Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 86


__ADS_3

...POV Elissa...


''E..eh?''


Awalnya aku ingin membuat leon memanggil harry kakak tapi sepertinya itu sangat sulit bagi leon, dia bahkan langsung menonjok harry dan bukannya bilang kakak melainkan kampr*t, ngomong-ngomong kampr*t itu apa?...


''Aw..aw...dia benar-benar memukul ku dengan sangat kencang ''kata harry sambil bangkit dan mengusap-usap pipinya yg di tonjok leon tadi


'' sepertinya leon benar-benar tak mau memanggil mu kakak ya''kata ku sambil menatap harry


''kelihatannya begitu''


''kenapa leon sampai segitunya?.apa terjadi sesuatu di antara kalian dulu?''


''kalian juga tak pernah akur satu sama lain''tanya ku penasaran


''itu yah....mungkin dia masih marah pada saya karena kejadian itu''balas harry yg tentu membuatku binggung


''kau tak minta maaf?''tanyaku


'' belum''balasnya yg langsung terlihat murung


''kenapa?...'' ''harry yg salah kan? Kalau begitu harry harus minta maaf dong''


Aku tak atau apa masalah mereka tapi kalau karena itu hubungan mereka jadi renggang terus ku rasa aku harus melakukan sesuatu untuk membantu mereka


''saya tau itu hanya saja....'' Katanya lalu terdiam sesaat dan terlihat sekali ia sulit melanjutkannya


Apa segitu besar masalahnya?, sampai harry tak berani meminta maaf?...


Grep!... '' harry sangat menyayangi leon bukan?.kalau begitu harry harus bicara padanya..kalau di diamkan terus hubungan kalian bisa benar-benar berakhir''kataku sambil menggenggam kedua tangannya


''....ahaha..terima kasih nona,mungkin saya akan melakukannya lain kali''balas harry sambil tertawa kecil


''kalau begitu latihan hari ini sampai sini dulu ya,kita lanjutkan lagi besok''sambungnya lalu berjalan pergi


???...apa segitu susahnya minta maaf?..


***


Leon dan harry ya...selama ini mereka memang tak pernah akur sih....


''nona..aku dan harry bukan lah keluarga''


Waktu itu leon juga tak mau mengakui harry sebagai keluarganya..


''sebenarnya apa yg terjadi di antara mereka dulu?''pikirku sambil berjalan menuju tempat luz


Padahal bagus kalau leon dan harry bisa akur...um?!....tidak sebentar....


Um....rasanya aku tak bisa membayangkan bagaimana kalau mereka akur...leon memanggil harry kakak?...pfft...aku tak bisa membayangkannya sama sekali


''tapi pasti menyenangkan kalau bisa melihat mereka akur''gumamku sambil membuka pintu ruang kerja luz dan begitu ku buka pintu aku langsung di buat tak bisa berkata-kata saking syoknya

__ADS_1


''a...ada apa ini?''tanyaku saat melihat tempat ini y sudah sangat berantakan bagai habis di terjang badai


''oh!?..lisa...''sapa luz


''apa yg terjadi?''tanyaku sambil menghampiri luz dan pururu


''bukan apa-apa...kami hanya saling beradu pendapat dan ini lah hasilnya''balas luz sambil tersenyum


Apa menyampaikan pendapat sampai segininya?.jelas sekali kalau mereka habis bertengkar hebat


*nona laki-laki itu bicara mengunakan pukulan jadi maklumi saja* kata pururu sambil lompat ke pundakku


''eh?...benar kah?..''


Cara laki-laki bicara ternyata seram ya...


''meski begitu spirit mu benar-benar menyebalkan ,lihat tempat ini ,kalau saja dia mengakuinya sejak awal''kata luz sambil memunggut barangnya yg berserahkan


*itu kan salah mu sendiri nyari gara-gara*


''apa katamu''balas luz sambil menatap pururu tajam


*ngajak ribut lagi huh?* balas pururu sambil bersiap mengeluarkan cakarnya


''sudah cukup kalian berdua!''seruku yg mencoba melerai mereka.


''huh~..kalian berdua ini, baru ketemu sudah ribut terus...apa kalian tak bisa akrab saja?''sambungku sambil membantu luz membereskan tempat ini


''mustahil'' *mustahil* balas mereka berdua kompak


''kenapa sih kalian sulit akur?. Leon dan harry juga...apa segitu bencinya kalian pada satu sama lain?''kataku yg langsung murung


''kalau itu yah...'' kata luz sambil melirik pururu


*kenapa malah nona yg murung?.semangatlah..ini kan masalah kami,nona tak perlu memikirkannya* kata pururu yg mencoba membuatku semangat lagi


''benar sekali lisa..kau tak perlu memikirkannya'' timpal luz


''habisnya...aku kan ingin melihat kalian semua akur...''balasku murung


Dan mendengar itu mereka pun melirik satu sama lan tak bisa membalas apapun


***


....... Kenapa malah aku yg sedih hanya karena teman-teman ku tak mau akur?...apa sesulit itu untuk akur?...


''eli...ada apa?,kau terlihat tak bersemangat, apa ada yg sakit sayang?''tanya ibu begitu melihatku hanya mengaduk aduk makanan ku


''ada apa elissa?''tanya ayah


''adik kecil!...penyakitmu tak kambuh lagi kan!?''seru kakak yg langsung histeris


''tidak kok..aku baik-baik saja sungguh''balasku

__ADS_1


''um...apa ada yg menganggumu sayang?''tanya ayah dengan lembutnya


''ceritakan saja mungkin kami bisa membantu''timpal ibu sambil tersenyum


''itu....aku hanya sedang berfikir kenapa seseorang tak bisa akur,apa mereka segitu bencinya dengan satu sama lain?'' kataku murung


''benci?'' ''um...ibu rasa tak begitu ''sambung ibu yg mebuatku tersentak


''menurut ibu tak akur bukan bearti benci,iya kan lean?'' kata ibu sambil melirik ayah


''benar sekali,ibu dan ayah juga dulu tak akur saat pertama kali bertemu''balas ayah yg membuatku terkejut


''eh!?...tidak?...tapi kalian berdua terlihat sangat serasi''balasku


''haha..itu kan sekarang,dulu kami sama sekali tak begitu''balas ayah sambil tertawa kecil


''benar sekali...ibu masih ingat betul saat ayah mu menodongkan pedangnya kearah ibu dan mendorong ibu ke kumpulan para monster''kata ibu yg tak bisa ku percaya


''hmph...bukannya kau juga begitu lina?. Kau bahkan pernah mampir memakanku,aku masih ingat betul tatapan mu yg seperi predator yg menunggu mangsanya lengah ''balas ayah


''ahahaha benarkah?...aku sama sekali tak ingat'' balas ibu sambil tertawa


''tapi itu cerita masa lalu,sekarang seperti yg elissa lihat kami malah menjadi keluarga.dan kami mulai mengerti satu sama lain''


''tak akur bukan bearti membenci sayang,itu juga bisa menjadi sebuah cara untuk memahami satu sama lain''sambung ayah sambil tersenyum


''aku dan eric juga dulu kan tak akur sama sekali, dia juga selalu menjauhi ku dan bahkan bersikap sangat dingin padaku ,tapi sekarang kami menjadi teman baik'' timpal kakak sambil tersenyum


''benar, anggap saja itu sebagai sebuah proses untuk memahami seseorang, saat waktunya tiba mereka juga akan akur dengan sendirinya''kata ibu


''begitu ya...''


Sepertinya aku terlalu banyak memikirkan hal tak penting,


Benar juga... setiap orang pasti perlu waktu untuk memahami orang lain dan cara mereka melakukannya tak mungkin selalu sama,aku seperti orang bodoh yg mencemaskan itu...


''hmph...elissa itu terlalu baik ya'' kata ayah yg langsung membuatu menoleh kearahnya


''kau pasti begini karena memikirkan orang lain kan?.kau benar-benar baik sayang'' sambung ayah yg membuat ku malu


''tapi itu juga kelemahan mu eli''timpal ibu


''baik itu boleh, tapi jangan terlalu baik''sambung ibu yg membuatku binggung


''benar sekali adik kecil... terlalu baik juga akan berdampak buruk bagimu, tak ada salahnya bersikap sedikit jahat'' timpal kakak sambil mengacak-acak rambutku


''itu masalah mereka kan?, maka biarkan mereka menyelesaikannya sendiri, jangan terlalu kau pikirkan '' sambung kakak


Begitu ya....um!..aku mengerti...


''iya....'' ''terima kasih, aku menjadi lebih lega sekarang''kataku yg dibalas senyuman hangat oleh mereka.


...****************...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2