
''Leon selamat ulang tahun!'' '' ku berikan diriku sebagai hadiah untuk mu ''
Huh!?.......................
(Tunggu sebentar otak leon sedang memprosesnya)
........................................................................................................................
''leon?...'' ''leon!, kau tak apa?'' tanyanya sambil melambai-lambaikan tangannya
''NONA APA YG BARU SAJA ANDA KATAKAN!'' seru ku yg baru mencernanya
''eh?..eto.. selamat ulang tahun?''
''bukan setelahnya''
''oh... hadiah dariku adalah diriku'' balas nona dengan mudahnya lalu memberikan sebuah kotak kecil padaku. Meski masih syok perlahan ku buka kotak tersebut dan rupanya ada boneka kecil yg mirip nona di dalam kotak tersebut, aku pun langsung mengambilnya dan melihatnya keheranan
Boneka dengan rambut yg terbuat dari benang violet yg di pintal, dan mata yg berwarna merah seperti milik nona, bisa di bilang ini versi chibinya nona.
''lihat?.. hadiah dari ku adalah diriku'' kata nona sambil tersenyum
''aku membuatnya sendiri..ahaha..aku tak terbiasa membuat boneka jadi maaf kalau hasilnya tak seberapa...'' kata nona yg terdengar malu
''apa leon menyukainya?''
Astaga....untuk sesaat ku pikir jantungku akan copot tadi. Perkataan nona benar-benar membuatku terkena serangan jantung.. tapi...
Perlahan lirik jari jemari nona yg berbalut perban dan saat melihat itu aku menyadari nona sudah bersusah payah membuat ini untukku
''saya sangat menyukainya nona, ini adalah hadiah terbaik yg pernah saya dapat'' balasku sambil sedikit menunduk untuk menyamakan tinggi kami
Lalu perlahan ku genggam tangan kecilnya itu dan berkata
''tapi tolong jangan paksakan diri anda nona, lihat tangan anda jadi penuh luka begini''
''ah!... jangan khawatir leon, luka ini akan segera hilang seiring berjalannya waktu, dari pada itu, aku senang kalau leon menyukai hadiah dariku''
''ternyata saran harry itu benar, syukurlah'' sambung nona
''harry?''
''iya... tadinya harry menyarankan untuk memberikan diriku untuk leon, tapi laura dan adeline melarangnya, jadi aku berfikir bagaimana kalau ku buat versi mini ku saja sebagai penganti diriku '' jelas nona
''ah.. begitu ya'' balas ku sambil tersenyum.
Akan ku bunuh dia nanti lihat saja, bisa-bisanya dia dia menyarankan hal konyol begitu.
__ADS_1
''anda jenius nona, untung saja nona tak mendengarkan omongan si bodoh itu.''
Karena kalau nona melakukanya, kematian saja tak akan cukup untuknya
''ngomong-ngomong leon, bagimana liburan mu?, apa menyenangkan?.''
''eh?..liburan?''
''loh?...aku kan menyuruh leon libur selama beberapa hari''
''bukannya nona membuang saya?''
''HAH!?... mana mungkin aku melakukan itu!''
''eh , bukan?..'' '' tentu saja bukan!''
Grep!... '' leon itu sangat berharga bagiku , mana mungkin aku membuang leon'' sambung nona sambil menggenggam erat tangan ku
''tapi.. nona bilang jangan dekati nona lagi...''
''eh?... memang aku ngomong begitu ya?''
''maaf leon.. aku bukan bermaksud begitu... soalnya harry bilang leon belakangan ini lelah jadi harry menyaran kan untuk meliburkan leon, aku tak tau kalau leon malah merasa di buang begini''
HARRY!!!!!!... DIA BENAR-BENAR MINTA DI BUNUH RUPANYA!
'' aku benar-benar minta maaf'' sambung nona dengan wajah menyesal
''ini bukan salah anda nona, saya justru merasa senang nona mengkhawatirkan saya tapi...''
*Syuut .... dengan lembut ku tarik nona dalam pelukan ku lalu berbisik
''tolong jangan suruh saya untuk menjauhi nona lagi... karena saya tak akan bisa melakukannya''
Ah~... kenapa ya..hati ku tiba-tiba terasa nyeri. Apa aku segitu takutnya kehilangan nona?...
Menyedihkan sekali diriku ini, bagaimana kalau nona dewasa nanti ?. nona pasti akan pergi dengan pria pilihannya. Padahal waktu itu ku bilang akan menjadi orang pertama yg mendukungnya tapi kalau sudah begini, aku malah takut untuk melepaskannya nanti....
Grep... '' aku mengerti... aku tak akan melakukannya lagi aku janji'' balas nona sambil memelukku balik dengan tangan kecilnya itu
***
Setelah mengantar nona kembali ke kamarnya pun aku kembali ke kamarku. Begitu masuk kamar perhatian ku langsung teralihkan oleh hadiah dari nona, segera ku ambil boneka tersebut lalu duduk di pinggir kasur ku
''hmph...saking sedihnya memikirkan nona ,aku sampai lupa dengan ulang tahun ku sendiri'' kata ku sambil memandangi boneka tersebut
Yah... meski dari awal aku sama sekali tak peduli dengan ulang tahun ku sendiri,sebab tak akan ada juga orang yg merayakannya. Meskipun dulu para ksatria pernah mencoba merayakannya tapi aku malah menolak nya dengan dingin, karena ku pikir itu sama sekali tak berguna dan merepotkan.itulah sebabnya mereka tak pernah melakukannya lagi.
__ADS_1
Tapi aku tak menyangka kalau saat ini aku akan sebahagia ini mendapatkan hadiah di hari ulang tahun ku.
''aku pasti akan menjaganya baik –baik nona, aku janji'' katanya sambil tersenyum menatap boneka tersebut.
Tak lama kemudian suara dari ketukan pintu pun mengangguku , aku pun langsung pergi membukanya dan apa yg ada di depan pintu benar-benar membuat ku heran
Kenapa sebab yg ada di sana adalah sebuah kotak besar yg sudah di bungkus rapih dengan pita.dan kotak itu tiba-tiba bergerak dan jelas membuat ku langsung memasang ancang-ancang, dan begitu kotak terbuka sendiri
''SURPRISE!. SELAMAT ULANG TAHUN ADIKKU!'' seru harry yg tiba-tiba keluar dari dalam kotak
''baiklah.....meski sedikit malu mengatakannya, tapi ini dia hadiah dariku yakni di~ri~ku... '' katanya sambil berpose imut
........................................................................................................................
TAK!
(suara benang kesabaran leon yg putus)
Sring.... Tanpa pikir panjang aku langsung mengeluarkan pedang sihirku dan bersiap mencincang habis badut menjijikan ini
''e...eh?..leon.. aku hanya bercanda...'' ''aku benar-benar membawa hadiah untukmmu, sungguh tadi itu cuman bercanda...'' ''leon...tolong singkirkan pedang itu...'' ''leon..adik ku sayang..'' ''leon!!!!!!......''
''AAAAAAKKHH!!!!!!!!!!!!!!!''
*****
POV Harry
Ukh...sakit....
bagaimana bisa seorang adik memukul kakaknya sendiri dengan pedang seperti itu!?.padahal aku sudah berniat baik , tapi malah ini yg ku dapat?.
''huh~...jadi terlalu baik ternyata merepotkan ya'' gumamku sambil memegang keningku
TAPI SAKIT!... ku pikir aku akan mati tadi!.
''huh~.adikku itu gak ada imut-imutnya sama sekali'' keluhku sambil membuka pintu kamar
Saat hendak berbaring di kasur perhatian ku pun langsung teralihkan pada sebuah bingkai foto tua yg ada di mejaku. Perlahan ku ambil foto tersebut dan memandanginya sambil tersenyum kecil.
''yah..setidaknya dia tak sedingin dulu..''
***
Aku dan leon adalah saudara beda ibu, ibuku adalah seorang bangsawan sedangkan ibu leon hanya rakyat biasa. dari sini saja siapapun pasti sudah tau kalau perlakuan orang pada kami berbeda. Sebagai putra sulung sekaligus orang yg memiliki peluang besar sebagai penerus keluarga selanjutnya. Dari kecil aku sudah didik banyak hal dan bahkan memiliki banyak pujian dari orang-orang.
Namun berbeda dengan ku leon malah mendapatkan hal sebaliknya, para bangsawan tak menganggapnya sebagai manusia, dari kecil leon sudah banyak mendengar caci maki dan bahkan perlakuan buruk dari mereka.
__ADS_1
...****************...
...Bersambung...