
*Tes.... Belum sempat aku melanjutkannya air mata kakak tiba-tiba saja menetes dan tentu saja aku langsung di buat kaget akan hal itu
''eh!?..kakak!?''
''hiks...sudah ku duga....adik kecil..kau akan pergi ya...''
Eh??...apa maksudnya?...apa kakak sudah menduga hal ini?..
''sebenarnya eric sudah mengatakan hal ini pada ku kemarin,katanya kau pasti akan pergi dari disini dan memilih keluarga lamamu, tapi benar juga ya, bagi mu pasti kami hanya sekedar orang baru . di banding keluarga mu kami hampir tak ada bedanya dengan orang asing. Tentu saja kau akan memilih mereka ya'' katanya dengan air mata yg terus mengalir
''hiks..tapi...hiks....adik kecil...asal kau tau saja...aku benar-benar menganggapmu adikku,aku sama sekali tak memperdulikan jenis apa atau dari mana kau berasal,bagiku ku kau tetaplah adikku...hiks...perasaanku ini bukan lah sebuah kebohongan''sambungnya sambil mengenggam erat dadanya
''aku sama sekali tak sedang bermain-main dengan mu!, aku serius padamu adik kecil!'' seru kakak
''hiks...tolong jangan anggap ini permainan...ini sama sekali bukan permainan adik kecil...kami serius padamu. Kami benar-benar menganggapmu keluarga kami..hiks...hiks....''
.......kakak....aku tak pernah meragukan kasih sayang kalian, aku tau kalian benar-benar menyayangiku. Kalau tidak bagaimana bisa kalian memberiku semua yg ku perlukan?.kalian bahkan rela melakukan apapun demiku bahkan bila itu bisa membahayakan nyawa kalian. Kalau semisalnya kalian hanya berpura-pura tak mungkin kalian melakukannya sejauh itu...
''hiks...adik kecil...hiks..aku sungguh berharap kau bisa bertemu keluarga mu lagi tapi..disisi lain aku juga tak ingin kalian bertemu karena kalau kalian bertemu kau akan pergi dari sini...itu lah yg membuatku tak mau''
''hiks..maaf..aku terlalu egois ya..maaf ya'' sambungnya sambil mengelap air matanya
....kakak..jadi itu yg kakak pikirkan..... egois kah...hmph memang terdengar egois tapi...aku paham,sejujurnya aku juga egois, aku ingin bersama kalian tapi aku juga takut kalian kenapa-napa karena ku....
''apa tak boleh kalau egois?''gumamku
''ya?''
'' aku juga mau tetap bersama kalian tapi...aku juga mau kembali ke keluargaku. Apa itu tak boleh?,...apa itu mustahil?...apa hanya ada 2 pilihan itu?''tanyaku
''kalau begitu aku tak bisa memilih...aku ingin keduanya ,aku ingin egois, apa tak boleh?''sambungku dengan mata yg mulai berkaca-kaca
''adik kecil...'' ''ukh...tak ada yg bilang tak boleh''kata kakak lalu mengenggam tangan ku
''kalau adik kecil mau, maka kita hanya perlu memilih keduanya, pasti ada cara untuk itu, meskipun mustahil,aku akan mencoba mencari caranya.aku janji''sambung kakak lalu tersenyum hangat padaku
''tapi....kalau aku tetap disini mungkin aku hanya akan membawa hal buruk pada kalian'' kataku
''waktu itu juga aku hampir membuat ayah celaka''sambungku yg langsung murung
''kau masih memikirkan itu?.bukannya sudah kami bilang tak apa?''
''tapi...''
''huh~...kau sungguh tak perlu memikirkannya adik kecil...seperti yg ayah bilang di banding apa yg kau lakukan yg ku lakukan dulu jauh lebih buruk''
Ah!...benar juga...ayah kan pernah bilang begitu...memang apa yg terjadi?
''memang ada apa?''tanyaku yg jadi penasaran kembali
Kakak pun langsung terdiam sesaat lalu menghela nafas berat dan akhirnya berkata "aku menusuknya"
__ADS_1
Eh!?.....menusuk?...
''kalau adik kecil kan karena ledakan mana yg tak di ingin kan,kalau aku menusuknya sendiri dengan tanganku''katanya sambil melihat kedua tangannya
''kenapa ?''
''kami bertengkar,lalu aku hilang kendali'' balasnya yg langsung terlihat menyesal
''bertengkar?''
Hmph... ''itu cerita lama kau tak perlu tau adik kecil''balasnya sambil tersenyum sendu
Eh?...tapi aku jadi sangat penasaran ...
''ku mohon...tolong jangan tanya lebih lanjut''sambung kakak yg terlihat begitu sedih
.......benar juga,semua orang punya satu dua hal yg tak bisa di katakan,aku tak boleh memaksanya
''baiklah..aku tak akan menanyakannya lagi''balasku sambil tersenyum
Hmph....*Grep!.... ''terima kasih''kata kakak sambil menarikku dalam pelukannya
''aku senang kau mau mengerti''
''.....hmph....sama-sama kak''balasku sambil membalas pelukannya
'' yosh!... kembali ketopik utama, intinya kau tak akan pergi begitu saja kan?''tanya kakak sambil melepaskan pelukannya lalu mentapku dengan mata berbinar-binar
''iya, kalau ada cara untuk mendapatkan keduanya aku akan memilih itu'' balasku sambil tersenyum
''kalau apa yg di katakan eric itu benar,pertama-tama kita harus mencari tau lebih dalam soal sentaja itu,mungkin saja kita akan dapat petunjuk soal ibumu dari situ''
''ah!...benar juga, putra mahkota mengundangku ke istananya, katanya kita mungkin akan mendapat lebih banyak info disana''
''hmph..kalau begitu kita harus kesana kan''
***
Beberapa hari kemudian saat aku sudah benar-benar sehat , ayah pun membawaku ke istana sesuai permintaan putra mahkota. Awalnya kakak dan ibu juga ingin ikut tapi mereka mendadak ada urusan hingga tak bisa ikut. Alhasil hanya aku dan ayah yg pergi kesana. Ah!..tentu saja leon dan harry juga ikut sebagai pengawal.
Dan begitu kami tiba di istana aku langsung di buat tak bisa berkata-kata saking terpukaunya dengan kemegahan yg ada
''wah!....luar biasa....jadi ini istana''kataku saat baru tiba
''hmph...di dalam jauh lebih hebat loh''kata ayah sambil memberikan tanggannya untuk membantuku turun
''benarkah?'' tanyaku yg di balas senyuman oleh ayah
Kami pun mulai memasuki istana dan benar saja dalam istana memang sangat luar biasa .
''elissa..maaf tapi sebelumnya kita harus menyapa yg mulia dulu, tak apa kan?''tanya ayah
__ADS_1
''eh!?...iya..tak masalah'' balasku
Raja assiria kah..itu artinya ayahnya putra mahkota, kira-kira orang seperti apa dia ya?.
''ah!..tuan''panggil harry lalu tiba-tiba membisikan sesuatu pada ayah, setelah itu mereka berdua pun langsung melirikku jelas hal itu membuatku binggung
''benar juga, lebih baik berjaga-jaga dari ada mengambil resiko''kata ayah lalu sedikit membungkuk untuk menyamakan tinggi kami
''ada apa?''
''elissa maaf tapi...sebaiknya ayah saja yg menyapa yg mulia, kau pergi lah dengan leon mencari putra mahkota''kata ayah
!!?...eh!?...kenapa!?...
''memangnya kenapa?''tanyaku
''yg mulia punya insting yg sangat tajam, akan bahaya kalau dia menyadari kau adalah elf''balas ayah yg tentu membuatku tersentak
Benar juga, puta mahkota saja langsung menyadari kalau aku bukan manusia, apa lagi ayahnya ya...sepertinya memang lebih baik aku menghidarinya
''baiklah''
''bagus.. ayah akan menyusulmu setelah memberi salam''kata ayah sambil mengusap kepalaku lalu pergi meninggalkan ku dengan leon
''baiklah...um..kira-kira putra mahkota ada dimana ya?'' tanyaku sambil melirik leon
'' um..benar juga..'' '' saya akan bertanya pada para pelayan dulu''
''kalau begitu aku tunggu di taman ya. tadi ku lihat ada kursi disana''kataku
''baiklah, tapi jangan kemana-mana sampai saya kembali ya nona''
''baik''balasku sambil tersenyum
Akhirnya aku dan leon pun berpisah , aku mulai mencari jalan menuju taman namun....
Istana ini lebih besar dari yg terlihat.....
''gawat...perasaan tamannya di dekat sini deh tadi'' kataku sambil melirik sekitar
Kenapa aku malah menemukan lorong terus...kemana sih jalan keluar!?...
Aku pun terus berkeliling hingga tanpa sengaja..BRUK!... karena kurang fokus aku justru menabrak orang di depan ku
''maaf..aku tak senga...eh!?''kataku yg langsung terhenti begitu melihat siapa yg ku tabrak
EH!!!!!!?????..... KENAPA DIA ADA DISINI!
Orang yg harusnya ku hindari.... Ksatria tuan putri marcella....
'' sir Harley!?''
__ADS_1
...****************...
...Bersambung...