
POV Elissa
Aku selalu percaya pada leon...bahkan saat ia bilang ia kan kembali saat pagipun aku percaya padanya...karena itu.....kumohon....
*drap!..*drap!...*drap!...
*brak!... ''le...''
''ANDA MONSTER YA!?'' seru seorang suster yg langsung mengagetkan kami semua dengan teriakannya yg begitu kencang ketika hendak masuk kesebuah ruangan
''3 tulang rusuk patah, luka bakar di punggung, tulang tangan kanan yg bergeser, terlebih anda juga mengalami sesak nafas akibat menghisap begitu banyak asap. Saya tak percaya ada orang yg masih bisa menunggangi kuda hingga kemari bahkan sambil membawa orang lain dalam kondisi begitu'' jelas suster tersebut sambil menepuk keningnya
''apa benar anda manusia?''
''maaf saja ya, tapi setahuku di rumah sakit tak boleh berisik, dan lagi bisa tidak kau obati aku secepatnya?..bukannya itu tugas mu?, jangan bilang anda mau makan gaji buta''balas leon
''itu tak benar!, saya hanya tak menyangka akan menemukan pasien seperti anda'' balas suster tersebut lalu kembali mengobati leon
''leon..''panggilku yg langsung membuat mereka berdua menoleh kearah kami
''lho?...nona?...eh!..bahkan semuanya disini!?''seru leon begitu menyadari kehadiran kami semua. Leon pun buru-buru bangkit dan mencoba mengambil bajunya namun suster tadi langsung menahannya dan membuatnya duduk kembali
''kau mau kemana!?..'' seru suster tersebut
''ya pake baju lah!. Kali aku telanjang dada begini di depan mereka, terlebih ada putra mahkota juga disini'' kat leon sambil melirik kami
''kalau begitu bagaimana aku mengobati luka bakar di punggung mu bodoh!?..''
''itu nanti saja'' balas leon sambil mencoba bangkit kembali namun langsung di tahan lagi olehnya
''pasien nurut aja deh, aku gak mau di bilang makan gaji buta lagi'' balas suster tersebut sambil menatap leon tatap
Kelihatanya suster itu jauh lebih mengerikan di banding ayah dan ibu yg marah tadi...
''leon, tak pedulikan kami , lanjutkan saja pengobatannya''kata ayah
''kau dengar itu!?..sekarang diam dan biarkan aku melanjutkannya''kata suster tersebut lalu kembali mengobati leon
''terima kasih tuan...dan maaf saya malah memperlihatkan sisi saya yg satu ini di depan kalian'' kata leon sambil tertunduk menyesal
''leon...'' panggilku lalu perlahan menghampirinya dan mengenggam tangannya
Masih hangat...leon...
*hiks...*hiks..
''ah!.. nona!...''
''aku senang kau sudah kembali leon'' kataku dengan air mata yg mulai menetes
__ADS_1
.......'' maaf..saya mengingkari janji saya ya?...setelah ini saya akan menelan 1000 jarum sesuai konsekuensinya'' kata leon sambil tersenyum
!!!? ''' anda masih waras kan?...saya gak mau ngeluarinya loh ya nanti'' balas suster tadi dengan lantangnya
''bisa lakukan tugasmu saja gak ?'' tanya leon yg kelihatannya sudah geram dengan suster tersebut. Suster itu pun hanya membalasnya dengan siulan lalu kembali melanjutkan tugasnya
''tidak..tidak perlu... bagiku ini masih pagi , jadi leon tak mengingkari janjinya'' balasku
''terima kasih sudah menepati janji leon'' sambungku sambil tersenyum lembut
...''hmph..begitu ya. syukurlah kalau begitu'' balas leon
''leon, dimana erwin?''tanya ibu
''benar dimana kakak?''
''tuan muda sedang mendapatkan perawatan juga di ruangan lain''balas leon
''perawatan?''
''ah~...orang yg anda bawa itu ya. dia mengalami luka yg sangat parah. Saat ini dia berada di ruang oprasi, sebaiknya kalian menunggu disana'' balas suster tersebut yg tentu membuat kami semua terkejut
''tapi tenang saja, tuan muda masih hidup, dan harusnya ia tak dalam masa kritis sekarang'' timpal leon
''kalau begitu sebaiknya kita ke sana sekarang'' kata ayah yg di balas anggukan oleh yg lain
''jangan paksakan dirimu, kau sudah bekerja keras leon. Kerja bagus. Sekarang istirahat lah dulu'' kata ayah
''terima kasih tuan'' balas leon sambil menundukkan kepalanya
''kalau begitu ayo kita ke tempat er...'' belum sempat ayah selesai berbicara harry tiba-tiba berjalan menghampiri leon dan...
*PLAK!... sebuah tamparan kencang tiba-tiba di layangkan oleh harry dan jelas tindakannya ini membuat syok semua orang termasuk suster tadi yg langsung diam mematung melihat hal tersebut. Leon pun langsung terdiam seribu bahasa saking syoknya
''a...apa maksud mu mela...''
''BODOH!..'' potong harry yg langsung membuat leon tersentak
'' APA YG KAU PIKIRKAN BODOH!?...BUKANNYA SUDAH KU BILANG UNTUK KEMBALI !?. AKU JUGA SUDAH BILANG JANGAN PAKSAKAN DIRIMU!, COBA LIHAT KEADAANMU SAAT INI!..'' marah harry yg tentu membuat kami semua terkejut
'' KENAPA KAU SELALU TAK MEU MENDENGARKAN KU!?. APA KAU TAU SEBERAPA KHAWATIRNYA AKU SAAT MELIHATMU SEPERTI INI!?''
''bagaimana kalau kau tak kembali?...bagaimana kalau aku tak bisa bertemu dengan mu lagi?'' sambung harry dengan nada yg mulai gemetaran
''..... apa yg kau bicarakan?. Yg penting aku sudah kembali, dan lagi sudah ku bilang berapa kali, berhenti bersikap seperti kakakku''balas leon
!!? *grep!... '' BODOH!. MESKI KAU TAK MENGANGGAPKU KAKAKMU , AKU TETAP MENGANGGAPMU ADIKKU TAU!'' teriak harry sambil mencengram kuat pundak leon
''kau adik laki-laki ku satu-satuya leon....meski kau terus menolak ku, itu tak akan merubah kenyataan kalau kau adikku. ''
__ADS_1
*tes... '' aku benar-benar khawatir padamu...aku ketakutan setengah mati kalau aku sampai kehilangan mu. Kau mungkin membenciku tapi aku tak pernah sedikit pun membencimu, kau sangat berharga bagiku...*hiks...'' kata harry dengan air mata yg mulai menetes. Dan jelas ini membuat leon syok bukan main
'' aku marah karena mencemaskan mu...aku benar-benar mencemaskanmu'' sambung harry sambil menarik leon ke dalam pelukannya
..... ''maaf'' kata leon yg lagsung membuat harry tersentak
''maaf sudah membuatmu khawatir'' sambunganya dengan nada penuh penyesalan di tambah lagi raut wajahnya yg terlihat benar-benar menyesal. Tapi yg mengejutkan bukan itu. Ini pertama kali nya ku lihat leon meminta maaf setulus itu pada harry...
*grep!... ''HUWAAAAA.... tak akan ku maaf kan!...'' seru harry sambil memeluk leon semakin erat dan menangis begitu kencang
'' TERUS KAU MAUNYA APA!?'' seru leon kesal
''huwaaa!...leon!...'' tanggis harry sambil mempererat pelukannya
''sakit g*blok!...kau mau membunuh ku ya!?''seru leon
''huwaa!..tuan jangan memeluknya seerat itu!, tulang rusuknya ada yg patah!''seru suster tadi histeris
Namun harry tak menanggapinya dan sepertinya masih larut dalam perasaannya sendiri.
''hmph..sebaiknya kita tinggalkan mereka dulu'' kata ayah yg di balas anggukan oleh kami lalu berniat pergi meninggalkan mereka.
Hpmh..ku harap ini menjadi awal yg bagus untuk mu harry...
Semoga setelah ini hubungan kalian bisa sedikit membaik .
***
Sementara itu
''bagaimana?''
''maaf tuan...kami gagal''
''padahal tadi tinggal sedikit lagi, tapi pemikiran putra mahkota terlalu tajam. Hanya dalam waktu singkat ia berhasil mengetahui rencana kita''
''begitu ya... putra mahkota ya...instingnya terlalu kuat. Ini type musuh yg paling ku benci. '' ''hmm... putra mahkota adalah otak mereka ya, ...kalau begitu...''
'' berikutnya ayo incar dia '' sambung sambil memenjatuhkan sebuh pion ratu dalam permainan catur
''kalau otak utama mereka hancur maka mereka tak akan bisa berbuat banyak. Terlebih putra mahkota sudah seperti perisai bagi mereka.kalau begitu kita hancurkan saja perisai tersebut'' sambung orang tersebut sambil tersenyum licik
'' ini mungkin tak akan sesulit itu, mengingat kita sudah berhasil membuat 2 orang di antara mereka terluka. Terlebih salah satunya adalah ksatria pribadinya.''
''hmph...sepertinya permainan ini akan segera berakhir.aku sangat menantikannya '' sambungnya sambil mengambil pion raja tersebut lalu tersenyum penuh arti.
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1