
Perasaan aneh terus saja menyelumiti dadaku semenjak lina pergi. Apa mungkin karena perpisahan kami yg terlalu tergesa-gesa?. Atau mungkin...
'' selamat tinggal lean.''
Raut wajah kesepian yg ia tunjukan saat mengucapkan selamat tinggal?.tidak..ku rasa bukan itu ...peasaan aneh yg terus saja mengangguku seakan membuatku gila ini...
''hmph...yg benar saja.''
Sepertinya aku sudah jatuh cinta padanya
Aku tak menyangka aku sudah senyaman ini dengannya. Membayangkannya tak berada di sisiku membuat dadaku terasa sakit. Kalau perasaan ini bukan cinta memang apa lagi?
Hmph..sekarang aku paham. Dulu aku memandang rendah perasaan ini tapi begitu aku jatuh di dalamnya .aku jadi ingin mentertawai diriku sendiri yg berpikir demikian.
''lina..''
*DRAP!...*DRAP!...
Dia bilang ia ingin membeli senjata kan? Itu artinya ia pasti ke tukang besi.
''oh?..gadis rambut hijau?.. yah.. tadi aku sempat melihatnya kurasa ia pergi kearah sana'' ucap tukang besi tersebut . tanpa pikir panjang aku pun langsung mengitu arahnya hingga akhirnya aku muter-muter kota untuk mencarainya tapi sampai mata hari hampir terbenam pun aku masih tak bisa menemukannya
*hosh..*hosh.. ''astaga..kemana perginya dia?'' ucapku sambil beristirahat sejenak di bawah pohon besar
Tak mungkin kan ia langsung meninggalkan kota ?... kalau iya cepat sekali geraknya
*sruk '' huh~... harusnya aku tak melepaskan tangannya tadi..'' gumamku sambil bersandar di pohon tersebut
Hembusan angin pun bertiup lembut membawa aroma hutan yg sejuk . Di saat ku donggakkan kepalaku ke atas uraian rambut hijau di atas pohon yg tertiup angin langsung mengejutkan ku. Dan begitu menyadari hal itu
''LINA!'' teriakku
Dan benar sana. Dari balik ranting pohon sosok yg ku cari-cari kini muncul tepat di hadapan ku
''loh!?..lean!?'' serunya dari atas sana
Akhirnya..
''eh!?..tunggu sebentar kok kau disini!?''serunya
Aku menemukannya... hmph...
'' aku tersesat'' balasku sambil tersenyum lembut
''HAH!!?!. GIMANA..GIMANA?!'' '' kok bisa sampai depan gerbangpun masih nyasar!?''serunya
'' hmph... entahlah.'' Balas lu sambl mengangkat tanganku untuk menangkapnya
''???...''
''lina...kemarilah.. aku memerlukanmu'' ucapku seraa lemparkan senyuman lembut padanyanya
Dan dalam seketika wajah lina pun langsung memerah. Meski begitu ia pun tetap lompat dan berakhir di pelukanku
__ADS_1
''a..anu..lean.maksud perkataan mu tadi itu apa?''
'' seperti kataku.aku memerlukanmu'' balasku sambil mendekatkan wajahku padanya
''le...lean..''
''lina tetaplah bersamaku.aku memerlukanmu'' ucapku serius
*BLUSH!..'' LEAN KAU KENAPA!?..APA KAU DEMAM!?''serunya sambil memeganggi keningku
''lina. Apa kau tak menyukaiku?''tanyaku
''eh?!'' ''apa?'' ''kau ini sebenarnya kenapa lean?. Kau mabuk?''tanyanya
''jawab pertanyaan ku lina'' balasku
''e..eh?...i..itu.. aku tak membencimu kok..''balasnya samil memalingkan wajahnya
''bukan itu yg ku tanyakan'' ucapku yg membuatnya tersentak
''lean!..sebenarnya kau kenap..''
''lina.. apa kau menyukaiku?''potongku sambil mendekatkan wajahku kearahnya
*DEG!..*DEG!..''ukh...le.lean...ini terlalu dekat..''
''lina.''
''tsk!.IYA IYA AKU MENYUKAIMU, PUAS!?'' serunya dan setelah ia meneriakkan itu mukanya langsung merah padam
*CUP!.
*syut! '' TUNGGU SEBENTAR!'' serunya sambil mendorongku
''apa-apaan kau ini !. masa setelah ku bilang suka kau langsung mencium ku!. Kau gila ya!?''marahnya
''loh?..aneh sekali..padahal aku hanya membalas ciumanmu waktu itu'' balasku sambil menyeringai
''aku!?..kapan!?''
''di kapal,saat kau mabuk'' balasku yg membuat wajahnya kembali memerah
''yg benar!?'' tanyanya yg ku balas dengan anggukan
''tapi apa artinya itu sekarang?.'' ucapku lalu menariknya lebih dekat
''aku mencintaimu lina'' bisikku
*blush... ''lean..''
*set... *CUP
Dengan bulan sebagai saksi bisu .aku memberikan ciuman manis di bibirnya . bagaikan potongan dalam flim drama .waktu seakan berhenti di sekitar kami dan tanpa kami sadariku kami berdua sudah jatuh dalam perasaan ini
__ADS_1
***
Setelah kejadian itu aku membawa lina ke rumahku dan mengenalkannya kekeluargaku. Tanpa basa-basi aku mengatakan lina adalah pasanganku. Jelas ini membuat seisi rumah heboh. Bukan itu saja akibat hal ini juga liana nampak begitu syok dan mulai menjaga jarak dariku. Meski begitu aku tetap tak akan menggubah pendirianku
Aku mencintainya.aku tak mau kalau bukan dengannya. Setalh ku jelaskan detailnya keluarga ku langsung merestui hubungan kami.
Lina pun mulai menjalani kehidupannya di kekaisaraan ini.hanya saja kami tak bisa menikah kami yg masih di bawah umur. Karena itu kami harus menunggu pesta kedewasaan kami dulu. Dan untuk sementara lina adalah tunangan ku.
Awal mula pertunagan kami tak begitu mudah karena para bangsawan tak menyukai lina yg di anggap memiliki asal usul tak jelas .meski sudah ku katakan kalau lina juga memiliki darah bangsawan mereka tak percaya dan tak mau mengakui putri dari bangsawan yg sudah hancur. Bagi lina yg harus meyakini mereka pasti bukan hal yg mudah karena itu kami sengaja mengelar pesta agar para bangsawan lebih mengenal lina
''wah.. leandro..selamat atas pertunagan kalian ya'' ucap kardes (calon count d masa depan)
''terima kasih.''
''ngomong-ngomong type mu itu cewe imut ya?.bukannya dia terlalu kecil?''ledek kardes yg langsung ku balas dengan tatapan tajam
''a..maaf..jangan marah aku tak bermaksud meledek pilihanmu.hanya saja.jarang sekali ada bangsawan yg akan menikah karena cinta'' ucapnya
Yah seperti yg ia katakan pada dasarnya setiap bangsawan sudah memiliki tunagannya sejak masih kecil. Sebenarnya aku sendiripun sejak kecil sudah di jodohkan dengan banyak wanita tapi tak satupun yg ku terima.
'' tapi meski tubuhnya kecil. dia cantik sekali.bagaikan peri dalam buku dongeng'' sambungnya
''hmph.orang yg kau bilang kecil itu nyatanya 2 tahun di atasku'' ucapku yg membuatnya tersentak
''apa!?''
''oh!?''
''um?..para lady?..''ucap kardes saat melihat para lady mendekati lina
''wah..kayaknya tunanganmu bakal dalam masalah deh. Kau tak mau membantunya?''tanya kardes sambil menunjuk kearah lina
''tidak.. kita tunggu dan lihat saja'' balasku
Aku penasaran apa yg akan lina lakukan dalam kondisi ini.yah..meski ku yakin ia akan tetap baik-baik saja.
Setelah beberapa menit akhirnya...
*BRAK! ''KYAAA!''
''woi... dengar... aku tau kalian tak menyukaiku tapi aku tak suka kalian mengejek leanku seperti itu. apa kalian pikir aku takut dengan cengguk seperti kalian?. Asal tau saja aku bisa saja memenggal kepala kalian semua disini saat ini juga!'' seru lina yg membuat gaduh di pesta
''o..oi..leandro...i..itu tunanganmu'' ucap kardes gemetar
''mengagumkan bukan?'' balasku sambil tersenyum senang
................ ''a...kau sudah benar-benar bucin dengannya ya..''ucap kardes yg terlihat hampa
''aku cemas dengan nasip keluarga everon kedepannya'' gumam kardes
Setelah keributann yg lina buat malam itu para bangsawan pun menjadi takut padanya tapi bagi lina ini adalah hal yg baik.
...****************...
__ADS_1
...NEXT...