Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 182


__ADS_3

Di saat sang mentari belum menampakan dirinya ,di saat rembulan masih bersinar terang di atas sana. seorang pria datang mengetuk pintu balkonku. Rambut hitamnya yg berpadu dengan cahaya rembulan ,suaranya yg terdengar begitu lembut seakan bisa membiusku. Yah..kalau di lihat-lihat ini mungkin akan terlihat seperti seorang pangeran yg ingin menculik sang putri .yah..itu adegan yg bagus tapi....


''MEMBAWAKU SEENAKNYA ITU TINDAK KRIMINAL YANG MULIA!'' seruku yg sama sekali tak menyukai tindakannya ini


''toh sudah terlanjur ini ,kenapa malah mempermasalahkannya sekarang'' balasnya cuek


Ukh...orang ini..aku tak pernah tau apa yg ia pikirkan. Bukan saja masuk ke kamarku melalui balkon dia bahkan main membawaku yg masih mengenakan baju tidur.


''memang kita mau kemana?''tanyaku


''kau akan tau setelah tiba di sama''balasnya


Dia bahkan tak mau memberitahuku tujuannya. Tapi...tempat ini...


''hutan?''gumamku sambil melirik sekitar


Putra mahkota membawaku ke tengah hutan?.apa yg ingin dia lakukan?.


Karena tak mau menanyakan lebih banyak hal padanya aku pun diam saja dan menurutinya.


Sejujurnya pergi ke hutan di waktu yg terbilang masih dini dan tanpa sinar matahari harusnya terlihat mengerikan tapi hal itu tak terjadi begitu kami melewati padang rumput dimana terdapat kunang-kunang yg sedang hinggap di daun-daunnya. Dan begitu kami melewatinya kunang-kunang itu pun langsung berterbangan dan menerangi jalan kami


''wah...cantiknya'' kataku yg takjub melihat kerlap-kelipnya


''seperti masuk ke buku dongeng''sambungku


''benar juga'' katanya tanpa ekspresi dan tetap berjalan ke depan


''yang mulia. Apa anda tau. Katanya kalau berhasil menangkap kunang-kunang itu dapat mendatangan kan ke beruntungan'' kataku semangat


''itu sudah jelas bohong. Dari mana kau mendengar omong kosong itu?''tanyanya yg membuatku diam mematung


''ka..kalau begitu ayo kita buktikan saja'' kataku


''huh?...tidak kita bisa terlam...''


''ayolah..anda kan tak percaya. Ayo kita buktikan dengan menangkap satu'' potongu sambil memaksa turun


Putra mahkota pun terdiam sesaat lalu menurunkan ku dan begitu ia melakukan itu aku langsung berlari dan mencoba menangkap satu namun ternyata mereka jauh lebih gesit dari yg ku duga


''HAP!..'' ''loh?...lagi-lagi aku meleset'' kataku begitu gagal untuk yg ke sekian kalinya


''ternyata lebih sulit dari yg ku duga''gumamku


''huh~...cepat lah.kita akan terlambat'' kata putra mahkota


''kalau begitu bantu saya dong'' kataku sambil cemberut


''huh~..baiklah.'' katanya lalu....*hup


''ini'' katanya yg langsung dapat dalam sekali coba


A..... ''KOK BISA!?'' seruku syok


''um?...ya tinggal tangkap aja''balasnya santai


Dia ini..gerakan tangannya cepat sekali. Aku bahkan tak melihatnya menangkapnya


''ini''katanya sambil mengepalkan tanganya kearah ku


''eh?''


''kenapa malah eh?. Kan kau yg mau menangkap kunang-kunang''katanya


''eto... karena anda yg memangkapnya keberuntungannya sudah jadi milik anda'' balasku


*grep '' kalau begitu ku bagi keberuntungan ini untukmu'' katanya sambil menarik tangan ku dan meletakan kunang-kunang tersebut di tangan ku

__ADS_1


''memang bisa begitu?''tanya ku sambil meliriknya


''tentu saja bisa. Kan aku yg bilang''katanya dengan penuh percaya diri


....''pfft...memangnya anda siapa? ahahaha'' tawaku yg tak bisa ku tahan lagi


''putra mahkota''balasnya yg membuat tawaku semakin pecah


''benar..anda putra mahkota''katau sambil menahan tawaku


''jadi?..mau di apakan kuang-kunang itu?''tanyanya


''um?..tentu saja di lepaskan kembali'' balasku yg membuatnya diam mematung


''kalau begitu kenapa di tangkap?''katanya dengan wajah kesal


''ya, terus mau di apain lagi?.lagi pula saat ia mengeliat di tangan saya itu terasa geli''balasku


''huh~..buang-buang waktu saja''kata putra mahkota sambil menepuk keningnya


''maaf.maaf'' ucapku lalu bersiap melepaskan kunang-kunang tersebut namun seelum aku melakukannya aku ingin membuat permohonan terlebih dahulu.


''Kalau mitos itu benar,maka datangkan lah pertanda baik pada keluarga baruku dan jauhi mereka dari mara bahaya''gumamku lalu perlahan melepaskan kunang-kunang tersebut. Perlahan kunang-kunang tersebut pun mulai terbang menjauhi kami.cahaya yg redup namun memanjakan mata membuat sebuah perasaan aneh di dadaku.


''!?!... gawat sudah hampir waktunya!" seru putra mahkota lalu tiba-tiba mengendongku yg jelas membuatku kaget


''eh!?''


''karena mu kita bisa saja kelewatan '' katanya lalu berlari secepat mungkin ke tempat yg ingin dia tunjukan


''sebenarnya kita mau kemana sih?''tanyaku sambil berpegang erat padanya kerena bukan apa-apa larinya benar-benar cepat . (kayak orang di kejar utang lol)


Namun ia tak menjawab . karena ia tak menjawab aku pun akhirnya diam saja


Hingga pada akhirnya ia mulai sedikit melambat begitu kami tiba di dekat tamanan merambat yg tumbuh lebat dan berbentuk seperti tirai


''semoga masih sempat''ucapnya lalu membuka tirai tamanan rambat tersebut dan masuk ke dalam sebuah gua.saat masuk ke dalam aku benar-benar binggung .tapi aku tak mau bertanya lagi karena pastinya ia tak akan menjawabnya lagi.


Eh?... dimana?


''anu...ini tempatnya?''tanya ku ragu


Di dalam gua?..apa yg ia pikirkan sebenarnya?..


''lebih tepatnya di depan sana''katanya lalu menutup mata


''eh!?''


''a..anu?..yg mulia?'' panggilku yg tak di balas lagi olehnya lalu menuntunku sambil menutup kedua mataku


Se..sebenarnya apa yg mau ia lakukan?...kenapa rasanya jadi seram gini?..


''apa masih belum boleh di buka?''tanyaku


''sebentar''balasnya yg membuatku diam dan sabar menunggu sampai


''ah!..sudah..kau boleh buka''katanya sambil membuka tangannya. Aku pun perlahan membuka mataku dan betapa takjubnya ku begitu ku buka mataku


Memandangan matahari terbit yg perlahan muncul dari balik awan. Cahaya yg masih cukup redup membuat gadasi indah dengan langit malam yg gelap. Di tambah lagi kabut-kabut di bawah ku yg terlihat seperti awan.yah..kalau bisa ku singkat ini seperti melihat matahari yg terbit dari atas awan...


''cantiknya.. rasanya seperti berada di atas awan''kataku takjub


''duduk lah. Tapi hati-hati jatuh'' kata putra mahkota yg sudah duduk di pinggir tebing. Aku pun mengangguk pelan lalu duduk di sampingnya dengan hati-hati dan menikmati. Pemandangan cantik ini


''bagaimana?.sudah merasakan rasanya negri di atas awan?''tanyanya yg membuatku menoleh kearahnya


Eh?...jadi dia membawaku kesini karena aku tak bisa pergi ke kerajaan cloude?...ah~..

__ADS_1


*tes...


''eh!?''


''elissa!?'' serunya yg syok begitu air mataku tiba-tiba saja jatuh


''ada apa?'' tanya nya panik


''tidak..bukan apa-apa..saya hanya merasa tersentuh'' balasku sambil mencoba mengusap air mataku


''saya tak menyangka anda sampai membawa saya kemari hanya karena tak bisa membawa saya ke kerajaan cloude.saya merasa tersentuh''sambungku


..... '' hmph..dasar gadis aneh'' balasnya sambil tersenyum tipis lalu menarikku hingga menempel padanya.


'' ini bukan apa-apa. Saat sedanng berburu dulu dan mencoba menjelajahi gua ini tanpa sengaja aku menemukan tebing ini. Karena pemandangannya yg seperti di atas awan ini. Aku jadi terpikir untuk mengajakmu kesini. Kebetulan kau juga tak bisa ke kerajaan cloude kan'' jelasnya


....meski begitu ia tetap mau membawa ku kesini. Itu sudah sangat membuatku senang


*wush!.... tiba-tiba saja angin berhembus cukup kencang dan mungkin karena aku juga pakai baju tidur dan cuaca yg masih dingin aku...


''Hachim!''


Ukh... dingin..


*syut... '' maaf ..harusnya aku memakaikan ini dari awal'' katanya sambil memakaikan jubahnya padaku


''kau pasti kedinginan dari tadi''


''tentu saja. saya datang dengan baju tidur loh. Tentu saja dingin.kalau saya sampai sakit ada tanggung jawab ya'' kataku yg di balas tawa kecil olehnya


''kalau itu sih bisa jadi masalah''balasnya sambil tertawa kecil dan melihat itu entah kenapa aku ikut tertawa bersamanya


''yang mulia. Terima kasih sudah membawa saya kesini. saya sangat senang'' ucapku sambil tersenyum lembut padanya


''kau menyukinya?''


''iya!. Sangat!'' balasku semangat


''kunang-kunang tadi. Apa kau menyukainya?''


''iya, saya menyukainya!''


''kau juga suka hutan kan?''


''benar''


''bagaimana dengan makanan manis?''


''suka''


''bunga?''


''suka''


''boneka?''


''suka''


''kalau aku?''


''su...eh?...''


Sebentar...tadi dia bilang apa?...


''kenapa malah diam?. Kau tanya, apa kau menyukaiku?''tanyanya sambil medekati wajahnya kearah ku jelas membuatku binggung


?????!???!?!

__ADS_1


...****************...


...Bersambung...


__ADS_2