Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 210


__ADS_3

Saat pertama kali menginjakan kaki disini aku sudah merasa ada yg memata-mata tempat ini.tapi karena auranya terlalu tipis aku jadi ragu.tapi barusan... ada sebuah semak yg bergerak tiba-tiba. Tak ada angin ataupun hewan kecil disana.meski tadinya aku ingin mengabaikan hal itu aku justru tertarik begitu melihat gumpalan putih yg keluar dari semak itu lalu lari kedalam hutan


Karena penasaran aku pun langsung loncat dari lantai 1 lalu berlari mengejarnya hingga kedalam hutan.


Mungkin karena sempat melihatnya dan aku sudah cukup terbiasa dengan perubahan sekitar aku bisa merasa kan dengan jelas kemana benda tadi itu pergi. Saat benda itu bergerak ia membelah angin sekitarnya.meski terdengar rumit tapi bagiku yg peka akan berubahan kecil ini menjadi sangat mudah untukku menemukannya. Dan saat ada tembok besar yg membatasi tempat ini tanpa pikir panjang aku langsung melompatinya dan begitu tiba di atas tembok tersebut


!?... ''aku kehilangannya?''gumamku sambil melirik sekitarku


..... ''oh~... ternyata di belakangku'' gumamku


*wush!!~... saat aku hendak berbalik tiba-tiba saja angin kencang datang dan membuatku hampir terpental


'' hoo~...aku jadi penasaran sekarang''kata suara asing yg bergema di sekitarku


Perlahan angin pun berkumpul menjadi satu lalu membentuk sosok anak laki-laki berambut putih dengan mata yg berwarna perak kehitaman.


''kenapa ada elf yg datang kemari?''tanyanya sambil menatapku tajam


Ah~..karena hembusan angin tadi kupingku terlihat kah...dan lagi..bocah ini...dia bukan manusia


Di lihat dari aura dan mananya . ini sih jelas bukan manusia kalau begitu...spirit?..


'' aku sendiri penasaran siapa kau dan apa alasan mu ada di tempat ini''


''um?..kalau aku memperkenalkan diriku apa kau juga akan memperkenalkan dirimu?''tanyanya


''tentu saja tidak''


Di pikir aku bodoh?.mana mungkin aku melakukan itu


''kalau begitu lupakan saja''balasnya yg terlihat ngambek


Bocah ini terlihat bersahabat tapi entah kenapa bulu kudukku terus saja berdiri seakan-akan menandakan kalau ia ini sebenarnya berbahaya


''meski aku ingin bilang begitu nyatanya aku tetap tak bisa mengabaikan mu''sambungnya lalu tiba-tiba muncul di hadapan ku


''kau siapa?.dan kenapa kau datang kesini?''tanyanya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku hingga jarak kami begitu dekat


.....tenang..di saat begini aku tak boleh panik. Aku tak merasakan hasrat membunuh darinya.itu artinya ia tak ada niat untuk membunuhku.meski begitu aku tetap tak boleh lengah.


Bertarung dengannya pasti pilihan terburuk dari pada berterung lebih baik aku menghindarinya secara perlahan..


'' tak ada alasan khusus.aku hanya terpaksa datang kemari''balasku


''terpaksa?''


'' aku ini budak'' balasku yg membuatnya tersentak


Benar, ini alibi yg bagus. Secara hal itu benar jadi aku tak perlu takut jika ia mencari tau tentangku . dan lagi kalau aku mengaku sebagai budak itu akan membuat alasan kuat kenapa aku datang kemari.


''kau budak?!..wah..kasihan sekali''katanya lalu tiba-tiba mengusap-usap kepalaku seraya merasa iba


''hidup mu pasti berat ya.tapi tak apa sekarang kau sudah aman''katanya


''apa maksudmu?''


''hmph...aku akan membebaskan mu'' balasnya sambil tersenyum


*BUAAKH!


Tanpa aba-aba bocah ini tiba-tiba memukul ulu hatiku yg jelas membuatku jatuh tersungkur dan sempat kehilangan kesadaranku untuk sesaat.


''a..apa.. yg kau lakukan?''tanyaku sambil memeganggi ulu hatiku yg sakit akibat pukulannya tadi


''lho?...kok masih sadar?.kata nona klo di pukul bagian ulu hati bakal langsung pingsan''katanya


Ukh...sial..aku hampir saja memuntahkan teh mahal tadi...


Dari pada itu aku harus segera menjauh dari nya.


Tanpa pikir pajang aku pun langsung berusaha kabur darinya dan kembali


''loh!?..kenapa kau malah kabur?''tanyanya dari atas tembok. Tapi aku tak perdulikannya dan berusaha lari secepatnya hingga


*wush!~


''padahal aku ingin membantumu''katanya yg tiba -tiba muncul di hadapan ku yg jelas membuatku terkejut hingga langsung terjatuh


Dia ini..sejak kapan?..dan lagi..tubuhnya taak memiliki bentuk fana.seperti hantu saja.


'' kalau kau memang ingin membantu kenapa kau malah mau membuatku pingsan tadi?''tanyaku

__ADS_1


''itu ada alasannya. Yg jelas aku tak bisa membiarkan mu mengetahui lokasinya''


Lokasi?..sebenarnya ia mau membawaku kemana?


''apa kau tak mau bertemu dengan elf yg lain?''tanyanya sambil tersenyum kearahku


Elf lain!?


''aku akan membawamu ke tempat para elf berada. Karena itu tak tak perlu takut dan percayakan saja padaku''sambungnya sambil mengulurkan tangannya padaku


..... tidak..ini tak masuk akal. Katanya ia tak percaya padaku tapi mau membawaku ke tempat para el...ah!?...apa dia berniat membunuhku!?


''tidak mau''balasku sambil bangkit


''tak mau?''


Nyonya liana pernah bilang kalau klan elf di bantai.terlebih bocah ini terlihat mencurigakan. Kalau maksdunya mempertemukan ku dengan para elf di akhirat maka lupakan saja.


'' aku tak berniat bertemu mereka di akhirat. Meski jadi budak sekalipun aku masih mau hidup lebih lama''balasku


''siapa bilang aku akan membawamu keakhirat?.aku benar-benar ingin mempertemukan mu dengan para elf yg masih hidup'' katanya yg membuatku tersenntak


Eh!?..


''tapi..kau bilang kau tak percaya padaku.kalau begitu...''


''mau kau mata-mata atau bukan kau tetap elf.dan aku mendapatkan perintah untuk mengembalikan semua elf yg ada disini ke hutan suci'' balasnya


Hutan suci?


''aku mau membuatmu pingsan karena ada alasannya. Pertama ini atas perintah dari raja elf sendiri. Yg menyuruh membawa para elf yg tersisa disini dalam keadaan pingsan untuk alasannya kau tanyakan sendiri saja pada raja elf '' jelasnya


Sebentar..raja elf!?... apa itu artinya ayah putri elf itu masih hidup?...tapi bukannya kata mereka dia sudah mati?


''pokoknya aku benar-benar tak ada niat jahat padamu. Niatku baik loh mau membawamu kembali ke keluargamu''katanya


......bagaimana ini..haruskah aku percaya padanya?. Kalau aku pergi bersamanya dan benar ke tempat para elf berada saat ini itu akan jadi info bagus untuk nyonya liana mengingat mereka sedang mencari keluarga putri elf...ah!...sebentar...


Kalau ia mau mempertemukan ku dengan para elf kenapa ia tak melakukan itu pada putri elf?.


''kenapa ada elf yg datang kemari?


Dia tak tau?...atau kah...


''kau mau ikut tau tidak?''tanyanya yg masih mengulurkan tangannya padaku


...... ''sayangnya sejauh ini belum banyak hal yg bisa di dapat''


Aku ingin membantu mereka?


Tawaran ini mengiurkan. Tapi di sisi lain kalau ini tipuan maka kematian yg ada di depan sana. Ukh...bagaimana ini? .


''haruskah aku berkorban?''batin ku sambil melirik tangannya yg terulur padaku


***


POV Liana


Ah~...aku lelah..tapi yah..aku cukup puas dengan perjalanan kali ini. Aku juga mendapat kan info bagus terlebih aku bisa membawa half elf kemari.


''fufufu...aku jadi penasaran melihat ekspresi eli saat bertemu achilles nanti''gumamku sedang


Tak lama setelah aku mengatakan itu tiba-tiba aku melihat kereta kuda lean sudah kembali dan jelas melihat hal itu aku langsung berlari dan bersiap menyambutnya


''lean! Selamat datang!''sambutku begitu mereka masuk


''lian!?.kau sudah kembali?''


''ahaha...iya. oh!eli..lama tak bertemu'' kataku sambil memeluk keponakan imutku ini dengan erat


''bunda lama tak bertemu.''balas eli sambil membalas pelukan ku


''oh!..lisa!''panggil luz


''luz!'' seru elissa sambil melepaskan pelukannya dan berlari kearah luz


''kapan kau datang?''tanya lean


''belum lama kok. Tenang saja''balasku


''bagaimana?.ada perkembangan?''tanya lean tanpa basa-basi

__ADS_1


''ahaha..tentu saja. aku bahkan menemukan hal menarik''balasku senang


''eli. Kau pasti tak percaya dengan apa yg bunda temukan'' kata ku


''um?..apa?''


''fufufu...'' ''tolong panggilkan achilles kemari''pintaku pada pelayan


''achilles?''tanya lean binggung


''iya. Kakak baru luz''balasku


''DIA BUKAN KAKAKKU!'' balas luz kesal


Hmm..masih saja malu-malu


''luz punya kakak sekarang?''tanya eli dengan polosnya


''tidak, dia bukan kakakku. Aku juga tak mau ia jadi kakakku''balas luz


'' kelihatannya perjalanannya cukup meyenangkan ya. bagaimana kalau kita bicara di ruang keluaraga?''tawar lean yg ku balas dengan anggukan


Setelah itu kami semua pun berkumpul di ruang keluarga


''luz..kau lebih tinggi ya sekarang''kata elissa


''eh?!...benar kah?''


''iya. Kau juga terlihat lebih dewasa sekarang''kata elissa


''masa sih?..''kata luz yg terlihat malu-malu


''kelihatannya kalian juga mengalami banyak hal ya ''kata lean


'' begitulah. Lalau lean apa kau tau?. Sekarang aku paham rasanya saat kau di tusuk erwin dulu''balasku


''eh!?..luz pernah menusukmu?''tanya lean syok


''ah!.. MAMA!.. kenapa mama membahas hal itu lagi''seru luz yg mendengar percakapan kami


'' luz kau pernah menusuk bunda?''tanya elissa


''tidak!..itu..bukan bukan kesengajaan''kata luz sambil tertunduk menyesal


''sudah-sudah. Jangan di pikirkan. Lagi pula setelah kejadian itu luz benar-benar menjadi anak yg penurut''kataku sambil tertawa kecil


''ukh..mama..''


''lagi-lagi kau melakukan hal yg nekat ya''kata lean


''ehehe..aku hanya meminjam caramu yg dulu ''balasku


*tok..*tok.. ''nyonya liana'' kata seorang pelayan yg baru masuk


''oh!?. Sudah tiba. Dimana achilles?''tanyaku


''itu...mohon maaf nyonya kami tak bisa menemukan achilles dimana pun'' kata pelayan tersebut


''eh!?..tidak ketemu?''


''iya. Kami sudah mencariku ke seluruh ruangan tapi tak menemukannya dimanapun''balas pelayan tersebut


''si bodoh itu..sekarang malah main petak umpet kah''kata luz geram


''bagaimana di luar?''tanyaku yg mulai cemas


''kami sedang mencarinya di taman, markas militer, juga di hutan. Tapi belum ada kabar''balasnya


''sebenarnya siapa dia?''tanya lean


'' sama seperti eli. Dia juga elf'' kataku


''eh!?..elf!?''seru lean dan eli terkejut


''luz bisa bantu temukan achilles?. Mungkin dia tertsesat ''kataku


''huh~..dia itu bikin repot saja''kata luz lalu mulai merapalkan matra untuk menemukannya


''aku akan mencarinya di luar'' kataku


''biar ku bantu cari . Seperti apa ciri-cirinya?''tanya lean.

__ADS_1


...****************...


...NEXT...


__ADS_2