
Mereka memang sangat mirip,tidak mereka terlalu mirip. Postur tubuh, wajah,bahkan suaranya hampir mirip dengan ayah.kalau begini jelas akan susah membedakan mereka..
''ayah..kalau ayah punya saudari kembar kenapa tak beritahu kami sejak awal?''tanyaku
''ah..tadinya ayah mau mengenalkannya secara langsung tapi...seperti yg kalian lihat tadi,dia langsung kabur . ''
''huh~..ayah rasa dia masih mau main petak umpet dengan ayah, ayah akan mencarinya dulu'' kata ayah
petak umpet?..jadi dia kabur karena sedang main dengan ayah?...
''a..anu..tuan duke..soal yg tadi...''kata luz yg terlihat takut
''ah~..jangan di pikirkan, kau melakukannya untuk melindungi elissa kan?..aku mengerti''balas ayah sambil tersenyum lembut lalu mengusap kepala luz
''ada apa?, dan juga...kenapa kalian pakaian kalian berantakan begitu?''tanyaku yg baru menjadari kalau pakaian mereka cukup berantakan..
''ahahaha..tak ada apa-apa sayang'' balas ayah sambil tersenyum
''baiklah,ayah harus pergi sekarang, kalian kembali lah kekamar'' kata ayah
''baiklah yah''balasku setelah itu ayah pun tersenyum dan pergi mengejar kembarannya
''hah!~...parah banget gila!''seru luz setelah ayah pergi
''aku tak percaya aku benar-benar menyerang tuan duke tadi..''sambungnya lalu terduduk lemas
Eh!?..luz menyerang ayah!?...yah..rencana awalnya emang begitu ya tadi,kalau saja kami tak salah target..
''sudah..sudah..ayah juga tak mempermasalahkannya jadi tenang saja''kata ku yg mencoba menghiburnya
''meski begitu..,perpustakaan sekarang benar-benar berantakan gara-gara aku.aku akan membereskannya dulu baru kembali ''kata luz dengan lemasnya
''akanku bantu''
''tidak perlu kau kembali saja ke kamar''
''tidak mau, 2 orang kan lebih baik dari satu''balasku sambil menggenggam tangannya lalu menariknya menuju ruangan tadi dan begitu kami tiba di sana
......... ''luz..kau menyerang ayah dengan sangat serius ya..''kata ku begitu melihat perpustakaan yg benar-benar berantakan parah
Syukurlah ayah tak terluka,eh!..sebentar...kalau serangan yg sampai begini saja ayah tak terluka bearti ayahku memang hebat banget ya...
Luz pun langsung memberesan tempat ini dan memperbaiki rak buku yg rusak dengan sihirnya, aku pun mulai membantunya dengan mengumpulkan buku-buku yg berserahkan.
Tapi..luz luz juga hebat bisa melakukan serangan seperti ini,pasti kemampuannya meningkat hari demi hari,kalau begini mungkin saja mimpinya menjadi penyihir agung bisa terwujud.
''huh~...aku benar-benar ceroboh''kata luz sambil menghela nafas berat
Ahaha..dia masih saja memikirkannya ya...
''tapi..kembaran tuan duke sama sekali tak terlihat seperti wanita . apa dia beneran wanita?''tanya luz
''benar kok'' balasku yg langsung membuatnya menoleh kearah ku
''meski pun terlihat tipis tapi badan nya lebih kecil dari ayah, tangannya juga. Ah!. Kalau kau dengar baik-baik suaranya juga lebih tinggi dari ayah''sambungku
''dalam waktu singkat kau sudah menemukan perbedaan mereka ya, luar biasa'' balas luz kagum
''tapi...kalau saja dadanya lebih besar mungkin dia akan lebih terlihat seperti wanita ya'' sambungku
''ELISSA! KAU TAK BOLEH BEGITU!, ITU PENGHINAAN NAMANYA!'' seru luz yg langsung syok
''e..eh?..benar kah?...maaf..''kataku sambil menutup mulutku dengan kedua tangan ku
''benar sekali, itu benar-benar penginaan bagi ku tau''
__ADS_1
Mendengar hal itu kami pun langsung menoleh kesumber suara dan di buat syok parah
''HANTU!'' '' kembaran ayah'' kata kami kompak
''woi...bocah..siapa yg kau panggil hantu barusan''katanya sambil mengepalkan tangannya
''ups...maaf..aku kelepasan''kata luz sambil menutup mulutnya
''huh~...sudahlah...'' ngomong-ngomong ini semua ulah mu?''tanyanya yg langsung membuat luz tersentak
''luar biasa~...kau sangat kuat ya, kalau di ingat lagi tadi tendangan mu juga luar biasa,pinggangku masih sakit sampai sekarang''sambungnya sambil berjalan mendekat
''ma...maaf...saya tak tau kalau anda saudari tuan duke, saya pikir anda hantu''kata luz yg langsung mati kutu
''memang hantu bisa di tendang apa?''tanyanya lagi sambil menyentil kening luz
''maaf..'' kata luz sambil memeganggi keningnya
Wah...sudah kuduga mereka mirip sekali...kalau begini sih memang sulit membedakan mereka kalau hanya sekilas
''ngomong-ngomong kau putri lean yg baru itu?''tanyanya sambil melirikku
Eh!?... ah! .. ''iya, aku elissa shuya everon,senang bertemu dengan anda''
''begitu ya..lalu kalau kau siapa?''tanyanya sambil melirik luz
''saya luz, eto...soal yg tadi...saya benar-benar minta maaf'' kata luz yg terlihat tak enak
''sudah jangan di pikirkan, sudah berlalu ini..''
''lalu biar ku bantu kalian membereskan ini.lebih banyak orang lebih baik bukan?''katanya sambil memungut beberapa buku
''eh!?...tak perlu repot-repot. Dan lagi bukannya anda sedang main petak umpet dengan tuan?.sebaiknya anda bersembunyi saja'' kata luz
''benar juga. Kalian sedang main petak umpet bukan?. Kalau begitu lebih baik anda bersembunyi sekarang''timpalku
''huh?....SIAPA JUGA YG MAIN PETAK UMPET!'' serunya yg tiba-tiba kesal
e..eh?...apa kami salah?...tapi ayah bilang...
''ah~..lean bego..bisa-bisanya dia mengira aku ngajak main petak umpet. Padahal jelas-jelas aku sedang menghindarinya..dasar adik bodoh''katanya dengan wajah kesal
Eh?...menghindari ayah?..
''huh~..dia benar-benar tak berubah ya..membuatku kesal saja''sambungnya
''kenapa anda menghindari ayah?...apa kalian bertengkar?''tanyaku
''um?..di bilang bertengkar juga gak sih, tapi... aku tak menyukainya'' balasnya yg membuat kami tersentak
''eh?...tak menyukai?...kenapa?..kalian kan saudara terlebih anak kembar''kata luz tak paham
''hmph....kembar kah...'' ''asal kalian tau saja... kami itu kembar tak sempurna''
''hah?''
******
POV Liana de everon
Anak kembar... hmph.. hanya karena kami lahir di waktu yg hampir bersamaan dan wajah kami mirip banyak orang yg menganggap kami ini sama.tapi kenyataannya tak seperti itu...
Untuk kebanyakan anak kembar mungkin mereka memiliki banyak kesamaan selain wajah tapi kami tidak. kami terlalu banyak perbedaan.
Memang perbedaan terdengar bagus ,karena dengan begitu kami bisa menjadi diri kami sendiri, hanya saja..terlalu banyak perbedaan terkadang tak bagus juga.
__ADS_1
Apa yg ku suka pasti lean benci dan apa yg lean suka pasti ku benci, selalu seperti itu.tak hanya itu saja bakat kami pun berbeda jauh. Di banding aku lean jauh lebih unggul dalam segala hal. Bahkan terlalu unggul hingga membuatku merasa tertinggal
Meski aku kakaknya tapi dia jauh lebih hebat dariku. Orang-orang pun mulai menganggap ku sebagai pembuang sial bagi lean. Kehadiran ku hanya bagaikan bayangan untuk lean.
Hingga suatu hari....
*srak...*srak...
''eh?...lean?..kau sedang apa?''tanyaku saat hendak memasuki kamar
''ah..lian...bukan apa-apa..aku hanya memotong rambutku sedikit'' ''ku rasa rambutku sudah terlalu panjang.'' ''ahaha.. laki-laki kan tak cocok dengan rambut panjang'' ''tapi lian kan wanita ,rambut panjang pasti cocok untukmu''sambungnya sambil tersenyum lembut
Meski ku tau tak ada maksud tersembunyi dari perkataannya itu tapi saat itu aku berfikir lean mulai menjauh dariku. Padahal kami kembar tapi ia ingin menambah perbedaan dari kami. Satu-satunya yg sama hanya wajah kami, kalau dia memotong rambut itu artinya kami makin terlihat berbeda.dan jarak di antara kami seakan semakin lebar. itulah membuatku kesal.
Aku benci dengan perbedaan...aku tak mau kami berbeda.aku mau kami selalu sama karena kami adalah kembar...
***
Pada akhirnya aku pun ikut memotong rambutku dan mulai berpakaian seperti laki-laki. Awalnya semua orang suka dengan penampilan ku ini karena mengganggap ku lebih cocok memakai celana di banding memakai gaun. Aku pun mulai menyukainya dan mulai bersikap layaknya laki-laki namun ternyata dari segitu banya orang lean lah yg paling tak menyukai perubahan ku ini.
''apa yg sedang kau lakukan lian?. Kenapa kau berpakaian seperti itu?,kau bahkan memotong rambutmu juga....'' ''kau itu perempuan loh.''
''memang kenapa?.kan tak ada larangan wanita memakai celana''balasku
''dan ya rambut pendek ternyata jauh lebih menyejukkan dan lebih simple .jadi tak masalah kan?,aku juga menyukainya''sambungku
...''huh~...baik lah..tapi...apa kau sadar kalau kau juga mulai meniruku lian?''katanya yg langsung membuatku tersentak
'' lian...belakangan ini ku lihat kau mulai berprilaku sepertiku,kau bahkan memakan makanan yg harusnya tak kau sukai seakan-akan kau mencoba menjadi diriku''sambungnya
..... ''hmph..memangnya tak boleh kalau aku menjadi dirimu?.kita kan kembar, wajar dong kalau kita selalu sama'' balasku
''ukh!.. TENTU SAJA TAK BOLEH!'' bentaknya yg langsung membuatku tersentak kaget
''lian adalah lian, lian tak akan bisa menjadi sepertiku dan itu juga tak boleh'' sambungnya
Mendengar hal itu hati ku terasa hancur berkeping-keping. Aku merasa lean benar-benar menolakku saat itu dan itu membuatku sakit hati
*puk.. ''lian...dengarkan ak...''
*pats!... ''EMANG APA SALAHNYA!?.KITA KAN KEMBAR!'' potongku sambil menepis tangannya
''hanya karena kita kembar bukan bearti kau boleh menjadi diriku''balas lean yg membuat ku ingin menangis
'' lian..kau harus mencintai dirimu sendiri'' sambungnya
Mencintai diri sendiri katanya?..ahaha..jangan buat aku tertawa..
''kenapa aku harus mencintai diriku sendiri?.toh gak ada yg bisa ku bangkakan pada diriku ini'' kataku dengan air mata yg mulai berjatuhan
''lean mah enak,lean kan selalu sempurna dalam banyak hal, maka dari itu lean tak masalah tapi aku tak begitu!. Aku...aku juga mau seperti itu. Maka dari itu apa salahnya kalau aku menjadi sepertimu?,kan tak ada ruginya juga untukmu'' jelasku sambil mencoba menghapus air mataku
'' lian...kalau begitu kau sama sekali tak menghargai dirimu sendiri. Kita memang kembar tapi bukan bearti kita harus selalu sama. Perbedaan kita kan untuk menutupi kekurangan satu sama lain'' balasnya lalu tersenyum lembut
Huh?..ahaha..begitu ya...
''bearti kau juga menganggap aku pembuang sial bagimu kan?'' kataku sambil tertawa kecil
'' Apa!?..tidak!, aku sama sekali ta...''
''sudah cukup, aku sudah paham sekarang'' ''ternyata benar kata mereka kita ini memang kembar yg tak sempurna'' potongku sambil tersenyum kecil lalu pergi meninggalkannya.
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1