
POV Eric
Tuan putri mengirimkan surat panggilan padaku?. jelas ini mengejutkan.hal penting apa yg ingin ia sampaikan hingga mengeluarkan surat panggilan. Jangan bilang mata-mataku ada yg ketahuan?..kalau benar begitu kurasa ini akan merepotkan.
Um?...!!? tunggu sebentar
Dari tadi aku tak fokus pada keadaan di luar karena surat panggilan ini tapi begitu perhatian ku teralihkan keluar jendela aku baru menyadari kalau jalan yg ku lewati bukanlah jalan menuju istana tuan putri melainkan masuk ke daerah hutan
Menyadari hal itu aku pun langsung bangkit dan menyiapkan diri
''woi!.. kemana kita akan pergi?''tanyaku yg tak mendapat respon darinya
Merasa ada yg tak beres aku pun langsunng membuka pintu kereta kuda dan mencoba melihat apa yg terjadi
''woi!.aku bertan..''kataku yg terhenti begitu menyadari tak ada kusir disana.
!?!. aku pun langsung melompat ke tempat kursir dan memberhentikan kereta kudanya
Apa yg terjadi..sejak kapan kursirnya menghilang dan lagi...ini dimana?
Ku amati sekitar ku dan hanya menemukan pepohonan yg menjulang tinggi hingga...
*WUSH!.... *DUAAARH!!!!
Tiba-tiba saja ada serangan yg datang kearahku tapi beruntung aku berhasil menghindariya meski kereta kudanya jadi hancur berkeping-keping
Penyerang!?
Menyadari nyawaku sedang terancam aku pun menarik pedangku
''berhenti bersembunyi dan tunjukan dirimu''kataku yg bukannya mendapatkan balasan malah mendapatkan serangan lagi
Beberapa kali aku berhasil menghindari serangan randomnya meski begitu ada beberapa serangan yg tak bisa ku hindari hingga menyebabkan goresan di tubuhku
Ck... dari mana serangan-serangan ini berasal?.karena arah serangannya berubah-ubah aku jadi tak tau di mana lokasi pastinya si penyerang
''pffft..ahahaha'' tawa seseorang yg bergema dan jelas itu membuatku tersentak kaget
Suara perempuan!?..tapi ini bukan suara tuan putri marcella...lalu siapa?
'' siapa sangka seorang putra mahkota bisa terjebak oleh pangkap sederhana begini''kata suara aneh itu
Perangkap?...jadi surat panggilan itu perangkap?.yah..aku sudah tak heran sih...
''berhenti bersembunyi seperti tikus dan tunjukan dirimu''kataku
__ADS_1
Suaranya bergema di sini aku jadi tak tau dari mana asal suara itu.
''boleh saja'' katanya yg membuatku tersentak
''lihat aku sudah muncul''katanya lagi yg tiba-tiba muncul di sebelahku dan jelas secara reflek aku langsung menghunuskan pedangku kearahnya namun ia langsung menghilang layaknya bayangan
!?...apa-apaan itu?..tak ada suara langkah kaki sama sekali. Aku bahkan tak merasakan hawa keberadaannya sebelum ia mulai bicara
''pffft..hahaha..raut wajah itu..ahaha..benar-benar menarik''katanya yg sudah berdiri di depan ku. Sontak aku langsung melompat menjaga jarak darinya
Apa-apaan wanita ini..
Dia bukan tuan putri marcella .aku bahkan tak pernah melihatnya. Rambutnya abu-abu gelap dengan mata perak. Dan parahnya dia tak memiliki hawa keberadaan sama sekali
Seumur hidup ini pertama kalinya aku berhadapan dengan makhluk yg tak memiliki hawa keberadaan begini
'' seperti hantu saja''gumamku sambil mengenggam erat pedangku
''ahaha...apa kau ketakutan?..imutnya..''katanya sambil menatapku gemas dan itu malah membuatku merinding
''siapa kau?''tanyaku
''um?...siapa aku memang apa pedulinya bagimu?. Yang jelas aku kesini untuk membunuhmu sesuai perintah'' katanya sambil tersenyum riang
''kenapa?. Apa ada bangsawan gila yg tak suka dengan ku?''tanyaku
''tidak...bukan begitu. Kau itu menganggu soalnya''balasnya
!?!...
''karena mu, semua rencana kami berantakan.yah..perlu ku akui kami yg terlalu tergesa-gesa tapi menyebalkan juga kalau kau terus saja menyadari langkah kami. Karena itu tuan putri meminta ku menghabisimu'' jelasnya yg membuatku kaget
!?! tuan putri!?
''marcella?!'' kataku sambil menatapnya tajam dan dia pun hanya menyeringai lalu tiba-tiba menyerangku dari jarak dekat
'' pikiran mu ternyata sangat sempit ya'' katanya sambil mendekatkan wajahnya kearah ku lalu menghempaskan ku hingga membentur pohon dengan cukup kuat. Yg jelas membuatku muntah
'' tak bisa di percaya orang berpemikiran sempit begini ternyata mampu menghancurkan rencana kami''katanya sambil memiringkan sedikit kepalanya dan saat ia melakukan itu aku jadi menyadari hal paling tak terduga . telingga gadis itu yg tadinya tertutup oleh rambut tebalnya kini terlihat cukup jelas dan telingga itu...
ELF!?!
Telinga panjang adalah salah satu ciri khas klan elf. Dan telinga gadis ini...
Siapa sangka aku akan melihat elf lain selain elissa. Tapi kenapa ia malah mau membunuhku?. Karena aku mengganggu rencanyanya?. Rencana apa yg ia maksud?. Aku hanya mencoba melindungi eli.....ah!?...
__ADS_1
'' apa kalian mencoba mendapatkan putri para elf kembali?''tanyaku sambil mencoba bangkit
''um?...kenapa tiba-tiba bertanya begitu?''tanyanya
'' telinga itu...kau elf?..''tanyaku sambil menunjuk telinganya
Ia pun langsung terdiam sesaat lalu memegangi telinganya dan tertawa
''ahahaha... jahat sekali... bisa-bisanya kau menyamakan ku dengan makhluk lemah itu'' tawanya yg membuatku ke binggungan
''aku kecewa... kau bahkan tak bisa membedakan mana telinga elf dan mana yg bukan. '' katanya sambil perlahan mendekat kearahku
Jadi bukan elf kah... kalau begitu jenis apa dia ini?...
Yah apapun itu...ini bukan situasi yg menguntungkan bagiku. Pertama-tama aku harus kabur dulu dari sini
Aku pun memanggil spiritku dan mengunakan kekuatan kegelapan untuk kabur darinya
Area sekitar kami pun mendadak menjadi gelap gulita hingga jarak pandang pun menjadi sangat terbatas. Dan karena aku pengguna sihir kegelapan melihat di tempat gelap bukanlah masalah.itu sebabnya aku mengunakan momen ini untuk kabur darinya
''hee...ternyata kau penguna sihir kegelapannya ya''kata wanita itu
''hmph.. ternyata kita cocok ya'' sambungnya yg membuatku tersentak
Lalu... *BUAAAAAKH!..... tiba-tiba ia sudah muncul di depan ku dan memberikan ku pukulan kelak hingga membuatku muntah darah
Akibat pukulan itu pula sihir ku menghilang. Dan kabut hitam pun mulai menghilang perlahan
''apa kau tau?.aku itu sangat kuat saat di tempat gelap loh''katanya yg membuatku syok
Kuat di tempat gelap....telinga runcing seperti elf...!?!... jangan bilang dia ini!?
''vampire!?''
*krak! ''tepat sekali'' katanya sambil mematahkan tangan kanan ku yg jelas membuatku berteriak kesakitan.
Setelah itu ia pun menghunuskan pedangnya kearahku tapi spiritku langsung menahannya dan membuatku berhasil melepaskan diri darinya
''Hoo~..ada Spirit Imut rupanya''katanya sambil menjilat darahku dan melihat hal itu jelas aku langsung melihat kearah tangan kanan ku yg di patahkan olehnya dan benar saja bukan hanya mematahkan tangan ku ia juga berhasil merobeknya dan jelas ini benar-benar menyakitkan
Perbedaan kekuatan kami terlalu jauh di tambah lagi elemenku malah menguntungkannya..sial..sekarang aku harus bagaimana?.
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1