
........ ''Lagi-lagi kau kah...''gumam ku sambil menatap jengkel obat di depanku
''Ahaha...tolong jangan berekspresi begitu adik kecil,memang seburuk apa sih rasanya?''tanya kakak sambil tertawa
''Kalau begitu kakak coba saja''balasku
''um?...hmm.... baiklah..tapi setelah itu kau harus minum ya''kata kakak lalu meminum obatnya atau harus ku bilang pura-pura meminumnya
''.....umm~...enak''katanya sambil tersenyum
.....''kakak sama sekali tak meminumnya''balasku yg membuat kakak tersentak
''a..apa yg kau bicarakan adik kecil?..aku minum kok...serius''katanya yg ku balas tatapan tak percaya
''ukh!...baiklah..aku minum lihat nih!'' serunya lalu benar-benar meminumnya dan...
''PAHIT!'' *uhek... ''pahit banget , apa ini!''seru kakak yg hampir muntah saking pahitnya
''adik..kecil..kau meminum ini dari kemarin?..luar biasa...kalau aku pasti tak akan sanggup''sambung kakak yg terlihat mual
''aku juga sudah tak sanggup kak,obatnya pahit banget''
''hmm...kakak akan bicara pada dokter dan minta obat yg lebih tidak pahit untukmu'' ''lagi pula bisa-bisanya dia memberikan adikku obat sepahit ini''sambungnya yg terlihat geram
''kalau begitu hari ini aku tak perlu minum ya''kataku dengan mata berbinar-binar
''umm....tak boleh...kau harus tetap minum''balas kakak yg langsung membuatku lemas
''ta...tapi kakak janji akan minta obat yg baru hari ini juga,jadi anggap saja ini terakhir kalinya kau minum obat ini''kata kakak yg mencoba membuatku semangat
''janji?''
''iya..iya..kakak janji''balas kakak sambil tersenyum
Akhirnya dengan terpaksa aku pun meminum obat itu lagi
''pahit...''kataku sambil menjulurkan lidahku
''ey!,adik kecil hebat...,kalau kakak pasti tak akan sanggup''
''nah setelah minum obat,kau harus istirahat''
''tapi aku sudah istirahat dari kemarin..''
''um...begitu ya...'' ''ah!..ada apel...mau kakak kupaskan?''
''um?......oh..boleh ''balasku dan kakak pun langsung mengambil apel tersebut dan mulai mengupasnya
.....'' kakak , ibu dimana?''tanyaku
''ibu?...ibu sedang mengurus ayah''balasnya yg tetap fokus mengupas apel
''bagaimana kondisi ayah saat ini?''tanyaku yg mulai cemas
''umm...tak buruk sih..tapi tak baik juga....yah...tadi pagi kakak lihat wajahnya masih pucat sih''
Ayah...apa ayah akan baik-baik saja?.dewa kematian itu tak datang lagi kan?.aku belum melihat ayah lagi jadi aku tak tau dia datang tau tidak...
''tak perlu khawatir adik kecil,ayah itu kuat kok,besok juga paling sudah sehat '' sambung kakak sambil tersenyum
''ku harap begitu''balasku murung
''ayo jangan murung!, semuanya akan baik-baik saja. Semangat lah''
''lihat kakak membuat bentuk kelinci''kata kakak sambil memberikan ku apel yg sudah ia kupas
''wah...imutnya...''balasku lalu mengambilnya
Benar..aku tak boleh murung.aku harus cepat sembuh sehingga bisa melihat kondisi ayah....3 hari...dan ini sudah hari ke dua sejak aku melihatnya.ukh..gawat aku sama sekali tak bisa tenang....apa aku harus kesana dan memastikannya?
__ADS_1
''kakak...aku ingin bertemu ayah''kataku
''um?..tak boleh...adik kecil harus tetap berbaring ''
''sebentar saja... hanya sebentar''
''tak boleh'' ''hmph....kakak tau kau cemas, tapi kau tak boleh kemana-mana dulu''sambung kakak lalu mengusap-usap kepalaku
Ukh.....kakak kau tak paham...kalau aku belum memastikannya aku tak akan bisa istirahat...
***
Pada akhirnya saat malam hari aku berniat untuk menyelinap ke kamar ayah. Tapi ini tak akan mudah karena ku tahu leon pasti ada di depan pintu
''hmm...bagimana ya?''Apa leon bisa di ajak kerja sama lagi?...tapi kalau pun bisa, di kamar ayah pasti ada ibu juga...ibu akan marah tidak ya?..
Ukh..di pikirkan pun percuma, ayo lakukan saja
Perlahan ku buka pintu dan melihat keadaan sekitar ku namun...
''leon tidak ada?'' kataku lalu melihat sekeliling
Aneh...biasanya dia ada di sini, apa dia sedang ada kerjaan lain?. Yasudahlah. .justru ini kesempatan emas, mari pergi sebelum leon kembali.
Aku pun mulai berlarian kecil menuju kamar ayah dengan hati-hati agar tak ketahuan siapapun dan begitu aku sudah dekat dengan kamar ayah aku langsung di buat gemetar begitu melihat apa yg ada di depan kamarnya
Tak mungkin....kenapa..kenapa dewa kematian ada disana? .Sesosok bayangan hitam yg ku lihat waktu itu berdiri di sana sambil memegang sabit miliknya,tentu saja melihat itu aku langsung ketakutan bukan main dan rasa takut ku semakin menjadi-jadi begitu sebuah tangan tiba-tiba menyekap mulutku dari belakang
Hup!....!!?
!!!?..... SIAPA!?..
''Sedang apa kau disini?''tanyanya dan mendengar hal itu aku pun langsung menoleh kebelakang dan di buat kaget saat melihat siapa itu
PUTRA MAHKOTA!!!?
''huh~...ku pikir siapa yg dari tadi menyelinap seperti tikus''sambungnya lalu melepaskanku
''jadi?...kenapa kau kemari?,bukannya kau sedang sakit?''
''um...itu...aku..hanya ingin bertemu ayah...''balasku sambil tertunduk takut
''duke sedang beristirahat seharusnya sekarang, kau ingin mengganggunya?''tanyanya yg membuat ku tersentak
''tidak..sama sekali tidak...aku hanya ingin melihat lalu aku akan segera kembali kekamar''
''bukannya besok pagi juga bisa?''
Orang ini!...bisa berhenti bertanya gak sih!?...
''Ck....sekarang bagaimana?.aku tak bisa meladeninya lebih lama ada urusan lain yg lebih pen...'' pikirku yg langsung terhenti begitu melihat dewa kematian sudah tak berada di depan pintu
!!!?....dimana dia!?....jangan bilang di masuk kedalam!?..
''gawat..aku harus menghentikannya''pikirku lalu mencoba pergi kekamar ayah tapi
Grep!.... tangan putra mahkota malah menahan ku sehingga aku tak bisa kesana
''woi...kau mau kemana?''
''aku mau ketempat ayah, sudahku duga aku tak akan tenang sebelum melihat ayah''balasku sambil mencoba melepaskan tangannya
''duke akan baik-baik saja, sekarang kem.....''
''ANDA TAK MENGERTI!'' potongku yg langsung membuatnya tersentak
''aku harus kesana atau semuanya akan terlambat'' sambungku sambil menatapnya dengan mata yg berkaca-kaca
Melihatku yg hampir menanggis raut wajahnya langsung menunjukan ekspresi binggung bercampur terkejut, meski begitu ia sama sekali tak melepaskanku
__ADS_1
''apa yg kau bicarakan?.apa kau habis bermimpi buruk?''
''sudahlah...lepaskan aku...aku harus pergi!''balasku sambil mencoba melepaskan tanganya
''huh~....baiklah..lakukanlah semaumu''katanya lalu melepaskan ku dan begitu terlepas aku langsung berlari kearah kamar ayah dan langsung membuka pintunya dengan kencang, tentu saja kelakuan ku ini membuat ibu dan ayah yg sedang tidur langsung terbangun saking kagetnya
''eli!?'' ''elissa ada apa?'' tanya mereka yg terkejut
Tidak ada....dewa kematian itu tak ada disini....dimana dia?.
Melihat dewa kematian tak ada di sini pun aku langsung kehilangan semua tenaga ku dan langsung terduduk lemas.air mataku pun menetes begitu saja meski begitu aku merasa sangat bersyukur
''elissa ada apa?''tanya ayah sambil turun dari tempat tidur dan berjalan kearahku
''hiks...tidak.bukan apa-apa''balasku sambil mengelap air mataku
Perlahan ayah pun langsung mengendongku dan aku pun langsung memeluknya dengan begitu erat
''kelihatannya dia baru saja bermimpi buruk tuan duke'' kata putra mahkota yg kini berdiri di depan pintu
''begitu ya'' kata ayah lalu perlahan mengusap punggungku
''tak apa sayang,itu hanya mimpi'' katanya dengan begitu lembut layaknya hembusan angin
''eli juga bisa bermimpi buruk ya...tapi tak apa...mimpi buruk hanya seperti hembusan angin,begitu kau terbangun semuanya akan menghilang''kata ibu sambil mengusap-usap kepalaku
''aku akan mengantarnya kembali ke kamar''kata putra mahkota
''umm..tidak perlu yg mulia..tapi terima kasih untuk tawaran anda, malam ini elissa akan tidur dengan kami''balas ayah sambil menatapku dengan senyum lembutnya
''ah...baiklah,kalau begitu selamat malam''katanya lalu pergi meninggalkan kamar
Dan begitu putra mahkota pergi ibu langsung menutup kembali pintu sedangkan ayah mengendongku dan membawaku ke kasur nya
''apa tak apa aku tidur disini?''tanyaku yg jadi tak enak
''tentu saja.... Kami akan menjaga mu sampai kau tertidur,tak ada yg perlu kau takutkan''balas ayah sambil membaringkanku lalu memakaikanku selimut
Sebenarnya bukan itu yg ku takutkan...aku takut dewa kematian itu datang dan membawa ayah pergi...
''kyaaa..tidur bersama eli kah~...sudah lama aku ingin melakukannya''kata ibu sambil tidur di sebelahku dan memelukku
''hmph..lina...jangan menganggunya''
''aku tau, siapa juga yg mau ganggu''
''um...ayah apa ayah sudah tak apa?''tanyaku sambil meliriknya
''um?..ah~...ayah baik-baik saja kok, tak perlu khawatir ''balas ayah sambil tidur di sebelahku
.....kalau begitu syukurlah....Tapi dewa kematian tadi kemana ya?.lagi-lagi dia menghilang begitu saja dan lagi itu dewa kematian yg aneh, bentuknya bayangan hitam,sebenarnya kematian seperti apa yg di bawanya?
''nah sekarang tidur lah....malam masih panjang loh''kata ibu sambil mengelus-elus kepalaku lalu melantunkan lagu tidur yg begitu lembut hingga perlahan membuatku terlelap
***
hei...ayah..apa ayah ingat janji kita dulu?.janji yg kau buat agar aku hidup lebih lama,janji yg kau buat agar aku lebih menghargai hidupku.
''kalau begitu sampai aku tutup usia'' ''hanya sampai anda menutup usia saja kan?''''iya..setelah itu kau bisa melakukan apapun yg kau mau''
aku masih ingat dengan jelas janji itu,janji yg dulu ku pikir akan menjadi belenggu bagiku..
Maaf ...padahal dulu aku mengharapkan kematian ayah secepatnya,agar aku bisa bertemu keluarga ku disana,tapi....sekarang...entah kenapa aku malah takut...aku terlalu takut itu terjadi...
Bagaimana ini?.aku tak mau itu terjadi,karena itu aku bertanya padamu yah...'' apa benar ayah baik-baik saja?''
dan ayah menjawab ayah sudah baik-baik saja,karena itu aku ingin percaya,aku ingin percaya pada perkataan itu...tapi kenapa!?...kenapa malah jadi begini!?,kenapa ayah malah berbohong?......kenapa ayah malah pergi secepat ini?...
''A...yah...'' gumam ku sambil menatap sebuah makam di depan ku.
__ADS_1
...****************...
...Bersambung...