
"Tugas ksatria adalah selalu berada di samping tuannya dan melindunginya apapun yg terjadi meski nyawa taruhannya.''
''benar''balasku
''hmph. Tapi kau tau?. Marcella tak meninginkan hal itu.''ucap silver
''kau tau apa yg ia katakan pada kami?'' tanya silver
''dia bilang * jangan pernah mengorbankan diri kalian untuk ku. Abaikan saja aku dan hiduplah lebih lama di banding siapapun* ''
''aneh bukan?.sebagai ksatria tentu ini seperti penghinaan bagi kami. Menyuruh kami untuk mementingkan diri kami sendiri ketimbang dirinya. Rasanya aneh'' ucap silver
''terkadang aku berfikir apa dia tak memerlukan kami lagi?''ucapnya dengan tersenyum sendu
.....topiknya semakin melenceng tapi...entah kenapa... aku mulai sedikit mengerti apa yg ingin dia sampaikan...
'' bukannya itu kebalik, justru karena kalian sangat berharga bagi tuan putri ,makanya tuan putri melakukan itu''ucapku yg membuatnya tersentak
''apa?''
''Saya tak mengenal tuan putri sebaik kalian tapi kalau hanya sekedar rumor yg beredar saya tau.'' '' tuan putri yg tumbuh tanpa cinta dari keluarga,serta musuh yg selalu berada di sampingnya sambil menunggu saat yg tepat untuk menusuknya. Tumbuh di lingkungan berbahaya begitu jelas membuat tuan putri tumbuh dengan rasa was-was dan curiga.''
Tumbuh tanpa rasa percaya pada siapa pun,sejujurnya itu mirip dengan ku dulu.
''tapi bagi tuan putri kalian berbeda.di saat tak ada seorang pun yg bisa ia percaya kalian muncul dan menjadi tempat bersandar yang aman baginya. Kalau memikirkan dari sisi ini ,jelas tuan putri lebih memilih kehilangan nyawanya sendiri ketimbang kehilangan kalian bertiga'' ''kalau kalian bertiga tiada siapa lagi yg akan menjadi sandaran bagi tuan putri,siapa lagi yg bisa ia percayai di tempat yg kejam ini''
'' karena itu saya bilang, kalian itu berharga.''
Kehilangan orang yg sangat berharga bagi kita adalah hal terburuk dalam hidup . sama sepertiku aku lebih memilih untuk mati ketimbang melanjutkan hidup di tempat dimana musuh selalu mengintai di balik bayang-bayang.
'' lalu saya menyadari satu hal, ini selama saya pikir tuan putri adalah gadis dingin yg tak berprasaan tapi ternyata tuan putri seperti anak kecil yg takut di tinggal sendirian, ternyata tuan putri punya sisi yg imut juga'' jelasku
Ah!.. astaga..aku kelepasan. Tak seharusnya aku bicara seperti itu tentang tuan putri
''anu..sir silver...''
''begitu ya..'' ucap silver sambil melihat keatas
''berharga..'' gumamnya
***
POV Silver
__ADS_1
Beberapa tahun yg lalu ketika aku baru saja menjadi ksatria pribadi tuan putri marcella.
Di saat itu aku yg sedang berpatroli tanpa sengaja melihat marcella berada di taman sambil melirik sesuatu di balik semak. Karena penasaran perlahan ku coba mendekatinya
''tuan putri, apa yg anda lakukan?''tanyaku
''burung'' ucapnya yg jelas membuatku ke binggungan
''burung?''
Marcella pun perlahan mengambil seekor burung yg terluka dari balik semak. Melihat hal itu jelas membuatku terkejut
''yaampun, burungnya terluka ''ucapku
Tapi tuan putri tak mengubrisnya dan terus memandangi burung tersebut dengan tatapan kosong.
'' tuan putri berikan burung itu pada saya saya akan coba mengoba_ *KRAAK!!'' belum sempat aku selesai bicara marcella tiba-tiba meremas burung tersebut dengan sangat kuat hingga mematahkan tulang-tulangnya dan membunuhnya.
Jelas ini membuatku syok parah. Warna merah darah yg mewarnai tangan serta gaunnya membautku tak bisa berkata-kata lagi .
Setelah itu marcella langsung melepaskan burung itu begitu saja ke tanah
''kenapa?..'' gumamku syok
''ya?''
'' dari pada hidup dengan kondisi cacat sebaiknya ia mati saja.itu akan lebih baik untuknya''balasnya sambil mengelap telapak tangannya yg penuh darah
'' tapi...'' burung itu hanya terluka di bagian sayap kirinya, kalau aku menyembuhkannya dengan sihirku dalam waktu kurang dari semenit burung itu pasti akan pulih kembali.
*tap..*tap...
Tapi sepertinya marcella tak memikirkan hal itu, ia langsung pergi begitu saja tanpa rasa bersalah lalu..
*Pik!...*pik!..*pik!....
Um?..!!!?!
''anak burung?'' gumamku yg terkejut begitu melihat ada sarang burung di atas sana dengan anak-anaknya yg menunggu ibu mereka kembali. Sontak aku langsung melihat burung yg baru saja marcella bunuh.dan aku semakin syok saat menyadari bahwa yg baru saja marcella bunuh adalah induk mereka.
Tapi marcella pergi begitu saja tanpa menyadari kalau ia baru saja merengut sesuatu yg begitu berharga.
***
__ADS_1
Gadis yg bahkan tak memenoleh kebelakang setelah merengut sesuatu yang berharga, tiba-tiba memiliki hal berharga yg ingin ia lindungi hingga mengorbandan diri nya sendiri?.
Sejak kapan ia berubah sejauh itu?...
''sir silver?'' panggil leon
''ah tidak..'' ''tapi leon, perkataan barusan sepertinya sedikit berlebihan. Mana mungkin kami seberharga itu bagi marcel...''
''kalau itu kan tuan putri sendiri yg memutuskannya''potong leon yg membuatku tersentak
Begitu ya...
''kalian tak mau memanggilku dengan nama ku?. Jahat,padahal ku pikir hubungan kita sudah sangat dekat. Apa hanya aku yg berfikir begitu?''
Tiba-tiba aja ingatan saat marcella untuk pertama kali meminta kami memanggil namanya muncul dalam benak ku dan entah kenapa itu membuat ku sadar akan satu hal.
*Set
''sir silver?''tanya leon yg heran saat aku tiba-tiba bangkit
Marcella mulai berubah. Entah itu hal baik atau buruk Tapi apa tidak apa-apa? . entah alasan apa yg membuatnya mulai berubah tapi yg jelas akan selalu ada bayaran di setiap tindakan.selama ini ia sudah merengut banyak hal dari orang-orang dan apa yg sudah ia rengut tak bisa di kembalikan seperti semula.permintaan maaf saja tak akan cukup untuk menutupinya.
Kebencian akan selalu ada di sekitarnya. Apa yg membuatnya berubah?. Itu yg harus ku cari tau,kalau ia memang mau berubah dan memperbaiki apa yg sudah ia lakukan selama ini maka pertama -tama mari mulai dari yg ada di depan mata terlebih dahulu...
''leon. Ada ingin ku sampaikan, tolong ingat ini baik-baik,karena aku tak akan mengulanginya'' ucapku serius.
POV Achilles
Ini sudah hari keberapa ya?..
''luz.. mama mohon,apa kau bisa buka pintu ini sebentar'' ucap nyonya liana yg terlihat sangat cemas di depan pintu
Sudah 8 hari luz mengurung diri di kamarnya dan tak keluar sama sekali. Ia bahkan tak menyentuh makanannya. Jelas orang tua akan cemas dengan hal ini.
Aku tau luz terkena serangan mental karena kejadian itu tapi ini sudah kelewatan. Ia membuat ibunya sendiri khawatir sekarang.
''dia masih tak mau keluar ya'' ucapku sambil menghampiri nya
''ah..achilles. iya. '' ''bagaimana ini. Luz belum makan apapun ,dia baik-baik saja kan ya?''ucap nyonya liana cemas
Yah kalau orang normal tak makan atau minum selama 8 hari sudah pasti mati sih.tapi kan tak mungkin aku bilang begitu dan lagi, luz adalah penyihir,seharusnya ia akan baik-baik saja.
...****************...
__ADS_1
...To Be Continue...