Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 279


__ADS_3

Setelah tubuhku menghilang ku pikir kesadaran ku akan langsung di kembalikan tapi nyatanya tidak. Aku malah terdampar di hadapan sebuah pohon kristal besar.


Meski ku tau ini ilusi tapi ini terkesan terlalu nyata.


''tak ada apapun disini'' ucapku sambil melirik sekitarku . namun tak ada apapun selain pohon ini.


Perlahan ku coba sentuh pohon tersebut. Rasa dingin yg menyejukkan pun langsung ku rasakan.


'' sebenarnya ini apa ya" pikirku lalu mencoba mengitari pohon tersebut sampai.


!!!?... langkahku terhenti begitu melihat sosok anak kecil berambut biru muda pendek berdiri di depan sebuah nisan batu sambil memegang setangkai bunga putih


Penarasan, itu lah yg kurasakan. Perlahan aku mencoba mendekatinya namun begitu anak itu mendengar langkahku ia langsung berbalik menatapku.


Mata birunya yg bagaikan permata safir itu menatap lurus kearahku dengan Air mata yg menghiasi pipinya.


Aku tak tau kenapa tapi begitu menatap kedua mata anak tersebut dadaku langsung terasa nyeri tak tertahankan.


''anu!'' ku coba memanggilnya namun anak tersebut langsung menempelkan jari telunjuknya ke mulut guna mengisyaratkan ku untuk diam.


Setelah itu ia seperti bergumam sesuatu namun aku tak bisa mendengar apa yg ia katakan. Saat ku coba untuk melangkah lebih dekat tiba-tiba saja pandanganku mendadak kabur.ku coba mengusap-usap mataku berharap pengelihatanku bisa lebih baik dan begitu aku membuka mataku kembali mimpi aneh itu berakhir.


Aku terbangun dari koma ku(?). dan mendapati diriku berada di atas tempat tidurku


Perlahan ku lirik sekitarku memastikan keadaan namun tak ada yang aneh. Ini hanya kamarku. Tempat dimana aku menghabiskan hari-hariku yg biasa.


'' tadi itu apa ya?'' gumamku yg masih heran dengan mimpi aneh barusan


Rasanya familiyar, aku seperti mengenal anak tersebut tapi aku tak ingat siapa dia.


Padahal aku baru kembali dari kematian tapi aku langsung di sambut mimpi aneh. Hidupku penuh teka-teki ya.


'' ah! Bukan saatnya melamun!'' ucapku lalu mencoba bangkit namun aku langsung di buat terkejut begitu melihat ayah,ibu serta kakak sudah berada di sisi tempat tidurku dan kini senang tertidur pulas karena lelah menungguku


..........


''sejak kapan mereka tertidur disini?''batin ku lalu menyibak rambut ayah .dan saat aku melakukan itu aku bisa melihat jelas kantung mata ayah yg sedikit menghitam.


!?!... jangan bilang ayah jadi kurang tidur belakangan ini?.


Aku pun mencoba melihat kondisi ibu dan kakak dan mereka pun sama bahkan kakak jauh lebih parah kondisinya. Kantung Matanya benar-benar menghitam


Mereka sampai begini karena aku. Kalau saat itu aku beneran mati kira-kira mereka akan bagaimana ya?.


Saat di ether aku sama sekali tak memikirkan mereka, jujur saja saat itu pikiran ku benar-benar kosong aku hanya berharap semua ini bisa segera berakhir. Aku sama sekali tak memikirkan mereka yg menungguku kembali.


''maaf..''gumamku pelan


Aku selalu membuat mereka cemas dan juga menimbulkan masalah bagi mereka, meski begitu...


''um?...ah...'' ''!!!!? ADIK KECIL!?'' seru kakak yg tiba-tiba bangun dan langsung mengejutkan semua orang. Seketika saja ibu dan ayah pun langsung terbangun


Mereka semua pun langsung diam menatapku tanpa berkata sepatah katapun sampai...


'' eli...''

__ADS_1


''ELISSA!!'' *GREP!... seru ibu yg langsung melompat dan memelukku erat


''huwaaaaa...akhirnya kau sadar juga...ibu sangat cemas..'' tanggis ibu


''ibu..''


''adik kecil...syukurlah..''ucap kakak yg mencoba menahan tangisnya


''elissa'' panggil ayah yg terlihat masih sangat syok


'' ayah..'' gumamku sambil menoleh kearah ayah dan...


*syut... ''syukurlah... akhirnya kau sadar juga putriku'' ucap ayah gemetar lalu perlahan menyentuh pipiku


Dan entah kenapa sentuhan hangat ayah membuat dadaku terasa begitu nyeri. Hingga tanpa sadar__


*tes..


!!? '' elissa!?''


*tes *tes.. air mataku mengalir begitu saja . aku juga tak paham kenapa tapi ini keluar begitu saja dan enggan berhenti


''astaga ada apa sayang?. Apa ada yg sakit?'' tanya ibu panik


''ERWIN SEGERA PANGGIL DOKTER!'' seru ayah yg juga ikut cemas


''BAIK! TUNGGU SEBENTAR!'' seru kakak lalu langsung berlari memanggil dokter


'' tenang saja sayang,dokter akan segera sampai. Coba bilang pada ibu yg mana yg sakit?''tanya ibu


'' do..... DOKTERNYA MASIH BELUM DATANG KAH!?'' teriak ayah tiba-tiba


''AKU MEMBAWANYA!'' seru kakak sambil menyeret seorang dokter ke kemari


''cepat lah!, putri ku mengalami rasa sakit di dadanya. Itu mungkin membahayakan jantungnya!. Mungkin ada masalah di jantungnya!'' seru ibu yg langsung histeris


*grep! '' tidak, bukan begitu'' ucapku sambil menarik ujung baju ayah


'' dadaku terasa nyeri tapi juga terasa begitu hangat'' ucapku sambil mencoba menahan tangis ku


Aku tau ini bukan lah penyakit yg membahayakan pasalnya aku pernah mengalami hal ini juga tapi reaksi mereka yg mendengar itu__


Malah jadi semakinn pucat


''DOKTER KENAPA MALAH DIAM SAJA!?. KONDISI ADIKKU SEMAKIN MEMBURUK!'' seru kakak yg alhasil membuat dokter itu langsung berlari dan memeriksaku


Tapi__


''ti..tidak ada masalah pada jantung nona,semuanya baik-baik saja'' ucap dokter tersebut setelah memeriksaku


''JANGAN BOHONG!, ADIK KECIL BILANG DADANYA SAKIT! PASTI ADA MASALAH!'' seru kakak


'' astaga saya kira ada apa sampai seribut ini'' ucap harry yg baru datang


'' padahal nona baru saja bangun.'' Ucap harry sambil berjalan mendekati ku

__ADS_1


*hmph '' tuan muda, saya rasa ini bukan masalah besar'' sambung harry


''maksudmu dada putriku terasa sakit itu bukan masalah besar?''balas ayah sinis


''tidak,tidak bukan itu maksud saya'' balas harry


''saat ini nona hanya merasa terharu, atau mungkin senang?'' ucap harry sambil melirikku


''huh?. Harry apa yg kau bicarakan?''tanya ayah


''astaga tuan. Masa anda tak menyadarinya?. Sama seperti kita semua disini yg merindukan nona ,nonapun demikian. Kita hampir berpisah untuk selamanya, tentu saja nona merasa terharu bisa berkumpul kembali bersama kita'' jelas harry


'' kalian tau kan saat kita terharu terkadang dada kita terasa nyeri namun di sisi lain terasa begitu hangat. Saya pikir itu manusiawi'' ucap harry


''harry benar'' ucapku


*tes.. *tes ''aku...senang bisa kembali..'' ''aku pikir *hiks.. aku tak akan pernah bertemu kalian lagi *hiks.. aku merasa begitu senang sekaligus lega, *hiks. Karena pada akhirnya aku bisa melihat kalian lagi'' ucap ku dengan air mata yg mengiringi


''elissa''


*grep! ''huwaaaa..ibu juga!..ibu juga merasa sangat senang!'' seru ibu sambil memelukku erat


''aku juga begitu adik kecil'' timpal kakak sambil ikut memelukku


*puk '' ayah pun begitu'' ucap ayah sambil membelai lembut rambutku


Dan ya... kehangatan mereka ini berhasil membuat tangisku semakin menjadi jadi.


Meski aku selalu membuat masalah untuk mereka tapi mereka masih saja menyayangiku layaknya putri kandung mereka sendiri. Dan setiap kali memikirkan cinta merasa dadaku jadi semakin nyeri tapi di sisi lain juga terasa begitu hangat


***


Setelah puas menangis akhirnya aku bisa tenang juga lalu..


''ngomong-ngomong, ayah. Dimana leon?'' tanyaku


Leon tidak ada disini,itu hal yg jarang terjadi. Biasaya dia sudah berada disini tanpa di suruh...


Apa dia kelelahan dan sedang ti_


''Saya tak akan menangis.sebagai gantinya saya akan langsung bunuh diri''


!!!!?. tiba-tiba saja aku langsung teringat janji yg ku buat bersama leon saat pesta malam itu dan begitu aku mengingat hal itu..


*grep! '' AYAH!. LEON!, LEON ADA DIMANA!?'' seruku yg jadi begitu cemas


Tak mungkin kan leon...tidak..tidak...leon tak mungkin melakukan itu dia pasti masih hidup,tapi kenapa dia tak disini?


''elissa..tenang lah sayang..'' ucap ayah sambil mengenggam pundakku


''leon..'' ucap ayah dengan nada ragu-ragu dan itu membuatku semakin takut


''ada apa?. Apa yg terjadi?'' tanyaku cemas.


...****************...

__ADS_1


...To Be Continue...


__ADS_2