Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 121


__ADS_3

POV Leon


Huh~...sejak datang ke sini aku semakin jarang menghabiskan waktu dengan nona. Nona juga kelihatanya sedang banyak pikiran. Tapi benar juga kalau mendengar cerita pria waktu itu jelas itu membuat kepikiran ya.


Meski tak mendengarnya cukup jelas karena jarak kami cukup jauh tapi aku masih bisa menyimpulkan garis besarnya.


Gadis rambut merah dan pria elf yg mirip nona. Um..kalau di pikir-pikir pria itu bisa saja ayah nona tapi nona bilang ayahnya sudah mati terbunuh di depan matanya,kalau begitu siapa?...


Um...delia kah. Kurasa aku harus menyelidiki soal perang itu kalau mau dapat jawabannya


*GREP! .... !!!?


''leon ~.. hari ini kita main yuk~'' kata harry yg tiba—tiba merangkul ku yg sempat membuatku hampir membantingnya karena terkejut


''harry... apa kau lupa kalau kita kesini untuk kerja bukan liburan?''tanyaku geram


''tak apa kan kalau hanya sehari. Lagi pula aku sudah minta izin tuan duke'' balasnya dengan santainya


''tak mau, aku harus menjaga nona''


''sehari saja, apa salahnya libur sehari, ayo lah~''


'' ku bilang gak ya gak'' tolakku


''oh!... sir harry. Bagaimana?, malam ini jadi kan?'' tanya seorang ksatria sambil menghampiri kami


''tentu saja!"balas harry riang


''siapa?''tanyaku


''eh?!...yg benar saja !?.. kau lupa siapa dia!?''tanya harry syok


Eh?...apa kami pernah bertemu sebelumnya?...aku sama sekali tak mengingatnya


''hahaha.. sudah lama kita tak bertemu sih ya, saat itu kau juga masih sangat muda. Yasudah biar ku perkenalkan diri lagi saja''


''aku frey. Komandan pasukan khusus keluarga everon. Aku juga kaki tangan tuan


Richard.'' Sambungnya sambil mengulurkan tangannya


Eh!?...kaki tangan tuan besar!?...yg benar saja!, aku sama sekali tak mengingatnya


''saya benar-benar minta maaf karena tak mengenali anda'' balasku sambil menjabat tangannya


''tak apa, aku juga hampir tak mengingatmu karena aura mu berbeda dari yg dulu'' ''dulu kau itu dingin sekali tapi sekarang kau terlihat lebih bersahabat ya ''sambungnya lalu tertawa kecil


''apa yg kau bicara kan frey. Leon masih sangat dingin , apa lagi padaku (T-T)'' balas harry


''benar kah?...padahal kalian bersaudara tapi sama sekali tak akur ya. '' katanya yg tak ingin ku balas


''ah!, benar juga ku dengar sekarang kau pindah tugas ya?.kalau tak salah sekarang kau pengawal pribadi putri baru tuan muda'' katanya


''benar, sudah cukup lama aku berhenti menjadi ketua pasukan singa putih.''balasku


''begitu ya. yah, itu keputusan mu . kurasa itu bukan pilihan yg buruk di tambah nona kecil itu juga sepertinya membutuhkan orang sepertimu di sampingnya'' katanya yg hanya bisa ku balas dengan senyuman kecil


''yah, kesampingkan soal pekerjaan. Malam ini kau harus ikut ya'' kata tuan frey sambil tiba-tiba merangkulku


''eh?...kemana?''tanyaku binggung


''bukannya sudah ku bilang kalau hari ini kita mau main''balas harry


''huh?''


''aku sudah menyewa sebuah bar di pinggir pandai. minuman disana sangat enak kau harus mencobanya'' kata tuan frey


Eh!?..minum!?.

__ADS_1


''ma..maaf.. tapi aku tak minum'' balasku sambil menjauh darinya


''eh?..kenapa?. apa kau belum cukup umur?''tanya tuan frey


''tidak,bukan begitu, aku hanya tak pernah minum sebelumnya''balasku


''EH!!!!?. KAU BELUM PERNAH MINUM!?'' seru tuan frey dan harry kompak


''leon.. kau belum pernah minum sebelumnya?''tanya harry


''tentu saja tak pernah.memang kau pernah liat aku megang bir atau semacamnya?''tanyaku balik


''ck..ck..ck..leon kasihan sekali dirimu ini.laki-laki macam apa yg tak pernah minum sebelumnya'' kata tuan frey sambil geleng-geleng kepala


Kurasa bukan laki-laki yg buruk. Lagi pula alkohol juga tak baik untuk kesehatan.


''yosh!. Malam ini akan ku bawa kau menuju tangga ke dewasaan!"seru tuan frey sambil merangkulku lagi


Ukh!..aku punya firasat buruk soal ini..lebih baik aku tak terlibat lebih jauh


''aku benar-benar minta maaf . tapi aku masih ada pekerjaan. Kalau kalian mau minum silahkan saja, aku tak ikut'' kata ku lalu berniat pergi meninggalkan mereka


Awalnya ku pikir mereka tak akan memaksaku untuk ikut tapi nyatanya........


Setelah matahari terbenam mereka malah tiba-tiba menculikku dan langsung membawaku ke bar yg mereka bicarakan tadi pagi


''NAH MINUMLAH LEON!'' teriak tuan frey sambil memberikan ku gelas yg begitu besar


''ayo leon!..kau pasti bisa''seru harry yg mendapat dukungan dari para ksatria lain yg ikut


Ukh!...jangan bercanda.. orang sinting mana yg minum sebanyak ini!?


''jangan malu-malu..minum saja...malam ini aku yg traktir''kata tuan frey sambil menepuk-nepuk punggungku


Bukan masalah di traktirnya.. aku emang gak bisa minum sebanyak ini


''leon..tuan frey sudah mentraktirmu tak sopan kalau kau tak menimunnya. Satu gelas saja tak masalah kan?''bisik harry


Bukan itu masalahnya g*blok. Lu mau minum sebanyak ini?!.


''nah minumlah leon!"'seru tuan frey


Huh~...kurasa aku tak bisa menolaknya lagi...


Perlahan ku angkat gelas besar berisi minuman keras tersebut lalu melihatnya lekat-lekat


Yah...satu gelas saja tak akan membunuhku kan ya?


Aku pun mencoba menimunya sedikit lalu....


*pffft!... '' apa-apaan ini!?..pahit!'' seru ku yg baru saja mencoba minum untuk pertama kalinya


''Bhuhahaha..bagus..bagus... minum terus!''seru tuan frey sambil mengangkat gelasnya


Ukh...aku tak mau minum lagi..


Meski begitu tuan frey dan yg lainnya terus saja memaksaku dan akhirnya aku benar-benar menghabiskan satu gelas besar itu dan setelah habis kepalku langsung terasa pusing dan badanku terasa panas.


''ahahaha..bagus leon... bagaimana?. Enak kan?''tanya harry sambil menepuk pundakku


''jangan bicara padaku. kepalaku sakit''balasku sambil memeganggi kepalaku


''eh?..sudah?. leon ternyata kau payah dalam minum ya''kata yg harry yg tak bisaku balas


''yah... ini pertama kalinya buat mu sih ya. yasudah kau istirahat saja di pojokan'' kata harry lalu pergi meninggalkan ku dan berkumpul dengan ksatria lain yg sedang mabuk


Karena tak mau terganggu dengan keributan mereka aku pun pergi ke arah balkon dan mencoba beristirahat disana

__ADS_1


Huh~...kepalaku terasa berat. Tengorokanku juga panas..sebenarnya minuman apa yg mereka berikan padaku tadi?..


Aku pun terus bersandar di balkon sambil memegangi kepalaku dan berusa tetap mempertahankan kesadaranku.


''fix aku tak akan minum lagi setelah ini'' gumamku


''ini minum lah, air putih akan membuatmu lebih baik''kata seorang gadis muda sambil menyodorkanku segelas air


''ah~..terima kasih''kataku lalu mengambilnya dan langsung meminumnya


''ahaha..ini pertama kalinya ya?''tanyanya lalu bersender di sebelahku


''um?...begitulah...''balasku


''terima kasih untuk minumnya''kataku sambil meliriknya


''tak masalah'' balasnya sambil tersenyum manis


Gadis dengan rambut pirang dan mata coklat ,entah kenapa ia mirip dengan ibuku...


'' kau bekerja disini?''tanyaku


'' ahaha benar sekali. Kau kan bisa lihat dari pakaianku'' balasnya


''bagaimana?.apa aku manis?''tanyanya sambil memamerkan gaun maidnya


''apa-apaan itu kau mencoba mengodaku ya''balasku yg langsung membuatnya tertawa


''ahaha... mana mungkin tapi... '' '' kalau itu berhasilpun aku tak masalah '' balasnya sambil mendekatkan wajahnya kearahku


''jangan coba-coba,kalau tak mau kena masalah''balasku sambil mendorong wajahnya menjauh


''cih..kau sama sekali tak menarik ya''


'' maaf saja ya. aku bukan pria semacam itu''balasku


''kau cari saja laki-laki lain untuk kau goda''sambungku


''tak sopan. Apa di matamu aku wanita seperti itu?..'' ''asal kau tau saja. aku ini bukan wanita yg suka mengoda laki-laki '' katanya sambil cemberut


''iya iya..terserah kau saja'' ''ngomong-ngomong kenapa kau bekerja disini?'' tanyaku


''um?...tentu saja demi uang, memang ada alasan lain?''


''uang?'' '' kalau hanya mencari uang kau kan bisa kerja di tempat lain, kenapa harus bar?''


''huh~...mau bagaimana lagi... tak mudah menemukan tempat yg mau memperkerjakan anak di bawah umur''katanya


Eh!?!?!... ''berapa umurmu saat ini?''tanyaku


''um?..17 ...''


!?..dia masih sangat muda, kenapa dia malah bekera disini?


''ahaha..kau pasti bertanya-tanya kenapa aku mau bekerja disini kan?''


'' alasannya sangat mudah... ini demi ibuku'' sambungnya yg langsung murung


''ibuku itu penyakitan,dan belum lama ini penyakitnya semakin parah, biaya pengobatan itu mahal. Jadi mau tak mau aku harus mencari pekerjaan. Kebetulan pemilik bar ini adalah tetangga kami.dia bersedia membantuku dengan syarat aku harus bekerja keras'' jelasnya


''kemana ayah mu?''


''ayah?...apa itu?. Bagiku pria itu sudah lama mati'' balasnya yg membuatku tersentak.


...****************...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2