
Dia menghentikannya?...tuan duke...
Ah~...begitu ya...karena ia seorang ayah ya?.karena itu ia mengentikannya. Sebelum putri kecilnya kehilangan arah.
''Kau!''
''Ada apa alex?'' potongku yg membuatnya tersentak
''bukankah ini yg kau harapkan?. Sejak awal kau ingin menjadikanku penjahat bukan?.kalau begitu aku terima keinginanmu itu.''ucapku lalu perlahan mendekati telinganya
''kalau kau ingin aku menjadi iblis maka aku akan menjadi iblis terkejam yg belum pernah kau temui''bisikku yg langsung membuatnya super kesal lalu berniat menghunuskan pedangnya kearah ku namun
*CLANG! ... sebuah rantai yg terbuat dari es langsung melilitnya dan menahan serangannya tersebut
''apa?!''
....*Hmph... '' beraninya kau..''ucapku yg langsung membuatnya tersentak
''apa kau sudah lupa?. Kalian para elf tak bisa menyentuhku apa lagi melukaiku. Karena aku..sudah seperti dewa bagi kalian'' ucapku yg langsung membuat matanya melotot tajam kearah ku bukan itu saja ucapan ku barusan langsung mengejutkan semua orang yg mendengarnya.tapi tak heran .lagi pula aku juga tak berbohong.dewi yg mereka puja kini adalah spirit ku.kalau begitu bukankah itu artinya kedudukanku lebih tinggi dari dewa mereka?.
Tapi...kurasa sudah cukup...
''aku udah muak dengan kalian para elf''ucapku
*wush! ...''aku Lelah berurusan dengan kalian..''
Seakan ada kabut hitam tebal yg bisa membuatku bisa gila...
'' aku sudah memenuhi janjiku pada mendiang ratu''
Aku sudah muak berada disini lebih lama
''karena itu... jangan pernah muncul di hadapan ku lagi'' ucapku
Aku harus segera pergi dari sini
'' ini peringatan terakhir dariku. Jangan pernah perlihatkan wajah kalian lagi di hadapanku. Karena kalau tidak....aku benar-benar tak akan segan-segan membunuh kalian'' ucapku serius
''apa!?..kau_ '' SRAK! Belum sempat alex selesai bicara aku langsung melemparkan serangan bilah angin hingga mengores pipinya
'' jangan bicara pada ku lagi. Mulai detik ini. Aku memutus hubungan ku dengan para elf'' ucapku lalu langsung berbalik dan berniat pergi
''oh ya..elissa... aku tak akan pernah meminta maaf atas perbuatan ku''ucapku yg langsung membuatnya syok
''karena itu, jika kau ingin membunuhku temui aku.akan ku berikan pengecualian khusus hanya untukmu. Itu pun kalau kau sudah bosan hidup'' ucapku lalu berjalan pergi
***
Akhirnya selesai... aku merasa begitu Lelah hari ini... bukan itu saja... perasaanku juga menjadi tak karuan sejak duke mencoba menghentikan elissa.
''jangan nodai tangan kecilmu .sekali kau melakukannya.kau tak akan bisa Kembali lagi''
*tap... ah~.. begitu rupanya...aku.....
Iri pada elissa
Aku iri padanya yg di cintai banyak orang. Aku iri padanya yg memiliki masa depan yg cerah. Aku...iri karena ia memiliki orang yg akan menghentikannya saat ia hampir salah jalan. Berbeda dengan ku....
''kalau saja..malam itu..''ucapku sambil mendongak kan kepalaku.
__ADS_1
''sakit...sakit...ibu!'' *SRAK!!!
Ada seseorang yg menghentikan ku ataupun memelukku. Kalau saja..ayah ku datang menolongku dan juga memelukku seperti yg duke lakukan...
*tes... '' aku pasti tak akan jadi seperti ini sekarang''ucapku dengan air mata yg mulai menetes perlahan
Tak peduli berapa kehidupan yg ku jalani tak peduli berapa banyak kematian yg ku temui .takdir ini tak akan pernah berubah. Hari-hari dimana seseorang datang dan memelukku seperti yg duke lakukan...hari itu tak akan pernah datang. Tidak ada jalan Kembali.apa yg sudah terjadi tak bisa ku ubah.jalan yg sudah ku pilih juga tak bisa ku ubah lagi..
Elissa kalau kau adalah protagonis maka aku adalah antagonis dalam kisahmu.karena itu aku akan melakukan peranku dengan baik hingga akhir
*hmph.....Sudah ku duga kepercayaan itu bagaikan seutas benang yang bisa putus dengan begitu mudah. Hanya satu kebohongan mampu menghancurkan segalanya tapi disisi lain dapat menyelamatkan yg tersisa.
Aku memang berbohong padamu tapi waktu yg kita habiskan kala itu... bukanlah kebohongan
Setidaknya biarkan aku akan menyimpan kenangan manis itu hingga ajalku menjemput.
******
POV Duke
Semuanya jadi berakhir berantakan. Situasi yg benar-benar kacau dan semua orang yg terdiam karena tak tau harus berbuat apa
*PRANG!..''SIAL!'' seru alex sambil menghancurkan rantai yg mengikatnya lalu langsung teleport dan menghilang
''kakak!?''
Bukan alex saja elissa juga langsung melepaskan pelukanku dan berlari pergi meninggalkan ruangan . begitupun liana
''elissa!'' ''mama!'' ''nyonya''
''ah~... semuanya jadi kacau begini..''ucap alexanya
''saya mungkin terlihat seperti melepas tanggung jawab tapi..bisa kah saya menyerahkan tuan putri elissa pada kalian?.saya akan coba bicara pada kakak saya''ucapnya
''lagi pula tuan putri juga sepertinya tak mau melihat saya atau kakak saya dulu saat ini''ucapnya yg terlihat murung
''ya. Serahkan saja elissa pada kami''ucapku
''terima kasih banyak. Saya akan datang lagi nanti''ucapnya lalu langsung menghilang dengan teleport
Huft...ini benar-benar kacau..
''lean.kami akan coba bicara dengan elissa kau pergi saja menghampiri liana. Ku rasa ia perlu kehadiranmu saat ini''ucap lina sambil menepuk pundakku
Ya, liana juga pasti sangat terpukul saat ini.
''tenang saja. Kami akan mengurus adik kecil''timpal Erwin
''baiklah. Aku akan segera menghampiri kalian nanti''ucapku lalu pergi mencari liana
***
POV Liana
Sebenarnya apa yg ku harapkan?...aku tau ia telah tiada..aku tau itu... tapi....
''nyonya!'' ''mama!" ''nyonya! Anda dimana?''
Achilles dan luz sedang mencariku ya.
__ADS_1
Hah~...seperti anak kecil saja.lagi pula kenapa aku lari dan bersembunyi seperti ini?
'' akan ku bunuh kau ,liana''
''begitu ya...''ucapku sambil memegangi leherku yg di cekik olehnya tadi
*brrr...saat ini....aku ketakutan
Wajah yg ku cari setelah sekian lama muncul Kembali di hadapan ku tapi itu berbeda jauh dengan apa yg ku ingat.sorot mata yg penuh kebencian,tangan yg begitu dingin...
Ini bukan seperti yg ku harapkan.
''sudah ku duga kau disini''ucap lean yg langsung menemukanku
''lean?''
''bagaimana kau bisa tau aku disini?''tanyaku
''hmph..kau sudah kabur dariku selama 5 tahun kalau hanya mencarimu dalam selang waktu singkat itu bukan masalah bagiku''ucapnya lalu duduk di sampingku
*smirk ''kau semakin handal dalam permainan petak umpet ya'' ucapku
''benar kah?.itu kemajuan yg bagus''balasnya
...... ''kau baik-baik saja liana?''tanyanya dengan nada cemas
''mana mungkin'' ''aku hampir mati loh tadi'' ucapku sambil mengusap-usap leherku
''dan itu pun di tangan orang yg paling ku sayangi ''sambungku
''tapi liana dia bukan_''
''aku tau''potongku
''dia bukan orang yg ku suka.aku bahkan tak mengenalnya''
''tapi lean....ia begitu mirip''sambungku sambil meringkuk
''untuk sesaat aku merasa mereka adalah orang yg sama. Sorot mata yg penuh dengan kebencian itu menatapku dengan tajamnya.'' ''meski dia bukan raja elf yg ku kenal tapi aku merasa itu adalah dia.'' *brrr...
''aku...takut sekali lean...'' ucapku dengan badan yg mulai gemetar
''liana..''
*greb!
''tak apa..semua akan baik-baik saja sekarang''ucapnya sambil menarikku dalam pelukannya
Dan kehangatan ini berhasil membuat air mata ku tumpah...
*tes... *tes....lean..kau jahat...kalau kau. Memelukku seperti ini... bagaimana bisa aku tak menangis?...
Aku sedih karena harapan kecil yg ku impikan telah benar-benar lenyap dan hal itu kini di tambah dengan penolakan yg mengerikan. Kupikir sampai kapanpun.
Sorot mata yg penuh dengan kebencian itu...tak akan pernah bisa ku lupakan.
...****************...
...To Be Continue...
__ADS_1