
...🌼🌼🌼🌼🌼🌼...
"Eli tak akan pernah melupakan ayah dan yg lain. Eli akan selalu mengingat kalian. Eli janji tak akan pernah eli lupakan sedetikpun,'' ucapku serius.
''Hmph. iya. ayah juga'' ucap ayah lalu beralih mengusap kepalaku
''Tapi kenapa eli tiba-tiba bicara begini?''tanya ayah yg membuatku tersentak
''I..itu..''
''Apa ayah sudah terlihat setua itu ya?.meski begitu ayah merasa ayah tak akan mati dalam waktu singkat'' ucap ayah
''Ah! Atau karena permohonan ayah pada lampion tadi?. Apa itu membuat eli kepikiran?''tanya ayah
''I..iya.. begitulah''
''Begitu ya.maaf ya jadi membuatmu kepikiran'' ''Nah ayo kembali mereka semua pasti sudah menunggu ''ucap ayah sambil memberikan tangannya
''Iya'' balasku sambil menerima uluran tangan ayah
Dan setelah itu kami pun kembali sambil bergandengan tangan
''Percayalah kau akan merasa lebih baik jika melupakan salah satunya''
Kalua di pikir-pikir apa yg tuan putri katakana itu memang tak salah. Aku yakin aku akan merasa lebih baik tapi itu hanya diriku seorang ,aku hampir saja melupakan hal terpenting bahwa ini bukanlah perpisahan sepihak. Mungkin aku akan merasa baikan tapi tidak dengan keluarga ini. Aku hanya akan menyakiti mereka jika aku memilih untuk melupakannya.
Tawaran dari tuan putri bukanlah solusi melainkan cara untuk melarikan diri dari masalah ini. Dan hampir saja aku terpancing jika saja aku tak membicarakan ini dengan ayah.
'' Terima kasih ayah'' gumamku sambil mempererat genggaman tangannya
''oh! Itu mereka!'' seru kakak
''oi!.. adik kecil , ayah. Disini!'' seru kakak sambil melambaikan tangannya.
Kami pun segera pergi kearah mereka
''lean, kau dari mana saja.lampionnya sudah keburu di lepaskan . padahal aku ingin melakukannya Bersama eli '' keluh ibu
'' maaf''balas ayah
''Adik kecil kemarilah, aku menyisakan satu untuk mu''ucap kakak sambil menarikku
'' yg ini kita lepaskan Bersama ya'' sambung kakak sambil tersenyum
''iya''
''tunggu dulu sebelum itu kita harus foto dulu'' ucap bibi sambil menahan tanganku
''foto?''
''semuanya berkumpul !'' seru bibi
''harry dan leon juga kemarilah kita foto bareng'' panggil bibi
''kami juga?''tanya leon
''ayo...kalian juga bagian dari keluarga ini kan'' ucap nenek sambil mendorong leon dan harry
__ADS_1
''ta..tapi kami hanya ksatria..''ucap leon yg merasa tak enak
'' ksatria juga bagian dari keluarga everon, apa lagi kalian kan bukan ksatria biasa. Benarkan lean?'' ucap kakek sambil melirik ayah
'' benar.'' Balas ayah sambil tersenyum kecil
''woah!, tuan duke!!.ehehe..saya jadi bernostalgia'' ucap harry lalu langsung mendekat kearah ayah
''achilles juga. Ayo kita buat kenangan bersama'' ucap bibi sambil menarik achilles
'' nah semua sudah siap ya.'' Ucap bibi sambil memposisikan sebuah alat di depan kami lalu menekan salah satu tombol di sana dan langsung ikut bergabung Bersama kami
''semuanya senyum!'' seru bibi dan *cekrek
Seketika saja alat itu mengeluarkan suara dan begitu selesai selembar kertas keluar dan memunculkan gambar yg sama seperti situasi aslinya
''woah!, luar biasa'' ucapku yg baru pertama kali melihat alat semacam ini
Gambarnya sama seperti lukisan tapi lebih terkesan nyata dan pengambarannya ... mirip sekali dengan gambar yg ada di liontin mama
Apa dulu mama juga mengunakan alat ini untuk mengambilnya?
''woah!.. hasilnya bagus juga.'' Ucap ibu
'' benar. Cantik sekali .apa lagi dengan lampion di udara yg menjadi latar belakanganya''ucap luz
Luz benar.ini benar-benar gambar yg bagus. Dengan seluruh anggota everon di dalamnya dan pemandangan yg begitu menakjubkan ini
''bibi..boleh aku menyimpannya?''tanyaku
''boleh saja, lalu aku akan buat beberapa Salinan agar kita semua memilikinya''ucap bibi sambil memberikan foto itu padaku
'' kau bisa mengirimnya nanti.ngomong-ngomong elissa.ini'' ucap kakek sambil memberikan ku sebuah lentera yg ku lihat sebelumnya
''eh!?.ini kan''ucapku sambil menerimanya
''itu..kakek kan belum memberimu hadiah ulang tahun . lalu kebetulan saja kakek melihat ini .kakek pikir kau akan menyukainya''ucap kakek sambil memalingkan wajahnya meski begitu beliau sempat beberapa kali mencuri pandangan kearahku
Lampion cantik yg ku lihat tadi.... Hmph..jadi kakek melihat ku yg tertarik dengan ini tadi ya..
''terima kasih banyak kakek.aku menyukainya''ucap ku sambil tersenyum gambira
''pastikan kau menjaganya baik-baik ya''ucap kakek
''iya''balasku
''huft..nenek juga mau memberikan sesuatu untukmu tapi nenek tak menemukan barang-barang yg bagus. Nanti nenek berikan toko baju yg bagus untukmu ya''ucap nenek yg membuatku syok
''ta..tak perlu nenek. Niat baik nenek saja sudah cukup''ucapku
''benar kah?. Atau kau mau toko perhiasan saja?''tanya nenek
''itu juga tidak perlu nenek'' balasku yg tak habis pikir
''adik kecil..ayolah. kapan mau lepasin ini'' ucap kakak sambil memeganggi lampion yg tadi tak sempat di terbangkan
''ah! Iya'' ucapku lalu berlari kearah kakak
__ADS_1
'' adik kecil, adik kecil. Kau ingin minta apa?''tanya kakak sebelum kami melepaskannya
''aku..''
Tadi aku sudah meminta apa tak masalah kalau aku meminta lagi?
'' kalau kakak berharap apapun keinginan adik kecil bisa menjadi kenyataan''ucap kakak
Apapun keinginanku.....
''huft.... Aku....''
Aku berharap....
'' berharap...benang takdir antara aku dan keluarga ini tak akan pernah terputus''ucapku lalu perlahan melepaskan lampion itu ke udara
Untuk sekarang dan selamanya.kuharap benang itu tak akan pernah putus. Hingga beribu-ribu kehidupan sekalipun.
'' benang takdir?..pfft..adik kecil, bahasamu unik juga ya'' tawa kakak
''tapi aku menyukainya''sambung kakak lalu tersenyum lebut dan mengusap kepalaku
''itu artinya kau ingin terus Bersama kami bukan?.aku juga ingin selalu Bersama adik kecil bahkan meski maut memisahkan'' sambung kakak
.... '' iya'' balasku sambil tersenyum lembut
***
Setelah itu kami pun memutuskan untuk pulang mengingat hari yg sudah larut tapi..
''eh!?.kalian mau kembali?''tanya ayah begitu mendengar nenek dan kakek harus langsung pulang kerumah mereka
''iya, maaf ya.padahal kami mau menginap lebih lama lagi tapi ada pekerjaan yg harus segera di selesaikan''ucap nenek
''begitu ya..'' ''liana juga ikut?''tanya ayah sambil melirik bibi
''aku?..'' ''aku akan tetap menginap beberapa hari lagi karena kelihatannya luz masih ingin bermain dengan elissa'' ucap bibi sambil melirik luz yg berdiri di sebelahku
''lalu aku juga harus mengurus beberapa hal disini''sambung bibi sambil melirik achilles
''begitu ya''
''kalau begitu sampai jumpa lagi cucu cucuku yg manis'' ucap nenek sambil mencubit lembut pipiku dan luz
''hati-hati di jalan nenek kakek''ucapku
''iya'' balas nenek sambil tersenyum
''jaga kesehatan kalian'' ucap kakek
Dan setelah itu mereka berduapun menaiki kereta kuda dan kembali kekediaman mereka
''kita juga harus pulang,'' ucap ayah yg di balas anggukan oleh semua orang.
...****************...
...To Be Continue...
__ADS_1