Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 229


__ADS_3

*Krek... saat aku sedang mendengarkan ocehan gadis ini tiba-tiba saja pintu terbuka dan beberapa orang yg menangkap kami datang lalu membuka pintu jeruji besi ini


''keluar'' ucapnya sambil menarik rataiku dan juga gadis itu.


Aku pun tak melawan dan mengukuti perintahnya begitu pun gadis itu yg nampak lebih tenang.jujur aku sempat terkejut dengan ketenangannya ini.tadinya ku pikir ia akan langsung mengamuk.


Setelah itu orang-orang tadi pun mengiring kami keluar dan sepertinya hendak membawa kami kesuatu tempat . selama perjalanan pun pandanganku tak pernah lengah.ku terus perhatikan sekelilingku guna mencari celah untuk kabur hingga


*BUAAAKH!


!!?


''apa yg kau..." BUAAAKH!...kata seorang dari mereka yg langsung terhenti begitu gadis itu membanting kepalanya ke tembok lalu menyerang orang-orang lain di dekatnya


Gerakan gadis itu benar-benar gesit namun juga bertenaga. Semua orang di bantai habis olehnya tapi yah.. tentu saja aku juga tak mau tinggal diam. Berhubung dia sudah membuat keributan seperti ini. Apa salahnya jika ikut serta.


Pada akhirnya aku pun membantu gadis itu menghajar para penjahat ini dan hanya dalam semenit semua orang sudah tumbang di hadapan kami


''fyuh...beres juga'' kata gadis seraya tersenyum puas menghajar mereka semua


'' kau benar-benar membuatku terkejut. Ku pikir kau akan tetap diam tapi kau malah membuat keributan seperti ini'' ucapku


''um?.apa aku harus tetap diam?. Dan lagi seperti katamu ,kalau aku berisik pun tak akan membuat mereka melepaskan ku kan?.ehehe''


Benar-benar gadis yg tak bisa di tebak


''dari pada itu cepat bantu aku mencari kunci rantai ini'' ucapnya


''benar juga'' balasku lalu membantunya mencari kunci namun


*DOR!.. tiba-tiba suara dari tembakan yg di lepasnya mengagetkan kami berdua dan membuat kami terdiam sesaat lalu menatap kearah sumber suara


'' kalian, jangan bergerak'' ucap orang yg melepaskan tembakan tadi

__ADS_1


Sial,ada yg membawa senapan rupanya dan lagi kelihatannya kami kekurang jumlah disini.


Orang-orang yg kami lawan sebelumnya tak membawa senjata atau mungkin tak sempat mengeluarkan senjatanya tapi orang-orang yg baru datang ini.bukan hanya jumlahnya lebih banyak mereka juga membawa senjata.


Sekarang bagaimana?.kami tak punya senjata dan kurasa aku juga tak punya waktu untuk mengeledah orang-orang yg sudah kami habisi ini dan mencari senjata mereka


''hee...main keroyokan nih'' ucap gadis tersebut di iringi tawa kecil


''payah . apa kalian tak lihat. Kami hanya berdua dan tak bersenjata sedangkan kalian...''*DOR!. Ucap gadis itu yg terhenti begitu orang tadi melepaskan tambakan kembali dan mengores pipi gadis itu


'' benar-benar tak keren'' ucapnya sambil mengelap darah yg mengalir di pipinya lalu...


*SET.. '' coba kalian tembak lagi'' tantangnya sambil menarik orang di dekatnya lalu menjadikannya tameng hidup.


Wah..gila ni cewe malah nantang....


Tapi sepertinya orang-orang itu sama sekali tak memperdulikan rekannya tersebut dan melepaskan tembakan kembali yg jelas membuat rekannya yg di jadikan tameng mati di tangan temannya sendiri


Darah segar dari orang tersebut pun langsung mengalir mengenai tubuh mungil gadis tersebut.


''.... kalian benar-benar tak keren sama sekali'' ucapnya lalu menatap tajam orang yg menembak tadi


*SYUT.. dengan tangan kecil nya itu ia melempar orang yg ia jadikan tameng ke arah orang yg menembak. Meski tubuhnya kecil tenaganya boleh juga. Berkat tindakannya tadi formasi para penjahatpun kacau untuk sesaat dan di waktu yg singat itu gadis itu langsung berlari kearah mereka dan menghajar mereka secara membabi buta.


Meski tembakan di lepaskan dan di keroyok banyak orang gadis itu sama sekali tak gentar dan menerjang bagaikan badai. Padahal gerakannya terbatas akibat terantai tapi hebatnya ia terlihat bebas .


Di ambilnya senjata dari orang-orang yg telah gugur dan di tebasnya leher -leher mereka. layaknya menari di antara perkelahian.ia benar-benar terlihat memukau dengan ayunan pedangnya.


Suara pedang yg beradu,bau amis dari darah,serta warna merah yg mewarnai tempat ini. Aku tak tau harus menjabarkannya seperti apa.ini membantaian paling mengerikan yg pertama kali ku lihat dan semua itu di lakukan oleh tubuh mungil seorang gadis berusia 12 tahun?


''hosh..hosh.... mereka yg tak menghargai temannya sendiri....tak pantas untuk hidup'' katanya yg mulai ke habisan nafas karena membantai mereka semua


*plok..*plok..*Plok....'' kau benar-benar luar biasa'' ucapku sambil memberinya tepuk tangan lalu berjalan kearahnya namun

__ADS_1


*set!... gadis itu langsung mengarahkan pedangnya ke leherku lalu menatapku dengan tatapan membunuh


''kau ini..entah terlalu lemah atau memang tak peduli. Kau sama sekali tak membantuku tadi''ucapnya yg terlihat marah padaku


''kenapa kau tak membantuku?. Apa kau tak keberatan kalau aku mati?''


''oh!...aku paham.'' ''kau hanya ingin memanfaatkanku kan?'' ucapnya dengan tatapan benci


''kau sengaja diam dan memperhatikan saja.lalu kalau tadi aku terbunuh itu akan menjadi kesempatanmu untuk membereskan sisanya.meski waktunya singkat tapi kau pasti bisa melakukannya. Itu kan yg kau pikirkan?'' sambungnya


.......'' tuduhanmu itu menyakitkan''balasku sambil mejauhkan pedang yg di arahkan keleherku


''aku diam dan hanya memperhatikan karena memang kau tak memberikan celah untukku bergabung. Dan lagi kalau aku ingin memanfaatkan mu . kenapa aku harus menunggu kau kalah?.aku kan bisa saja kabur saat kau sedang di keroyok mereka tadi'' jelasku


Benar aku biasa saja meninggalkannya tadi tapi aku tak melakukan itu .alasannya tak lain tak bukan karena dia. dia kuat dan juga berani. Saat ia menyerang duluan dan dari cara bertarungnya tadi aku bisa tau kalau ia akan menang dan kalau pun dugaan ku salah lalu ia kalah tadi tentu aku akan membantunya sebelum hal itu terjadi. Aku bukan pria kurang ajar yg meninggalkan seorang gadis kecil sendirian.aku hanya ingin menilainya dulu tadi.lebih tepatnya aku tertarik dengan cara bertarungnya.


Gadis ini.. dia mirip singa betina


'' kau pikir aku peduli dengan omong kosongmu itu?. intinya sekarang aku sudah tak mempercayaimu lagi.''ucapnya lalu menarik pedangnya dan mengambil kunci dari salah seorang penjahat dan membuka rantainya


''kuharap kita tak bertemu lagi. karena selanjutnya aku akan membunuhmu jika kita bertemu'' ancamnya sambil menatap tajam kearah ku lalu pergi begitu saja.


Sejujurnya dia gadis yg menarik,tapi sifatnya itu terkadang membuatku berfikir untuk tak berurusan dengannya


'' yah..aku juga berharap aku tak terlibat lagi dengannya'' gumamku lalu mengambil kunci serta senjata milik para penjahat dan pergi dari tempat ini.


***


Awalnya ku pikir . begitu keluar aku akan langsung menemukan kota tapi rupanya yg ku temukan hanya hutan lebat yg aneh. Sudah 30 menit sejak aku keluar dari sana dan masuk kedalam hutan. Tapi anehnya aku tak bisa menemukan jalan keluar menuju kota.


'' apa aku tersesat?''gumamku sambil memperhatikan sekelilingku.


...****************...

__ADS_1


...NEXT...


__ADS_2