
Kami kan sempat bertengkar waktu itu!
mm....jangan bilang dia jadi begini karena itu....ah~...aku juga yg salah sih waktu itu....sebenarnya leon tak perlu sampai segininya...
''um...leon..begini...apa kau masih memikirkan kejadian itu?''tanyaku namun tak di balas olehnya dan semakin menunduk
Dia masih memikirkannya ya...
''le..leon..begini...itu..''
''maaf''kata leon tiba-tiba
''eh?...kenapa malah leon yg minta maaf?''
''karena saya nona dan tuan jadi sakit begini,saya benar-benar menyesal dan lagi...saya sangat menyesal sudah membentak nona saat itu,nona pasti membenci saya karena itu,maaf...''katanya sambil mengepalkan tangannya
....... ''benar sekali''balasku yg membuatnya tersentak
''aku benar-benar kesal saat itu,aku hampir tak bisa memaafkanmu''sambungku
''tapi....'' Grep.... '' aku tak pernah membenci leon''sambungku sambil mengenggam kedua tangannya
''aku memang kesal saat itu , tapi aku sama sekali tak benci . lagi pula itu salah ku''
''aku ini terlalu keras kepala ya?. mina saja suka marah karena itu,maka dari itu aku paham kalau aku salah, jadi leon tak perlu minta maaf,karena ini memang bukan salah leon tapi salah ku sendiri''sambungku lalu tersenyum lembut kepadanya
''dan lagi...sekarang aku paham kenapa leon tak mau memberitahuku. Kalau aku jadi leon pun aku juga tak akan bisa memberitahukan hal itu,habisnya itu terlalu mengerikan..''kataku dengan tangan yg mulai gemetar
''nona...''
''terima kasih...dan maaf...''
''aku benar-benar minta maaf''sambungku
Grep...''tidak apa nona...saya senang kalau nona paham,meski begitu saya juga minta maaf sudah membentak nona...seharusnya saya bisa menahan emosi saya.. saya benar-benar menyesal''kata leon sambil membalas genggaman tanganku
''ahaha..kalau begitu kita anggap impas saja ya''
''baik lah...''balas leon sambil tersenyum
''ah!..benar juga ,kembali ketopik awal,nona mau kemana?''tanya leon yg membuatku tersentak
''e..eh....i.itu...aku berencana bertemu luz''
''kenapa?'' ''kalau nona mau saya bisa memanggilnya untuk nona''
''tak boleh, aku kesana untuk minta maaf padanya juga,biar bagaimana pun aku yg harus kesana karena aku yg perlu''tolakku
''tapi nonakan masih sakit''
''tak apa,kepalaku sudah tak pusing kok'' balasku lalu leon pun menatapku curiga ,perlahan tangannya bergerak dan menyentuh keningku
''tapi badan nona masih panas''
''cu..cuman sebentar kok,aku akan baik-baik saja''
''....bagaimana kalau besok pagi saja''
''kalau pagi tak bisa, ibu pasti tak mengizinkan ku keluar''
Sekarang juga gak bakal di izinin sih kalau ketahuan..
''huh~...baiklah..kalau begitu biar saya antar nona''kata leon lalu perlahan menggendongku dan membawaku ke tempat luz
***
Saat sampai di tempa luz aku langsung turun dan berniat mengetuk pintu sampai...
Umm..entah kenapa aku malah jadi takut bertemu dengannya sekarang. Jujur aku merasa tak enak padanya.aku memaksanya melakukan hal yg dia sendiri tak mau lakukan,padahal ia juga sudah melarangku tapi aku masih saja keras kepala...
''Bagaimana kalau luz tak mau memaafkan ku?''gumamku
''nona?..ada masalah?''tanya leon
''eh!?...ti..tidak bukan apa-apa''
__ADS_1
Benar tak apa-apa..kalau luz marah aku tinggal membuatnya memaafkanku,luz pasti tak akan marah terlalu lama.
Setelah membulatkan tekad aku pun langsung mengetuk pintu,namun tak ada jawaban darinya
???....apa dia sudah tidur ya?..
Ku coba ketuk sekali lagi dan tetap tak ada jawaban darinya
.... Luz sudah tidur ya...yah..tak heran sih ini kan sudah waktunya tidur...
''luz...mungkin sudah tidur''kataku sampai...
''tunggu sebentar''kata luz dari dalam dan begitu pintu terbuka
''iya ada ap...''katanya luz yg langsung terhenti begitu melihatku
''anu..apa aku menganggu?''tanyaku
.........''tolong pergi lah''kata luz lalu mencoba menutup pintu kembali
''eh!?...se..sebentar luz!,ada yg ingin ku bicarakan''kata ku sambil menahan pintu
''tapi saya tak mau bicara''balas luz sambil berusaha menutup pintu
''sebentar saja,beri aku waktu sebentar''kataku
''tidak mau...''
Ukh!...luz marah banget kayaknya...
Grep!..'' luz...nona bilang nona mau bicara,tak baik kau menolaknya seperti itu''kata leon sambil membantuku menahan pintu
Luz pun langsung terdiam sesaat seakan takut dengan tekanan yg leon berikan
.....leon caramu terlalu memaksa,tapi itu membantu ku sih...
''baiklah...sebentar saja kan?''
''iya..hanya sebentar''balasku
''leon..tunggu disini ya,,aku ingin bicara berdua saja dengan luz''
''baik nona'' balas leon dan begitu aku masuk luz langsung menutup pintunya
''cepat katakan ada apa?''tanya luz dengan nada kesal
''luz...kau marah ya?''
''ukh!....tentu saja saya marah!''serunya yg membuatku tersentak
Grep! '' saya benar-benar marah!''serunya sambil menggenggam kedua tangan ku
......luz...dia benar-benar marah ya?.tangannya sampai gemetar begini...
Tes...
Eh!?....
''luz?''
''hiks...bodoh...elissa bodoh...''katanya dengan air mata yg mulai mengalir
e..eh?...
''apa kau tau seberapa takutnya aku saat itu!?.'' ''kau tiba-tiba menghilang dalam badai salju seperti itu,dan saat duke kembali beliau membawamu dengan kondisi yg mengerikan seperti itu..APA KAU TAU SEBERAPA TAKUTNYA AKU SAAT ITU!'' seru luz yg membuatku tak bisa berkomentar apapun
Luz pun tiba-tiba menarikku kedalam pelukannya dan hal itu jelas membuatku terkejut
''hiks...hiks...aku sangat takut..benar-benar takut....''tangisnya
''aku sangat menyayangimu elissa....aku takut kalau terjadi sesuatu padamu.kalau sampai kau kenapa-napa aku tak akan bisa memaafkan diriku''katanya dengan nada gemetar
Air matanya terus mengalir dan membasahi pundakku,perlahan ku coba memeluknya balik lalu mengusap lembut punggungnya.dan saat aku melakukan itu badannya jadi semakin gemetar..
''maaf...luz...aku benar-benar minta maaf''
__ADS_1
''tak akan ku maafkan..aku benar-benar kesal saat ini''balasnya yg semakin memelukku erat
''kalau begitu bagaimana caranya agar kau memaafkan ku?''tanyaku lalu luz pun perlahan melepaskan pelukannya dan menatapku lekat-lekat
???...
''kalau kau ingin aku memaafkan mu aku punya 2 syarat''
''eh?...um..baiklah..''
''pertama aku tak akan memanggilmu nona lagi dan aku tak akan bersikap formal lagi padamu''
''e...ah...baiklah..'' dari awal juga aku tak mengharapkannya bersikap formal padaku
''yg kedua...'' grep...
''jangan pernah memaksaku untuk melakukan sesuatu yg aku tak mau''sambungnya sambil menggenggam tangan ku erat
''baiklah...aku tak akan melakukannya lagi''
'''huh~...baiklah..ku maafkan kau lisa ''
''lisa?''
''itu paggilan ku untukmu,namamu kan elissa''
Eh?..''ya...tak masalah sih,tapi ini pertama kalinya ada yg memanggilku begitu..''
''bukannya itu malah bagus?.artinya itu panggilan spesial hanya dari ku''balasnya lalu tersenyum
.... ''ahaha...baiklah....'' ''lisa kah..meski tak terbiasa,tapi aku menyukainya''balasku sambil tersenyum
Hmph...''dasar...kau ini terlalu penurut tau''gumam luz , lalu tanpa aba-aba luz tiba –tiba mendekat dan *cup! ...mengkecup lembut pipiku lalu tersenyum dan berkata '' tapi itu yg membuatku menyukaimu lisa''
.........???........
''.....aku juga menyukai mu luz''balasku sambil tersenyum
***
!!?....
''lina...entah kenapa aku tiba-tiba kesal''kata duke
''ah~.....kau juga merasakannya ya?.'' ''aku juga , entah kenapa aku tiba-tiba saja merasa sangat kesal..kenapa ya?''sambungnya yg langsung terlihat geram
''hee...kau juga? ''
''huh~..mungkin karena aku memikirkaan perkataan dokter tadi yg bilang elissa tak akan bertahan lebih lama''balasnya sambil mengaruk-garuk kepalanya
''tapi itu benar-benar menyebalkan ya,bisa-bisanya dia bilang begitu,eli kita kan kuat!,dia pasti akan baik-baik saja!''
''ahaha..kau benar elissa pasti akan baik-baik saja''
''ah!..ngomong-ngomong soal itu ,lean apa kau benar baik-baik saja?.muka mu semakin pucat loh, apa sebaiknya aku panggil dokter?''tanya duchess cemas
''aku baik-baik saja sayang...meski untuk sementara ku rasa aku tak bisa mengunakan sihir''balas duke sambil menatap tangannya
''eh?...kenapa?''
''aku menguras mana ku sampai titik terendah demi menolong elissa,mungkin akan memakan waktu sampai mana ku pilih kembali''
''APA!?. bukannya itu sangat bahaya?...kalau kau memaksakan diri mengunakan sihir lagi mungkin kau akan benar-benar mati lean'' kata duchess cemas
''hmph..kalau cuman segini sih tak akan bisa membunuhku,lagi pula sebentar lagi juga akan pulih''sambung duke sambil menarik istrinnya itu ke dalam pelukannya
''......huh~...aku tau kau kuat, tapi jangan paksakan dirimu''
''kalau badanmu semakin tak enak segera beritahu aku ya''
''hmph...baiklah..pasti akan ku beritahu''balas duke lalu mengkecup lembut kening istrinya itu.
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1