Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 37


__ADS_3

Nafasku terasa sesak , tubuhku terasa terbakar. Senyum kakak itu dan perkataannya membuatku takut , meski aku memang berniat mati saat ayah tiada tapi siapa sangka kalau kematianku jauh lebih cepat dari yg ku duga.


Ah~...kenapa ya?..apa yg ku lakukan ini salah?.yg ku inginkan hanya lah sesuatu yg sederhana, aku ingin bisa bersama orang-orang yg mencintaiku lebih lama.aku ingin di cintai aku ingin bahagia bersama mereka. apa itu tak boleh?.


Kalau begitu...apa gunanya aku bertahan hidup selama ini?.hanya karena kekuatan ini aku jadi harus menerima hukuman tersebut?. yah terserahlah. pada akhirnya semua makhluk hidup memang akan mati. kalau hidupku berakhir buruk memang apa pengaruhnya?toh mau buruk ataupun baik ujung-ujungnya mati juga..


''li....eli!.....''samar-samar ku dengar sebuah suara memanggilku ,suara yg begitu lembut dan terdengar tak asing bagiku perlahan suara tersebut semakin jelas terdengar hingga akhirnya


''elissa!''


Begitu ku buka mata ku lihat wajah ayah dan ibu yg terlihat sangat khawatir


''huwaaa!!....eli!...akhirnya kau sadar nak!''seru ibu yg langsung memelukku erat


''elissa syukur lah..ayah benar-benar cemas kau kenapa-napa''sambung ayah yg langsung mengusap lembut kepalaku


Ah...hangatnya...,kakak roh maaf tapi sepertinya aku sudah memutuskan. Aku akan tetap pada pendirianku, karena aku percaya kekuatan ini ada untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa. Dan aku juga tak mau kehilangan kehangatan ini . Maaf ya...dewa kematian..aku mungkin akan banyak menganggu pekerjaan anda nanti.


''eli..apa ada yg sakit?...katakan saja kalau ada yg tak nyaman''kata ibu cemas


''aku baik-baik saja.''


''kau yakin?..kau sudah tak sadarkan diri selama seminggu loh''kata ayah yg membuatku tersentak


Se..seminggu!!?...huwaa...ternyata waktu berlalu sangat cepat di ether ya..


Dan lagi,yg tadi itu bukan mimpi kan?....


''um...sepertinya kau masih butuh waktu , istirahatlah, kami akan kembali lagi nanti'' kata ayah lalu mengkecup keningku dan pergi keluar di ikuti ibu


***


2 hari kemudian tubuhku merasa sudah lebih baik ,meski begitu pikiran ku masih tak bisa lepas dari kejadian di ether itu.


''manfaatkan lah waktumu yg tersisa, karena mungkin waktumu tak banyak lagi''


Huh~...aku seperti baru saja mendengar pengumuman akan kematianku ...


Mati kah....sejujurnya aku masih takut akan hal itu,aku memang berniat mati dulu tapi sekarang sudah tidak.apalagi sekarang aku di kerumini orang-orang yg sangat baik padaku


''li....eli...elissa!'' panggil luz yg mengagetkan ku


''eh!?...iya!? apa!?''


''huh~...nona elissa sejak anda pingsan anda jadi sering melamun''


''apa ada sesuatu yg menganggu anda?''tanya luz


''eto''.....aku tak mungkin bilang kalau kematian ku sudah di tentukan kan?...


''bu..bukan apa-apa kok, dari pada itu tadi kau mau bilang apa?''tanya ku yg mencoba mengalihkan topik


''itu...soal academi. Apa nona elissa juga akan pergi kesana setelah menginjak usia yg cukup?''


Academi?...apa itu?...


''academi itu apa?''


''eh?!...serius nona tidak tau?'' tanyanya yg ku balas dengan gelengan


''apa para elf tak punya tempat seperti itu ya..''gumam luz


''jadi academi itu tempat dimana biasanya bangsawan dan rakyat biasa belajar dan membuat sebuah perkumpulan...., entahlah saya tak penah pergi ke academi jadi kurang tau rincinya ..''


Um...belajar dan membuat perkumpulan?...ukh...kalau belajar oke lah tapi kalau perkumpulan...entah kenapa aku tak begitu menyukainya. Dan lagi apa aku akan kesana?. Umurku saja tak tau kapan berakhirya.


***


Um... entah kenapa aku jadi kepikiran terus soal kejadian di ether.meski ku coba untuk tak menghiraukannya nyatanya itu sulit sekali .


''.......academi...''

__ADS_1


!!?... eh?...


''academi?''tanyaku


''oh ya...bagaimana menurutmu elissa?''tanya ayah


Apa ayah berniat mengerimku kesana?..ah~...aku tak mendengarnya dengan jelas tadi dan malah sibuk dengan lamunanku ...


''begitu ya...kalau di pikir-pikir sudah lama juga..''kata ibu


Eh?..apa?...apa yg lama


''lina jangan bilang kau melupakannya..''


''ahahaha... mana mungkin...biar bagaimana pun diakan putraku''


Eh!?...saking kagetnya dengan pernyataan ibu tadi tanpa sadar aku malah menjatuhkan sendokku


''eli ada apa?''tanya ibu sambil melihat kearah ku


'''eto..putra?...''


''ah... eli kau tak menyimaknya ya?''


''ma..maaf..''


''putra kami sedang liburan , dan dia bilang akan mampir kesini sebentar lagi..''kata ayah


Eh!?....ku pikir pasangan duke everon tak punya anak,eh..tunggu dulu kalau begitu....dia akan menjadi kakakku!?...


''eli jangan takut dia anak yg menarik kok, dia pasti akan langsung menyukai eli''


''sama sepertiku yg langsung menyukai eli..''


Kakak kah...ah...aku jadi menantikannya..


''seperti apa orangnya?''tanyaku


''lina...itu ingatan berapa tahun yg lalu?.mana mungkin ia sekecil itu sekarang..''balas ayah


''ah...aku sudah lama tak bertemu juga jadi mana ku tau..''


''elissa kau bisa menilainya sendiri saat bertemu dengannya nanti''kata ayah sambil menatapku


''kapan dia datang?''


***


''wah.....kediaman everon!...'' ''sudah lama sekali aku tak kemari'' kata seorang pemuda sambill mengeluarkan kepalanya melalui jendela di kereta kuda


''woi...hati-hati kau bisa jatuh nanti''


''ahaha...anda mencemaskan saya?..imut sekali..''


''berisik.''


''ngomong-ngomong anda yakin ingin kesini?'' ''anda kangen sama pasangan everon ya?...''


''bukan..begitu, aku hanya bosan berada disana. Kurasa tak masalah sekali-sekali mengunjungi mereka''


''yah..kita juga lagi libur , jadi tak ada salahnyakan menghabiskan waktu jauh dari kerajaan untuk sesaat''


''hmph...kau benar''


Beberapa menit kemudian kereta kuda pun berhenti tepat di depan gerbang kediaman everon, sang kepala pelayan pun langsung menyambut tamu yg datang


''hmm...tempat ini benar-benar tak berubah sama sekali'' kata pria berambut hitam lebat


''ahaha...anda benar sekali,wah..jadi kangen..''


!!!?.... saat hendak memasuki kediaman everon sang pria berambut hitam tiba-tiba berhenti dan perhatiannya langsung tertuju pada taman

__ADS_1


!!?....perasaan ini?...tak salah lagi..ada makhluk dari benua hitam disini


Sambil mengeluarkan pedang yg ia bawa di pinggangnya ,ia langsung berlari menuju taman tanpa menghiraukan sekitarnya


''woi... anda mau kemana!?''


''aku tak mungkin salah...perasaan ini...aura ini...meski tipis aku yakin ada makluk dari benua hitam disini.''


''bagaimana bisa kediaman ini di masuki makhluk seperti itu'' ''dasar mahluk bodoh, akan ku cincang dia karena sudah berani menginjakkan kaki disini''


''ah!... anak itu kah!?'' gumamnya saat melihat sesosok anak kecil berambut violet yg sedang asik duduk di bawah pohon sambil merangkai bunga


Anak kecil?..apa dia pikir bisa mengelabui orang-orang dengan sosok itu?..


Tanpa pikir panjang pria tersebut langsung menghunuskan pedangnya dan memotong rangkaian bunga yg di buatnya


Bunga-bunga pun langsung berhamburan dan gadis itu terlihat sangat terkejut


Dan begitu mata mereka bertemu ,pria itu langsung bisa melihat ketakutan di kedua mata gadis tersebut.pria tersebut pun sempat di buat terkejut saat melihat kedua mata gadis tersebut yg berwarna merah terang.


Mata merah?...keturunan bangsawan?...


Di beberapa klan di benua hitam , mereka yg memiliki mata merah biasanya merupakan keturunan pemimpin mereka dengan kata lain siapapun yg memiliki mata merah di anggap akan menjadi penerus klan tersebut nantinya.dan info ini hanya di ketahui beberapa orang yg memiliki pangkat yg tinggi di kekaisaran


''siapa kau?''tanyanya sambil menodongkan pedangnya ke leher gadis itu


''kenapa kau bisa ada disini?'' tanyanya lagi yg tak di balas olehnya


Dia tak mau menjawab?...dia juga terlihat sangat ketakutan. Ya sudahlah...aku hanya perlu memotong tangan atau kakinya agar dia bicara


''kalau kau tak menjawab akan ku potong tanganmu'' ancamnya


''hik!....ma..maaf..''


''aku tak perlu permintaan maaf , katakan saja siapa kau dan apa tujuanmu datang kemari?'' katanya sambil memberi tatapan tajam pada gadis itu


''oh!..disana anda rupanya... woi!... eric!...sedang apa kau disa....''


''loh?..siapa anak ini?''tanya temannya sambill berjalan menghampiri pria tersebut


''kelihatanya kita kedatangan tamu tak di undang disini, erwin''


''oh!?...wah...dia imut sekali''


''woi...cepat katakan ini peringatan terakhir atau aku akan benar-benar memotong tanganmu''ancam eric


''sudah lah...eric..dia cuman anak kecil jangan terlalu kasar padanya''


''nah adik kecil.. bisa beritahu kami siapa namamu?''tanya erwin sambil berlahan mendekati gadis tersebut , namun gadis itu malah mundur karena takut


''um...kelihatannya kau sudah kelewatan eric'' ''lihat dia ketakutan ''


'' erwin kalau kau cuman mau menghalangi lebih baik kau pergi''


''mana boleh begitu, bisa saja dia tamu everon kan?''


''sudah ku bilang dia tamu tak di undang'' balas eric


''tapi tetap tamu kan?''balas erwin sambil tersenyum


''erwin kau...'' kata eric yg terhenti begitu gadis tersebut mencoba kabur tapi tentu saja eric yg mengetahui pergerakan gadis itu langsung menangkap tangan gadis tersebut namun..


''wind slash!'' seru gadis tersebut dan sebilah angin langsung mengarah kearah eric dan mengores pipi kanan serta tangan yg menahan gadis tersebut. Di momen yg singkat itu gadis tersebut berhasil lari menjauh


......... set.. eric pun langsung menatap erwin dengan tatapan kesal dan erwin yg menyadarinya pun langsung mengalihkan pandangannya dan bersikap tak tau apa-apa


''huh~..karena mu dia kabur, ku harap kau siap bertanggung jawab'' kata eric sambil menghela nafas berat


''ahaha...dia hanya anak-anak...jadi kau tenang saja'' balas erwin sambil tersenyum canggunng.


...****************...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2