Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 234


__ADS_3

POV Audelina


Padahal kami baru saja memasuki hutan peri.ini harusnya menjadi tempat yg aman tapi..baru saja kami menginjakan kaki di sini kami langsung di sambut oleh penjaga hutan ini. Singa nemea.


Singa dengan ukuran tubuh yg begitu besar dan taring yg tajam. Singa ini merupakan hewan yg menjaga hutan ini agar tetap seimbang. Asalkan kami tak menunjukan aura membunuh atau pun darah maka ia tak akan menyerang dan akan jadi seperti kucing yg bersahabat namun...


*HUWEEE....


Ini salah ku. Aku sama sekali tak memperhatikannya .


Lean tiba-tiba saja muntah darah dalam jumlah yg bisa di bilang tak wajar.mukanya pun kini benar-benar pucat seperti mayat dan yg paling bahaya.


*GOOOOAAR!!!!!!.


Karena muntahnya tadi singa itu malah mengira kami perusak dan akhirnya berlari dan mencoba membunuh kami.


Dengan sigap ku langsung tarik lean mendekat dan menumbuhkan tumbuhan guna menjadi perisai sementara


''LEAN!'' teriakku namun ia tak membalas dan ini terasa jelas tubuhnya yg begitu panas


Grrr....*SRAK!..


Tubuh ku ini kecil dan lean itu besar membawanya kabur jelas akan sulit tapi melawan pelindung hutan sambil melindunginya?


''ahaha...menarik'' ucapku sambil menarik pedangku


Aku bisa saja melawan nya mati-matian tapi kalau aku melakukan itu lean akan mati sebelum aku menang melawannya. Kalau begitu prioritasku sekarang adalah kabur dan mencari cara untuk mengobatinyaa


''maaf ya kucing manis.orang ini akan mati kalau aku meladenimu. Karena itu.mari kita selesaikan ini lain waktu saja'' ucapku sambil menatapnya tajam


Lalu *SYUTT!.. ku gunakan sihirku untuk menumbuhkan tamanan tamanan berduri guna membuatnya menjauh . tapi jelas ini tak semudah itu. pelindung hutan pastinya sangat familier dengan tumbuhan lagi pula cakarnya sangat tajam hingga mudah baginya untuk mengoyak satu persatu tamanan ku


''cih.. merepotkan saja'' ucapku


'' woi!. Jangan paksakan dirimu kucing manis. Atau tangan mu akan terluka!'' ucapku sambil tersenyum menyindirnya . ia pun tampak begitu kesal ia pun mengeluarkan auman yg begitu kencang lalu dengan ku kuatannya ia berhasil menerobos pertahanan ku lalu berlari kearahku . ku coba pancing ia kearah lain dan meninggalkan lean .


'' kemarilah!'' seruku


*GROOOAAR! *SRAK!..


***


.


.


.


.


*tes..*tes...


Ukh..


''aku pasti akan menolongmu...'' '' tunggu aku...''


*tuk! '' sampai aku kembali berusaha lah untuk tetap bernafas, lean!"


******


Beberapa saat yg lalu

__ADS_1


Audelina


''fyuh..kurasa disini saja'' gumamku sambil membaringkan lean yg sudah tak sadarkan diri


Pfft ternyata hewan menang akan berlaku sebagaimana hewan pada umumnya.


Padahal aku hanya mengunakan sihir halusinasi agar memancingnya menjauh sehingga aku bisa membawa lean dengan aman.


''padahal kalau dia pintar dikit ia tak akan tertipu'' ucapku yg kini sangat bangga dengan diriku sendiri


Dari pada itu...


''orang ini sejak kapan kondisinya menjadi begini?'' gumamku sambil memeriksanya


Badannya panas sekali,ia juga berkeringat. Kalau begini ia bisa mati .


Ini aneh padahal saat di hutan monster ia nampak baik-baik saja tapi kenapa saat memasuki hutan para peri jadi begini?


''oh!?''


''Tangannya''gumamku saat melirik tangan kanannya....


!!!!?.. dan saat melihat itu aku langsung menyadari sesuatu.dengan cepat aku langsung membuka bajunya dan tebakan ku benar ..


''dia keracunan?!'' ucapku saat melihat tubuhnya yg mulai membiru. Bahkan terlihat racunnya sudah menyebar hingga mendekati jantung. Kalau di biarkan terus ia beneran akan mati


Sejak kapan!?..tunggu...apa ia terkena racun tarantula?..


''woi...woi yg benar saja''


Racun mereka itu sangat mematikan loh. Biasanya seseorang akan langsung mati saat terkena racunnya tapi orang ini.. dia masih bertahan setelah beberapa jam !?... meski sekarang ia sekarat tapi ketahanannya harus di acungi jempol..


Tidak bukan itu masalahnya.. KENAPA DIA GAK BILANG PADAKU DARI AWAL!


''sekarang sudah terlambat aku tak bisa melakukan apa-apa dengan sihirku'' gumamku sambil mencoba menyembuhkannya


*Tsk... ''sudah ku bilangkan jangan diam saja itu tak keren sama sekali'' gumamku


Sekarang bagaimana?.racunnya sudah menyebar hingga ke dada , hanya tinggal menunggu ajal aja ini mah...


Apa ku biarkan saja?.toh aku sudah mencoba yg ku bisa.dan lagi aku juga tak punya urusan dengannya. Dia juga tak menolongku sama sekali dalam pertarungan apapun.jujur saja tak ada alasan untukku menolongnya


.............. benar-benar tak ada alasan kan?..


***


''lina adalah anak yg kuat,karena itu kau harus bisa melindungi yg lemah.tak peduli apa yg mereka lakukan. Kalau kau bisa melindunginya maka lindungilah''


Ayah....


Bagiku menjadi kuat hanyalah untuk kesenangan pribadi. Aku suka hal ini karena kau selalu memujiku setiap kali aku terlihat keren. Ibu juga,meski hoby ku berbeda dengan anak perempuan pada umumnya beliau sama sekali tak marah dan malah mendukungku. Kalian berdua adalah alasan ku menjadi kuat dan saat kalian di renggut dariku keinginan balas dendam itulah yg membuatku bertambah kuat.


***


Aku kuat untuk diriku sendiri bukan orang lain. Tak pernah terfikir olehku untuk melindungi mereka yg lemah.


Tapi...


'' pria ini tak lemah'' gumamku sambil menyibak rambut hitamnya


Kondisinya saja yg membuatnya lemah saat ini.

__ADS_1


''aneh sekali, tapi aku tak mau kau mati di hadapan ku'' gumamku seraya tersenyum tipis padanya


''aku pasti akan menolongmu''


Ini bukan karena perkataan ayah ,aku hanya tak mau ia mati di hadapan ku


''tunggu aku,akan ku carikan penawar racunnya''


*tuk '' sampai aku kembali berusahalah untuk tetap bernafas,lean'' ucapku sambil menempelkan keningku ke keningnya


Ini adalah hutan para peri, seharusnya ada banyak tumbuhan untuk menawar racun tarantula


Akan ku temukan meski harus mengitari hutan ini seharian!


***


Sementara audelina pergi mencari racun. Sesosok makhluk kecil yg tersesat datang mendekati lean


Dengan kaki kecilnya ia perlahan mendekati lean yg sekarat.


''um?..cinga cidul? (singa tidur?)'' ucapnya lalu dengan tangan mungilnya ia usap usap kepala lean lalu meremparkan senyuman lembut kepadanya


''cinga cape, macanya cidul? ( singa cape makanya tidur?)''


''oh!. Cinga panyas...! (singa panas!)''


''cinga cakit?(singa sakit?)''


''hmph. Cak apa. Eli akan cembuhkan (tak apa, eli akan sembuhkan) ucap gadis kecil tersebut lalu mengusap lembut kening lean . tangan kecilnya pun kini mengeluarkan sebuah cahaya putih yg dingin.


''Ukh..'' perlahan tapi pasti penyebaran racun di tubuh lean pun berhasil melambat berkat sihir kecilnya tersebut


Gadis itu pun terlihat begitu senang saat melihat raut wajah lean yg tadinya terlihat kesakitan kini menjadi lebih baik.


Dan di tengah tengah pengobatan tersebut.....


*GROAAR!!!!...


Makhluk yg tadinya di kira sudah pergi nyatanya kini muncul kembali di hadapan lean dan gadis itu


*GROOOOAAARW!!!!.. auman singa itu mengelegar hingga membuat gadis kecil itu menutup kedua telinganya


''um...sssstt... cak boleh, belisik..cinga hicam lagi cakit (tak boleh berisik,singa hitam lagi sakit) '' ucap gadis itu sambil menempelkan telunjuknya di mulut guna menyuruh singa nemea diam


*GRAAAAAAW!!!.... dan bukannya dia singa nemea besar itu justru mengaum lebih kencang di hadapannya


''ukh...di biyang nja boyeh belicik (dibilang tak boleh berisik)'' ucap gadis itu kecil


*GRAAAAAW!


ukh!....... ''graw!'' gadis itu pun mencoba membalasnya dengan auman nya sendiri namun. Aumannya terlalu imut untuk membuat singa nemea ketakutan.


..............................................................


''eli malah nih( eli marah nih) , graw'' ucapnya sambil cemberut dan tindakannya itu berhasil membuat singa nemea yg besar tadi gemetar ( bukan takut tapi karena gemas )


''benal, takut lah, kalena eli kalau malah celam ( benar takutlah, karena eli kalau marah seram) '' ucap gadi tersebut yg malah mengira dirinya berhasil membuat singa nemea yg perkasa ketakutan


''PFFFT. BUAHAHAHA.ASTAGA , cukup..cukup aku tak tahan lagi'' ucap suara asing yg datang dari belakang singa nemea tersebut


Sosok asing dengan rambut merah tua dan sepasang kuping serta ekor merah yg terus bergoyang yaps sosok asing ini adalah keturunan manusia serigala

__ADS_1


'' woi.. kau lihat sendirikan mereka tak berbahaya jadi pergilah'' ucap manusia serigala tersebut singa nemea pun hanya terdiam sesaat lalu menatap kearah lean dan gadis itu dan pergi begitu saja.


__ADS_2