
Putra ku sudah hilang entah kemana tak ada siapapun di sana kecuali tempat tidur yg kosong melompong. Menyadari ada yg tak beres aku pun langsung berlari mencari dokter yg bertugas di klinik ini. Ya ini memang bukan rumah sakit melainkan klinik kecil di sudut kota.
Aku pun mencari keberadaan dokter itu ke seluruh ruangan namun tak menemukannya juga. Karena situasi yg makin tak beres aku pun langsung berlari keluar dan mencoba mencari luz di luar
''LUZ!'' " LUZ KAU DIMANA!'' teriakku
Astaga luz ,kemana dia pergi?..
''hmph... ternyata kau kejebak juga'' kata suara tak asing yg berada tepat di belakangku , aku pun langsung menoleh kebelakang dan benar saja ia pencopet tadi
''apa maksudmu?''tanyaku geram
'' hpmh...apa kau tau?..tempat ini sebenarnya bukan lah sebuah klinik, melainkan tempat jual beli organ manusia'' katanya sambil tersenyum.
''Tempat ini sebenarnya bukan lah sebuah klinik, melainkan tempat jual beli organ manusia''
''sudah banyak korban di tempat ini. Dan ya...tak satupun dari mereka yg kembali dengan organ yg lengkap'' jelasnya yg tentu membuatku semakin cemas sekaligus kesal
*GREP!... '' kau!.. dimana putra ku sekarang!?'' seruku sambil menarik kerah bajunya
''kenapa kau bertanya padaku?. Mana ku tau dia dimana''
''hmph..tapi...mungkin putra mu sudah menjadi mayat di suatu tempat'' sambungnya sambil tersenyum
*PLAK!... '' beraninya kau bicara seperti itu. Putra ku tak mungkin sudah mati'' kataku setelah menamparnya dengan begitu kencang
''ahaha..kan ku bilang mungkin..aku tak bilang putra mu benar-benar sudah mati''
'' seperti yg ku bilang sebelumnya, kota ini sudah mati. Tak heran kalau ada jual beli organ manusia di tempat ini'' katanya sambil mencoba bangkit
Luz....gawat aku harus segera menemukannya
''... tapi sepertinya masih belum terlambat untuk menemukan putramu'' katanya yg membuatku tersentak
'' aku tau beberapa pasar gelap di disini. Akan ku antar kau kesana'' sambungnya
''kenapa aku harus percaya padamu?''balasku
''aku ini pencopet , bukan pengemis, aku mendapatkan uang dari usaha bukan meminta. Aku tak mau menerima uang kalau bukan dari usahaku sendiri'' katanya sambil menunjukkan uang yg ku berikan padanya tadi
''hmph... meski caranya salah bicara mu boleh juga'' balasku
''baiklah, bawa aku ke tempat putraku'' sambungku yg di balas senyuman olehnya
***
__ADS_1
Anak laki-laki itu pun menuntunku menuju sebuah tempat terbengkalai. Di lihat sekali pun jelas ini tempat yg di tinggalkan.
Setelah membawaku cukup jauh memasuki ruangan ia membuka sebuah papan kayu yg di belakangnya terdapat sebuah ruang rahasia.
Aku pun berniat masuk lebih dalam namun langkahku langsung di halangi olehnya
''tunggu dulu'' '' apa kau mau masuk dengan tangan kosong?''tanyanya sambil mencegatku
''benar''
''KAU GILA!?'' '' di bawah sana pasti ada banyak orang -orang berbahaya dengan senjata, kau mau melawan mereka dengan apa?''tanyanya
''um?...apa kau baru saja mengkhawatirkan ku?..''
''tentu saja!. asal kau tau, nyawaku juga bergantung padamu'' balasnya
''hoo~..begitu ya.'' ''mendengarkan kau bicara begitu bearti ini bukan jebakan yg kau buat ya'' kataku sambil melihat ruang rahasia tersebut
''tentu saja bukan. Kenapa kau malah mencurigaiku?. '' ''aku kan sudah bilang aku murni membantumu karena kau sudah membayarku sebelumnya'' sambungnya
''begini -gini aku tau diri juga'' katanya sambil memalingkan wajahnya
''hmph. Senang mendengarnya.'' ''baiklah, setelah aku menemukan putra ku , kehidupanmu akan ku jamin seumur hidup'' kataku yg membuatnya tersentak
''karena itu tolong jangan menghianatiku, atau kau akan dapat karmanya'' kataku sambil berjalan memasuki ruangan tersebut
''tu..tunggu dulu!..'' ''ku bilang tunggu!'' katanya sambil menahan tangan ku
''sudah ku bilang berbahaya turun kesana tanpa senjata''
''kalau senjata dimana pun ada, meski tak terlihat sekalipun'' balasku yg membuatnya semakin tak paham
''kalau kau takut kau tak perlu ikut turun, aku bisa mencarinya sendiri. Terima kasih sudah pengantarku hingga kemari'' kataku yg berniat meninggalkannya
....''tu..tunggu aku akan tetap ikut'' katanya lalu mengikutiku
Pada akhirnya kami pun turun kesana bawah sana.
Meski atasnya terlihat terbengkalai namun bawahnya ternyata cukup memukau.bisa di bilang ini benar-benar berbeda jauh dan sesuai untuk standar para bangsawan
'' apa pintu masuk kita tadi itu bukan jalan utama?''tanyaku
''tentu saja. itu hanya jalan tikus yg tak sengaja ku temukan'' balasnya
Hm..boleh juga bocah ini
__ADS_1
''ini tempat untuk para tamu , kalau untuk barang yg di jualkan pasti ada di bawah sana'' katanya lalu membimbingku ke tempat yg ia maksud,aku pun mengikutinya meski cukup curiga padanya
''kelihatannya ada beberapa kerusakan disini'' kataku sambil memperhatikan sekitar ku
''benar, belum lama ini tempat ini di serang orang asing dan di serahkan ke pihak kekaisaran meski begitu entah kenapa tempat ini pada akhirnya di buka kembali'' jelasnya
''kau tau banyak ya'' kataku yg membuatnya terdiam sesaat
Um?...kenapa dia malah diam?..
''dulu aku di perbudak disini'' katanya yg jelas membuatku kaget
'' tapi aku berhasil kabur berkat orang asing yg mengacak-acak tempat ini. Siapa sangka aku akan kembali kesini lagi'' jelasnya sambil tertawa kecil
'' jadi kau seorang budak'' kata ku yg menjadi iba padanya
''apa pentingnya itu bagimu?.'' ''itu. Di sana tempat para budak dan pengambilan organ tubuh biasanya berada, putra mu mungkin ada di sana'' katanya sambil menunjuk sebuah lorong yg mengarah kebawa
'' sebaiknya kau cepat. Tempat ini akan segera di buka saat matahari mulai terbenam. Dan di saat itu akan sulit untuk keluar dari sini karena penjagaannya yg semakin ketat'' jelasnya
'' aku akan berjaga disini. Lagi pula aku tak mau masuk kesana lagi'' sambungnya sambil memalingkan wajahnya
''hmph.. terima kasih. Aku akan segera kembali'' balasku lalu pergi mencari luz disana
***
Setelah ku terlusuri lorong tersebut aku sampai di ruang tahanan. Memang ada beberapa orang yg sepertinya siap di perjual belikan. Tapi anehnya tak ada satupun penjaga disini. Dan dari orang-orang tersebut aku sama sekali tak menemukan luz disana
*grep!... !!? eh?..
Tiba-tiba saja ada seseorang yg menahan kaki ku jelas ini membuatku terkejut dan langsung melihat kearahnya. Dan rupanya itu seorang gadis kecil yg sudah berlinangan air mata dengan luka di sekujur tubuh
''tuan..tolong keluarkan aku dari sini...aku ingin pulang'' ''aku ingin bertemu mama''tanggisnya yg membuat hati ku pilu
'' aku juga ingin pulang!.. keluarkan aku dari sini!'' ''aku juga!'' ''tuan tolong keluarkan aku dari sini!'' ''aku ingin bertemu keluargaku lagi!'' ''tuan..!'' ''tuan!''
Dalam seketika saja para budak itu langsung ramai dan ini membuatku cukup cemas karena keributan mereka bisa saja mengundang para penjaga kemari
''sst!... semuanya tolong tenang'' kataku yg tak di dengarkan oleh mereka dan malah semakin ribut...
Bagaimana ini... kalau begini terus aku bisa ketahuan..
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1