Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 292


__ADS_3

''Elissa, perkenalkan ini nona marcella''


Eeeeh!!!!. Kenapa kakak roh?!.... kenapa yg ada disana itu kakak roh?!


Tuan putri mercella adalah kakak roh?!.eh!?...tapi...


Warna mata dan rambutnya memang berbeda tapi rupa mereka sama persis


Sebenarnya ada apa ini?...


*PSSSS *DUAAAAR!!!


Otakku yg sudah tak sanggup menerima teka-teki ini pun akhirnya meledak dan akhirnya aku tumbang


''HUWAAAAA!! ELI ADA APA!?.. KAU TAK APA!?'' seru lina yg langsung panik


Tapi aku tak bisa menanggapinya karena kepalaku sudah terlalu lelah untuk berfikir dan akhirnya kesadaran ku pun perlahan menghilang


***


Kepala ku terasa berputar-putar, lebih dari itu situasi ini benar-benar tak bisa ku mengerti. Kakak roh ada disini?. Terlebih ia adalah tuan putri yg selalu ku hindari?. Di pikir bagaimana pun ini tak masuk akal. Ah~ aku tak tau lagi, aku tak bisa berfikir lagi...


Mungkin karena lelah dan syok aku jatuh pingsan dan begitu ku coba membuka mataku..


''oh!.. akhirnya kau bangun'' ucap tuan putri yg langsung muncul di hadapan ku


''tuan putri?...''gumamku dan saat aku kesadaran ku mulai kembali, aku sadar kalau saat ini aku sedang tidur di pahanya sontak hal itu membuatku langsung bangkit dan menjaga jarak darinya.


''HUWAAAAAA...MA.....MAAF... SAYA TAK BERMAKSUD !!'' seruku sambil menjaga jarak sangat,sangat ,sangat jauh


''tak masalah,dari pada itu bukannya kau terlalu berlebihan?.tak perlu menjaga jarak sejauh itu '' ucap tuan putri sambil tersenyum canggung


''ah~..maaf''ucapku yg jadi tak enak


Astaga bukan hanya di serang teka-teki membinggungkan ini aku malah tidur di paha tuan putri yg selama ini ku hindari. Menyedihkan sekali aku!!


''eli kau sudah tak apa?''tanya lina cemas


''i..iya, kepalaku hanya sedikit pusing tadi'' balasku


''ya ampun, maaf ya memanggilmu di saat kondisimu sedang tak fit'' ucap tuan putri yg mengejutkanku


''eh!... tidak!, anda tak perlu minta maaf tuan putri'' ucapku yg jadi tak enak


''hmm... kelihatannya kau pingsan karena banyak pikiran tadi'' ucap seorang gadis muda dengan rambut pirang yg tiba-tiba muncul di hadapan ku


''HUWAAA!'' teriakku kaget


Siapa?. Aku tak pernah melihatnya?. Mata emas dengan rambut pirang yg bagaikan untaian emas. SIAPA GADIS BERSINAR INI!?


''ahahaha, maaf mengejutkan mu. Aku tak bermaksud membuatmu takut. Ngomong-ngomong, kau sepertinya banyak pikiran, mungkin makanan manis bisa membantu mu lebih baik'' ucap gadis tersebut


*Plok! ''ah! Benar juga, aku baru saja memanggang kue.Tunggu sebentar ya. akan ku siapkan'' ucap tuan putri lalu pergi menuju dapur


''oh! Ya, elissa kau suka susu atau teh?''tanya tuan putri sambil berhenti sejenak


''eh?..saya suka keduanya'' balasku


''kalau begitu teh susu ya'' ucap tuan putri sambil tersenyum lalu pergi ke dapur


''eh!?''


''nona saya juga mau!'' seru katen


''aku juga!'' ''aku juga mau!'' seru yg lain dan membuat suasana jadi gaduh


''iya, iya, semuanya ke bagian '' ucap tuan putri dan akhirnya


***


''nah silahkan'' ucap tuan putri sambil menaruh sepiring kue yg baru matang dan secangkir teh susu hangat


''YEY!'' seru para spirit berbarengan lalu langsung mengambil jatahnya masing-masing

__ADS_1


''ENAK!''seru katen yg di balas tawa kecil oleh tuan putri


''um?... elissa kau tak menyukai kue?''tanya tuan putri yg melihatku hanya diam saja


''eh!?. Tidak, saya sangat suka'' ucapku


''kalau begitu cobalah , ini enak loh'' ucap katen sambil menyodorkan sepotong kue padaku


''te,terima kasih'' ucapku sambil mengambilnya


Orang yg selama ini ku hindari menjamuku dengan sepotong kue?, aku tak paham.


*hup.... !!! ''ENAK!!'' seruku begitu mencoba kue tersebut


''iya kan'' ucap lina sambil tersenyum


''teh susu ini juga enak coba lah'' ucap lina sambil memberiku secangkir teh susu. Aku pun mengambilnya dan mencobanya, dan benar saja rasanya luar biasa enak


''ini juga sangat enak'' ucapku


''tuan putri ,sangat ahli dalam memasak''ucapku


''bukan hanya kue dan teh tuan putri juga pandai dalam membuat berbagai masakan baru, elissa harus mencobanya nanti'' ucap lina semangat


''aku tak seberbakat itu'' balas tuan putri


''tapi, aku senang kau menyukainya'' sambungnya sambil tersenyum lembut


Aku makin tak paham, kenapa tuan putri begitu berbeda dari apa yg ku dengar?.dan lagi, kenapa dia sangat mirip dengan kakak roh?


Aku sempat berfikir untuk memanggilnya kakak roh tapi setelah ku pikir lagi tak mungkin tuan putri adalah kakak roh,maksudku kakak roh kan terjebak di ether, orangnya sendiri yg bilang.dan lagi kakak roh sudah berusia ribuan bahkan jutaan tahun yg lalu.tak mungkin tuan putri adalah kakak roh yg ku kenal(mungkin?).


Tapi....saat aku membicarakan tuan putri kenapa kakak roh seakan tau segalanya?,saat bercerita tentang penderitaannya juga....


*aku.... putri yg di benci*


!!!!?. jangan bilang


''elissa'' panggil tuan putri yg langsung menghentikan pemikiran ku barusan


''ada apa?. Apa masih ada yg sakit?''tanya tuan putri


''ti,tidak. Maaf saya malah melamun'' ucapku sambil tertunduk


aku benar-benar tak paham,terlalu banyak hal yg tak bisa ku pahami, tuan putri adalah kakak roh?. ataukah mereka adalah sosok yg berbeda?,aku tak mengerti tapi...


''mereka berdua sama-sama sudah menyelamatkan hidupku bukan?''batinku sambil melirik tuan putri


''ah! Benar juga, tuan putri, saya ingin berterima kasih pada anda''ucapku


''kenapa?''tanyanya


''saya sudah dengar dari keluarga saya, katanya berkat kekuatan tuan putri saya berhasil keluar dari masa kritis , saya ingin berterima kasih karena sudah menyelamatkan saya''ucapku dan tuan putripun terdiam sesaat lalu tersenyum tipis


''aku tak melakukan apapun, kalau ingin berterima kasih berterima kasihlah pada silver,lina dan shyni'' ucapnya


''shyni?''tanyaku


''itu aku'' ucap gadis bersinar tadi


Eh!?..jadi dia yg namannya shyni?


''salam kenal, aku shyni, spirit elemen cahaya milik nona marcella'' ucap gadis berambut pirang tersebut lalu tersenyum lembut


''ah! Benar juga, elissa belum kenalan dengan kami semua kan'' ucap lina sambil bangkit


''WOI!,KALIAN SEMUA KELUARLAH!, TEMAN KU INGIN BERTEMU KALIAN!'' teriak lina


''KAMI JUGA PUNYA KUE!'' timpal katen


Dan tak lama kemudian ruangan mulai menjadi gelap . dan dari kekegelapan itu muncul sesosok anak laki-laki yg setengah wajahnya tengah wajahnya tertutupi rambut hitam lebat


''berisik,ini sudah malam''ucap laki-laki tersebut pelan

__ADS_1


''kemarilah dan kenalkan dirimu pada eli''ucap lina


''eli?..ah~, putri elf itu ya'' ucap laki-laki tersebut lalu berjalan mendekat


''salam kenal, aku draco,spirit dengan elemen kegelapan milik tuan putri''ucap laki-laki tersebut sambil membungkuk hormat


''senang bertemu denganmu, aku elissa''ucapku


''draco, kau ingin kue?''tawar tuan putri


''tidak, aku akan langsung pergi lagi,kalau begitu.jaga kesehatanmu ya elissa'' ucap draco sambil tersenyum canggung lalu langsung menghilang


''WOI! DARI TADI KALIAN BERISIK BANGET TAU!'' teriak seseorang dari belakang yg jelas mengejutkan ku


''AH! Lavi!, kemari lah!''seru lina


!!!?. lavi!!?. Mendengar itu aku pun langsung menoleh kearahnya dan benar saja.


Gadis dengan rambut merah serta matanya yg juga merah menyala. Dia adalah gadis yg sama seperti yg di katakan oleh putra mahkota.


''ada apa?''tanya lavi yg terlihat kesal


''kenalkan ini elissa ,teman ku yg selalu ku ceritakan'' ucap lina dan setelah itu lavi pun langsung menatapku tajam seakan mau membunuhku


''sa,salam kenal.aku elissa'' ucapku gugup


''hmph!, tak berguna'' balasnya sambil memalingkan wajahnya


''lavi, elissa adalah tamuku, bersikaplah lebih sopan'' tegur tuan putri


''cih, maaf'' ucapnya lalu menatapku


''lavi, spirit api tuan putri''sambungnya sambil mengulurkan tangannya padaku


Aku pun menatap tangannya sejenak lalu membalasnya


''aw!.. panas!'' seruku yg langsung melepaskan tangannya


'' ah!, lavi! Jangan sakiti teman ku!'' seru lina


''lavi jahat!, elissa jadi sakit kan!'' seru katen


''BERISIK!, lagi pula dari awal aku tak ada niat berteman dengannya'' seru lavi


''coba tunjukan tangan mu.aku akan mengobatinya'' ucap shyni dan setelah itu aku langsung menunjukan tanganku padanya


''wah~, luka bakar. Lavi kau keterlaluan'' ucap shyni lalu mulai mengobati lukaku dengan sihirnya dan luka bakar itu langsung hilang tak tersisa


''hmph!'' lavi pun tak berkata apapun lagi lalu langsung menghilang begitu saja


''huft, maaf ya, dia memang tak suka dengan pendatang baru'' ucap tuan putri


''tidak apa,saya paham''


Tapi tadi itu dia benar-benar serius mau membakar tangan ku ya?. aku bisa merasakan aura permusuhan yg kuat darinya


''maaf ya eli, harusnya aku tak memanggil lavi kesini''ucap lina yg jadi terlihat menyesal


''tidak apa, jangan di pikirkan''


''lalu apa ini sudah semua?''tanya ku


''tidak, masih ada satu lagi, spirit air milik tuan putri, tapi ku rasa ia tak bisa datang hari ini''ucap lina sambil melirik sekitarnya


''begitu ya''


Air,api,bumi,angin,cahaya,kegelapan. 5 elemen. Luar biasa, tuan putri hampir punya semua elemen yg tersisa hanyalah elemen petir dan kelihatannya tuan putri belum atau mungkin tak memilikinya


''tak apa, kau akan segera bertemu dengannya. Lagi pula, kau pasti lebih mengenalnya di banding kami'' ucap tuan putri lalu tersenyum penuh arti


???... apa maksudnya itu?


...****************...

__ADS_1


...To Be Continue...


__ADS_2