
POV Elissa
Kakak sudah ketemu..leon pun sudah kembali dengan selamat meski mengalami beberapa luka pada tubuhnya...sejujurnya ada banyak hal yg ingin ku tanyakan pada leon..ah~..tidak..ku yakin ayah,ibu dan putra mahkota juga ingin menanyakan banyak hal .
Meski begitu saat ini sepertinya mereka tak terlalu memikirkan hal tersebut sebab saat ini pikiraan mereka hanya tertuju pada kakak yg masih belum sadarkan diri.
Sudah hampir 3 jam kami menunggu di depan ruang oprasi namun masih belum ada kabar soal kakak . sejujurnya ini membuat kami semua cemas.
''nona..apa anda tak lelah?''tanya leon yg tiba-tiba muncul di sampingku
''eh!?..leon?...''
''kenapa leon malah kesini?..bagaimana dengan luka leon?''tanyaku cemas
''tak perlu cemas nona. Ini hanya luka kecil''balas leon sambil tersenyum
Bagian mana yg kau bilang luka kecil?!...bukannya ada tulangmu yg patah?.lalu luka bakar di punggung,terlebih bukannya tangan kanan mu juga terluka?..buktinya tanganmu sampai di pakaikan gips gitu!?...
''le..leon..ku rasa lukamu itu bukan luka kecil...''kataku
''tidak kok, ini memang luka kecil, sebnatar lagi juga akan sembuh''balas leon sambil kembali tersenyum
Aku tau ia tak mau membuatku cemas, tapi tetap saja, sebaiknya ia istirahat sekarang.
*hiks..*hiks.. ''leon..apa kau benar-benar sakit?...kenapa kau bisa memukulku sekencang itu?''kata harry yg datang dengan wajah yg sudah memar seperti habis di tonjok
''jangan remehkan aku, kalau hanya menghajarmu tanpa mengunakan tangan pun aku bisa'' balas leon yg terlihat kesal
Ah~..melihat leon masih bisa melakukan itu sepertinya leon memang masih baik-baik saja ya...
''leon.. sejujurnya aku ingin tau apa yg terjadi pada kalian. Tapi ini bukan tempat yg tepat''kata putra mahkota sambil menghampiri kami
''ku harap kau mau menjelaskannya pada kami apa yg terjadi nanti''sambungnya
''baik, sejujurnya memang ada yg ingin saya bicarakan juga dengan anda semua''balas leon
''soal itu nanti saja.lalu leon, dalam kondisimu saat ini untuk sementara sebaiknya kau libur saja. untuk sementra biarkan harry yg menjaga elissa''kata ayah
''eh!?..saya?''tanya harry sambil menunjuk dirinya sendiri
''tidak apa tuan, saya masih sanggup. Lagi pula saya tak bisa mempercayainya melakukan hal itu''kata leon sambil melirik harry dengan tatapan tak percaya
''JAHAT!.... padahal kau sendiri menitipkan nona padaku kemarin!''rengek harry
'' sudah beda cerita ,kemarin ya kemarin, sekarang yg sekarang''
''apa-apaan itu!?''
*grep.. ''leon, ayah benar, sebaiknya leon istirhat saja untuk sementara ini. Aku tak mau melihat leon bekerja dengan luka seperti ini'' kataku sambil menggenggam ujung bajunya
''nona...''
''dari pada itu saat ini situasi benar-benar buruk.maaf saja tapi saat ini sebaiknya elissa memang di jaga oleh orang yg masih sehat. Karena itu dari pada memaksakan diri lebih baik kau fokus pada pemulihan mu setelah itu baru kembali menjalankan tugas.'' Timpal putra mahkota
__ADS_1
''yg mulia benar, leon...kau sudah bekerja keras mememukan putraku bahkan kau sampai terluka seperti ini. Sebagai seoerang ibu aku benar-benar berterima kasih. Dan karena itu juga aku tak mau kau lebih terluka dari pada ini'' jelas ibu
......... '' terima kasih untuk pengertian kalian semua''
''kalau begitu ..'' *grep... ''untuk sementara waktu saya akan beristirahat dulu'' sambung leon sambil mengenggam tangan ku dengan tangan kirinya
''iya... '' balasku sambil tersenyum lalu menarik leon sedikit untuk menyamakan tinggi kami setelah itu
*puk...*puk... ''sakit..sakit cepat lah pergi...buat senyumannya kembali'' kataku sambil menepuk-nepuk kening leon lembut lalu mengakhirinya dengan ciuman lembut.
!!?... *blush!..'' no..nona?!'' kata leon sambil bagkit dan memegangi keningnya..wajah leon juga mendadah memerah seperti tomat
''mama dulu selalu melakukan hal itu saat aku sakit. Katanya itu matra untuk menghilangkan rasa sakit''balasku sambil tersenyum
Tapi sepertinya tindakan ku ini malah menimbulkan hawa-hawa dingin yg begitu kuat di selilingku...
''eh!?.tapi leon terluka di punggung dan tangan ya. apa itu artinya aku harus mencium pungunggung leon?''tanyaku yg membuat wajahnya semakin memerah dan aura sekitar ku menjadi semakin dingin
*syut.. ''ayah rasa itu tak perlu sayang.ayah yakin matra mu sudah menyebar ke seluruh tubuhnya. Iyakan leon '' kata ayah sambil mengendongku lalu tersenyum penuh arti ke leon dan hal itu langsung membuat leon tersentak kaget sekaligus takut
''i..iya..anda tak perlu melakukannya nona''balas leon
Um?...ah!..apa kerena kepala inti dari seluruh tubuh makanya matranya bisa menyebar ya... begitu rupanya..syukurlah..
Tak lama setelah itu dokter pun tiba-tiba keluar dari ruang oprasi , sontak kehadirannya langsung mengejutkan kami. Dengan cept kami pun mencoba menanyakan keadaan kakak dan jawaban dokter tersebut..
''untuk saat ini nyawa tuan erwin tak terancam, ia bahkan sudah sadarkan diri hanya saja......'' ''tuan erwin mengalami luka yg cukup parah dari bagian pinggang ke bawah karena itu...kemungkinanan besar ... tuan erwin akan mengalami ke lumpuhan permanen''.
'' tuan erwin akan mengalami ke lumpuhan permanen''
*BRAK!.... ''apa yg baru saja anda katakan?'' tanya ayah sambil menukul tembok dengan begitu kencang hingga retak dan sontak itu membuat orang di sekitar kami langsung kaget serta gemetar ketakutan terlebih dokter tersebut
''putra ku lumpuh?....coba anda jelaskan hal itu'' sambung ayah sambil menatap dokter itu tajam
''i..itu....hanya kemungkinan saja mengingat luka yg tuan erwin tadi cukup parah sehingga menyebabkan beberapa syarafnya tak berfungsi dengan baik..ta..tapi..ka..kalau melakukan trapi secara teratur mungkin tuan erwin bisa berjalan lagi...''jelas dokter itu gemetaran
''jangan bercanda..pertama mereka menincar putriku dan sekarang mereka malah membuat putraku cacat?...tak akan ku maafkan...shadow..akan ku bantai mereka semua saat aku berhasil menemukannya. Beraninya mereka macam-macam pada keluargaku''kata ayah dengan aura membunuh yg begitu kuat hingga membuat orang-orangdi rumah sakit pada gemetar ketakutan
''dokter lakukan cara apapun untuk pengobatan erwin, lakukan yg terbaik kalau tak mau kehilangan jabatanmu'' ancam putra mahkota yg langsung di balas oleh dokter tersebut lalu pergi dengan langkh gemetar
''pokoknya untuk saat ini kita temui erwin dulu. Tapi tolong tenang. ''kata putra mahkota setelah dokter itu pergi
''aku yakin dia yg paling syok saat ini'' sambungnya dengan nada sendu
***
Setelah mendapatkan izin dokter kami pun pergi menemui kakak danbegitu kami masuk...
''Aaaaakh!...sebenarnya kenapa sih!?''seru kakak yg langsung terdengar jelas begitu kami masuk.
''erwin..'' panggil ibu yg langsung membuat nya menoleh kearah kami
''oh!...ibu!?...Eh!?..kalian semua bahkan ada disini!?''
__ADS_1
*drap..*drap!...drap!... *grep!..
''HUWAAAA....ERWIN!...'' seru ibu sambil berlari lalu memeluk kakak dengan begitu eratnya
''i..ibu?...''
''hiks..hiks..erwin...putraku..''tanggis ibu
''erwin '' panggil ayah lalu berjalan kearah kakak dan mendekapnya lalu mencium kepala kakak. Terlihat sekali wajah ayah yg terlihat sedih melihat kondisi kakak saat ini..
''a..ah~...gawat..aku malah membuat kalian semua khawatir ya...maaf'' balas kakak sambil mencoba tersenyum
''a..aku baik-baik saja sekarang, sungguh. Meski aku tak bisa merasakan kakiku saat ini tapi aku sungguh tak apa. Karena itu tolong jangan pasang wajah seperti itu...aku benar-benar baik-baik saja'' sambung kakak
''erwin...'' *grep!.. panggil putra mahkota sambil mencengkram pundak kakak dengan wajah yg merasa sangat bersalah .
''aku.....itu...''
*puk!...'' eric juga?...jarang sekali kau cemas seperti ini . aku pasti sudah membuatmu repot ya. maaf ya'' potong kakak sambil tersenyum kecil
''bukan ..itu...'' kata putra mahkota yg terlihat kesulitan mengucapkannya.
Yah..dia pasti merasa sangat menyesal saat ini. Apa lagi kakak juga menghilang setelah bertengkar dengannya. Ku rasa aku paham perasaan bersalahnya itu.
''kakak..'' panggilku sambil mencoba mendekatinya
Meski kakak jadi seperti ini tapi aku sudah cukup senang karena ia bisa kembali kepada kami sekarang...benar.. itu sudah lebih dari cukup. Soal kakinya katanya bisa di sembuhkan dengan trapi kan?..kalau begitu harusnya tak apa kan?
''lho!... eric ternyata punya adik perempuan ya?'' kata kakak yg jelas membuat kami semua tersentak kaget
Eh?!...
'' aku tak tau itu.'' ''dia sangat imut, namanya siapa?''tanya kakak sambil tersenyum lembut kearahku
Kakak....
''erwin...apa yg kau bicarakan... itu elissa loh, adik perempuanmu, elissa'' balas putra mahkota yg juga sangat syok dengan pertanyaan kakak tadi
''eh?!...adikku ?''tanya kaka sambil menatapku keheranan
''ka...kakak...melupakan ku?''tanyaku yg mulai gemetaran. Secara reflek badan ku pun mundur perlahan.
Apa maksudnya ini?...padahal kakak mengingat semua orang disini, tapi kenapa hanya aku?..kenapa..kakak melupakanku?...
Ah~...gawat...dadaku terasa sakit,sangat sakit...air mataku juga terasa akan segera jatuh..
''a...ah!...elissa!..um!..um!.. aku ingat kok...maaf... maaf aku hanya bercanda tadi. Mana mungkin aku melupakan adikku yg manis ini..ahaha..''
''maaf..maaf ...tolong jangan menangis , aku hanya bercanda kok tadi.''
''maaf ya elissa''sambung kakak sambil menepuk kedua tangannya lalu tersenyum
Tidak...kakak sama sekali tak mengingatku...kakak hanya mencoba menipuku...habisnya...kakakkan tak pernah sekalipun memanggil namaku sebelumnya.
__ADS_1
...****************...
...NEXT...