
Tujuan mereka adalah melenyapkan elissa karena elissa memegang kandidat sebagai sang penyelamat itu. Itu masuk akal mengingat klan iblis melenyapkan klan angelos karena tujuan yg sama. Demi meninggkatkan peluang sang penyelamat itu lahir dari klan mereka , mereka sengaja membantai klan lain .
Astaga ini jauh lebih mengerikan dari yg ku bayangkan, ada 5 klan besar yg kemungkinan besar melakukan hal itu di tambah klan iblis yg memang sengaja melakukan pembantaian agar sang malapetaka tetap berjaya.
Lupakan soal tuan putri, klan iblis jauh lebih berbahaya,tak peduli seberapa kuatnya kami klan iblis tetap bukanlah tandingan.
''putra mahkota, anda baik-baik saja?, wajah anda mendadak sangat pucat'' kata elissa sambil menepuk pundakku
''elissa..'' *grep!... panggilku lalu langsung menariknya kedalam pelukanku
''e..eh?...ya..yang mulia?''
Yang benar saja, masa gadis sekecil ini sudah terlibat dalam hal yg begitu besar. Aku harus bagaimana?...bagaimana caraku melindunginya?...
***
POV Elissa
Putra mahkota benar-benar aneh, tiba-tiba saja ia memelukku lalu membawaku pulang dan pergi begitu saja. dia benar-benar bertingkah sangat aneh tadi. Raut wajahnya juga tiba-tiba ketakutan begitu, sebenarnya apa yg ia sadari?.
''yah..kurasa aku tak akan pernah tau apa yg ia pikirkan..''kataku sambil merebahkan diri ke atas kasur.
Putra mahkota benar-benar bukan orang yg bisa kutebak. Meski begitu.... ini pertama kalinya aku melihat putra mahkota memasang ekspresi takut begitu. Apa yg membuatnya setakut itu?...apa karena ramalan soal malapetaka?.itu memang mengerikan sih...ah! bicara soal mengerikan jadi jadi lupa soal katen akibat perlakuan putra mahkota hari ini.
''hmph..dia berhasil membuatku tenang dalam sesaat'' gumamku sambil tersenyum kecil
Eh!?,sebentar bukan tenang deh tapi kebinggungan.
*nona bagaimana jalan-jalannya* tanya pururu yg tiba-tiba muncul dengan raut wajah gembira.
Tentu saja melihatnya muncul dengan cepat aku langsung mencubit kedua pipinya
''pururu..kenapa kau main pergi saja tadi..''kataku sambil mencubit pipinya
*aw..aw..aw...sakit nona..*
''huh~..kerena salahmu aku jadi hanya berduaan dengannya tadi''kataku sambil melepaskan cubitanku
*maaf..tapi putra mahkota juga tak melakukan apa-apakan?.jadi tak masalah dong* kata pururu sambil mengelus-elus pipinya yg merah
''memang sih.., tapi tetap saja meninggalkanku berduaan dengannya dalah sebuah kesalahan besar''kataku yg masih ngambek
*iya..iya..maafkan saya nona*
''huh~..baik lah kali ini saja ku maafkan''
*terima kasih nona,anda sangat murah hati*
''ngomong-ngomong apa kau tau kenapa putra mahkota tiba-tiba ketakutan begitu?''tanyaku
__ADS_1
*eh?..mana mungkin saya tau..* *tapi kalau di lihat dari waktu dan sikapnya ,saya yakin dia menyadari sesuatu*
''kalau itu aku juga tau, maksudku dia menyadari apa sampai seperti itu?''
*kalau itu coba nona tanyakan saja sendiri* balas pururu sambil tersenyum jail
''tak mau, aku tak suka bicara dengannya''balasku sambil memalingkan wajahku
*kalau begitu nona tak akan pernah tau loh~*
''um..kalau itu...ukh...''
Aku memang penasaran sih tapi masa aku harus tanya padanya. Bagaimana ya?..tanya tidak ya?
***
POV Eric
''eric!...'' *drap...*drap...*drap...
*grep!... ''eric!, ku dengar kau membawa kabur adik kecil lagi!, apa maksudmu hah!?''seru erwin yg langsung menarik kerah bajuku begitu aku tiba di akademi
''luar biasa dari mana kau dapat kabar secepat itu?. Kau menaruh mata-mata ya?''balasku
''itu sama sekali tak penting'' balasnya sambil menatapku tajam
Huh?. Jangan bercanda kau menaruh mata-mata untuk mengawasiku ,sejujurnya ini bisa masuk tindak kriminal loh...tapi yah..itu memang tak penting untuk saat ini. Ada hal lain yg jauh lebih penting saat ini
''huh!?..jangan mengalihkan to...''
''ku mohon, ini sangat penting''potongku
Eriwin pun langsung terdiam sesaat lalu melepaskan cengramannya
''ada apa?, apa kau menemukan sesuatu?''tanyanya yg terlihat serius
''mungkin saja,tapi sebelum itu aku ingin memastikannya dulu, jadi carikan aku apapun yg berkaitan soal klan itu dan kalau bisa buku-buku soal klan iblis dan klan-klan di bena hitam juga'' balasku
''iblis, angelos...klan benua hitam...'' ''um..baiklah akanku carikan, tapi setelah kau menemukan apa yg kau cari berjanjilah kau harus memberitahuku mengerti'' katanya
''iya..'' ''tolong ya, aku mengandalkanmu'' balasku sambil menepuk pundaknya lalu pergi ke ruanganku.
******
POV Erwin
Selama ini eric selalu marah kalau aku bersikap kurang ajar padanya tapi tadi, tak biasanya dia bersikap cuek begitu.di tambah lagi ia terlihat sangat serius tadi, sebenarnya apa yg terjadi?. Dia bersikap begitu setelah bertemu dengan adik kecil. Kalau begitu apa terjadi sesuatu saat mereka pergi?.
Um..kurasa aku akan tanyakan hal itu pada adik kecil saat pulang nanti. Sekarang lebih baik aku fokus pada permintaannya
__ADS_1
''eto...iblis..iblis....'' gumamku sambil melihat deretan buku yg ada di perpustakaan
Emang ada ya buku soal iblis di sini?...
Huh~..buku di akademi semuanya soal pendidikan,sihir dan ilmu pedang, kurasa aku tak akan menemukan nya disini. Sebaiknya aku ke perpustakaan umum di kota saja. di sana buku-buknya pasti lebih bervariasi.
Setelah memutuskan hal itu , aku pun langsung pergi menuju perpustakaan umum di kota.
Sesampainya aku di sana aku langsung minta tolong pustakawan untuk mencarikan buku yg eric minta tapi....
SEMUANYA BUKU DONGENG DONG!.
Woi..woi..jangan bilang eric mau baca buku dongeng?..memang berapa umurnya sekarang?...apa dia masih suka buku beginian?..
Ah!..benar juga..eric kan mengalami masa kecil kurang bahagia.
*hiks..kasihan sekali sahabatku yg satu ini...apa segitu suramnya kehidupan putra mahkota hingga ia tak sempat baca buku beginian saat masih kecil?
''sahabatku yg malang...''kataku yg jadi merasa kasihan
''baiklah!, sebagai teman yg baik akan ku carikan ia buku-buku menarik sehingga bisa mengisi kekosongan masa kecilnya''batinku semangat lalu langsung mengumpulkan cerita-cerita yg menurutku cukup menarik untuk di baca dan itu semua adalah cerita dongeng untuk anak-anak
Setelah mengumpulkan semua buku aku langsung pergi untuk meminjam ini semua dari pustakawan . tapi karena terlalu banyak aku jadi kesulitkan untuk membawanya
''huwaa..apa dia bisa menyelesaikan semua ini dalam waktu seminggu ya?''pikirku sambil membawa buku-buku yg begitu banyak
Karena terlalu banyak buku-buku itu jadi menghalangi pandangan ku hingga tanpa sadar..
*BRUK!.. karena tak melihat kedepan dengan benar aku malah menabrak orang yg berlari di depanku. Alhasil semua buku yg ku bawa jatuh berserahkan di jalan
''ah!..maaf, saya tak sengaja'' kataku sambil memungut barang ku yg berserahkan di lantai
''WOI MAKANYA JANGAN BAWA BANYAK BARANG!'' marahnya sambil memungut barangnya yg juga jatuh
''maaf..saya benar-benar minta maaf''
''ck...sialan..tuan fredric bisa marah kalau aku terlambat'' katanya sambil memunggut barangnya
Fredric?....sepertinya aku pernah dengar nama itu di suatu tempat
''tsk.. lain kali jangan bawa banyak barang!''serunya lalu langsung pergi meninggalkanku
Ck..apa-apaan itu aku kan sudah minta maaf..kenapa dia emosi sekali?.lagian siapa suruh lari-larian di jalan.
Um?...eh!?.. ''apa ini?''pikirku sambil mengambil sebuat bros kecil dengan logo bunga angrek di sana.
''eh!?.. jangan bilang ini punya orang tadi!?''seruku sambil menoleh kebelakang namun orang itu sudah hilang entah kemana
Ah~...dia meninggalkan barangnya .
__ADS_1
...****************...
...NEXT...