
Beberapa hari setelah aku berhasil menjadi calon ksatria sebuah insiden terjadi. Awalnya aku hanya berniat berlatih sebentar. namun kedatanganku malah menarik perhatian orang lain . yaps mereka adalah orang yg iri padaku karena berhasil menjadi calon ksatria. Ah~..bagi yg tak tau calon ksatria yg ku maksud disini bukanlah ksatria biasa seperti yg selalu ku lihat melain kan ksatria untuk bekerja di kekaisaran, terpilih menjadi calon ksatria aja itu sudah sebuah ke banggaan besar karena jujur memang tak mudah untuk bisa mendapatkan gelar itu, aku harus bertarung mengalahkan ratusan pesaing untuk sampai di posisi ini. dan tentu saja bagi mereka yg tak keterima terlebih mereka yg memiliki pendidikan lebih baik dari ku akan merasa iri dan tak adil.
Dan sebenarnya aku tak peduli dengan itu semua karena aku bisa sampai sejauh ini berkat usahaku sendiri. Hanya tinggal sedikit lagi aku bisa mencapai mimpiku mana punya waktu aku untuk menangapi rasa iri mereka..
Tapi....aku tak membayangkan hal ini akan terjadi
''yo...ku dengar kau terpilih menjadi calon ksatria ya'' kata seseorang yg jujur tak ingin ku tanggapi
''woi!...jangan mengabaikan kami!''
''ada urusan apa kalian dengan ku?. Apa kalian tak lihat aku sibuk?''balasku sambil menatapnya dingin
''cih...sombong sekali kau ini.. mentang-mentang menjadi calon ksatria''
''memang kenapa kalau aku sombong?. Toh ini posisi yg bisa ku banggakan, sedangkan kalian?. Memang apa yg bisa kalian banggakan hingga bicara seperti itu?''balasku yg membuat kerutan di wajah mereka semakin menjadi –jadi
'' jangan sombong dulu kau ya!, dasar rakyat jelata!'' seru salah seorang dari mereka lalu mencoba menyerangku tentu saja aku langsung memasang ancang-ancang namun...
'' hentikan...apa kau mau mencari gara-gara dengan bintang baru ini?'' kata teman nya lalu berjalan menghampiriku dan saat dia melakukan itu aku sudah tau kalau hal buruk pasti akan terjadi kalau aku tak berhati-hati
'' apa kau pikir rakyat jelata seperti bisa menjadi ksatria?.hmph...jangan terlalu percaya diri ya..'' sambungnya sambil menatapku dengan tatapan merendahkan
Dia pun tiba-tiba mengambil pedangku tentu saja aku sempat terkejut dengan apa yg ia lakukan .
''Apa yg ingin kau lakukan ...?" tanyaku.
"Menghancurkan kesombongan mu," balasnya lalu..
Jleb! ''aaaakh!!!!'' tanpa aba-aba dia menusuk dirinya sendiri dan berteriak seakan –akan aku yg melakukan itu, temannya yg paham apa yg ia rencanakan pun ikut membantunya dan menyalahkan ku . tentu saja hal ini menarik perhatian orang sekitar dan hanya dalam sekejap semua orang langsung berkumpul dan menatapku tajam. Seakan –akan memang aku yg melakukannya. Aku pun mencoba membela diriku sendiri tapi apa daya. Memang akan ada yg mendengarkan ku? Sampai...
''harry!'' saking paniknya tanpa sadar aku malah menghampirinya dan berharap dia mau membantuku sebagaimana dia membantuku selama ini.
''harry kau percaya padaku kan?'' tanyaku sambil mengenggam tangannya namun ia malah menepisnya dan menatapku seperti yg di lakukan orang lain.
Dan detik itu juga hatiku hancur...orang yg ku pikir akan percaya padaku pada akhirnya sama saja...
__ADS_1
''hmph...benar juga... mana mungkin kau percaya ya..'' gumamku sambil tersenyum tipis
''Aku seperti orang bodoh... disini mana ada yg percaya padaku.'' sambungku lalu berlari pergi.
Aku benar-benar seperti orang bodoh....kenapa aku malah mengharapkan sesuatu lagi?.ku pikir aku bisa kembali percaya pada seseorang setelah sekian lama tapi akhirnya diapun tak ada bedanya. Dia membodohiku,dia mempermainkan ku. Untuk yg ke sekian kalinya hatiku hancur.
''kau benar-benar membuatku seperti orang bodoh harry'' gumamku sambil berusaha keras menahan air mataku agar tak jatuh
Takdir benar-benar mempermainkan ku. Tak peduli seberapa keras aku mencoba bangkit pada akhirnya takdir menjatuhkanku dengan kejamnya.
Setelah rumor aku melukai ksatria tersebut tersebar , posisiku sebagai calon ksatria pun di cabut. Mimpi yg ku pikir akan segera terwujud nyatanya malah semakin jauh. Orang yg ku pikir bisa ku percaya nyatanya malah menghianatiku
''ah~...aku ingin tertawa dengan takdirku ini'' kataku sambil duduk di pinggir danau yg sepi
'' maaf leon tapi kau harus tetap hidup ..''
Aku sudah mencobanya bu...ku lakukan semua yg ku bisa...tapi pada akhirnya semua itu gagal...
Aku lelah bu.... Sampai kapan aku harus terus berusaha?..kapan aku bisa berhenti?.dunia ini selalu berusaha menjatuhkan ku...
Ibu menyuruhku berjuang untuk hidup dan aku berjuang tapi sekarang aku sudah lelah...aku lelah dengan semua ini... bernafas saja rasanya sudah sangat menyakitkan untukku ...
Ibu pergi karena ibu sudah lelah bukan?. Kalau begitu apa aku juga boleh melakukan hal yg sama seperti yg ibu lakukan?...
Ku lirik sekitarku dan mendapati sebuah pecahan botol kaca di dekatku ku ambil pecahan tersebut dan berniat mengakhiri ini semua...
Sampai akhirpun aku tak pernah bersyukur atas hidupku ini...aku mengutuk takdir ini...
''sial...sampai akhirpun aku tetap menjadi orang tak berguna kah?'' gumamku lalu mengarahkan pecahan kaca itu ke leherku. Perlahan ku tutup mataku dan membiarkan air mataku mengalir untuk terakhir kalinya sebelum semua ini benar-benar berakhir. Sabit dewa kematian seakan sudah berada tepat di leherku dan begitu aku sudah membuatkan tekad....
''apa hidupmu segitu tak berharganya?''tanya seseorang yg langsung menghentikan ku . dengan tatapan terkejut aku pun menoleh kearahnya
Seorang pria dengan rambut hitam lebat dan mata yg begitu gelap layaknya langit malam berdiri sambil tersenyum kecil...lalu perlahan berjalan kearahku
''kalau begitu'' ''dari pada nyawamu terbuang percuma bagaimana kalau kau berikan saja nyawamu itu padaku?''tanyanya sambil menahan tanganku yg memegang pecahan tersebut
__ADS_1
''siapa anda?'' ''aku?...hmph... namaku leandro de everon, calon duke di masa depan'' balasnya sambil mengulurkan tangannya padaku
''aku sudah melihat bakatmu saat penyisihan calon ksatria , dan aku tertarik padamu. Kalau kau tak keberatan, dari pada mati seperti ini bagaimana kalau kau mati demi ku saja?. Akan ku jadikan kau ksatria terbaikku''jelasnya sambil tersenyum
''dan lagi...ini juga merupakan permintaan dari seseorang, aku merasa tak enak kalau kau mati begini'' sambungnya
Awalnya aku merasa ragu dengan apa yg ia katakan...semua perkataannya seperti permen manis bagiku. Ia membuatku sekali lagi berharap. Meski ku tau mungkin saja ini akan berakhir sama tapi.... Meski begitu lagi-lagi aku ingin percaya... karena dalam lubuk hatiku yg terdalam aku juga tak mau berakhir seperti ini. aku ingin hidup setidaknya untuk membuktikan pada dunia kalau aku bisa...
Pada akhirnya aku pun menerima tawarannya dan benar saja setelah leandro menjadi penerus duke yg sah ia langsung melantikku menjadi ketua pasukan singa putih yg memiliki martabat tinggi.dan aku tak tau bagaimana ceritanya tapi harry juga ikut bekerja di sini sebagai kaki tangannya.
Yah .... meski hubungan ku dengan harry tak pernah membaik setelah hari itu, meski begitu aku sudah cukup puas dengan apa yg ku miliki saat ini lalu...ku coba untuk menatap kedepan dan melupakan masa lalu suram tersebut sampai...
Suatu hari aku bertemu dengannya , gadis kecil berambut violet yg membuat ingatan buruk itu muncul kembali, gadis kecil yg memiliki nasip yg sama dengan ku , bahkan ia juga sempat ingin mengambil akhir yg sama dengan ku.
Melihat gadis itu, aku seperti melihat diriku sendiri di masa lalu, begitu menyedihkan dan menyakitkan...
Dan aku tak mau melihat gadis itu memilih jalan yg dulu hampir ku pilih...perlahan ku coba untuk mengulurkan tangan padanya sama seperti yg tuan duke lakukan padaku dulu. Dan berharap senyumnya yg hilang dapat muncul lagi suatu saat nanti...
***
''Silahkan nona..ini kuenya, baru matang dari panggangan'' kataku sambil meletakan kue tersebut di atas meja
''ahaha..leon bicaramu seperti koki saja'' tawanya
''terima kasih leon.. leon juga coba lah'' sambungnya sambil menawarkan kue itu padaku dengan senyuman manisnya
''terima kasih nona,kalau begitu saya terima dengan senang hati'' balasku sambil menerima pemberiannya
Setelah itu nona pun langsung melahap kue tersebut. Senyum yg dulu hilang kini telah kembali.dan melihat hal itu dadaku terasa hangat...
Dulu aku mengutuk hidupku ini dan tak pernah bersyukur atasnya namun kini...
Setelah bertemu tuan duke dan mengalami serta mendapatkan banyak hal hingga bisa bertemu dengan nona, aku rasa untuk pertama kalinya dalam hidupku aku bisa mengatakan dengan jelas bahwa aku bersyukur bisa hidup hingga detik ini.
...****************...
__ADS_1
...Bersambung...