
POV Harry
''bekerja sama?''tanyaku sambil menatap tuan putri penuh tanda tanya
''benar, aku ingin kau mengatakan semua yg kau ketahui mengenai tempat tersebut dengan begitu aku bisa memutuskan kau terlibat atau tidaknya dengan tuan john'' balasnya
''meski anda bicara begitu saya tetap saja tak tau harus bicara apa. Karena saya memang tak mengenalnya''balasku
''huh~...merepotkan juga ya kalau kau terus berpura-pura begini'' katanya sambil menghela nafas berat
'' jangan sampai aku menusuk jantung mu dulu untuk membuat mu bicara''sambungnya sambil menatapku tajam
KALAU BEGITU GIMANA AKU BICARANYA!?.YG ADA AKU BAKAL MATI DULUAN!.
Huh~...begaimana ini ...aku harus bicara apa agar dia mau melepaskanku?..
''ka...kalau tuan putri berkenan memberikan saya petunjuk mengenai oraang bernama john itu mungkin saja akan ingat sesuatu''kataku yg sudah kehabisan akal
Tuan putri pun hanya terdiam sambil menatapku tajam dan jujur hal ini benar-benar membuat umurku terasa semakin pendek.
Tatapan tajam seorang gadis memang terkadang membuatku merinding tapi dengan artian yg berbeda .kalau ini sih jelas ekspresi ingin membunuhku
''kau...apa kau percaya dengan makhluk dari benua hitam?''tanyanya tiba-tiba
Ini orang kok malah ganti topik!?...sebenarnya dia mau nanya apa sih?.to the point aja bisa gak?...
'' entahlah..setau saya kebanyakan dari mereka adalah makhluk yg mengerikan''balasku
''benar, mereka memang makhluk mengerikan dan tak berprasaan.sungguh aneh rasanya kalau seseorang malah bekerja sama dengan makhluk tersebut. Entah apa tujuannya tapi apapun itu bekerja sama dengan mereka akan di anggap menghianati kekaisaran. Kau paham maksudku kan?'' tanyanya
Apa ia sedang membahas nona?.
''jadi maksud anda saya bekerja sama dengan mereka?''tanyaku balik lalu bangkit dan tertawa kecil
''konyol sekali'' '' untuk apa saya bekerja sama dengan makhluk menjijikan seperti mereka?'' '' meski saya bukan ksatria kekaisaran saya tetap warga ke kaisaran. Saya lahir dan tumbuh di disini. Bagaimana mungkin saya menghianati tempat kelahiran saya sendiri''jelasku
''tuan putri.dengan segala hormat. Saya merasa tersindir jika anda menganggap saya menghianati kekaisaran.pasalnya ini bukan masalah kecil'' sambungku yg membuatnya tersentak
'' apa tuan putri punya bukti kuat yg menyatakan saya orangnya?.kalau hanya pria berambut orange ada banyak di luar sana tuan putri'' kataku
''benar, karena itu tadi ku bilang ,aku tak ingin menjadikan mu kambing hitam dan ingin mendengar pembelaanmu dulu.''
''tapi dari apa yg ku dengar kau juga tak bisa membuktikan dirimu tak bersalah.'' Sambungnya sambil tersenyum
''kalau begitu saya harus melakukan apa untuk membuat anda percaya?''tanyaku
''benar juga....bagaimana kalau kau ikut kami menye....''
''nona marcella!'' panggil seseorang yg langsung membuat tuan putri berhenti bicara dan langsung menoleh kearahnya
Dan betapa kagetnya aku saat melihat orang yg memanggil tuan putri tadi
''oh..lavi ,ada apa?''tanya tuan putri
Lavi!?..
''lavi spirit api milik nona marcella, gadis dengan rambut merah menyala''
Jangan bilang dia orang yg sama yg pernah nona bicarakan?.apa dia juga yg gadis yg turun ke medan perang di kota delia?
Tapi....
KECIL BANGET ASTAGA!.
Ini sih seumuran nona. Gila anak kecil sekarag makannya apasih? Kok bisa kuat banget?.apa benar dia gadis yg sama seperti yg sedang kami cari?
''um?...apa kau liat-liat?''tanyanya sambil menatapku jutek
''a..ah..tidak bukan apa-apa''balasku cepat
__ADS_1
Tak bisa di percaya gadis sekecil ini sudah mampu meluluh lantakan medan perang.
'' nona persiapannya sudah siap. Kita bisa mulai kapan saja''kata lavi sambil menatap tuan putri
Persiapan?
''sebentar'' balas tuan putri sambil melirikku
???.... apa?
'' kita tunda dulu sebentar.''kata tuan putri
''hah!?...'' ''kenapa!?''
''ada sesuatu yg ingin ku pastikan terlebih dahulu'' balas tuan putri
''tapi...''
''ayo kita pergi lavi'' potong tuan putri lalu berniat pergi meninggalkan ku
''ah! Benar juga. Kali ini aku melepaskanmu. Tapi kedepannya hal ini tak akan terjadi lagi jadi bersiaplah'' kata tuan putri sambil menatapku lalu tersenyum penuh arti dan pergi begitu saja
.......................................
SERAM!
Apa-apaan senyumnya itu?. hidupku sepertinya tak akan tenang mulai sekarang
''dari pada itu ,apa yg mereka maksud persiapan ya?''gumamku sambil menatap punggung tuan puri dan gadis berambut merah tersebut yg mulai menjauh
Ah!..benar juga tak ada waktu untuk ini . NONA!
Menyadari aku sudah meninggalkan nona terlalu lama aku pun langsung berlari menuju makam mama leon tapi...
''nona tak disini'' gumamku saat melihat tak ada seorangpun di depan makam
Nona kemana?..apa dia pergi mencariku?
''ini aneh aku kan tak membawa bunga anyelir'' gumamku
!!?...gawat kenapa perasaanku mendadak tak enak begini
''NONA ANDA DIMANA!?'' teriakku sambil melirik sekitar ku
***
POV Elissa
*tes..*tes....
Darah segar perlahan mengalir dari tubuhku.rasa sakit dan tak percaya dengan apa yg baru saja terjadi benar-benar membuatku syok parah
kenapa?...*hiks... '' kenapa papa menyerangku?''tanyaku sambil menatapnya dengan mata berlinang dan yg membuat ku semakin syok adalah bukannya terlihat menyesal, papa malah tersenyum senang
!!?...papa?
Papa tersenyum?...
Kenapa?....
*NONA!* panggil pururu lalu *GREP!... menarikku ke belakang dan membawaku menjauh dari papa
''pururu?''
*nona anda tak apa?.ah!..gawat anda terluka* kata pururu saat melihat tangan ku yg tergores akibat serangan papa tadi
''pururu..papa..'' kataku yg gemetar dan tak percaya papa baru saja menyerang ku. Aku, putrinya sendiri?..kenapa?.
*nona tenangkan diri anda. Coba anda lihat baik-baik dia bukan papa anda!* seru pururu yg membuatku tersentak
__ADS_1
''elissa~'' ''elissa~..''
Eh?..
*nona tetap lah di belakang saya. Saya pasti akan melindungi anda* kata pururu sambil berdiri di depan ku lalu berubah menjadi seekor kucing gunung besar yg mencoba melindungiku
''e..elissa~'' ''ke..sini..e..elissa~''
''pururu...siapa itu kalau bukan papa?''tanyaku ketakutan
*GRRR....
*disini ia di kenal dengan nama anubis*
*Anubis ( dewa kematian yg bertugas membuat mumi untuk orang mati lalu mengantarkan jiwa mereka ke akhirat {kepercayaan mesir kuno} )
* nona kenapa anda malah masuk kedalam sini?.ini adalah sarangnya* kata pururu yg jelas membuatku syok
''aku sedang mencari harry dan malah terkunci disini''balasku gemetar
''e..elissa~..''
*tsk..pokonya kita keluar dulu dari sini.* kata pururu yg ku balas dengan anggukan
" ja..gan..per..gi...e..li..ssa'' kata makhluk tersebut dan seketiga saja berubah wujud menjadi seekor jakal hitam besar dengan gigi yg begitu tajam
Jelas hal ini membuat bulu kudukku bergidik geri
''pururu..''panggilku sambil mendekat kearahnya
*GRRR...*
*dasar tak tau malu!. Apa keluarga kaisar tak memberimu makan hingga membuat mu memancing nona ku kemari!* marah pururu
*gadis ..itu...makanan....terlihat ..enak* balas anubis tersebut yg jelas membuatku merinding
*NONA KU BUKAN MAKANANMU!. MENYERAHLAH!*
*kalau begitu...kenapa..masuk?...siapapun..yang masuk...adalah...makananku*
*tugasmu adalah menghukum mati para narapinada dan nonaku bukalah narapidana!.ada kesalahan disini.biarkan kami keluar* balas pururu
*kalau begitu....tak jadi..makan?...makananku...akan ..pergi?...kalau itu...''
*tak boleh* sambungnya sambil menatapku tajam lalu langsung berari dan mencoba menyerangku dengan cakar besarnya. Tapi tentu saja pururu tak tinggal diam dan mencoba menahan serangannya mengunakan balok es besar
*brak!!....
*makananku...tak boleh...pergi..* ucapnya
*sudah ku bilang nonaku bukan makananmu, anjing gila!* seru pururu
* semua..yang masuk kesini...adalah..makananku* katanya lalu mencoba menyerang kami lagi
*tsk!. Dasar tak waras!, apa kau tak bisa membedakan mana yg narapidana dan mana yg bukan!*
*nona naiklah ke punggungku*kata pururu sambil menoleh kearahku . aku pun mengangguk cepat dan mengikuti perintahnya
''pururu..bagaimana kita keluar dari sini?''tanyaku gemetar
*entahlah.. yg jelas kelihatannya ia tak akan membiarkan kita keluar* balas pururu sambil menatap anubis tajam
*makanan...makanan..ku..*
Bagaimana ini...aku tak tau kalau ada makhluk seperti itu di tempat ini.
Ayah, ibu, harry, leon, siapapun tolong aku!
...****************...
__ADS_1
...NEXT...