Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 87


__ADS_3

......... ''Dia kenapa ada disini?'' pikirku sambil melihat putra mahkota yg sedang membicarakan sesuatu dengan ayah di ruang kerja


Sejak kami mulai membicarakan soal elf putra mahkota mulai sering datang kemari. Jujur dia tak semengganggu saat pertemuan pertama kami sih,tapi tetap saja kehadirannya suka membuatku kurang nyaman.


''kalau begitu saya akan kembali lagi nanti''kata putra mahkota dan mendengar hal itu entah kenapa aku malah langsung bersembunyi darinya


''um?....sedang apa kau disana?''tanya putra mahkota yg menyadari kehadiranku


Ukh!...dia ini dari awal instingnya kuat banget ya...


''tidak,bukan apa-apa''balasku sambil keluar dari tempat persembunyianku


''ah...anda sudah mau pergi ya.kalau begitu hati-hati di ja...''


''kelihatannya kau senang sekali kalau aku mau pergi''potongnya yg membuatku tersentak


''a..apa yg anda katakan,itu sama sekali tak benar''balasku sambil mencoba tersenyum


''terserahlah''katanya lalu berjalan pergi


Huh~.... Dia benar-benar orang yg mengerikan..


***


*sudah ku bilang berhenti memanggil nona dengan sebutan lisa!*


''memang apa hakmu mengaturku!''balas luz kesal


Lagi-lagi bertengkar...ayah dan ibu bilang tak akur adalah sebuah proses untuk saling mengenal tapi kalau begini terus kesal juga liatnya...


Ngomong-ngomong soal tak akur,bisa di bilang aku dan putra mahkota juga begitu kan ya?. kami tak pernah bicara panjang lebar,aku bahkan selalu menghindarinya kalau tak ada urusan.


Padahal dia orang yg ba.....


''kalau kau tak menjawab akan ku potong tanganmu''


Brrr... ''tidak sama sekali tidak baik!''batinku begitu mengingat awal pertemuan kami


''um?...ada apa lisa?''tanya luz yg menyadari reaksiku


*ada yg menganggu pikiran anda nona?*


''tidak,bukan apa-apa'' ''aku hanya sedang berfikir putra mahkota itu sebenarnya baik atau tidak''sambungku


''dia itu sama sekali tak baik loh''balas luz cepat


*benar sekali,awal pertama kali bertemu anda dia langsung menodongkan pedangnya kearah anda bukan?,lalu belum lama ini dia menyuruh anda meninggalkan keluarga ini* timpal pururu


''eh!?.benar kah?!,aku sama sekali tak tau hal itu''kata luz sambil melirik pururu


''tapi..ku rasa dia ada sisi baiknya juga...sedikit''kataku ku ragu

__ADS_1


''benar kah?, coba sebutkan''kata luz


''itu..misalnya saat kalungku lepas dan telinga elf ku kembali dia memberikan cincin ini untuk menutupinya kembali''kataku sambil menunjukan cincin yg sedang ku pakai


Eh!?..benar juga...aku belum mengembalikan cincin ini padanya. Ayah dan ibu sudah memberiku kalung baru dan menyurungku mengembalikan ini sih,kakak juga waktu itu bersikeras aku harus mengembalikannya.tapi karena tak pernah ada waktu yg tepat untuk mengembalikannya aku jadi keterusan memakainya..


''itu saja?''tanya luz yg langsung membubarkan pemikiran ku barusan


''eh!?...ada lagi kok,waktu itu dia memberikan sapu tangannya untuk menghapus make up di wajahku , dia juga membantuku mencari tau soal elf''balasku


''yah...untuk sapu tangan sih yah..boleh lah... tapi kalau untuk elf bukannya itu karena dia punya tujuan lain''kata luz


*benar sekali nona, dia mau menolong nona karena ada untungnya untuk dia juga*


''apa untungnya?''


*dia bilang orang yg menghancurkan klan elf akan menjadi ancaman bagi kerajaan ini kan?,dia hanya tak mau hal itu terjadi makanya dia membantu nona*


''benar..benar...sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Kira-kira seperti itu''timpal luz


''begitu ya''


***


POV Luz


Huh~....lisa itu orangnya baik banget sih, orang yg ia takuti saja masih ia bela


Ternyata memang benar ya terlalu baik sama bodoh itu beda tipis...


''kau ini ya,sampai kapan mau terus disini?,majikan mu itu aku atau lisa sih?,lisa udah pergi kan tadi, kau juga pergi lah'' usirku


*apa-apaan kau ini,padahal ada spirit imut yg masih mau bersama mu tapi kau malah mengusirnya* kata pururu sambil geleng-geleng kepala


''berisik,udah sana pergi''


*huh~...dasar bocah*..........


*um....oi bocah!*


''ukh ..oi?.... ...begini ya..aku punya nama jadi tolong pang...''


*aku punya permintaan* potongnya tiba-tiba


Huh?.....


***


POV Elissa


Um....aku harus segera mengembalikan cincin ini,rasanya tak enak kalau terlalu lama meminjamnya..tapi bagaimana ya?.

__ADS_1


Apa aku minta kakak saja untuk mengembalikannya?


''tidak..tidak..kan aku yg pinjam jadi harus aku yg mengembalikannya juga''batinku sambil mengelengkan kepala


''yosh!,pertemuan berikutnya aku pasti akan mengembalikan ini padanya''kataku yg sudah bertekad


Aku pun berniat kembali kekamar sampai.....


***


''permintaan?...apa-apaan itu?,seenaknya saja meminta ku '' kata luz sambil membereskan barangnya


*ku mohon...hanya kau yg bisa ku mintai tolong*


''hoo~...sekarang mau pura-pura kesulitan nih~''balas luz yg sama sekali tak tertarik


*UKH!, SUDAH TAK ADA BANYAK WAKTU LAGI!* seru pururu yg langsung membuat luz tersentak


*nona...sudah tak punya banyak waktu lagi* sambungnya yg jelas membuat luz syok


***


!!!?..... lagi-lagi bayangan hitam itu...


''dewa kematian?'' pikirku saat melihat bayangan hitam waktu itu berdiri tepat di depan pintu kamar ku sambil membawa sabit miliknya.


Pururu bilang aku tak perlu khawatir karena dia mungkin tak akan datang lagi tapi.... Kenapa sekarang dia ada di depan kamar ku?...


*Set.... Dewa kematian itu pun tiba-tiba menoleh kearah ku dan sontak membuat ku tersentak


Dia terlihat seperti mengamatiku dan itu membuat bulu kuduk ku berdiri,karena terlalu takut aku pun mundur beberapa langkah. Jantungku terasa seperti ingin meledak,keringat pun sudah mulai membanjiri tubuhku


Dewa kematian itu pun terus menatap kearahku ,dan itu membuatku tak nyaman, setelah beberapa menit dewa kematian itu pun mulai membalikan badannya dan berjalan menjauh.


Awalnya aku bersyukur dia mau pergi tapi begitu teringat ayah tanpa sadar aku malah berlari mengejarnya.


Ku terus ikuti dia ,hingga tanpa sadar ia sudah membawaku ke tengah hutan yg ada di kediaman everon, hutan yg dulu sempat ku masuki dan akhirnya tersesat.


''gawat..tanpa sadar aku malah mengikutinya sejauh ini''kataku sambil melirik sekitar ku


Mana sudah mau malam lagi,kalau aku tak segera kembali semua orang pasti akan cemas.


Aku pun berniat kembali tapi begitu ku lihat kearah dewa kematian itu niat pun langsung hilang,dan pada akhirnya aku terus mengikutinya hingga jalan ku terhalang sebuah tembok besar


''.....tembok?''


''leon..apa hutan itu terhubung ke luar?'' ''ya nona...walaupun ada tembok yg membatasinya'' '


Ah!...ini tembok yg waktu itu leon bilang ya...


''Kalau tak salah waktu itu leon bilang ada lubang...apa sudah di tutup ya?'' pikirku sambil melirik sekitar untuk mencari lubang tersebut

__ADS_1


...****************...


...NEXT...


__ADS_2