
POV Luz
Seumur hidup aku tak pernah membayangkan hari ini akan terjadi. Seseorang langsung mengangkatku sebagai anaknya bahkan meski ia tau masa lalu ku...
Ah~...rasanya aku ingin menangis...
Akhirnya setelah 500 tahun akhirnya aku pnya keluarga dan itu juga satu keluarga dengan elissa...um!?...sebentar..satu keluarga dengan elissa!?
''ti..tidak mau'' kataku sambil mendorongnya
''eh!?...tak mau?''katanya yg sangat terkejut dengan jawabanku
Ukh...aku senang sih akhirnya mendapat keluarga tapi kalau aku menjadi anaknya itu artinya aku menjadi kakak elissa dong, kalau itu aku tak mau
''aku benar-benar minta maaf, tapi aku punya alasan untuk itu''sambungku yg jadi tak enak hati
''apa itu?''
''sebenarnya...aku..'' ukh..gimana bilangnya ya...bisa saja dia sama seperti tuan duke juga, kalau aku terus terang bisa-bisa di melarangku dekat-dekat dengan lisa lagi...
''itu..aku tak mau menjadi kakak elissa''sambungku
Yah..kalau begini harusnya dia tak akan salah paham kan?
''um?....kakak elissa''gumamnya lalu melirik ke elissa setelah itu tiba-tiba saja ia tersenyum seakan mengerti sesuatu
''begitu ya...tak mau jadi kakak ya..''katanya sambil tersenyum penuh arti kearah ku
Huh!?...jangan bilang ia langsung menyadarinya!?..
''ahaha..bocah zaman sekarang boleh juga ya...imut sekali.um!..um!..aku paham sekarang''
Serius!?...dia langsung sadar!?
''tapi...bukannya itu akan memakan waktu?''tanyanya sambil menyamakan tinggi kami
''itu pun kalau dia membalasnya,kalau tidak. Apa kau akan terus sendirian seperti ini?''sambungnya yg membuatku tersentak
''sendirian itu menakutkan loh. Bukan bearti aku memaksamu untuk menjadi putra ku hanya saja aku takut kalau kau tak ada tempat bersandar saat kau lelah.''
''ku yakin kau yg paling paham soal itu''sambungnya yg membuat hatiku terasa nyeri.
'' aku...''
''hmph... aku tak keberatan kalau kau mau menjadi keluarga ku sampai perasaanmu terbalas. Kalau semisalnya suatu saat kau sudah mendapatkan jawabannya ,dengan senang hati aku akan melepaskan mu.lagi pula kau tau?.aku bisa saja menjadi kartu as mu nanti. Kau tau lean tak mungkin melepaskannya begitu saja kan''jelasnya sambil tersenyum lembut lalu bangkit dan mengulurkan tangannya padaku
''bagaimana?.bukan penawaran yg buruk kan?''sambungnya
Memang benar itu bukan penawaran yg buruk tapi...kenapa dia sejauh itu hanya agar aku menjadi anaknya?..
''kenapa anda sampai seperti ini?. Memang apa yg spesial dariku?''tanyaku tak paham
''apa yg kau bicarakan?. Apa perlu spesial untuk itu?''balasnya sambil tertawa kecil
''begini ya... kau mungkin tak tau tapi ini di sebut insting orang tua. Saat pertama kali melihatmu aku sudah merasakannya. 'aku ingin dia menjadi putraku, aku ingin membesarnya dengan tanganku' kira-kira seperti itu''jelasnya
''lalu..mungkin karena umurku yg sudah tak muda lagi juga ya. Di usia segini aku belum punya pasangan apa lagi anak.''
''aku benar-benar ingin seperti lean yg punya keluarga sendiri.mungkin itu juga alasan ku''sambungnya sambil tersenyum
''aku juga kesepian,maka dari itu, karena sama -sama kesepian bagaimana kalau kita mengisi kekosongan masing-masing?'tawarnya
__ADS_1
Ah~...aku tak paham lagi...hati ku terasa nyeri terus-menerus. Rasanya air mataku sudah tak bisa ku tahan lagi. Meski alasannya sedikit tak bisa ku terima tapi ku tau dia tulus ingin menjadikan ku anaknya.
Ah~...apa-apaan tatapan mata itu?...bukannya itu terlalu lembut?...apa itu tatapan mata seorang ibu?...aku bisa merasakan kehangatan dan kasih sayang dari kedua matanya itu...
Ukh!...bodohlah!, aku tak paham lagi!.
*GREP!.... aku pasti adalah orang paling bodoh kalau menolak wanita sebaik ini sebagai ibuku.
''boleh saja , bersiaplah karena aku akan sangat merepotkan'' kataku sambil memeluknya erat
''ahaha...tak masalah, semakin kau bermasalah, semakin besar tanggung jawabku padamu'' balasnya lalu mengusap lembut kepalaku
''hmph...terima kasih...mama'' kataku sambil tersenyum lembut padanya
***
POV Elissa
..... hmph...rasanya benar-benar bernostalgia.. apa yg luz dan nona liana lakukan saat ini benar-benar mengambarkan kesepakatanku dengan ayah saat itu.
Syukurlah , kau pasti menantikan saat-saat ini kan luz?. Aku paham betul perasaanmu saat ini. Sebaiknya aku tak menganggu mereka dulu ...
Aku pun berniat pergi sampai...
''benar juga!, elissa ingin memanggilku apa?''tanya nona liana yg langsung menghentikan langkahku
''eh!?..aku?...um...''
Apa ya?....aku sama sekali tak memikirkannya. Karena dia kakakya ayah apa ku panggil dia tante liana saja?.atau bibi liana?...
''eto..tan...''
''gak boleh tante ataupun bibi'' potongnya yg langsung membuatku syok
Um...apa ya......ah! '' bunda?''tanyaku
Kalau tak salah itu mirip dengan ibu dan mama kan?.kalau ini mungkin tak masalah toh dia juga saudari kembar ayah
''um!...boleh saja!, bunda .kedengarannya bagus'' balasnya sambil tersenyum lebar
''huwaaa...ini pasti hari terbaik seumur hidupku, dalam sehari aku sudah menjadi mama dan bunda dari kedua anak-anak yg imut ini''sambungnya kegirangan
''lalu yg lebih penting,akhirnya mimpiku untuk punya anak laki-laki terwujud''katanya sambil memeluk luz erat-erat
''itu mimpi anda?''tanyaku
''benar sekali, makanya aku sangat senang, bukannya lean juga begitu, itu sebabnya ia mengangkat mu bukan?''tanyanya yg langsung membuatku tersentak
''eh?...ayah juga begitu?''
''loh?...dia tak pernah cerita padamu?''tanyanya yg ku balas dengan gelengan
''hmph..dulu itu..''
***
POV Liana
( umur 10 tahun)
''um....lean..saat kau sudah menikah nanti mau punya anak laki-laki apa perempuan?''
__ADS_1
''hah!?..kenapa tiba-tiba bertanya begitu?''tanya lean yg syok
''tak masalah kan?...aku penasaran soalnya''balasku sambil tersenyum
''huh~..itu kan masih lama...dan lagi perempuan atau laki-laki kan tak masalah''
'' memang sih..tapi kau tau kan, terkadang saat sang istri sedang mengandung suka bertanya' sayang kau mau anak laki-laki atau perempuan' begitu'' balasku
''sudah ku bilang itu masih terlalu cepat untuk kita''
''ukh!... tinggal jawab aja sih! Apa susahnya'' kataku yg mulai geram
''huh~..lian sendiri maunya laki-laki atau perempuan?''tanyanya balik
''kalau aku sudah jelas laki-laki dong''balasku dengan bangganya
''hee... kenapa?''
''karena saat dia dewasa nanti dia yg akan melindungiku kan?.bukannya itu keren?... terlebih kalau anaknya tampan. Kalau berjalan bersamanya pasti wanita-wanita akan merasa iri hohoho..''balasku sambil membayangkannya
''hmph...begitu ya...''
''lean juga mau anak laki-laki kan?''tanyaku sambil mendekatkan wajahku kearahnya
''um...bagaimana ya... kurasa aku lebih ingin anak perempuan''balasnya sambil mengalihkan pandangannya
''lagi-lagi kita beda pendapat'' kataku sambil cemberut
''ahaha..habisnya.kalau anakku melindungiku kan gak keren, di banding dilindungi menurutku melindungi jauh lebih keren''katanya lalu tertawa kecil
''lalu... saat putriku akan menikah mengetes calon suaminya nanti kedengarannya akan sangat menarik. Meski aku tak yakin akan melepaskan putriku dengan mudah padanya nanti''sambung lean sambil mengeluarkan aura membunuh yg begitu kuat
Ah~...untuk calon suami pasti akan sangat sulit mendapatkan restu lean nanti...atau bisa-bisa putrinya gak akan pernah menikah..
''be..begitu ya...''
kasihan sekali.. RIP suami untuk putri lean nanti.
***
POV Elissa
''Kira-kira begitulah ceritanya''jelas bunda
''ini sih mengerikan..''kata luz yg langsung merinding
''ahaha...iya kan, tapi tenang saja mama akan membantumu'' kata bunda sambil menepuk pundak luz
''Begitu ya...tapi aku pernah bertanya pada ayah dan ayah bilang ia mengangkatku karena kasihan'' kataku
''huh?...itu sih jelas bohong'' balas bunda yg membuatku tersentak
''kalau karena kasihan , lean pasti sudah mengangkat puluhan anak dari jalanan. Tapi dia tak melakukannya dan malah memilihmu, kenapa?'' sambungnya yg membuatku makin tak paham
''hmph...apa mungkin karena insting orang tua sepertiku pada luz juga ?'' katanya sambil mengusap-usap kepala luz
''yah...apapun itu hanya lean yg tau alasan pastinya,coba saja kau tanya lagi padanya''
''tapi..kurasa apapun alasannya nanti, dia tak ada maksud buruk sama sekali.karena itu apapun jawaban lean nanti, tolong jangan membencinya'' sambungnya lalu tersenyum lembut kearahku.
...****************...
__ADS_1
...Bersambung...