
Seorang bayi yg di tinggalkan di rumah terpencil sendirian dan kelaparan.entah siapa orang tua dari bayi ini tapi satu hal yg bisa ku pastikan dia ini bayi yg malang.
Setelah hari itu aku terus datang berkunjung , bahkan terkadang tidur bersamanya secara diam-diam.aku juga belajar cara-cara mengurus bayi dari para pelayan dan buku yg ku baca.
Dan hal yg paling ku benci saat mengurusnya adalah saat aku harus menganti popoknya
''ukh...bau sekali...apa kau tak bisa mengantinya sendiri?''tanyaku yg di balas tatapan binggung olehnya
''huh~....ibu mu itu beneran kemana sih?.seenaknya saja meninggalkan mu sendirian''
Um.apa perlu aku bawa dia kerumah?...tapi ayah dan ibu pasti akan marah...mm....beneran deh! Kemana orang tua anak ini!?
Um?... matanya mirip dengan ayah.tapi aku tak pernah dengar aku punya adik...
''yosh...selesai''kataku setelah menganti popoknya
''kau ini benar-benar merepotkan ya..cepatlah besar agar tak membuatku repot lagi''
''ah! benar juga!.karena aku yg merawatmu jadi aku lah bosnya dan kau adalah anak buahku'' kataku dengan percaya dirinya tapi....
Tak!....buagh!.... bukannya memanggil ku bos bayi itu malah melempar ku dengan mainannya ,entah itu di sengaja atau tidak tapi aku benar-benar kesakitan akibat lemparanya itu.
''ukh!...kau ini!..padahal aku sudah merawatmu tapi kenapa kau malah melempariku!''seruku kesal
''sudah untung aku mau merawatmu, kalau begini lupakan saja aku tak akan datang lagi''sambungku lalu berniat pergi meninggalkannya namun...
''HUWAAAA!...'' bayi itu malah tiba-tiba menangis kencang hingga membuatku terkejut
''pe..percuma saja kau menangis!, aku tak akan datang lagi!''seruku yg membuat tangisnya semakin menjadi-jadi
Niat ku untuk pergi pun perlahan memudar dan akhirnya aku pun menyerah dan kembali padanya. Melihatku kembali tangisnya pun mulai mereda dan ia langsung mengangkat tangannya seperti memanggilku
''huh?..apa yg kau lakukan?''tanyaku lalu memberikan tanganku dan begitu ia memegang tangan ku tangisnya pun berubah menjadi senyuman .
Melihat hal itu hati ku mendadak terasa hangat..
''cu...curang...bisa-bisanya kau malah mengunakan senyum itu untuk membuatku kembali''kataku sambil memalingkan wajahku yg memerah. Dan bayi itu malah tertawa senang,Melihat hal itu aku pun ikut tertawa
__ADS_1
Dan akhirnya aku pun terus mengurusnya dan tanpa sadar sudah hampir seminggu aku melakukan ini
''apa kau punya nama?''tanyaku sambil menggendongnya
Seorang anak yg di tinggalkan di rumah kosong dan tanpa orang tua...kalau aku tak datang kala itu ia pasti sudah mati kelaparan.
'' um..karena kau berisik ku panggil kau si berisik saja ya''kataku dan lagi-lagi ia melempariku benda yg ia pegang
Ukh!?...dia ini sebenarnya paham bahasaku kan ya?!...kalau gak bagaimana bisa ia selalu melempariku sesuatu setiap aku mengejeknya?!,benar-benar bayi yg menjengkelkan..
Saat aku sedang sibuk menggendongnya tiba-tiba aku mendengar suara pintu terbuka. Aku pun buru-buru menaruhnya kembali ke keranjang bayi dan aku yg tak memiliki banyak waktu untuk kabur pun memutuskan untuk bersembunyi di bawah tempat tidur
Ukh!?...sebentar...kenapa aku malah sembunyi?...aku kan tak salah apapun.
*Tap..*tap... suara langkah kaki yg mulai mendekat pun membuatku terkejut. Dan begitu pintu kamar terbuka jantungku langsung berdebar kencang.
Perlahan ku intip siapa yg datang dan aku di buat terkejut begitu melihat seorang wanita datang dengan kondisi berantakan dan bekas air mata di pipinya
''kenapa?''kata wanita itu sambil menatap bayi itu dengan mata yg sayu
''kenapa kau masih hidup?...''tanyanya yg membuatku tersentak kaget
''ukh...karena mu.....karena kau lahir aku jadi begini...semua ini salah mu....''
Grep!...'' seharusnya kau tak pernah lahir saja!''serunya sambil mencekik leher bayi itu hingga membuatnya memberontak dan menangis , melihat hal itu aku pun langsung tak bisa tinggal diam. Badan ku langsung bergerak dan mendorong wanita itu lalu mencoba melindunginya
''apa yg kau lakukan!"marahku . dan melihat kehadiran ku wanita itu pun langsung terlihat sangat syok
''tu...tuan muda..''
Tuan muda?...apa dia tau aku putra dari keluarga demetria?...atau dia salah seorang pelayan disana?. Yah.. apapun itu aku tak bisa membiarkannya melukai bayi ini apalagi sampai membunuhnya...
''aku tak tau siapa kau, tapi jangan harap kau bisa melukai bayi di belakangku ini!''
''tuan muda...kenapa anda..ah~..begitu rupanya..jadi anda yg merawat anak saya selama ini''
Anak?...jadi dia ibu bayi ini?..lalu kenapa ia ingin membunuhnya tadi?..
__ADS_1
''kalau kau benar ibu anak ini lalu kenapa kau ingin membunuhnya!?''
''aku tau dia terkadang berisik dan menyebalkan. Kotorannya juga sangat bau, terlebih dia suka melempariku sesuatu. Meski begitu!, saat ia tertawa dia terlihat sangat lucu!. kenapa anda ingin membunuh bayi ini?!''
''anda ibunya bukan?..kalau begitu anda harusnya paham akan hal itu!''seruku
Sejujurnya aku tak paham apa yg salah dengan wanita ini, tatapannya seperti seekor ikan mati, badannya juga penuh luka dan dia terlihat berantakan. Kalau di lihat sekilas terlihat dia sedang stres berat, meski begitu membunuh bayi yg tak bersalah tetap bukan lah tindakan yg benar!.
''kenapa?'' gumamnya
''kenapa tuan muda sepeduli itu padanya?.padahal dia adalah anak haram'' sambungnya sambil menatapku dengan tatapan kosongnya itu
Anak haram?...apa itu?...apa kalau anak haram boleh di bunuh begitu?...apa-apaan itu?...itu sangat tak logis..
''memang kenapa kalau anak haram!?... dia tak melakukan hal buruk, dia bahkan belum bisa berjalan ataupun bicara!''
''dia tak melakukan kesalahan apapun!. Jangan bunuh dia hanya karena alasan konyol itu!'' seruku yg sudah geram
''DASAR IBLIS!..KAU SEBUT DIRIMU IBU!?...JANGAN BERCANDA IBU! MACAM APA YG TEGA MEMBUNUH ANAKNYA SENDIRI!. BAHKAN HEWAN SAJA JAUH LEBIH BAIK DARI MU!'' teriakku yg sudah sangat kesal
Mendegar ucapan ku wanita itu pun langsung terduduk lemas lalu air matapun mulai mengalir deras dari kedua matanya. Melihat hal itu marahku langsung sedikit berkurang
''hiks..apa yg sudah ku lakukan...bagimana bisa aku hampir membunuh putraku sendiri''katanya sambil memandangi kedua tangannya
'' maafkan aku.....maafkan aku...''
Um...dia sudah menyesal?...cepatnya...tapi syukurlah..itu artinya dia masih punya rasa ke ibu-an kan?
Setelah merasa lebih tenang wanita itu berjalan kearah keranjang bayi lalu menggendong bayi tersebut dan menciumnya. Wajahnya yg tadi terlihat suram kini terlihat lebih bersinar
''terima kasih tuan muda....saya tak menyangka tuan muda akan menghentikan saya,sejujurnya saya sudah hampir gila tadi. Saya tak bisa membayangan kalau saya membunuh putra saya sendiri..''katanya lalu tersenyum menatap bayi tersebut
''tolong jangan lakukan hal itu lagi,aku masih ingin melihatnya besar nanti''kataku
''Ahaha...baik tuan muda.saya pasti akan merawatnya dengan baik mulai saat ini."
...****************...
__ADS_1
...NEXT...