Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 286


__ADS_3

POV Marcella


Um... Lagi-lagi


*grep! '' huh~..selanjutnya aku akan memenggalnya'' gumamku sambil mengepalkan tangan ku erat-erat


Um?. Benar juga, lagi-lagi silver menyelamatkan ku ya?.hmph. punya ksatria yg bisa di andalkan memang luar biasa.


*sring!.. '' nona marcella'' panggil sesosok kelinci kecil berbulu pink yg tiba-tiba muncul di hadapan ku


''lina''


''nona marcella, anda sudah baik-baik saja?''tanya lian cemas


''iya, tubuhku sudah terasa lebih baik dari sebelumnya''balas ku


''begitu ya,syukurlah. Tapi sudah ku duga sebaiknya nona melibatkan silver dan yg lain dalam hal ini''ucap lina cemas


*puk '' terima kasih sudah mencemaskan ku lina tapi seperti yg ku bilang, kita tak boleh melibatkan mereka dalam hal ini''ucapku sambil mengusap-usap kepalanya


''baiklah''


''lalu..kita udah lama tak bertemu ,aku juga jarang memanggilmu karena selalu bersama lavi. Kelihatannya ada yg ingin kau bicarakan padaku ?, ada apa?''tanya ku lembut


''ah! Benar itu!. aku selalu ingin mengatakannya tapi belum sempat''ucap lina semangat


''apa itu?''


''ini mengenai putri elf!'' seru lina yg membuatku tersentak


''putri elf...''


''benar'' seru lina senang


*smirk ''begitu ya'' gumamku sambil menyeringai


Kalau begitu...


''coba ceritakan padaku''ucapku sambil tersenyum lembut


***


POV Elissa


''EH!? PURURU MENGHILANG!?''seru ku syok


''iya, setelah hari itu dia sama sekali tak muncul lagi.padahal biasanya dia langsung muncul tanpa di suruh''balas luz


Kalau di pikir-pikir aku juga tak merasakan kekuatan pururu lagi. Jangan bilang ia benar-benar lenyap?


Ukh! Aku tak mau itu terjadi


''pururu..pururu'' panggilku dengan harapan ia akan muncul di hadapan ku begitu ku panggil tapi nyatanya ia sama sekali tak muncul


''dia bahkan tak muncul saat kau panggil'' ucap luz

__ADS_1


''bagaimana ini.pururu..''ucapku gemetar


''jangan bilang ia mengerahkan semua kekuatan nya saat itu''ucap luz


''eh?''


''saat kami mencarimu aku mengikuti gumpalan cahaya . ku pikir itu dirinya.jadi mungkin pururu mengunakan sisa kekuatannya untuk membuat kami bisa menemukanmu''jelas luz


''tak mungkin''


Kalau itu benar,aku tetap tak mau mengakuinya.


....... ''lisa bagaimana caramu membuat kontrak dengan pururu dulu?''tanya luz


''itu... saat itu aku tanpa sengaja membuka sebuah grimoire. Lalu tiba-tiba angin bertiup kencang dan membuatku terkunci di dalam gudang yg jelas dan sempit. Dan di saat aku ketakutan pururu tiba-tiba muncul dalam bentuk gumpalan cahaya''jelasku


''begitu ya. kalau begitu kita coba saja lagi''ucap luz


''luz mau mengunciku di gudang?''tanyaku takut


''tidak bukan begitu. Saat itu pururu muncul dari grimoire yg kau buka kan . kalau begitu kita coba gunakan grimoire lain untuk memanggilnya kembali''ucap luz


''memang itu bisa?. Dan lagi grimoire itu benda mahal loh. Luz punya?''tanyaku yg membuatnya tak bisa berkata-kata


''mana mungkin..aku punya benda semahal itu..''balasnya kecil


''ah! Benar juga!. Minta saja pada kakek!''seru luz


''eh!?''


Tanpa pikir panjang kami pun bergegas menuju kamar kakek dan meminta hal tersebut hanya saja


'' kau ingin grimoire?'' tanya kakek yg kami balas dengan anggukan semangat


''wah..wah..elissa meminta benda yg sulit ya''ucap nenek


'' sulit '' ucapku kecewa


''huft.. kalau itu benda yg mudah di temui kakek pasti akan langsung memberikannya berapapun harganya. Tapi sayangnya benda itu sangat sulit di temui bahkan di pasar gelap sekalipun''jelas kakek


Sudah ku duga itu benda yg sangat langkah


'' kalau tak salah bukannya audelina punya ya?. kenapa tak minta pada ibumu saja?''tanya nenek


''dia pasti akan dengan senang hati memberikan nya pada putrinya'' sambung nenek sambil tersenyum


Masalah grimoire milik ibu sudah ku pakai dulu . kalau di ingat-ingat ibu masih belum tau mengenai hal itu ya sampai sekarang.


''mau coba tanya?''tanya luz sambil melirikku


''itu...'' aku pun mendekat kearah luz lalu membisikan bahwa grimorie yg dulu ku pakai adalah milik ibu dan sampai sekarang ibu masih belum tau mengenai hal itu.


Mendengar hal itu luz pun langsung diam mematung dan terlihat ke binggungan


''bagaimana?. Mau nenek saja yg mintain?''tawar nenek yg membuat kami berdua tersentak kaget

__ADS_1


''ti..tidak perlu . kami akan memintanya sendiri. Ayo lisa'' ucap luz lalu menarikku pergi


***


''huh~... sudah ku duga mustahil. Grimoire itu benda super langkah. Tidak mungkin kita bisa mendapatkannya begitu saja''


''tapi ibu bisa punya satu saat itu'' ucapku


''aku jadi penasaran dimana nyonya mendapatkan itu'' ucap luz


''tapi tak mungkin juga kita tanya. Yg ada nanti malah nyonya nyari miliknya''ucap luz


Bagaimana ini. Kalau tak bisa menemukan grimoire .apa aku akan kehilangan pururu selamanya?


''aku akan mencoba mencari cara lain. Lisa istirahat saja. Ini juga sudah malam''ucap luz yg tak bisa ku balas karena terus kepikiran


*puk ''tak apa. Pasti akan ada caranya. Serahkan saja padaku'' ucap luz sambil menepuk pundakku


''terima kasih luz''


***


Pada akhirnya aku pun kembali ke kamarku dan berniat tidur hanya saja, aku terus kepikiran mengenai pururu


''setelah leon pergi pururu juga pergi'' gumamku sambil mengenggam erat selimutku


Kenapa?... aku takut .. bagaimana kalau perlahan semuanya pergi meninggalkan ku...


*wush! Hembusan angin malam yg dingin berhembus memasuki kamarku dari jendela yg terbuka bersamaan dengan angin tersebut sebuah perasaan tak asing muncul menyadari hal itu aku pun langsung turun dari kasur dan berlari kearah balkon.


Ku buka pintu balkon namun tak menemukan apapun disana


''aneh sekali, jelas-jelas aku merasakan sebuah kehadiran disini tadi'' ucapku sambil melirik sekitarku


'' apa yg kau lakukan di luar malam-malam begini'' ucap suara yg tak asing yg tiba-tiba muncul di belakangku sontak hal itu membuatku tersentak kaget dan langsung menjaga jarak dan saat ku amati siapa itu...


!!!?.. ''yang mulia putra mahkota!''seruku syok


Eh??..yg tadi ku rasakan itu putra mahkota?. Tapi rasanya sedikit berbeda.


''kenapa anda kemari malam-malam begini?.terlebih lewat balkon'' tanyaku


''mau bagaimana lagi, kalau aku datang lewat pintu di jam segini yg ada malah membuat keributan''balasnya sambil mengaruk pipinya


''aku juga belum tentu boleh bertemu dengan mu'' ucapnya sambil melirikku


''tapi kalau masuk lewat balkon bukannya malah akan menjadi masalah jika ketahuan'' ucapku


''itu kan kalau ketahuan'' ''lagi pula aku juga tak berniat lama-lama disini'' balasnya


'' memangnya ada keperluan apa?''


''aku kan belum sempat menjenggukmu'' *set ''setidaknya aku ingin melihatmu malam ini'' ucapnya sambil menyibak rambutku.


...****************...

__ADS_1


...To Be Continue...


__ADS_2