
POV Erwin
Ini aneh sekali...aku tak ingat apa yg terjadi . begitu aku bangun aku langsung di sambut bau obat-obatan, aku juga merasakan rasa sakit yg luar biasa, di tambah lagi..aku sama sekali tak bisa merasakan kaki ku sendiri.
Sebenarnya apa yg terjadi hingga aku seperti ini?..apa aku habis mengalami kecelakaan?.atau aku habis bertarung dengan seseorang yg kuat?...aaaakh!..aku sama sekali tak tau..sejak aku bangun aku kepalaku juga terasa sangat sakit.lalu...
Entah kenapa ada bayangan-bayangan serta suara-suara aneh yg terus terngiang di kepalaku. Sebenarnya aku kenapa sih?!.
Awalnya ku kira aku bisa mengabaikan hal ini dan fokus pada pemulihanku saja tapi... setelah aku melihat gadis kecil itu...aku merasa ada sesuatu yg begitu penting yg aku lupakan.
''aku bahkan membohonginya'' gumamku sambil menatap kedua tangan ku
Melihatnya yg hampir menangis tadi membuatku merasa sangat bersalah jadi tanpa sadar aku malah berbohong padanya. Padahal sekeras apapun ku coba mengingatnya aku sama sekali tak bisa mengingatnya...
''maaf ... maaf kan aku elissa'' gumamku sambil menutup wajahku dengan kedua tangan ku
'' ternyata kau juga kepikiran ya'' kata suara yg terdengar tak asing bagiku. Mendengar hal itu aku pun sontak mengangkat wajahku dan benar saja ternyata itu...
''eric!''
''yo. Aku datang menjenguk'' balasnya sambil menaruh barang yg ia bawa lalu duduk di kursi di sebelah ranjangku
''hee~... apa tak apa kau kemari?..bukannya tugas putra mahkota itu banyak ya''ledekku
''yah..aku bisa menunda itu nanti'' balasnya
''huwaa!...apa ini!?... apa kau benar eric si penggila kerja itu?..bagaimana bisa kau berkata begitu?..apa dunia akan segera kiamat?!''seruku tak menyangka
*hup!.. ''kalau kau sudah bisa bercanda seperti itu ku rasa kau memang sudah sehat ya'' balasnya sambil menyumpal mulutku dengan apel yg ia bawa
''yah.. bagus sih kalau kau memang sudah sehat'' sambungnya lalu melepaskan apel tersebut dan duduk kembali
''habisnya, jarang sekali seorang eric menunda pekerjaannya hanya untuk menjenguk seorang teman '' balasku lalu memakan apel yg ia sodorkan tadi
''ah!... jangan-jangan karena aku spesial bagimu ya makanya kau begini?'' tanyaku yg bermaksud meledeknya namun sangat mengejutkan ericc sama sekali tak membantahnya dan malah terlihat muram
''eh!?..serius?''
''kau teman ku satu-satunya...'' ''selama ini ku pikir kau sangat merepotkan dan lebih baik kau hilang saja dari hadapan ku namun..saat kau menghilang hari itu ,aku sadar kalau kau memang sangat berarti bagiku. Meski awalnya aku tak peduli padamu tapi sekarang aku sangat mencemaskanmu. Aku takut kehilangaanmu..'' jelasnya dengan nada gemetar.
''erwin...maaf..''
'' semua ini salah ku...seharusnya aku tak mengusirmu hari itu...aku benar-benar minta maaf ...aku sangat menyesal. karena salah ku kau sampai tak bisa berjalan lagi...aku...aku benar-benar menyesal...tolong maaf kan aku...'' sambungnya sambil menundukkan kepalanya. Badannya juga terlihat sangat gemetaran seakan ia berusaha keras menahan air matanya.
Memangnya eric yg ku kenal itu orang yg seperti ini ya?...ah~..benar juga .. ia juga pernah seperti ini ya dulu saat peristiwa festifal sekolah itu. Kalau begitu ini ke2 kalinya aku melihatnya bertingkah seperti ini .
'' kurasa itu bukan salahmu'' balasku yg langsung membuatnya mengangkat kepalanya
''tadi kau bilang kau mengusirku kan?. Kalau begitu bearti itu memang salahku. Habisnya eric kan tak pernah salah. Aku yakin keputusan eric saat itu sudah benar, mungkin akunya saja yg keras kepala saat itu karena itu.''
*grep.. '' aku minta maaf.''kataku sambil mengenggam tangannya
''tolong jangan menyalahkan dirimu sendiri eric.apa yg terjadi padaku itu bukanlah salahmu, aku yakin itu 100% ah! Tidak maksudku 1000%'' sambungku sambil tersenyum ceria
''erwin...''
''benar juga..aku tak pernah salah..um!.. aku kan putra mahkota.benar yg salah adalah orang bodoh yg tak mau mendengarkan ku'' kata eric sambil menatapku dengan tatapan sindiran
''apa maksudmu dengan bodoh huh?!...''marahku yg malah di balas tawa olehnya. Dan melihatnya tertawa aku pun ikut tertawa lepas bersamanya.
''terima kasih erwin''katanya setelah puas tertawa
''apaan sih. Kita kan teman gak usah di ambil hati''balasku sambil menyikutnya
Hmph..rasanya aku bersyukur punya teman yg memikirkanku sampai segininya. Jarang-jarang kan ada teman yg seperti ini.
''ngomong-ngomong, apa kau benar-benar tak ingat apa yg terjadi?,dan elissa...''
......''ah~..benar... aku sama sekali tak ingat apapun,terlebih soal elissa...'' balasku yg langsung murung
__ADS_1
''aku menyesal karena membohonginya. Tapi aku juga tak mau membuatnya sedih karena aku melupakannya..''sambungku sambil menggenggam erat selimutku
'' karena itu aku berbohong, ku harap aku berhasil membohonginya setidaknya sampai aku ingat sedikit soalnya''
...... ''um..kalau begitu sepertinya kau sudah gagal'' balas eric yg tentu membuatku syok
''apa?''
''aku yakin elissa sudah tau kalau kau hanya pura-pura mengenalnya'' balas erwin
''KENAPA!?'' ''padahal ku pikir aku berhasil melakukannya!. Soalnya dia tadi terlihat percaya saja'' kataku tak paham
''aku yakin dia hanya pura-pura. Soalnya...kau tak pernah memanggil elissa dengan namanya'' balas eric yg langsung membuatku diam mematung
......... ''kalau begitu aku memanggilnya apa?''
''adik kecil''
''KALAU BEGITU BILANG DARI AWAL DONG!'' teriakku
''ya gimana mau bilang kalau ada dianya di sana!, dan lagi lihat timingnya dong! Memang ada waktu buat bilang!?'' seru eric
Ah~...gawat...bagaimana ini...ketahuan banget bohongnya dong ....kalau begini bagaimana aku menatap wajahnya nanti..aaaaakh!.....mau di taruh di mana wajahku!!!....
******
POV Elissa
Kakak sama sekali tak mengingatku...dia hanya berpura-pura ingat padaku ... semakin ku pikirkan semakin sakit hatiku..
Karena itu..aku benrniat menjenguk kakak duluan hari ini tapi...
''bagaimana aku menyikapinya nanti?''batinku yg ragu saat hendak mausk kamarnya
''nona anda tak masuk?''tanya harry yg bertugas menjagaku hingga leon sembuh
Bagi kakak saat ini aku tak ada bedanya dengan orang asing..dan ini membuatku takut...
''apa mau saya temani?''
Eh?...um. yah. Kalau ada harry mungkin aku bisa sedikit nyaman begitupun kakak tapi....
''tidak. Ada hal yg ingin ku bicarakan berdua dengan kakak.'' Tolakku sambil mengelengkan kepala
''hmph..begitu ya, kalau begitu saya akan menunggu disini'' balas harry sambil tersenyum lembut lalu menyamakan tinggi kami dan merapihkan rambutku
''tenang saja nona, meski tuan muda tak mengingat anda bukan bearti ia membenci anda. Saya kenal betul dengan tuan muda. Semua pasti akan baik-baik saja'' sambungnya
''iya..'' ''terima kasih harry'' kata ku yg dibalas senyuman lembut olehnya
Huft...yosh..tak apa... semua pasti akan baik-baik saja.
Setelah memberanikan diri perlahan ku coba membuka pintu tersebut .
''oh?...elis..ah!..maksudku adik kecil..kau datang'' sapa kakak begitu melihatku masih
Kakak...sudah ku duga ia masih berniat menipuku...
''sendirian?..ayah dan ibu tak bersama mu?''tanya kakak
''aku datang dengan harry, ibu dan ayahh akan kemari nanti. Ada sesuatu yg ingin ku katakan dengan kakak makanya aku datang duluan'' balasku sambil berjalan mendekatinya
''begitu ya'' ''ah!..duduk sini..'' sambung kakak sambil menepuk-nepuk pinggir kasurnya dan menyuruhku duduk di sampingnya. Aku pun mengangguk pelan lalu duduk di sampingnya
''mau apel?..eric tadi kemari dan membawa banyak apel.manis kok'' tawar kakak sambil tersenyum ceria lalu mengambil sebuah apel dan pisau
''ku buatkan bentuk kelinci ya...aku handal dalam ini..lihat saja''sambung kakak lalu mulai membuat kelinci apel
.....mirip sekali...dulu kakak juga pernah membuatkan ku bentuk kelinci dari apel seperti ini....
__ADS_1
''dan saat ini hanya aku yg mengingat hal itu'' batinku sambil mencengram erat gaunku
...... ''kakak..''
''ya?''
'' kakak tak benar-benar mengingatku kan?''tanyaku yg langsun membuat kakak tersentak
....sudah ku duga...
''kenapa kakak berbohong?''tanyaku yg membuat tangan kakak langsung berhenti
.......'' maaf...aku tak bermaksud membohongimu, hanya saja...saat melihatmu hampir menangis hari itu aku merasa sangta bersalah padamu, karena itu tanpa sadar aku malah berbohong'' jelas kakak yg tentu saja sudah ku duga sebelumnya
''ta..tapi tenang saja. aku pasti akan langsung mengingat mu, aku berani jamin itu'' seru kakak
''aku bodoh soalnya, jadi otakku berjalan agak lambat tapi aku yakin aku akan segera mengingatmu. ''kata kakak sambil memkul-mukul kepalanya sendiri
''karena itu...'' *grep.. '' tolong jangan menagis'' sambung kakak sambil mengenggam erat tangan ku
''aku pasti akan mengingatmu. Akan ku lakukan bagaimana pun caranya...tolong bersabarlah...ya..'' katanya yg malah terlihat ingin menangis
.....kakak...
''baiklah...aku tak akan menunggu. Karena itu.. kakak juga jangan nangis'' kataku sambil mencoba mengelap air matanya yg hampir jatuh
'' ehehe..aku akan baik-baik saja. kakak janga terlalu memikirkannya ya..'' sambungku sambil mencoba tersenyum
''ukh..'' *grep '' HUWAAA!.... bagaimana bisa aku melupakan adik sebaik ini!?...aku benar-benar bodoh!..huwaaa...mati saja sana sialan!'' seru kakak sambil menarikku ke pelukannya
''mati!?...'' ''kalau itu tak boleh!..kakak harus tetap hidup''balasku sambil melepaskan pelukannya
''huwaaa...adikku malaikat..kenapa bisa sebaik itu?...ukh..sini kakak peluk lagi'' kata kakak sambil kembali memelukku lalu lalu sesekali mencium pipiku yg membuatku sedikit geli.
''hehehe..kakak geli''
...hmph... meski kakak melupakan ku kakak sama sekali tak berubah kurasa aku mulai bisa menerima keadaan ini...
***
POV Harry
Um?...'' kenapa tadi ribut ya?''pikirku lalu mencoba mengintip sedikit dan melihat tuan muda sedang memeluk serta mencium-cium nona
Ahaha...kelihatannya semua akan baik-baik saja ya...yah..meski aku sudah menduganya sih.. meski lupa ingatan tapi tuan muda masih sangat menyanyangi nona um...mungkin itu karena memang karena sifat dasarnya ya?..
''huh~...coba leon juga begitu padaku. Irinya~'' gumamku sambil bersender di tembok
Yah~...iri pun tak akan mengubah apapun ya... waktu itu saja padahal aku sangat mencemaskannya tapi dia malah menghajarku. Dasar adik tak tau diri...apa tak bisa ia sedikit menghargai ketulusan ku?.
.....bicara soal leon...aku baru ingat apa yg ia ceritakan saat itu. Tentang pertemuannya dengan sir flash di istana putra mahkota
'' tadi aku bertemu dengannya, dia bilang dia minta maaf pada mu'' ''katanya dia menyesal pernah menghajar mu dulu''
...ck...kalau mengingat itu aku jadi ingin sekali menghajarnya lagi tapi nanti yg ada aku bakal di hajar habis-habisan lagi olehnya .ukh!..ingatan terakhir kali saat aku mencoba menghajarnya malah menjadi kenangan terburuk dalam hidupku.masa aku harus mengulanginya lagi?..
Tapi...kalau semisalnya dia terlibat dalam hal yg membuat leon terluka seperti itu.... '' kurasa aku tak akan ragu meski harus membunuhnya'' gumamku.
Ah!.benar juga. Leon masih belum cerita kenapa dia bisa terluka dan dimana ia menemukan tuan muda kurasa setelah ini tak apa kalau ia menceritakannya. Dengan begitu aku jadi bisa lebih cepat menghabisi orang yg sudah melukai adikku itu
''oh!..bukannya ini sir harry?'' sapa seseorang yg membuatku langsung menoleh kearahnya dan rupanya orang itu..
''sir silver!?''
''yo!...lama tak bertemu'' sapanya sambil tersenyum lembut.
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1