Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 265


__ADS_3

''Setelah itu muncul seorang pria dengan rambut pirang dan mata merah. Pria itu langsung berlari kearah kasur. Namun bukannya menangis pria itu malah nampak begitu syok dan marah''


''setelah itu ia mengatakan *seandainya kau tak lahir*. Lalu mencekikku'' jelasku


*mencekik?*


''iya. dia seakan-akan menyalahkan kematian wanita itu padaku'' balasku.


''Bukannya itu konyol?. Bayi yg baru saja lahir kedunia ini masa di salahkan atas kematian seseorang. Menurutku itu sangat konyol'' ucapku kesal


Padahal bayi itu baru saja bernafas di dunia ini. Masa sudah di salahkan. Dasar orang aneh


''kakak roh apa kakak juga berfi_'' ucapku yg terhenti begitu kakak roh tiba-tiba tersenyum sendu


???....


''kakak roh?''


*malang sekali ya* ucapnya tiba-tiba


*pria yg mencekik itu adalah baginda kaisar.ayah dari marcella itu sendiri* ucap kakak roh yg membuatku tersentak


''ayahnya....sendiri?''


Aku memang tau kalau tuan putri di benci sejak lahir tapi..ayah sendiri ingin membunuhnya saat baru saja lahir?..kejam sekali..


*benar-benar menyedihkan bukan?. Tapi..kalau di pikirkan lagi. bukannya lebih baik ia mati saja saat itu* ucap kakak roh yg jelas membuatku kaget


''apa?''


*kalau saja ia mati di tangan kaisar saat itu.marcella pasti tak akan menderita semasa hidupnya.ia tak akan mengenal siapapun,tak akan di sakiti siapapun,tak akan kehilangan apapun.*


*meski hidupnya baru di mulai,tapi kalau saat itu hidupnya berakhir. Bukannya itu akan lebih baik di bandingkan tetap hidup?* ucap kakak roh yg mengatakannya seakan-akan ia sendiri yg mengalami hal itu.


''kenapa kakak berkata begitu?''


*karena bagiku hidup tanpa di cintai,di hargai,di perhatikan. Itu tak ada bedanya dengan mati* ucapnya sambil menatapku serius


*kalau sudah begitu lebih baik mati saja. untuk apa bertahan hidup. itu hanya akan menyakiti diri sendiri*


''kata-kata kakak kejam sekali''ucapku


*hoo~..apa kau bersimpati padanya?*


*padahal bisa saja marcella adalah dalang dari kematian mu ini*


''itu..''


Itu tak salah....tapi


*kau benar-benar bersimpati padanya ya..?*


*Huh~.*elissa coba jawab pertanyaan ku* ucap kakak roh tiba-tiba


*bagimu marcella itu apa?.sekutumu?atau musuh mu?*


''i..itu..''


*apa pandangan mu terhadap dirinya?*

__ADS_1


*Bagimu marcella itu apa?.sekutumu?atau musuh mu?*


*apa pandangan mu terhadap dirinya?*


''itu...''


Kenapa aku merasa sering sekali mendengar pertanyaan itu ya?. kalau tak salah ini sudah yg kesekian kalinya.


Tapi..sampai sekarang pun aku masih belum mendapatkan jawabannya


'' aku tak tau'' ucapku


''aku belum pernah bertemu dengannya tuan putri,melihatnya saja tak pernah. Selama ini aku mengenalnya dari berbagai rumor yg ku dengar.sejujurnya aku masih ragu apa kah dia musuh atau pun teman''jelasku


*apa kau tak mencurigainya sedikitpun saat kau di culik?*tanya kakak roh


''kalau itu...''


Saat aku di culik aku tak melihat tuan putri hingga akhir. Bahkan perkataan yg merunjuk ke dirinya saja tak ada.


'' tidak,tapi aku tau satu hal yg pasti'' ucapku yakin


'' seorang pria dengan mata merah menyala. Dia pasti dalangnya'' ucapku


*pria mata merah?*


''iya..'' ''saat itu fredric memanggilnya tuan dan dia juga nampak berkuasa atas fredric. ''


''a..aku memang tak melihat wajahnya dengan jelas saat itu..tapi..aku yakin dia pelakunya''ucapku


*pria mata merah kah...itu mengingatkan ku pada seseorang* gumam kakak roh


''kakak kenal?''tanya ku yg tak di balas oleh kakak roh


*sring...


Um!?... ''kunang-kunang?'' gumamku saat tiba-tiba saja ada lingkaran cahaya kecil yg muncul di sebelahku


''Di tempat ini ada juga ya kunang-kunang?''batinku sambil mencoba menyentuhnya sampai


*JANGAN DI SENTUH!* seru kakak roh yg membuatku tersentak


''ya?''


*sialan,padahal ku yakin aku belum selama itu* ucap kakak roh sambil bangkit dari kursinya dan berjalan kearahku


''anu kakak roh ada apa?''


*kurasa waktu minum teh kita sudah selesai elissa* ucap kakak roh


''eh?''


*lihat..sudah banyak sekali yg datang untuk menjemputmu* sambungnya sambil menyeringai melihat kumpulan cahaya yg jumlahnya luar biasa banyak


''e..eh!?...apa itu semua!?''


*para roh dari akhirat. Mereka datang untuk membawamu pergi*


***

__ADS_1


POV Leandro (duke)


*hosh.. *hosh!...*hosh!..


''YANG MULIA!'' teriakku yg langsung berlari ke tempat putri kuberada


''tuan duke. Anda sudah selesai rupanya'' ucap putra mahkota


''dari pada itu bagaimana keadaan putri saya?''tanyaku cemas


'' kalau itu...'' ''dokter masih belum keluar .saat ini kita hanya bisa berharap yg terbaik'' ucap putra mahkota yg jelas membuatku syok


'' APA MAKSUDNYA ITU!?'' seruku


''tuan duke.. marah-marah pun tak ada gunanya.saat ini kita hanya bisa percayakan pada dokter..'' ucap putra mahkota


Aku tau itu..tapi...


Bagaimana kalau elissa....ukh!...tidak...aku akan melakukan apapun asal hal itu tak terjadi.


*krek!. Suara decitan dari pintu yg terbuka pun langsung membuat jantungku berdebar kecang. Rasa takut akan apa yg akan di katakan oleh dokter membuat pikiran ku kusut.


*grep! '' elissa bagaimana!?'' tanyaku sambil menarik kerah dokter tersebut


''tu..tuan duke..''


''tuan duke tenang lah dulu dan biarkan ia bicara'' ucap putra mahkota. Aku pun dengan terpaksa melepaskan cengkraman ku dan memberikan waktu untuk ia menjelaskan kondisi elissa saat ini


''jadi?. Kau berhasil menolongnya kan?''ucap putra mahkota sambil menatap dokter itu tajam


''itu...sa..saya takut harus mengatakan ini tapi...''


*BRAK!!.. ''apa yg terjadi?'' tanyaku sambil meninju tembok di sebelah dokter itu yg jelas membuat bulu kuduk dokter itu berdiri


*HIk!...''i..itu.''


''ko..kondisi nona jauh lebih parah dari yg saya duga.meski luka luar bisa saya obati namun luka dalamnya terlalu fatal'' ucap dokter itu gemetaran


Fatal?...


''APA MAKSUDNYA ITU!'' seru lina yg ikut kesal


''i..itu..sepertinya nona di beri obat semacam narkoba,ataupun obat-obatan sejenisnya.tapi yg jelas itu membuat kerusakan di bagian organ dalam terlebih pada bagian hati...'' jelasnya yg tentu membuat kami semua syok


''apa kau tak bisa menyembuhkannya?''tanyaku


''maaf tuan duke dengan kemampuan saya yg sekarang dan sihir yg saya miliki.itu mustahil'' ucapnya dan begitu ia selesai tanpa sadar aku langsung mencekiknya


'' apa kau masih menyebut dirimu dokter kalau menyelamatkan anak kecil saja tidak bisa?'' ucapku geram


''to..long..am..puni..sa..ya''


Ukh..sekarang bagaimana ?...apa yg harus ku lakukan?..


*SYUT!..*BRUK! ''tak ada waktu untuk membunuh orang ini sekarang...''batinku sambil melempar dokter tersebut


''apa tak ada dokter lain!?''seru lina


''itu sedikit sulit'' ucap putra mahkota

__ADS_1


...****************...


...To Be Continue...


__ADS_2