tadi dengan malu-malu
''tentu saja aku mau'' balas kakak lalu mengambilnya dan memakannya . dan tak lama setelah itu...
*tes..*tes
Eh!?...kakak menangis?!
Se..sebentar..apa kueku begitu tak enak sampai kakak menangis?.tapi ayah bilang kuenya enak kok...
''elissa...'' panggil kakak
''ini enak banget..huwaaaa... aku tak pernah memakan kue seenak ini...kau membuatkan ku kue seenak ini.kakakmu ini terharu..'' kata kakak dengan mata yg sudah mengalir deras
e..eh~...
''huwaaa..aku senang...aku senang sekali...terima kasih..terima kasih banyak...aku mencintaimu elissa...huwaaaa..'' tanggis kakak sambil memelukku erat
a..ah~...syukur kakak menyukainya...ku kira ia tak suka tadi
''hee~..apa seenak itu?..ibu juga mau coba dong'' kata ibu sambil mencoba mengambil kue yg ku berikan pada kakak tadi namun. Kakak langsung menariknya
''tak boleh. Elissa memberikan ini khusus untukku hanya aku yg boleh makan'' kata kakak
''pelit!.''
''eli~..apa tak ada kue untuk ibumu ini?''tanya ibu dengan tatapan memelas ala anak kucing
''i..itu... itu sudah semua kue yg ku buat..tadi aku sudah memberikannya ke ayah jadi sudah tak ada lagi..''balasku yg jadi tak enak. Ibu pun langsung diam membantu lalu menatap ayah dengan tatapan super tajam
__ADS_1
'' jangan melirikku begitu. Aku tak punya kuenya lagi'' balas ayah sambil mengalihkan pandangaannya
''KALIAN SEMUA JAHAT!.'' ''kenapa kalian melakukan ini padaku!?''seru ibu
Um..selanjutnya aku akan minta leon membantuku membuat lebih banyak kue..
***
Setelah perdebatan kecil di depan pintu tadi selesai aku pun mengantar kakak menuju kamarnya tapi...ada satu hal yg dari tadi menarik perhatiian ku..
''um?...nona..kenapa anda menatap saya begitu?''tanya seorang pelayan yg sedang mendorong kakak dengan benda apapun namanya itu..
''ini apa?''tanya ku sambil memenunjuk kursi yg sedang kakak duduki sejak tadi. Kursi itu memiliki roda dan akan bergerak begitu di dorong.kelihatannya seperti gerobak kecil.
''um?..elissa tak tau kursi roda?''tanya kakak
''kursi roda?''
''benar..kursi roda. Aku kan tak bisa jalan. Jadi mau tak mau aku harus mengunakan ini untuk berpergian'' jelas kakak
Woah...kelihatannya menyenangkan sekali untuk didorong
''um... kau bisa pergi. Selanjutnya aku bisa sendiri''kata kakak pada pelayan yg mendorong kursi roda tersebut. Pelayan itu pun membungkuk lalu pergi meninggalkan kami
''kau mau mendorongku?''tawar kakak sambil melirikku
''boleh kah!?''tanyaku semangat
''ahahaha..ternyata kau memang mau melakukannya ya dari tadi. Boleh saja kok''kata kakak yg ku balas dengan anggukan semangat lalu memegang gagang kursi roda tersebut
''oh!...mirip dengan mendorong gerobak'' kataku begitu mendorongnya perlahan
''ahahaha..kok gerobak sih'' tawa kakak
''kakak boleh kita jalan-jalan sebentar?''tanyaku
''tentu saja.ayo jalan-jalan''
''baik!''seruku lalu mendorong kursi roda kakak dan membawanya jalan-jalan, seiring berjalannya waktu kakak memintaku mendorongnya lebih cepat jadi aku pun menurutinya dan mulai mendorong nya lebih cepat. Kami pun cukup bersenang-senang dengan kegiatan sederhana ini sampai...
''WOI!.. kalian sedang apa!?'' seru suara yg taak asing bagiku mendengar itu aku yg tadinya sedang berlari pun langsung ngerem mendadak dan akibatnya...
''HUWAAA!...'' *GUBRAAK!..
''kakak! '' ''erwin!''
Yaps karena berhenti mendadak kakak pun jatuh dari kursi roda dan itu membuatku kaget sekaligus merasa bersalah
''kakak...kakak tak apa?''tanyaku
''erwin.. kau baik-baik saja?''tanya putra mahkota sambil berlari kearah kami
''aw..aw... iya aku tak apa'' balas kakak
''apa yg kau lakukan sih sampai jatuh begini'' kata putra mahkota sambil membantu kakak kembali ke kursi roda
''itu kan salah mu. kenapa tiba-tiba berteriak. Elissa kan jadi kaget'' marah kaka
''kok jadi aku yg salah?. Siapa suruh bawa kursi roda lari-larian'' balas putra mahkota
''Tak masalah. Elissa dan aku senang melakukannya. Jangan melarang kami'' balas kakak tak mau kalah
''huh~...yasudahlah. tak akan ada habisnya kalau aku berdebat dengan kalian disini'' kata putra mahkota sambil menghela nafas berat
''kakak..maaf'' kataku menyesal
''tak apa. Jangan di pikirkan'' balas kakak sambil tersenyum
''kalau ada yg harus di salah kan itu eric karena sudah membuatmu kaget'' sambung kakak sambil melirik putra mahkota
''iya..iya..aku yg salah. Puas?''
''sangat'' balas kakak yg membuat kerutan di wajah putra mahkota
'' jadi?..ada urusan apa kau kemari?. Bukan kangen pada ku kan?'' ledek kakak
''bukan,aku kangen adikmu bukan dirimu'' balas putra mahkota yg membuat kakak diam mematung
Eh?...putra mahkota..kangen padaku?..
...****************...
__ADS_1
...Bersambung...