
POV Erwin
''wajah sebelah kiri rara itu hancur''
Tak bisa di percaya... memang benar aku tak bisa melihat wajanya sebelah kiri karena tertutup poni .tapi meski begitu kalau di lihat sekilas dia benar-benar seperti cowo-cowo cool.. siapa sangka di balik itu ada wajah yang..ah~..tidak aku tak boleh berfikir terlalu jauh
''Lagi pula memang ada pria yg mau dengan ku?''
Ternyata itu artinya. Awalnya ku pikir karena wajahnya yg mirip laki-laki ternyata ada alasan lainya.
''yah..meski begitu kalau saja sikapnya lebih lembut pasti akan ada yg suka dengannya''kataku sambil berkeliling rumah ini mengunakan kursi roda
*PLAK! . baru saja aku bilang begitu tiba-tiba sebuah benda melayang dan mengenai kepalaku kembali
''sa..sakit'' ''siapa sih!?''seruku sambil menoleh kebelakang dengan wajah geram dan betapa kagetnya aku saat melihat siapa itu
''barusan kau ngomong buruk tentang ku kan?''kata rara dengan wajah kesal
''kau ini bisa berhenti melempari barang ke kepalaku?!.sekali lagi kau lakukan itu .akan ku balas kau!''seruku kesal
''huwaa..berani main tangan sama cewe anda ya''ledeknya sambil berjalan mendekatiku
''???..kau sebut dirimu cewe?...bagiku kau mirip gorila''kataku sambil mengalihkan pandangan ku dan..
*grep!.. '' barusan kau bilang apa sialan!?''tanyanya sambil mencekikku yg jelas membuatku kesulitan bernafas
''ah!..rara kau sudah pu..'' ''AAAAKH!..RARA APA YG KAU LAKUKAN. DIA BISA MATI!'' seru luis histeris setelah itu rara pun langsung melepaskan ku dan berkat itu aku masih bisa bernafas
''huk!..huk!..astaga..kau benar-benar mau membunuhku''kataku
''tu.tuan erwin anda baik-baik saja?.''tanya luis yg langsung berlari menghampiriku
'' rara apa yg barusan kau lakukan?!. Apa kau mau melakukan pembunuhan di rumah ini?.kalau tempat ini menjadi angker gimana!?''
''ITU YG KAU CEMASKAN!?''
''ahaha..saya hanya bercanda. Kalau anda mati kami kan bisa jadi buronan itu akan lebih merepotkan''balas luis
''astaga ternyata lebih parah lagi''kataku
Huh~..ku pikir dia mencemaskan ku rupanya dia hanya mencemaskan dirinya sendiri
''ngomong-ngomong. Kenapa kau sudah pulang?. Biasanya kau akan pulang saat sudah larut''kata luis
''ah~... itu.akan datang badai sebentar lagi itu sebabnya aku kembali lebih awal''balas rara
''badai?..gawat..kalau begitu aku harus segera mengangkat jemuran. Rara tutup semua pintu dan jendela'' kata luis
''apa badainya besar?''tanyaku
''kurasa. Soalnya sikap kiki (burung hantu). Lebih was-was dari biasanya''balas rara
''ini adalah negri di atas gunung. Sekalinya datang badai pasti itu akan jadi badai yg besar. mungkin akan ada angin ****** beliung nanti. Jadi sebaiknnya kita bersiap'' jelas luis
''begitu ya. kalau begitu biar ku bantu kalian'' kataku lalu mencoba membantu mereka menyiapkan diri untuk badai
Setelah selesai kami pun berkumpul di ruang utama.
''huwaaa.. awannya benar-benar hitam pekat''kata rara lalu menutup jendela yg ada di ruang utama
''kelihatanya ini akan menjadi badai yg ganas ya''kata luis
''loh?..rara kau sudah kembali?''kata dokter rei yg baru keluar dari ruang kerjanya
''iya. Akan ada badai di luar itu sebabnya aku kembali lebih awal'' balas rara
''begitu ya. kalau begitu pasti barang yg kau dapat tak begitu banyak ya''kata dokter tersebut sambil mengambil segelas air
''begitulah...hari ini aku hanya menemukan 3 barang dari daftar menu''balas rara
''begitu ya..yah..mau bagaimana lagi. toh badai sini itu sangat berbahaya''kata dokter rei sambil meminum air
''ngomong-ngomong dokter. Dimana ibuku?''tanyaku yg langsung membuatnya menyemburkan minumannya
''dia masih belum kembali?''tanya dokter rei sambil mengelap mulut
''eh?...memang ibu kemana?''tanyaku
__ADS_1
''dia bilang ingin membantu rara menemukan barang-barang yg ku perlukan jadi aku mengirimnya''kata dokter rei sambil mengalihkan pandangannya
''ka..kalau dia pintar dia pasti akan kembali sebentar lagi mengingat akan ada badai''sambungnya yg membuat suasana hening seketika
''haruskah kita mencarinya?''kata dokter rei yg rupanya tak yakin ibu akan kembali
''yah..yg kita bicarakan ibuku sih. pasti akan baik-baik saja''kataku
Habisnya ibukan sudah pernah pergi ke tempat-tempat berbahaya kalau hanya menghadapi badai harusnya itu masalah kecil baginya
''begitu ya.'' katanya lalu terdiam sesaat dan
...........'' sepertinya aku memang harus pergi mencarinya!" seru dokter rei lalu mengambil jaket dan payung
Dia benar-benar mencemaskan ibu ya...aku sendiri yg anaknya tak begitu cemas. Soalnya aku tau badai tak akan bisa mengores ibuku
''aku juga akan pergi mencarinya''kata luis
''eh!?..kakak di rumah saja. biar aku yg pergi dengan dokter'' kata rara
''tak apa.rara kan baru sampai. Istirahat saja. aku akan segera kembali''balas luis sambil tersenyum
''tapi...''
''tak apa. Aku akan selalu berada dekat dokter. Rara tunggu sini bersama tuan erwin ya''kata luis ambil menepuk pundak adiknya lalu pergi bersama dokter rei mencari ibu
''kakak..hati-hati''kata rara yg terlihat begitu cemas melepas kepergian kakaknya
''kau terlalu cemas. Pasti tak akan terjadi hal buruk''kataku dengan santainya
''bukannya kau yg terlalu santai?.ibumu bisa dalam bahaya loh''kata rara sambil menatapku kesal
''kalian bilang begitu karena tak kenal ibuku. Badai tak mungkin bisa membunuhnya percaya padaku''kata ku percaya diri
''dari pada itu apa kau bisa masak?. Aku lapar'' tanyaku
*plak! '' AKU BUKAN PEMBANTUMU!'' serunya sambil lagi-lagi melempariku barang
''kau ini..dapat barang-barang itu dari mana sih?''tanyaku sambil memeganggi keningku
Astaga lama-lama di tempat ini kayaknya aku bakal kena gagar otak deh
''hee~..aku kan tamu..tamu itu raja''kataku
''dan pemilik rumah adalah dewa'' balasnya yg membuatku diam sesaat
''memang ini rumah mu?. bukannya rumah nya dokter?''kataku
''BACOT!''
''huh~.. jangan bilang kau tak bisa masak makanya nolak ya''ledekku yg membuatnya terdiam seribu bahasa
''eh?. Serius!?''seruku
''BERISIK!. AKU BISA MASAK TAU!'' serunya
''huwaaa..reaksi ini..pfft..ternyata benar tak bisa masak''kataku yg mencoba menahan tawa. Wajah rara pun terlihat memerah padam
''ugh!.. aku bisa masak !. Lihat saja!'' serunya lalu pergi ke dapur dengan tampang emosi
''hee.. jangan memaksakan diri nanti malah terjadi kebakaran loh''ledekku yg di balas tatapan sinis olehnya
''lihat saja. akan ku buat kau memohon-mohon padaku nanti''katanya lalu pergi menyiapkan masakannya dan asal tau saja harusnya aku tak memaksanya memasak tadi
***
...........................
''apa yg kau lihat cepat di makan,bukannya katanya kau lapar?''katanya sambil menatapku dengan tatapan ingin membunuh
''kau..mau membunuhku ya?''tanya ku sambil menatap makanannya yg terlihat seperti yah.moster apapun ini
''apa yg kau bicarakan. Cepat makan sebelum dingin!''serunya
''MANA MUNGKIN AKU BISA MAKAN INI!'' serku
''makan saja sudah!. Ini makanan yg ku buat dengan penuh cinta dan kasih sayang''katanya sambil tersenyum
__ADS_1
''tidak..tidak..tidak... aku yakin ini di buat dengan penuh amarah dan rasa dendam lalu di bumbui hasrat ingin membunuh''kataku
''ck.. sudah cepat makan saja sialan!''serunya sambil menyodorkan sendok ke mulutku
''tak mau!. aku bisa langsung mati kalau memakannya'' tolakku sambil berusaha menjauhkan sendok itu dari ku
''makan atau kau akan mati disini sialan''katanya sambil menatapku super tajam
''bagiku kalau makan ini pun aku akan langsung mati disini!''
'' jadi kau benar-benar tak mau memakannya ya''katanya sambil menatapku tajam
''demi keselamatan jiwa dan ragaku aku menolak memakannya''balasku serius
''hiks..padahal kau yg minta..dan sekarang sudah ku buatkan kau malah tak mau memakannya..hiks.. aku jadi sakit hati''katanya sambil meneteskan air mata(buaya)
.........'' asal kau tau saja tangisan mu itu tak ada imut-imutnya.itu bahkan tak membuatku iba''kataku sambil menatapnya datar
''yah..kalau kakakmu mungkin akan sedikit bekerja.tapi kau tak sama sekali''kataku sambil mengalihkan pandangan ku
*grep! '' kurasa aku harus mengunakan kekerasan padamu ya''katanya sambil menarik kerah bajuku dan menatapku dengan tatapan membunuh
seram...cewe ini benar-benar mau membunuhku ya?...
''kalau begitu begini saja. kau yg coba dulu baru aku. Setelah kau coba sesendok aku janji aku akan menghabiskan semuanya''kataku
Nah..bagaimana?.apa kau berani menerimanya. Lagi pula dimana-mana yg masak dong yg harusnya makan di awal
''hoo~..baiklah. ku pegang kata-katamu'' katanya lalu mengambil sesendok dan menatapnya lekat-lekat
Dan saat ia melihat itu raut wajah langsung berubah menjadi ragu. Yah ..setidaknya dia sadar kalau masakan ini memang tak pantas untuk dimakan.
''ada apa?..cepat dimakan''ledekku sambil tersenyum melihatnya
''ugh!..berisik ini juga mau di coba''katanya
Hmph..mana mungkin dia berani. Siapapun yg melihat ini pasti akan menjadi ragu untuk memakannya. Orang ini gak pantas dimakan kok
'' sudah cukup..kau tak perlu memaksakan diri.akui saja kalau ini memang tak pantas di ma_''
*hup!.. belum sempat aku selesai ngomong rara malah benar-benar memakannya dan kini wajahnya menjadi menghijau karena menahan mual dan tentu saja itu jelas itu membuatku syok parah
''RA..RARA.. MUNTAHKAN!.MUNTAHKAN!. TAK PERLU DI PAKSAKAN!''seruku yg jadi takut ia akan mati setelah memakanan itu
''OK AKU KALAH..SEKARANG MUNTAHKAN ITU!'' seruku namun bukannya di muntahkan ia malah benar-benar menelannya
A__
''nah...se..karang giliran mu~..'' *BRUK! Katanya lalu jatuh pingsan
''RARA!!"
Yaampun..aku baru saja membunuh anak orang. Lagian ni cewe nekat banget.
Sekarang aku harus bagaimana?.
''ERIC! TOLONG AKU!''
***
POV Eric
!?.... um?...rasanya seperti ada yg memanggilku tadi.
''Apa hanya perasaan ku saja?''pikirku lalu kembali memeriksa dokuen yg ada di mejaku
*tok!..*tok!..*tok..''yang mulia.permisi Anda mendapatkan sebuah surat''kata salah seorang pelayan
''um?..dari siapa?''tanyaku
''itu...dari yang mulia tuan putri marcella''
!!?.. marcella!?. Mendengar itu pun aku langsung mengambil surat itu dan betapa kagetnya aku saat membaca kalau ternyata ini...
''surat panggilan.di tambah lagi ada cap keluarga kaisar disini.
''siapkan kereta kuda dan baju terbaik. Aku akan menghadap tuan putri sekarang.''
__ADS_1
...****************...
...NEXT...