
...PERINGATAN!!!...
...Chapter ini mengandung unsur kekerasan. Di harapkan kesadarannya bagi para pembaca sekalian....
...----------------...
''Masa hanya perkelahian kecil ia sampai di keluarkan!?. Ini sangat tak masuk akal. Lagi pula tak ada peraturan yg melarang seorang calon ksatria berkelahi'' kataku kesal
''hmm... jadi hanya karena alasan itu kau membuat keributan disini'' balasnya sambil melipat kedua tangannya
Hanya?....apa dia bilang hanya?....
*GREP!... ''apa maksudmu hanya hah!?...'' seruku sambil menarik kerah bajunya dan lagi -lagi tindakan ku ini menggemparkan seisi ruangan
'' asal kau tau saja ini sangat bear...'' *syut!... belum sempat aku selesai bicara tiba-tiba dia langsung mengangkat tubuhku dan membandingku dengan betuk kencang.
*BRUK!.... jelas hal ini membuat punggungku nyeri parah.. tapi di banding itu tindakannya yg tiba-tiba inilah yg membuatku syok parah.. untuk sesaat pikiran ku kosong sesaat...
'' KALIAN SEMUA KELUAR DARI SINI!'' teriak flash . mendengar hal tersebut tanpa berlama-lama semua ksatria langsung lari meninggalkan tempat ini dan membuat ruangan ini kosong melompong dan hanya ada kami berdua saja disini.
'' kau, kalau kau masih sayang hidupmu maka pergi lah dari sini'' katanya samil melepaskan ku
'' aku tak akan pergi'' balasku sambil mencoba berdiri
''sampai kau menerima adikku kembali aku tak akan pergi dari sini'' sambungku yg membuat kerutan di wajahnya
'' hoo~... kalau begitu apa yg ingin kau lakukan?''
''akanku buat kau menerimanya kembali meski aku harus menghajarmu'' balasku serius
''hmph~... kau sendiri yg minta...'' katanya lalu tiba-tiba menyerangku dengan begitu cepat hingg membuatku terpental cukup jauh. Rasa sakit tak perlu di tanyakan lagi bahkan aku sampai batuk berdarah akibatnya.
a...apa-apaan serangannya itu?..... bocah?...dari mana bocah itu punya kekuatan seperti ini?...
'' ada apa?..katanya mau membuatku menerimanya?'' katanya sambil menatapku dengan tatapan merendahkan.
Mendengar hal itu jelas membuatku kesal. Aku pun berniat membalasnya namun refleknya terlalu cepat, aku sama sekali tak di berikan kesempatan untuk menyerang balik yg ada aku malah di hajar habis-habisan olehnya di tengah-tengah lapangan.
__ADS_1
si...sialan.. aku benar-benar tak di beri kesempatan menyerag balik...
''aku tak mengerti kenapa kau sekeras kepala ini'' katanya tiba-tiba
'' kalau leon memang tak bersalah maka seharusnya ia sendiri yg kemari dan memprotesnya tapi nyatanya ia tak datang. Kalau begitu bukannya kah itu artinya dia mengakuinya?'' jelasnya
''ma..na mungkin '' balasku yg mencoba bangkit
''adikku tak mungkin melakukan itu... aku yakin dia di jebak atau semacamnya''
'' dan lagi..bukannya kalian harusnya menyelidiki hal ini dulu dan tak asal mengeluarkannya saja?"
''apa itu perlu?. Toh aku sudah mendapat laporan luka dari korban. Disini kami tak membutuhkan ksatria yg berbahaya sepertinya'' balasnya sambil menatapku tajam
Berbahaya?...hpmh.. ngaca woi... emang sendirinya gak berbahaya?...
'' kelakuanmu saat ini ku yakin juga bukan kehendak leon melainkan ke hendakmu sendiri. Dan aku tak bisa menerima hal itu''
'' emangnya salah?''tanyaku
'' dia selalu saja menderita, dan sekarang di saat mimpinya hampir terwujud kau malah menghancurkannya. Sebagai seorang kakak mana mungkin aku bisa menerima hal tersebut!. ''
''ku mohon.. tolong pikirkan kembali... aku tak akan meminta lebih dari ini. Aku hanya ingin kau menerima adikku lagi. Dia adalah ksatria yg berbakat aku yakin kau tak akan menyesal menerimanya kembali'' pintaku
''kumohon... tolong jangan hancurkan mimpi adikku satu-satunya'' sambungku dengan air mata yg mulai berlinang
...... '' tidak bisa'' tolaknya yg masih kokoh pada pendiriannya
''kenapa!?... kenapa kau sangat keras kepala!?... apa kau tak punya hati sama sekali!?... '' seruku
...''ah~.. benar juga..mana mungkin anda mengerti perasaan ku. Kau kan membunuh adik mu sendiri'' kataku yg langsung membuatnya begitu kesal
Yah... dari awal aku sudah tau perkataan ku ini akan membuatnya kesal, tapi aku tak menyangka dia akan seperti orang ke setanan. Dia benar-benar menghajarku dengan membabi buta. Darahku pun sampai berceceran kemana-mana yah.. kalau di lanjutkan lebih jauh aku mungkin akan mati tapi beruntung hal itu tak terjadi karena....
''FLASH!... HENTIKAN ITU!, KAU MAU MEMBUNUHNYA!'' teriak seseorang yg tak bisa ku lihat dengan jelas karena tertutup darah. Oarang tadi pun langsung berlari kearah kami dan mencoba melerai kami
''KAU GILA YA!?. apa kau mau membunuh orang disini?'' tanya orang tersebut sambil mengecek keadaan ku
__ADS_1
''dia sendiri yg minta, aku sudah memperingatinya sebelumya'' balasnya tak peduli
''dasar gila.'' ''woi... kau tak apa?..apa kau bisa mendengar suaraku?''tanya orang tersebut sambil melambai-lambaikan tangannya tapi aku tak bisa membalasnya karena perlahan kesadaran ku mulai menghilang...
''kau obati lah dia. Aku masih ada tugas'' kata flash lalau berbalik badan dan berniat pergi
'' kurang ajar ya, kau yg membuatnya begini masa main tinggal a...''
Belum sempat orang tadi selesai bicara karena melihat ada ke sempatan untuk menyerang balik aku pun langsung menyerangkanya dengan sihir air ku dan kali ini aku berhasil melukainya meski hanya goresan di pipi.
Tentu tindakan ku ini membuat mereka berdua kaget bukan main. Setelah itu seperti melihat malaikat maut flash benar-benar terlihat mengerikan . matanya yg merah menyala layaknya iblis langsung menatapku tajam.
Dan seketika saja nafasku terasa sesak. Seperti ada sesuatu yg memasuki tubuhku badan ku terasa terbakar. Rasanya sakit, sakit sekali. Aku bahkan hingga muntah darah yg begitu banyak ..
'' !!!..FLASH!.. LU SARAP YA!?. KENAPA KAU MALAH MERACUNINYA G*BLOK!'' teriak orang yg mencoba menolongku tadi
Racun?....ah... benar juga..dia kan spesialis racun. Lalu katanya racunnya tak memiliki penawar...ah.. apa aku akan mati sekarang?
''.... aku tak mau melihatnya lagi, singkirkan dia dari hadapanku.'' Kata flash lalu pergi
''ah!..benar juga.. kalau dalam 5 menit kau tak menyembuhkannya dia akan beneran mati. Jadi semangat ya ...silver..'' sambungnya sambil tersenyum kecil lalu pergi begitu saja
'' DASAR ORANG GILA!'' balas silver dan setelah itu aku tak ingat apapun karena jatuh pingsan.
******
POV Silver
Awalnya aku hanya penasaran. Ku dengar ada orang gila yg ngajak ribut dengan flash di markas. Mendengar itu tentu aku jadi sangat tertarik untuk menontonnya. Dan benar saja, orang itu memang sudah tak waras karena berani menentang flash. Dia di hajar habis-habisan ,hingga bercucuran darah, jujur aku merasa iba dengannya ,ku harap ia segera sadar kalau ia bukanlah tandingan flash dan menyerah tapi tekad orang itu sangat kuat dan saat aku mendengar alasannya berbuat sejauh itu aku benar-benar di buat salut.
Tekad seorang kakak yg benar-benar kuat aku menyukainya tapi...
Saat ia menyindir flash tentang kematian adiknya aku langsung tau kalau hidupnya pasti akan segera berakhir dan benar saja flash benar-benar mengamuk seperti orang kesetanan, dan hampir membunuh orang tersebut kalau saja aku tak segera menghentikannya.
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1