Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 95


__ADS_3

POV Harry


''Huwaaa!....apa katamu!...bayi!?'' ucapku begitu mendengar salah seorang anak buahku baru saja menjadi seorang ayah.


Mendengar hal itu satu pasukan pun langsung bersorak gembira dan memberikan selamat padanya.


''Selamat ya...aku tak percaya kau akan menjadi ayah lebih dulu'' kataku


''ahaha..terima kasih ketua.. semoga ketua juga cepat menemukan pasangan''balasnya yg tiba-tiba jleb banget ke hatiku


''huh?....apa maksudmu itu huh?... maksudmu aku tak laku gitu?..hoo~..sekarang kau jadi sombong hanya karena baru jadi ayah ya...''kataku sambil memancarkan aura membunuh yg kuat padanya


''ti...tidak ketua...bukan begitu....s...saya hanya....''


''ma....maafkan saya ketua...''sambungnya sambil bersujud di hadapan ku


''sudah..sudah...ketua juga tenang lah...''kata nicol yg mencoba melerai kami


''ngomong-ngomong apa boleh kami melihat bayimu itu?..''sambung nicol sambil melirik ksatria tersebut


''ah... iya...tentu saja boleh'' ''aku memang berencana mengadakan pesta kecil untuk merayakan kelahirannya'' ''ke..ketua juga...kalau anda mau datang...'' sambungnya sambil melirikku takut


''pasti aku datang..asal kau tak bahas soal pasangan lagi saja'' balasku sambil menatapnya tajam


''sa...saya mengerti ketua...''


***


Setelah jam kerja berakhir , kami pun mulai bersiap untuk pergi ke rumah ksatria yg baru memiliki anak tersebut. Di sana kami langsung di sambut dengan baik.


''wah...imutnya...'' ''imut sekali , berbeda sekali dengan ayahnya ya ahahaha''


''kau benar..sama sekali tak mirip, apa benar kau ayahnya ahaha''


''kurang ajar tentu saja aku ayahnya!" ''ahahaha''


''um....ketua..apa sir leon tak datang?''tanya nicol


''ah~...kau kan tau sendiri kalau dia sibuk mengurus nona.'' Balasku sambil melihat para prajurit yg sedang tertawa lepas di hadapanku


'' ah!... boleh coba ku gendong ?''tanya seorang ksatria lalu mencoba mengendongnya namun tak lama kemudian bayi itu langsung menangis dan membuatnya panik

__ADS_1


''bodoh...bukan begitu cara menggendong bayi''kataku lalu berjalan kearahnya dan mengantikannya. Begitu aku menggendongnya tangis bayi itu pun langsung berhenti


''wah!~...luar biasa'' '' tanggisnya langsung berhenti'' ''ketua anda luar biasa, bagaimana anda melakukannya?''


''jangan-jangan ketua pernah merawat bayi ya dulu''ledek nicol


''ahaha...entahlah..''balasku lalu melirik bayi tersebut


Um....entah kenapa aku merasa tak asing saat melakukan ini...apa aku pernah melakukannya ya dulu?


Dulu saat aku kecil ada sebuah tembok tinggi. Kata para pelayan itu hanyalah sebuah pembatas dan aku di larang mendekati nya. Tapi namanya juga anak-anak semakin dilarang maka semakin penasaran jadinya.


Suatu hari aku dengan nakalnya pergi ke tembok tersebut. Ku telusuri tembok tersebut hingga tanpa sengaja aku menemukan sebuah lubang kecil di tembok tersebut


Tapi lubang itu terlalu kecil bagiku jadi mustahil bagiku untuk masuk . awalnya aku berfikir untuk menyerah saja dan kembali namun...baru beberapa langkah aku ingin pergi....


Tiba-tiba terdengar suara tangis bayi dari balik tembok tersebut. Awalnya ku pikir aku salah dengar namun tangisnya semakin kencang dan membuatku takut sekaligus penasaran. Akhirnya ku putuskan untuk melihat ada apa di balik tembok tersebut.ku gunakan sihir air yg baru saja ku pelajari dan membuat lubang itu menjadi cukup besar untuk ku lewati


Perlahan aku pun menyelinap melalui lubang tersebut dan aku di buat terkejut saat melihat apa yg ada di balik lubang, sebuah rumah yg jauh lebih kecil dan sederhana dari rumahku di tambah rumah itu seperti tak terawat dan malah terkesan menyeramkan


''a...apa ada orang yg tinggal di sana?''pikirku yg mulai merinding


Dan tiba-tiba tangis bayi itu kembali pecah dan membuatku semakin takut. Suaranya berasal dari dalam rumah.dan kala itu aku sudah memikirkan hal-hal seram sehingga kakiku enggan melangkah lebih jauh


''huwaaa!...''teriakku yg malah kaget sendiri


Ku lihat ada bayi kecil di sana,dan aku yg sudah terlanjur hanyut dalam imajinasiku malah mengira itu makhluk seram. Setelah merasa lebih tenang aku langsung melihat kembali kedalam keranjang dan mendapati seorang bayi laki-laki dengan rambut pirang dan mata hijau sedang menangis tersedu-sedu


''ah~...ternyata benar seorang bayi..''kataku sambil membuang nafas lega


''oi~....kenapa kau menangis...apa ada yg membuatmu takut?''tanyaku sambil mencoba memegangnya dan bayi itu langsung menarik tangan ku lalu memasukan itu ke mulutnya


''HUWAAAA.. aku dimakan!!... jangan bilang dia monster yg memakan manusia!" seruku yg langsung panik. Akupun langsung menarik tanganku dan begitu aku melakukan itu bayi tersebut langsung menangis kembali


''tak boleh!.... aku ini bukan makanan!''seruku yg malah membuatnya semakin menangis


''um...apa kau lapar?'' '' tapi aku bukan makanan...dagingku juga gak enak loh''


Aku pun langsung melirik sekitarku dan mencari adakah yg bisa bayi ini makan


''tak ada apa-apa''

__ADS_1


Lagi pula kenapa biasa ada bayi disini? ,dimana ibu bayi ini?..


Aku pun mulai menelusuri rumah dan mencari makanan untuk anak tersebut. Namun hasilnya nihil ,aku tak menemukan apapun..


''huh~...aku sudah mencarinya dan tak ada apa-apa''kataku sambil berjalan ke keranjang bayi itu lagi namun saat aku mendekat aku tak lagi mendengar bayi itu menangis


Aku pun langsung melihat kondisi bayi tersebut dan aku di buat terkejut saat diam saja.


''o..oi...kau tak apa?..''tanyaku sambil mencoba menggoyangkannya namun bayi itu hanya meresponku dengan suara yg terdengar lemas


!!!?.... oi...dia kenapa?...kenapa tiba-tiba lemas begini?


Aku pun mencoba memegang perut bayi itu dan perutnya terus berbunyi seakan dia belum makan sejak tadi


''tu..tunggu sebentar ya... aku akan membawakan makanan dari rumahku''


''bertahanlah sebentar lagi''sambungku lalu lari menuju rumah dan berniat membawakan makanan untuknya


Sesampainya di dapur aku langsung mengambil apapun yg bisa ku bawa dan setelah itu aku langsung berlari kerumah itu lagi .


''lihat..aku bawa banyak makanan untukmu, pilihlah yg manapun kau mau'' kataku sambil memberikan semua yg ku bawa. Namun bayi itu tak merespon dan terlihat semakin melemah


''hei...kenapa tak makan?..kau lapar bukan?...ini makanlah''kataku sambil menyodorkan apel padanya,namun dia tak bisa memakannya


''um.....apa-apaan kau ini, jangan pilih-pilih makanan...''kataku lalu mencoba membuka mulut bayi tersebut dan ternyata dia masih tak memiliki gigi


''Ah~..pantas saja kau tak makan'' kataku. Aku pun langsung memutar otakku dan mencari cara agar dia bisa makan


''susu?..'' ''kalau susu mungkin bisa!"


Aku pun langsung pergi mengambil susu dan memberikannya pada bayi itu, dan benar saja dia langsung makan dengan lahap begitu ku berikan susu


''ternyata benar susu kah..harusnya kau bilang dong''kataku sambil memegangi botol susunya


Meski begitu tetap saja,kenapa ada bayi disini terlebih dengan kondisi kelaparan begini.dimana ibunya?...


''hei...dimana ibumu?...apa dia tak memberimu makan?''tanyaku yg tak di balas olehnya dan sibuk dengan susunya


''um...kau benar-benar tak bisa menjawab ya."


...****************...

__ADS_1


...NEXT...


__ADS_2