
POV Duchess
''Huwaaa..akhirnya sampai juga'' kataku yg baru saja turun dari kereta kuda
''astaga pungguku pegal sekali seminggu di kereta kuda'' kataku sambil menepuk-nepuk punggungku
''mana pemeriksaannya lama banget lagi tadi.benar-benar menyebalkan. Ini lah kenapa aku tak suka datang ke tempat ini''ucapku
''ibu baru segitu saja sudah sakit apa lagi aku yg belum bisa jalan juga meski sudah berbulan-bulan''balas erwin yg baru turun di bantu pak kusir
''ahahaha..karena itu kita kesini kan?.'' Kataku sambil tersenyum
''ngomong-ngomong kita beneran ketemuan di alun-alun kan?''tanyaku sambil melirik sekitar
''benar.eric bilang . asisten dokter itu akan menjemput kita disini ''balas erwin
''hmm..''
Ngomong-ngomong tempat ini benar-benar tertutup ya. tembok-tembok tinggi mengelilingi tempat ini. Di tambah lagi pelindung sihir yg benar-benar tebal. Benar-benar negri yg tak bisa di tembus. Tapi..kalau ada serangan dari dalam mungkin negri ini bisa langsung hancur. Seperti kerang keras di luar lembek di dalam.
''ibu..aku sedikit lapar, ayo cari makan''ajak erwin sambil menunjuk salah satu kedai
''benar. Ayo kita makan dulu sembaring menunggu asisten itu''balasku lalu mendorong kursi roda erwin menuju kedai tersebut.
Setelah kami masuk kami pun langsung memesan makanan khas negri ini
''enak.. elissa pasti akan suka ini'' kata erwin sambil menyantap makanannya
''benar. Mari bawa kan oleh -oleh ini untuknya''
''ah!..tapi perjalanannya terlau jauh.makanan ini pasti akan langsung basi'' sambungku yg langsung murung
''huh~...ku harap bisa elissa bisa ikut bersama kita''kata erwin yg masih saja tak ikhlas eli tak ikut
''benar, ibu harap juga begitu''balasku sambil mengaduk minumanku
Saat kami baru saja selesai menyantap makanan kami tiba-tiba saja kami di datangi seorang gadis muda dengan pakaian compang-camping.
''a..anu..''panggilnya
''ya?''
Um...di lihat dari penampilannya...jangan bilang...
''apa kau lapar nak?''tanyaku
''eh?.''
''duduk lah di sini''tawarku
''e..eh?...tapi...''
''pelayan. Tolong menunya''pintaku
''nak pesan lah yg kau mau tak usah pedulikan harganya biar saya yg bayar''ucapku
''te..terima kasih tapi...''
''tak usah malu-malu.kau pasti lapar kan?''timpal erwin
''e..eto,anu...''
Gadis itu pun nampak ke bingungan. Mungkin karena dia tak meyangka hal ini. Lagi pula kasihan sekali gadis ini.dia pasti belum makan .siapa sih orang tua yg membiarkan anaknya menjadi pengemis begini.tak bisa di maafkan
Meski terlihat kebinggungan.gadis itu pun akhirnya memesan beberapa makanan dan begitu makanannya datang ia langsung menyantapnya dengan lahap.
''makannya pelan-pelan saja'' ucapku sambil mengelap pipi anak itu
''te..terima kasih''balasnya yg langsung tertunduk malu.
''ngomong-ngomong siapa namamu nak?''tanyaku
''a..aku..luis''
''nama yg cantik,nama itu cocok dengan wajahmu yg mungil''balasku sambil tersenyum. Gadis itu pun langsung tersentak dan tertunduk malu
''ahahaha..apa kau malu?..kau ini imut sekali seperti adikku''kata erwin
''ah!.benar juga.mama. kita harus segera pergi. Asisten dokter itu harusnya sudah tiba dari tadi''kata erwin
''ah!,benar juga.'' ''nak. Kami harus pergi dulu. Kau makan lah. Jangan pikirkan biaya karena sudah ku bayar''kataku sambil bangkit dari kursi
''e..eh!...tu..tunggu dulu..''
__ADS_1
''tak usah sungkan.lanjutkan saja makannya''potog erwin sambil tersenyum
Setelah itu kami pun kembali ke alun-alun untuk menemui asisten dokter tersebut.
''masih tak ada juga''kata erwin
''benar juga.erwin apa ,yg mulia tak memberimu detail orang itu?''tanya ku
''eric bilang .orang itu yg akan menghampiri kita. Di tak bilang siapa dan seperti
Apa orang itu''jelas erwin
Huh~...merepotkan..kalau begini bagaimana kita bisa tau kalau itu orangnya?
''a..anu..''panggil gadis pengemis tadi
''ah!..luis''
''ada apa?.makannya sudah selesai?''tanyaku
''eh..iya..terima kasih banyak untuk makanannya tadi.lalu...anu...kalian sedang menunggu seseorang kan?''tanyanya
''iya. Begitu lah.kami sedang menunggu seorang asisten dokter ''balasku
''anu...sebenarnya orang yg sedang kalian tunggu itu...saya..'' ucapnya malu-malu
''eh?''
''kau!?'' seru kami berdua sambil menunjuknya
''iya. aku luis asisten dokter rei.dokter ahli syaraf yg sedang kalian cari'' katanya sambil tersenyum
a....siapa sangka gadis ini,orang yg sedang kami tunggu
''tunggu dulu kalau begitu tadi kau menghampiri kami''tebak erwin
''benar,tadinya saya ingin langsung memperkenakan diri tapi..kalian langsung menawari ku makan..anu..terima kasih banyak''balasnya
Astaga ku pikir dia pengemis ternyata dia asisten dokter.lagian kenapa bajunya compang-camping gitu
*syut.. '' bajumu sangat tak meyakin kan tau.pakai ini.''kata erwin sambil memberikan jasnya
''te...terima kasih..''balas gadis itu sambil menerima jas erwin
''memang benar''timpalku sambil tertawa kecil
''a...benar juga mari saya...'' kata gadis itu yg tiba-tiba terhenti begitu sebuah burung hantu putih tiba-tiba datang dan hinggap di pahunya
''huwaaa..besar sekali.dan lagi cantik sekali''kataku yg terpukau dengan bulu putih cantiknya
''ahaha...ini peliharaan dokter rei. Namanya kiki''kata gadis tersebut
''hee~..hallo..kiki..''kataku yg ingin mencoba mengelusnya namun langsung mau di patok olehnya sontak aku langsung menarik tangan ku kembali
''dia galak ya''
''maaf..kiki sedikit was-was pada orang baru''
''ngomong-ngomong ada apa kau kema...AH!. apa aku sudah terlalu lama?!'' seru gadis tersebut yg mendadak panik
''maafkan aku.''
''nyonya dan tuan muda everon. Silahkan ikuti saya. saya akan mengantar anda ke tempat dokter rei''sambungnya
***
POV Erwin
Awalnya aku tak mengira kalau gadis yg ku pikir pengemis ini rupanya orang yg sedang kami tunggu. Dan ternyata hal lain yg jauh lebih mengejutkan di banding itu yakni...
''dokter maaf...aku sudah kembali de...''*SYUT!...*PLAK belum sempat luis selesai berbicara tiba-tiba saja saat ia membuka pintu sebuah perkasas melayang kearahnya dan tepat menenai keningnya
Sontak hal itu mengagetkan ku dan ibu
''LUIS KAU TAK APA?!''seruku khawatir
''ehehe..i..iya tak apa'' katanya sambil memegangi keningnya yg berdarah
''TAK APA APANYA!?.BERDARAH BEGITU!'' seruku
''sungguh ini bukan apa-apa.sudah biasa kok''balasnya sambil tersenyum
Kenapa di biasakan!?
__ADS_1
Dan lagi..tempat sampah macam apa ini!?
Awalnya ku pikir rumah dokter terkenal itu akan semawah yah kalau tak mewah paling tidak rapih dikit kek lah ini..ini sih lebih mirip tempat pembuangan rongsokan!
''luis! Kenapa lama sekali!?. Dari mana saja kau!? Cepat bantu aku !''seru seseorang dari dalam
''ba..baik''balas luis sambil mengambil perkakas yg tadi kena keningnya
''kalian berdua masuklah.maaf ya berantakan''sambungnya sambil melirik kami
''LUIS!''
''iya!,aku datang'' kata luis sambil berlari kearah sumber suara itu
Saat luis pergi aku dan ibu pun sama -sama di buat terdiam sesaat lalu...
''bu...apa ibu pikir eric mencoba menipuku?''tanyaku
''erwin..ibu rasa kita akan tau setelah masuk kedalam''balas ibu
Setelah itu ibu pun mendorong ku masuk kedalam dan pergi ke tempat dokter itu berada
Saat kami tiba di salah satu ruangan tampak seorang pria dewasa sedang sibuk mengotak-ngatik mesin di atas mejanya dan luis yg sibuk mengambilkan peralatan-peralatan yg di suruhnya
''ini..lebih mirip bengkel ke timbang tempat berobat''kataku
''dan lagi rongsokan macam apa itu?''tanyaku yg tiba-tiba saja membuat pria itu berhenti lalu berbalik dan langsung merempariku dengan perkakasnya tapi tentu saja berkat reflek ibu yg cepat ibu langsung mengeluarkan sihir tamanannya yg berhasil menjadi tamengku.
'' APA YG KAU BILANG RONGSOKAN SIALAN!''marah pria tersebut
''eh?...''
''ini adalah maha seni!. Jangan seenaknya menyamakannya dengan rongsokan!'' serunya
Huwaaa...seram...dia pasti pecinta mekanik...
''dan lagi kalian siapa!. Seenaknya masuk kemari!''serunya sambil menunjuk kami
''dokter..ini nyonya everon dan tuan muda everon yg akan menjadi pasien anda. Mereka sudah mengirim surat beberapa minggu yg lalu anda ingat?''kata luis
''ah~..jadi itu kalian..'' '' aku rei. Dokter yg akan menanganimu'''katanya lalu berjalan kearahku
''hmm...coba ku lihat'' ucapnya sambil mengamatiku
''luis , coba bawakan aku yg ukuran L'' katanya
Ukuran?..
''baik'' kata luis lalu pergi mengambilkan apapun itu
''ini dokter''katanya begitu kembali sambil membawa sebuah....
''hm!.. sepertinya cocok''kata dokter tersebut
''a..anu....itu...''
''luis siapkan ruang oprasinya. Kita akan segera memulainya''katanya
''baik!''
''TUNGGU DULU!'' seruku
''oprasi?...oprasi apa yg kau maksud?''tanyaku dengan perasaan tak enak
''apa lagi. Tentu saja oprasi pengantian kakimu dengan kaki palsu'' balasnya yg jelas membuat ku dan ibu tersentak kaget
''bukannya sudah ku katakan di surat?''tanyanya
*BLAR!
ERIC!!!!!!!!!!!!!!
***
(di saat yg sama )
POV Eric
''HACHIM!''
Um....sepertinya cuaca hari ini cukup dingin. Sebaiknya aku memakai pakaian lebih tebal hari -ini.
...****************...
__ADS_1
...NEXT...