Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 169


__ADS_3

(kembali kesaat ini)


POV Duke everon


*tap..tap...


''um?...boneka?''pikirku sambil mengambil sebuah boneka yg entah bagaimana ada di kursi ruang kerjaku


''ini kan boneka elissa. Kenapa bisa sampai sini?''pikirku sambil mengamati boneka tersebut


*BRAK! '' lean!..apa kau sedang sibuk?''tanya lina yg tiba-tiba masuk sambil mendobrak pintu


''lina.tak perlu kencang-kencang membuka pintunya ''


''iya..iya..maaf... ngomong-ngomong kau sedang apa?.dan lagi kenapa boneka eli ada padamu?''tanyanya sambil menunjuk boneka tersebut


''kelihatanya dia meninggalkannya di sini setelah bermain''balasku


''hee~... ngomong-ngomong dimana eli?''


''katanya sih tadi ia bersama harry. Mungkin mereka sedang bermain di suatu tempat''balasku sambil duduk di kursiku dan meletakan boneka eli di meja kerjaku


''pfft...harry benar-benar cocok jadi pengasuh anak ya.aku jadi ingat dia juga yg dulu mengasuh erwin saat masih kecil. Dia itu sebenarnya multifungsi ya.beruntng sekali kau bisa menemukannya lean'' kata lina


''hmph...benar juga... sejak awal dia memang orang yg menarik''balas ku sambil tersenyum


''oh!... bagaimana kau bertemu dengannya?.''tanya lina yg tiba-tiba saja tertarik


''memang aku tak pernah cerita?''tanyaku


''lean..kau hampir tak pernah memberitahuku apapun tentang dirimu. Aku jadi harus mencari tahunya sendiri''balasnya sambil cemberut


''ahahaha..oh ya?... ''


''baik lah....akan ku beritahu...''balasku sambil melirik boneka milik elissa


***


(beberapa tahun yg lalu)


Awalnya aku tak berniat membantu orang ini ,tapi entah kenapa aku malah terlibat sampai sejauh ini dengannya. Dan saat ini kami malah sama-sama terjebak di istana pangeran levi dan parahnya kami malah masuk ke ruangan yg penuh dengan bonekanya


''lenlen..kalau aku mati tolong titip adikku''katanya yg sudah pasrah


''tolong jangan seenaknya meninggalkan wasiat''balasku geram


''huh~...harry...dengar..jangan membuat pergerakan yg tiba-tiba''bisikku padanya


Aku bisa saja membakar boneka ini dengan sihirku tapi melihat boneka sebelumnya saja masih bisa bergerak setelah ku bakar. Ku kira itu bukan ide yg bagus..


Dan lagi...orang ini kelihatanya sudah hampir mencapai batasnya kalau melihat hal yg lebih seram lagi aku yakin dia akan langsung tumbang.


''dengar..akan kita buka pintu perlahan dan pada hitungan ke tiga larilah secepatnya'' bisikku lalu dengan hati-hati membuka pintu di belakang kami.


''satu....''


"TIGA!'' serunya lalu langsung tancap gas meninggalkan ku


''HAH!?''


.........................


''Seseorang harus mengajarkannya berhitung nanti''gumamku sambil menepuk keningku lalu ikut lari menyusulnya


Setelah kita tentu saja ratusan boneka langsung mengejar kami. Beberapa kali ku coba menghadang mereka dengan apiku tapi tetap saja itu tak berpengaruh banyak .


''ck..tak ada habisnya'' gumamku


''aaaakh!...aku tak kuat lagi..sebenarnya pintu keluar dinama sih!?, perasaan tadi kita masuk gak jauh-jauh banget''serunya


Benar juga. Perasaan kami masuk tak begitu dalam tapi kenapa terasa jauh sekali?. Rasanya seperti tersesat di labirin


''Apa tak ada jendela ya?. mungkin kami bisa keluar lewat sana'' pikirku sambil melihat sekeliling


''AAAAKH!'' *SRAK! '' JANGAN MENGEJUTKAN KU SIALAN!'' teriaknya setelah menyerang boneka yg tiba-tiba muncul di hadapannya dengan sihir air miliknya


Air?...


''kau penguna sihir air?''tanyaku


''kalau iya kenapa?''tanyanya yg sudah gemetaran


'' aku punya ide bagus'' kataku lalu mengeluarkan sihir api ku dan membakar daerah sekitar kami


''padam kan api ku dengan air mu. Asap yg timpul akan menutupi jejak kita untuk sementara'' sambungku. Tanpa banyak bicara ia langsung menuruti perintahku. Dan sesuai rencana asap berhasil membuat mereka kehilangan jejak kami untuk sesaat. Meski begitu di waktu yg singat itu kami berhasil bersembunyi dari mereka dan masuk kesebuah ruangan

__ADS_1


''uhuk!..uhuk!...kelihatannya aku menghirup terlalu banyak asap''kataku


''kau tak apa?. Kalau terasa sesak katakan saja. aku mungkin bisa membantu, gini-gini aku bisa sihir penyumbuh sedikit'' ucapnya


''tidak..aku baik-baik saja''balasku


''dari pada itu lebih baik seka___''


''apa yg kau bicarakan. Kau terlalu meremehkannya. Asal kau tau saja terlalu banyak menghirup asap dapat mengakibatkan sesak nafas. Parahnya kau bisa mati'' potongnya


''tapi kondisiku tak separah itu'' balasku


''sudah ku bilang jangan merehkannya. Sini biar ku obati dulu untuk jaga-jaga'' katanya


''tak apa. Dari pada itu bukannya harusnya kau memastikan apa tempat kita ini sudah aman atau belum'' kataku


''ah!.. benar juga. Disini tak ada boneka lagi kan?''tanyanya yg langsung melirik sekitarnya


Dia tak ingat kondisi saat ini dan hanya fokus padaku?.hmph..menarik... tapi juga ceroboh


'' tak ada apa pun disini'' katanya setelah melihat sekitar


''benar kah?. Kalau begitu kita coba telusuri ruangan ini'' kataku lalu berniat memeriksa tempat ini


''o..oi!..bagaimana dengan tubuhmu?''tanyanya


''sudah ku bilang tak apa''balasku tanpa menoleh kearahnya


''kalau sampai kenapa-napa aku gak tanggung jawab loh ya'' katanya lalu berlari mengikutiku


Pada akhirnya kami mun menelusuri ruangan aneh ini . awalnya ini hanya ruangan kosong tapi makin lama tepat ini makin aneh.


''ruangan ini luas sekali. Tapi tak ada apapun''kataku sambil melirik sekitar


''dari pada itu, boneka-boneka itu sudah tak mengejarkan ya?''tanyanya sambil mendekat kearahku


''sejak kita masuk keruangan ini , entah kenapa perasaanku makin tak enak.suasananya terlalu sepi hingga membuatku merinding''sambungnya sambil memengang pundakku


''kalau sesusatu sampai muncul kurasa jantungku tak akan si...''


''buu..'' kataku sambil menunjukkan sebuah kepala boneka yg terputus langsung ke hadapannya dan sontak saja hal itu membuatnya diam sesaat lalu.


*BRUK!


''HARRY!?'' seruku begitu melihatnya langsung jatuh pingsan


''huh~..oi..harry...bangunlah..'' kataku sambil menepuk-nepuk pipinya namun ia tak bangun juga


''sial..harusnya aku tak mengejutkanya tadi. Kalau begini kan jadi aku juga yg repot'' kataku sambil mengaruk-garuk kepalaku


''dan lagi kenapa ada kepala boneka disini ?''pikirku sambil melihat kepala boneka yg ku gunakan untuk mengejutkan harry tadi setelah itu aku langsung membakarnya hingga menjadi abu.


*tap..*tap..


!!?... suara langkah kaki!?


Setelah mendengar suara langkah kaki yg entah berasal dari mana aku pun langsung bangkit dan bersiap kalau-kalau ada serangan dadakan.


Gelap sekali... sulit sekali melihat di tempat begini...


Suara langkah kaki itu pun perlahan semakin mendekat namun tiba-tiba berhenti.


???...


Tak lama setelah suara langkah kaki itu berhenti tiba-tiba ruangan bergerak dengan sendirinya dan jelas itu membuatku binggung . dan di waktu ruangan ini bergerak tanpa sengaja aku melihat ada sesosok gadis berambut pink . jelas sosok itu membuat ku syok untuk sesaat.


Gadis?...apa itu tuan putri?...tidak...rambutnya jauh lebih muda dari warna rambut tuan putri dan lagi dia lebih mirip dengan.......ah!... jangan-jangan itu...


''ukh...sakit...'' kata harry yg baru saja siuman


''kau ini mau bikin aku___..um?..ada apa?''tanyanya saat melihat wajahku yg masih syok dengan sosok gadis tadi


''harry...ku pikir aku baru saja melihat hantu yg mulia ratu'' kataku yg jelas membuatnya diam sesaat


''BERHENTI MEMBUATKU TAKUT LENLEN!'' serunya yg langsung meringkuk ketakutan


Siapa juga yg ingin membuatmu takut?.orang tadi aku beneran melihatnya. Tapi apa benar itu yg mulia ratu?.tapi tubuhnya jauh lebih kecil dari yg ku ingat...dan lagi hantu memang punya suara langkah kaki?


''lenlen..serius deh..ayo keluar'' kata harry sambil menggenggam tanganku


''ya dari tadi juga kita mau keluar tapi kan kita gak tadi di mana pintu keluarnya'' balasku


''ya ayo kita cari lagi..''katanya sambil menarik tanganku dan membuka pintu tempat kami masuk tadi namun...


Begitu kami membuka pintu bukannya kembali kelorong sebelumnya pintu itu malah langsung mengarah keluar dan parahnya ini lantai 1 jelas karena kami tak mengira hal ini kami pun terlanjur jatuh tapi bisa di bilang aku cukup beruntung karena menimpa tubuh harry.

__ADS_1


''HUWAAAA!.. PUNGGUNG KU !'' serunya


''maaf'' balasku sambil menyingkir darinya


''kenapa tiba-tiba kita ada di lantai satu 1?. Perasaan kita gak naik tangga sama sekali'' katanya sambil mengusap-usap punggungnya


Um...jangan bilang... '' sihir ruang?''gumamku


''huh?''


''kalau tak salah pangeran levi punya 2 jenis sihir yg pertama pengendali boneka dan kedua kemungkinan sihir ruang'' balasku


''jadi?''


''singkatnya dia bisa memindahkan setiap ruangan yg ada''balasku


''ah~..jadi itu alasannya kenapa pintu keluarnya tak kunjung ketemu dan kita malah tersesat ''


Luar biasa . ternyata pangeran kedua punya sihir sehebat ini. Pantas saja dia tak memiliki ksatria atau lebih tepatnya ia tak butuh ksatria. Ah! Bicara soal ksatria...


''aku tak mau lagi masuk ke tempat itu. dan lagi tadi kita ngapain masuk sih''


lah....dia bahkan lupa dengan tujuan awalnya....


'' untuk menjadikan adikmu ksatrianya''kataku


''ah!..benar juga!. Tapi ini sih jelas mustahil. Tak akan ku biarkan adikku bekerja di tempat seram begini'' katanya sambil melirik istana pangeran levi


''terus bagaimana dong....kemana lagi aku harus mencari tempat untuk adikku?'' sambungnya


''bagaimana kalau pangeran pertama?''tawarku


''tidak'' balasnya cepat


''kenapa?''


''pangeran pertama punya hubungan yg sangat buruk dengan tuan putri bukan?. Kalau hubungan mereka semakin buruk para ksatria bisa saja terlibat. Terlebih ada bocah flash itu di pihak tuan putri. Aku tak bisa membiarkan adikku bersengketa dengannya'' jelasnya


''hmm...kaisar rasanya juga jauh lebih mustahil ya'' katanya


'' benar, karena sir flash juga adalah ketua pasukan khusus ke kaisaran. Dengan kata lain dia juga yg memegang alih layaknya di istana tuan putri'' balasku


''bocah itu...kecil-kecil ...pangkatnya tinggi juga ya...''


''kalau begitu keluarga kaisar sudah jelas mustahil ya. huh~..bagaimana ini..kurasa tak ada pilihan lain selain memohon pada tuan putri'' sambungnya


''yg kau incar hanya gelar ksatria kan?. Kalau begitu coba saja pada para bangsawan'' kataku


''tadinya aku juga berfikir begitu tapi...memang ada bangsawan yg mau menerima nya?'' balasnya yg langsung murung


Um?...memangnya ada apa?.


''ayahku itu sangat membenci leon. Besar kemungkinan ia sudah menyebarkan rumor tentang leon kepada para bangsawan. Meskipun ada yg mau menerimanya aku takut ia malah akan di bully di sana''jelasnya


Orang ini ibunya apa ya?..rasanya seperti aku melihat seorang ibu yg mencemaskan anaknya...


'' kau berlebihan . aku yakin tak semua bangsawan seperti itu.''


''ah~..memang... mungkin saja keluarga dari duke everon tak akan memperdulikan isu itu mengingat keluarga itu dan keluargaku saling bermusuhan'' balasnya yg membuatku tersentak


''tapi itu juga salah satu poin utamanya. Karena keluarga kami yg bermusuhan bisa saja mereka malah menyiksa adikku atas dasar dendam.'' Sambungnya yg membuatku kehilangan kata-kata


''apa lagi keluarga itu, sadis, tak berperikemanusiaan, dingin, pelit, keras kepala, lalu juga serakah'' katanya yg rasanya jleb banget


Ukh.... apa dia tau kalau orang yg ia bicarakan barusan ada di depan matanya saat ini dan sedang bicara dengannya?


''ah~..begitu ya...jadi singkatnya keluarga itu keluarga yg buruk ya'' kataku sambil mencoba menahan emosiku


''benar..keluarga itu sangat buruk''balasnya yg makin membuatku geram ingin meninjunya


''kalau begitu selamat tinggal'' kataku yg sudah tak tahan bersamanya


''eh?..kenapa?'' ''loh?.. kau marah?''tanyanya yg tak ku balas


''oi...kenapa kau malah marah?.aku kan bukan menjelekan keluargamu'' sambungnya sambil menghadang jalan ku


'' ah!...atau jangan-jangan kau....''


Akhirnya dia sadar juga dengan siapa ia bicara


'' kau pengikutnya duke everon ya!?''


*BLAR.... OTAK ANAK INI ISINYA SAMPAH KALI YA!?.


...****************...

__ADS_1


...NEXT...


__ADS_2